• (GFD-2026-32309) Hoaks Video Purbaya Bagikan Bantuan Lewat Kuis Susun Kata

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    tirto.id - Konten yang mengklaim pembagian bantuan, hadiah, atau modal usaha secara cuma-cuma kerap beredar di media sosial. Umumnya, konten semacam ini dikemas dalam bentuk kuis, tantangan, atau ajakan berinteraksi yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar. Tak jarang, klaim tersebut menarik perhatian masyarakat dan mendorong penyebaran konten tanpa verifikasi lebih lanjut.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu konten serupa kembali beredar dalam bentuk video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Video tersebut mengklaim adanya pembagian bantuan dan modal usaha melalui kuis susun kata dengan hadiah hingga puluhan juta rupiah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Purbaya yudhi sadewa (arsip) pada Minggu (25/01/2026). Dalam video tersebut, terlibat Purbaya mengenakan setelan batik dengan celana hitam. Video tersebut berlatar tempat layaknya sebuah ruangan di kantor.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    "Saya ingin memberikan bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, silahkan susun kata di bawah, berhadiah Rp40 juta rupiah. Semoga kalian beruntung ya," ucap Purbaya dalam video tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Bagi Bantuan Modal.

    Selain pernyataan tersebut, video juga menampilkan rangkaian huruf acak bertuliskan“Waja Rabat” yang diklaim harus disusun dengan benar untuk mendapatkan hadiah. Klaim serupa turut disampaikan oleh pengunggah melalui keterangan video.

    ADVERTISEMENT

    Pengunggah menuliskan: "Silahkan susun kata di bawah dengan benar. Saya akan beri bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, semoga kalian beruntung mendapatkan hadiahnya."

    Hingga Selasa (10/02/2026), video tersebut telah ditonton hingga sekitar 469 ribu kali serta mendapatkan sekitar 2,7 ribu tanda reaksi, 5,8 ribu komentar dan 183 kali dibagikan. Melalui kolom komentar, terlihat banyaknya masyarakat yang berpartisipasi memberikan jawaban susun kata, yaitu “Jawa Barat”. Banyak dari mereka menjawab dan berharap mendapatkan bantuan seperti yang ada di klaim.

    Lantas, benarkah Purbaya membagikan bantuan dan modal usaha lewat kuis susun kata?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran awal menggunakan fitur Google Lens untuk menelusuri sumber video asli atau video serupa dengan konten yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video lain yang menampilkan sosok yang sama dengan figur Menkeu Purbaya dalam video yang beredar.

    Video tersebut berasal dari akun TikTok resmi milik Purbaya yaitu @purbayayudhis yang diunggah pada 15 September 2025. Dalam video itu, Purbaya terlihat mengenakan setelan batik dan celana hitam dengan latar ruangan yang sama persis seperti video yang beredar di Facebook.

    Meski memiliki kemiripan visual, isi pesan dalam video TikTok tersebut berbeda dengan klaim yang beredar. Dalam unggahan aslinya, Purbaya tidak menyampaikan informasi mengenai pembagian bantuan atau modal usaha kepada masyarakat.

    Sebaliknya, Purbaya dalam video tersebut menjelaskan mengenai batik yang dikenakannya. Ia memperkenalkan batik bergambar garuda dan peta Indonesia yang ia pesan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Batik tersebut disebutnya sebagai Batik Garuda NKRI, yang dikenakan sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM.

    Perbandingan antara video asli dan video yang beredar menunjukkan adanya perbedaan isi pernyataan, meskipun visual dan latar tempat tampak serupa. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya manipulasi, terutama pada bagian suara dan beberapa gerakan tubuh dalam video yang beredar.

    Untuk memastikan dugaan tersebut, Tirto menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan Hive Moderation, guna memeriksa kemungkinan penggunaan AI dalam video yang viral.

    Hasil analisis Hive Moderation menunjukkan tingkat probabilitas manipulasi yang sangat tinggi, yakni 99,9 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa video asli yang diunggah oleh akun TikTok Purbaya telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI untuk mengubah pernyataan yang disampaikan.

    Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan bahwa akun Facebook yang mengunggah video kuis berhadiah tersebut bukan merupakan akun resmi milik Purbaya. Selain itu, tidak ditemukan akun resmi maupun akun pribadi Purbaya di platform Facebook.

    Dengan demikian, klaim yang beredar melalui akun tersebut tidak berasal dari sumber resmi dan perlu ditelaah secara cermat. Konten yang menawarkan bantuan atau hadiah dengan syarat mengikuti kuis tertentu merupakan pola yang kerap muncul dalam penyebaran informasi menyesatkan di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis susun kata berhadiah yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa adalah video yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Video yang beredar bukan berasal dari akun resmi, melainkan hasil manipulasi dari video lama akun TikTok resmi Purbaya Yudhi Sadewa yang konteks dan audionya telah diubah, diduga menggunakan teknologi AI. Dalam video aslinya, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait kuis atau pembagian hadiah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32310) Cek Fakta: Hoaks BPS Rilis Rata Rata Gaji Rakyat Indonesia Rp 78,6 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rata-rata gaji rakyat Indonesia adalah Rp 78,6 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BPS. Sebut : Rata Rata Gaji Rakyat indonesia Rp 78,6 juta Netizen: Itu Data Dari Mana??"
    Klaim turut menyertakan poster yang berisi foto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam foto, tampak Kepala BPS sedang berbicara menggunakan microphone. Poster juga disertai klaim rata rata gaji rakyat Indonesia sebesar Rp 78,6 juta.
    Lalu benarkah klaim BPS menyebut rata-rata gaji rakyat Indonesia adalah Rp 78,6 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim BPS menyebut rata-rata gaji rakyat Indonesia adalah Rp 78,6 juta. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui akun Instagram resminya @bps_statistics pada Rabu 11 Februari 2026.
    Dalam unggahannya, BPS menyatakan tidak pernah merilis rata-rata gaji masyarakat Indonesia.
    "Sahabat Statistik, waspadai informasi yang salah mengenai data BPS. Komdigi merilis informasi yang menyebutkan rata-rata gaji masyarakat Indonesia oleh BPS teridentifikasi hoaks https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-bps-sebut-rata-rata-gaji-rakyat-indonesia-rp786-juta," tulis BPS dalam unggahannya, yang dikutip pada Kamis (12/11/2026).
    BPS menyampaikan, pihaknya tidak pernah merilis rata-rata gaji masyarakat Indonesia, namun merilis Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. PDB per kapita yang dirilis BPS terakhir pada 5 Februari 2026 adalah PDB per kapita Indonesia tahun 2025 sebesar Rp83,7 juta.
    "PDB per kapita bukanlah rata-rata gaji/pendapatan masyarakat Indonesia," tegas BPS.
    BPS menjelaskan, PDB adalah total Nilai Tambah Bruto (NTB) dari seluruh produksi barang dan jasa di suatu wilayah selama kurun waktu tertentu. PDB mengukur nilai tambah bruto dari total aktivitas perekonomian suatu negara. Sedangkan PDB perkapita untuk melihat perbandingan perekonomian antar negara dengan mempertimbangkan jumlah penduduk.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Pendapatan per Kapita Warga RI Naik jadi Rp 78,6 Juta per Tahun" yang tayang pada 6 Februari 2025.
    Dalam artikel ini dijelaskan, BPS melaporkan bahwa pada tahun 2024, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia tercatat sebesar USD 4.960,3 per tahun, yang setara dengan sekitar Rp 78,6 juta.
    "Pada 2024, PDB per kapita Indonesia tercatat sebesar Rp 78,62 juta atau sekitar USD 4.960,33 per kapita (dengan kurs Rp 15.850)," kata Kepala BPS Amalia Adininggar dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, ditulis Kamis (6/2/2025).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim BPS menyebut rata-rata gaji rakyat Indonesia adalah Rp 78,6 juta merupakan hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32311) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran CPNS 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 5 November 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "CPNS & PPPK tahun 2026 resmi dibuka!
    FORMASI UMUM
    -Tenaga Administrasi
    -Tenaga Kesehatan
    -Tenaga teknis
    -Tenaga pendidikan
    -Formasi Umum & Khusus
    PERSYARATAN UMUM
    -Warga Negara Indonesia (WNI)
    -Usia Minimal 18 tahun
    -Pendidikan SMA/SMK, D3 ,D4 ,S1 ,S2
    -Sehat jasmani & rohani
    -Tidak pernah dipidana
    -Tidak pernah diberhentikan tidak hormat
    TAHAPAN SELEKSI
    -Seleksi administrasi
    -SKS (CAT BKN)
    -SKB
    -Pengumuman Kelulusan
    Untuk pendaftaran silakan langsung klik link yang ada di bio .... !!!!"
    Unggahan disertai menu pendaftaran. Saat link pendaftaran diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Menpan RB Beri Bocoran Seleksi CPNS 2026, Ada Buat Fresh Graduate?" yang tayang pada 11 Februari 2026.
    Dalam artikel ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini menyatakan rencana pembukaan seleksi CPNS 2026 masih dalam tahap penghitungan dan pembahasan lintas kementerian. Saat ini, pemerintah tengah memetakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) sejalan dengan arah kebijakan Presiden.
    Rini menjelaskan, Kemenpan RB sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menghitung kebutuhan formasi secara menyeluruh. Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan kemampuan anggaran negara serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung program prioritas Presiden.
    "ASN ke depan tentu harus kita hitung betul. Kami juga sedang komunikasi dengan Kementerian Keuangan, karena kita harus menghitung kebutuhan ASN untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden. Kompetensi apa saja yang dibutuhkan," ujar Rini di Kemenpan RB, Rabu (11/2/2026).
    Menurutnya, penentuan jumlah formasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah perlu memastikan jenis kompetensi yang benar-benar dibutuhkan, terlebih setelah adanya perubahan struktur organisasi di sejumlah instansi pemerintah.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya".
    Artikel ini menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran CPNS 2026, tidak benar.
  • (GFD-2026-32312) [SALAH] Prabowo Copot Ratusan Anggota DPR Fraksi PDIP Penolak RUU Perampasan Aset

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Alfic Mass Hendrik” pada Kamis (5/2/2026) berisi narasi:

    MEGAW4T! P!NGS4N PRABOWO COPOT 103 DPR FRAKSI PDIP.

    Gen9 b4nt3ng kena krma karena tol4k UU peramp4san 4set Fraksi PDIP resmi di bekukan, 103 anggota nya di pec4t !!

    Ada yang aneh... Kenapa berita sebesar ini nggak muncul di TV nasional? Apa beneran lagi ditekan atau memang cuma isu liar?

    Netizen yang jeli pasti tahu jawabannya.. !!

    Hingga Kamis (12/2/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 70 tanda suka, 20-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “prabowo pecat 103 anggota dpr ri dari fraksi pdip” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo Subianto yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “sikap pdip terhadap ruu perampasan aset” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan di kanal YouTube CNN INDONESIA “PDI Perjuangan Dukung Penuh RUU Perampasan Aset”.

    Pemberitaan yang tayang pada Minggu (18/1/2026) itu melaporkan jika PDI Perjuangan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPR RI yang mulai membahas RUU Perampasan Aset di Komisi III. RUU tersebut juga telah ditetapkan sebagai Program Legislasi Nasional prioritas tahun 2026.

    TurnBackHoax lalu memeriksa foto yang disertakan dalam unggahan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Duduk Bersebelahan Saat Hadiri HUT TNI, Megawati dan Prabowo Tampak Akrab Bercanda”.

    Dari pemberitaan yang tayang pada Rabu (5/10/2022) itu diketahui jika konteks asli foto Prabowo Subianto dan Megawati adalah momen ketika menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka, Rabu (5/10/2022). Saat itu Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

    Sepanjang penelusuran tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo yang membenarkan klaim ““Prabowo copot 103 anggota DPR RI Fraksi PDIP karena menolak RUU Perampasan Aset”.

    Sebagai informasi, melansir dari kompas.com, presiden tidak bisa memecat anggota DPR karena keduanya memiliki kedudukan sejajar sebagai lembaga negara. Pemberhentian DPR dapat dilakukan dan telah diatur dalam Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib melalui penggantian antar waktu (PAW) yang terlebih dulu diusulkan  oleh partai terkait.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Prabowo copot ratusan anggota DPR fraksi PDIP penolak RUU Perampasan Aset” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan