• (GFD-2024-19255) [KLARIFIKASI] Foto Angkatan Laut Iran Menyita Kapal di Teluk Oman, Bukan Selat Hormuz

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Iran, yakni Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, menyita sebuah kapal kontainer di dekat Selat Hormuz, pada Sabtu (13/4/2024).

    Sebuah foto helikopter hendak mendarat di atas kapal dinarasikan sebagai pasukan Iran yang menyita kapal MSC Aries berbendera Portugal.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan tidak sesuai dengan konteks foto sebenarnya.

    Foto helikopter milik Iran yang mendarat di kapal diunggah oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Foto tersebut tampak dipasang dengan mode cermin karena angka 306 pada helikopter tampak terbalik.

    "Semakin hari,semakin byk berita baik dr Israel yg makin kesulitan," tulis salah satu akun, pada Kamis (18/4/2024).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri rekam jejak foto.

    Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke situs berbagi gambar Alamy.

    Foto tersebut menampilkan Angkatan Laut Iran yang mendarat di dek kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, pada 28 April 2023.

    Dilansir Associated Press, kapal yang berlayar menuju Amerika Serikat itu disita di tengah meningkatnya ketegangan mengenai program nuklir Teheran.

    Sementara, kapal yang disita Iran di Selat Hormuz, pada Sabtu (13/4/2024), merupakan kapal MSC Aries berbendera Portugal.

    Kapal tersebut merupakan bagian dari Zodiac Group yang dijalankan oleh miliarder Israel, Eyal Ofer dan keluarganya.

    Kesimpulan

    Foto Angkatan Laut Iran menyita kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, pada 28 April 2023, disebarkan dengan narasi keliru.

    Foto itu bukan memperlihatkan peristiwa penyitaan kapal MSC Aries oleh Iran di Selat Hormuz, pada Sabtu (13/4/2024).

    Rujukan

  • (GFD-2024-19256) [KLARIFIKASI] Narasi Keliru soal Foto Antrean Warga pada 1965 dan 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar gambar yang membandingkan suasana warga saat mengantre untuk mendapatkan beras pada 1965 dan 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam konten tersebut keliru.

    Konten yang membandingkan antrean warga untuk mendapatkan beras pada 1965 dan 2024 dibagikan oleh akun Facebook ini, pada 5 April 2024.

    Foto hitam putih dengan keterangan "1965" diletakkan di bagian atas dan pada bagian bawah terdapat foto berwarna dengan keterangan "2024".

    Berikut narasi yang dibagikan: Kok hampir sama dgn jaman pki.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto pertama dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Foto serupa ditemukan di unggahan akun X (Twitter) @SejarahRI, pada 30 Oktober 2020, dan blog Indonesia Zaman Doeloe yang diunggah pada 2 April 2013.

    Akun @SejarahRI maupun blog Indonesia Zaman Doeloe mencantumkan keterangan bahwa foto itu adalah antrean warga menunggu bantuan dari Palang Merah (Red Cross) pada 1947.

    Setelah ditelusuri, foto karya John Florea itu telah dipublikasikan oleh majalah fotografi LIFE, dengan keterangan pengambilan gambar pada September 1947 di Indonesia.

    Dalam foto itu, masyarakat mengantre untuk pembagian pakaian dari Palang Merah.

    Foto tersebut ditemukan dalam pemberitaan IDN Times, 19 September 2023, berjudul "Warga Bandung Rela Antri Berjam-jam Demi Beras dan Minyak Murah".

    Kesimpulan

    Dua foto suasana warga mengantre kebutuhan pokok disebarkan dengan konteks yang keliru.

    Foto hitam putih memperlihatkan warga mengantre bantuan dari Palang Merah pada 1947.

    Sedangkan, foto kedua adalah antrean warga Kota Bandung, Jawa Barat, untuk mendapatkan beras dan minyak goreng murah pada 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19259) [HOAKS] FIFA Batalkan Kemenangan Qatar atas Indonesia di Piala Asia U-23

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi bahwa Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA membatalkan kemenangan tim nasional Qatar atas Indonesia di Piala Asia U-23 2024.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, timnas Qatar menumbangkan Indonesia di pertandingan pertama grup A Piala Asia U-23 dengan skor 2-0, Senin (15/4/2024). 

    Kemenangan tersebut diwarnai keputusan kontroversial wasit Nasrullo Kabirov yang dianggap merugikan Indonesia.

    Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pu melayangkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) atas kepemimpinan Nasrullo Kabirov.

    Narasi soal FIFA membatalkan kemenangan Qatar atas Indonesia di Piala Asia U-23 2024 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video Presiden FIFA Gianni Infantino sedang memberikan keterangan pers bersama Presiden Joko Widodo.

    Video tersebut diberi keterangan demikian: Akhirnya FIFA turun tangan atas kecurangan wasit Qatar yg kurang seportiv. FIFA BATALKAN KEMENANGAN QATAR.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut FIFA membatalkan kemenangan Qatar atas Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri klip pada awal video yang menampilkan Gianni Infantino sedang memberikan keterangan pers.

    Video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Sekretariat Presiden ini. Video diambil pada 10 November 2023 saat peresmian kantor FIFA di Jakarta.

    Dalam video, Infantino mengatakan bahwa akan ada 20 sampai 30 pegawai FIFA yang berkantor di Jakarta. 

    Infantino juga menjelaskan, lokasi yang strategis menjadi salah satu pertimbangan FIFA memilih kantor di Jakarta.

    Kantor tersebut dianggap penting bagi perkembangan sepak bola di Asia Tenggara dan Asia Timur. 

    Sementara, setelah laga Qatar melawan Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa banding kepada AFC terkait kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov telah ditolak.

    Dikutip dari BolaSport, kepastian itu didapat setelah AFC memberikan surat balasan kepada PSSI. 

    Selain itu, Kompas.com tidak menemukan informasi atau artikel valid mengenai pembatalan kemenangan Qatar atas Indonesia di Piala Asia U-23 2024.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa FIFA membatalkan kemenangan timnas Qatar atas Indonesia di Piala Asia U-23 2024 adalah hoaks. 

    Video yang beredar merupakan momen Gianni Infantino menghadiri peresmian kantor FIFA di Jakarta, pada 10 November 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19260) [HOAKS] Polisi Temukan 400 Kg Emas Batangan di Rumah Sandra Dewi

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa polisi menemukan 400 kilogram emas batangan hasil korupsi di rumah selebritas Sandra Dewi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Adapun Sandra Dewi diperiksa Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk, pada Rabu (4/4/2024).

    Dalam kasus tersebut, suami Sandra Dewi, Harvey Moeis, telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Video dengan narasi soal 400 kg emas batangan hasil korupsi di rumah Sandra Dewi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (14/4/2024): 4 kwintal emas batangan dirumah sandra dewi yg dipastikan hasil korupsi uang rakyat.

    Pengunggah menyertakan video penyitaan emas batangan dan pendapat seorang perempuan soal mimik wajah Sandra.

    Berikut teks yang tertera dalam video: 400 kg EMAS BATANGAN DI RUMAH SANDRA DEWI.

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Minggu (14/4/2024), mengenai polisi menyita emas batangan di rumah Sandra Dewi.

    Hasil Cek Fakta

    Video polisi menyita emas batangan merupakan video lama. Video serupa ditemukan di kanal YouTube Official NET News, pada 7 Oktober 2016.

    Dalam video itu, polisi mengamankan barang bukti kasus penipuan terkait padepokan milik Taat Pribadi.

    Barang bukti yang diterima dari korban, antara lain, emas batangan seberat 400 kg, patung emas, mata uang asing Vietnam, Korea, dan Amerika Serikat.

    Barang-barang tersebut diduga palsu, sehingga diamankan sampai dipastikan keasliannya.

    Video perempuan mengomentari mimik muka Sandra Dewi saat diperiksa Kejagung merupakan pendapat pribadi dari Lita Gading, yang videonya dapat dilihat di sini.

    Video yang beredar juga menyertakan klip ketika Sandra Dewi hendak diperiksa Kejagung.

    Klip serupa ditemukan di kanal YouTube Kompas.com, pada 4 April 2024. Tidak ada informasi yang menunjukkan polisi menyita emas batangan dari rumah Sandra Dewi.

    Sejauh ini, penyidik Kejagung telah menyita empat mobil dan jam tangan mewah.

    Dilansir Kompas.com, baru-baru ini penyidik Kejagung sedang mendalami kepemilikan jet pribadi Harvey Moeis.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai polisi menemukan 400 kg emas batangan hasil korupsi di rumah Sandra Dewi adalah tidak benar.

    Emas batangan dalam video di media sosial merupakan barang bukti kasus dugaan penipuan yang menjerat Taat Pribadi pada 2016.

    Sejauh ini, penyidik Kejagung menyita empat mobil mewah dan jam tangan milik Harvey Moeis.

    Rujukan