(GFD-2021-8716) Keliru, Klaim Video Presiden Jokowi Berpamitan Kepada Seluruh Rakyat Indonesia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Sebuah video dengan thumbnail yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo di antara pengunjukrasa di sekitar Istana beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Presiden Jokowi dengan berat hati berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Di Facebook video tersebut dibagikan akun ini pada 22 Juli 2021. Akun inipun menuliskan narasi “BERITA TERKINI ~ DENGAN BERAT HATI JKW BERPAMITAN KE SELURUH RAKYAT ~ NEWS VIRAL JOKOWI DODO”.
Video itu juga mencantumkan teks "DENGAN PENUH KESADARAN JOKOWI KELUAR DARI ISTANA. JOKOWI BENAR-BENAR PASRAH. INGIN DI LENGSERKAN SECARA TERHORMAT.”
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 130ribu kali dan mendapat lebih dari 1.200 komentar.
Benarkahini video Presiden Jokowi berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia?
Tangkapan layar video yang diklaim sebagai video Presiden Jokowi berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selajutnya penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, video di atas merupakan kumpulan sejumlah cuplikan video berbeda dan tak satupun yang menampilkan pernyataan mundur atau berpamitan dari Presiden Jokowi.
Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Berita Negara Terkini pada 22 Juli 2021 dengan judul, “BERITA TERKINI ~ DNGN BERAT HATI JKW BERPAMITAN KE SELURUH RAKYAT ~ NEWS VIRAL JOKOWI DODO.”
Video di atas terdiri dua segmen. Segmen pertama memperlihatkan seorang pria sedang menunjuk-nunjuk ke arah kamera. Selanjutnya memperlihatkan seorang pria lainnya tengah memegang cangkul. Pada bagian lainnya terdapat video yang memperlihatkan dua orang secara bergiliran menyampaikan kritik atas kepemimpinan Jokowi.
Tempo menemukan jejak digital video identik yang pernah dimuat di Youtube oleh kanal DO'A NUSANTARA pada 8 Juni 2020 dengan judul, “MENGHINA PRESIDEN DENGAN BAR BAR TAK PUNYA RASA TAKUT SEDIKIT PUN.”
Sementara video yang memperlihatkan seorang pria tengah memegang cangkul identik dengan video yang pernah diunggah ke TikTok oleh akun @kak.Jefri pada 3 Februari 2021 dengan judul, “Pesan Penggali Kubur.”
Segmen kedua dari video di atas memperlihatkan cuplikan video pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin disertai narasi yang dibacakan pengisi suara.
Narasi yang dibacakan pengisi suara pada video tersebut bersumber dari dua tulisan opini yang dimuat situs oposisicerdas.com.
Opini pertama merupakan tulisan dari Damai Hari Lubis yang dimuat pada 18 Juli 2021 dengan judul, “Idealnya Jokowi Segera Pamit kepada Seluruh Anak Bangsa”.
Berikut isi tulisan opini tersebut:
“Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) sebagai tokoh utama yang dihandalkan presiden, sudah berwacana minta bantuan negara asing untuk tangani kasus Covid 19. Hal ini dia sampaikan resmi kepada masyarakat melalui media publik. Artinya LBP sudah tidak mampu. Sebaiknya Jokowi, jangan paksakan dia terus menjabat. Ini menyangkut nasib nyawa anak bangsa. Oleh sebab kegagalan ini tidak mesti dipertanggungjawabkan terhadap LBP pribadi, melainkan kolektif termasuk pengelola pemerintahan yang tertinggi negara RI. Karena tugas ini merupakan kewajiban dalam bentuk koordinasi kabinet dan sinergi, yakni presiden dan para menteri lainnya. Maka tepat momentum Presiden Jokowi dan seluruh jajaran menyatakan pamit kepada rakyat dengan meletakan jabatan. Alasan mundur tentu kompleks, selain faktanya tak mampu melindungi kesehatan anak bangsa akibat Covid-19 sesuai kewajiban yang diperintahkan konstitusi, juga nampak bentuk gejala lainnya yang cukup transparan, terkait kegagalan secara merata dalam banyak bidang, utamanya pada bidang pembangunan ekonomi (utang melilit) dan keterkaitan kesejahteraan hidup masyarakat menengah serta kebawah, temasuk pada sisi penegakan hukum yang banyak tidak sesuai konstitusi bahkan melanggar sumber konstitusi (UUD 1945).”
Tulisan kedua merupakan opini dari M. Rizal Fadilah berjudul “Andai Jokowi Mundur Atau Dimundurkan” yang dimuat pada 10 Juli 2021.
Baik tulisan opini pertama dan kedua juga dicantumkan disclaimer berbunyi:
“Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.”
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim Presiden Jokowi berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia, keliru. Video tersebut sama sekali tidak memperlihatkan atau menampilkan Presiden Jokowi sedang berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia. Video tersebut hanya berisi cuplikan video beberapa orang yang mengkritik kepemimpinan Jokowi. Narasi yang dibacakan pengisi suara dalam video tersebut juga bersumber dari tulisan opini.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/jokowi
- https://www.facebook.com/watch/?v=791342461582107
- https://www.youtube.com/watch?v=kVHLlHUfO8U
- https://www.youtube.com/watch?v=p0RVZlkNQSg
- https://www.tiktok.com/@kak.jefri/video/6925032546015218945?lang=en&is_copy_url=1&is_from_webapp=v1
- https://www.oposisicerdas.com/2021/07/idealnya-jokowi-segera-pamit-kepada.html
- https://www.oposisicerdas.com/2021/07/andai-jokowi-mundur-atau-dimundurkan.html
(GFD-2021-8717) Keliru, Klaim Video Prabowo Resmi Gantikan Ma'ruf Amin Sebagai Wakil Presiden
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Sebuah video dengan thumbnail yang memperlihatkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara di depan Istana Merdeka, beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Prabowo resmi gantikan Ma’ruf Amin jadi Wapres Jokowi.
Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 1 Agustus 2021. Akun ini pun menuliskan narasi, “AKHIRNYA TERJADI!! PRABOWO RESMI DUDUKI ISTANA, PRABOWO RESMI GANTIKAN MA'RUF AMIN JADI WAPRES JKW.”
Pada Thumbnail video tersebut Wapres Ma’ruf Amin ditandai dengan lingkaran berwarna merah dan sebuah petunjuk berupa anak panah. Terlihat pula beberapa karangan bunga. Thumbnail tersebut disertai narasi, “ Prabowo Duduki Istana!!! Akhirnya Terjadi!! Prabowo Resmi Duduki Istana, Prabowo Resmi Gantikan Ma’ruf Amin Jadi Wapres JKW?”
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 2.200 kali serta mendapat lebih dari 1.300 komentar. Apa benar ini video Prabowo resmi menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden?
Tangkapan layar video dengan klaim Prabowo resmi gantikan Wakil Presiden ma'ruf Amin.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim video di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid. Selanjutnya, gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.
Hasilnya, dalam video berdurasi 8 menit 50 detik tersebut sama sekali tidak memperlihatkan adanya peristiwa saat Prabowo menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden.
Video di atas hanya menampilkan cuplikan beberapa pidato Prabowo. sementara narasi yang dibacakan pengisi suara hanya mengutip pernyataan beberapa pengamat politik terkait isu Ma’ruf Amin akan mundur dari jabatannya sebagai Wapres.
Video tersebut pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Rahasia Politik pada 1 Agustus 2021 dengan judul, “AKHIRNYA TERJADI!! PRABOWO RESMI DUDUKI ISTANA, PRABOWO RESMI GANTIKAN MA'RUF AMIN JADI WAPRES JKW?”.
Pada bagian awal video tersebut memperlihatkan cuplikan video Prabowo yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal chaly kriting pada 15 Mei 2019 dengan judul, “#Prabowosubianto #Pemilu2019 Prabowo Subianto bikin surat wasiat di keterangan”.
Menurut kanal tersebut, Capres Prabowo Subianto berencana mengundang sejumlah ahli hukum ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan malam ini. Dia menyebut akan membuat surat wasiat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam simposium nasional tentang klaim kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Ia tidak memerinci isi surat wasiat yang akan dibuatnya.
"Saudara-saudara sekalian, setelah ini sore ini saya ke Kertanegara, akan saya kumpulkan ahli hukum. Saya akan buat surat wasiat saya," kata Prabowo.
Video berikutnya menampilkan cuplikan pidato Menhan Prabowo saat meresmikan Patung Jendral Soedirman di Sleman Yogyakarta. Video yang identik pernah dimuat kanal Resmi CNN Indonesia pada 11 November 2019.
Cuplikan video pidato Prabowo selanjutnya juga pernah dimuat ke Youtube oleh kanal Catatan Politik pada 25 Februari 2019 dengan judul, “Pidato Terbaru Prabowo Di Sumatera Utara, PESIMIS LAGI !!”.
“Pidato Kontroversial Terbaru Prabowo Di Sumut : SAYA MELIHAT BANGSA INDONESIA DI UJUNG PUNAH,” bunyi keterangan kanal tersebut.
Pada bagian berikutnya dari video di atas, pengisi suara membacakan narasi yang bersumber dari artikel yang dimuat situs Gelora.co pada 8 Juli 2021 dengan judul, “Ramai Isu Ma'ruf Amin Mundur dari Wapres RI, Prabowo Disebut Paling Tepat jadi Pengganti”.
Pengisi suara membacakan kutipan dari pernyataan Direktur Rumah Politik Indonesia atau RPI, Fernando Emas yang mengatakan jika Ma'ruf tidak menunjukkan kesungguhannya dalam bekerja selama dua tahun menjabat sebagai wapres. Akibatnya, Presiden Joko Widodo terkesan menjalankan roda pemerintahan seorang diri.
Catur mengatakan memang ada kemungkinan Ma'ruf Amin mundur sebelum masa jabatannya berakhir. Menurutnya, sosok yang paling tepat untuk menggantikan posisi Ma'ruf adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Narasi berikutnya bersumber dari artikel yang dimuat situs wartaekonomi.co.id pada 7 Juli 2021 dengan judul, “Jika Ma'ruf Amin Lengser, Nama Prabowo Subianto Disebut-sebut…”
Pengisi suara membacakan kutipan pernyataan dari peneliti Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho yang menyebut jika Prabowo menjadi Wapres, akan cukup terasa kinerjanya.
Catur lebih lanjut menjelaskan bahwa Prabowo memiliki jaringan luas yang menjadi salah satu keunggulannya. Dengan jaringan tersebut, kata dia, Prabowo akan sangat mungkin berpengaruh dalam menangani pandemi Covid-19.
Kendati demikian, Catur mengaku bahwa kesempatan tersebut memang masih jauh, lantaran pengunduran diri Wapres tidak bisa segera dilakukan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa Menhan Prabowo Subianto resmi menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI, keliru. Video tersebut sama sekali tidak menampilkan maupun memuat pernyataan resmi pemerintah yang menyebutkan bahwa Prabowo menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Video tersebut hanya berisi cuplikan beberapa pidato Prabowo dan pernyataan beberapa pengamat politik terkait kinerja Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/maruf-amin
- https://www.facebook.com/100063725259154/videos/920292238828689/
- https://www.tempo.co/tag/prabowo
- https://www.youtube.com/watch?v=rg-8siZt_NU
- https://www.youtube.com/watch?v=nyYKBNVKv6c
- https://www.youtube.com/watch?v=NQmge15NdHE
- https://www.youtube.com/watch?v=843gBfckgus
- https://www.gelora.co/2021/07/ramai-isu-maruf-amin-mundur-dari-wapres.html
- https://www.wartaekonomi.co.id/read349396/jika-maruf-amin-lengser-nama-prabowo-subianto-disebut-sebut
(GFD-2021-7364) [SALAH] Dukun Meninggal karena Covid-19 Setelah Menghirup Napas Pasien Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Beredar informasi dari akun Facebook Singapore Incidents berupa cuplikan video 2 orang yang secara bergantian menghirup napas pasien Covid-19 yang diklaim salah seorang dari video tersebut adalah seorang dukun dan meninggal karena Covid-19 setelah melakukan aksi itu. Postingan ini disukai sebanyak 529 kali, dikomentari 102 kali, ditonton 23 ribu kali, dan disebarkan kembali 261 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan artikel dari detik.com, orang yang melakukan aksi menghirup napas pasien Covid-19 adalah Masudin dan KH Samian, Masudin diketahui adalah seorang terapis pendengaran dan meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung yang sudah lama dialaminya sejak 2018. Widjaya selaku Kepala Desa Banyuarang menjelaskan bahwa Masudin meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19 karena hasil tracing pada 14 Juli 2021 menyatakan bahwa istri dan anak-anak Masudin negatif Covid-19.
KH Samian yang merupakan pengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tombakberas, Jombang diketahui dalam keadaan sehat setelah melakukan aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi menghirup napas tersebut bukan untuk berniat sombong ataupun mencari sensasi. Pasien Covid-19 pada video tersebut yang merupakan menantu teman Masudin berhasil sembuh dari Covid-19 sedangkan kedua mertuanya meninggal dunia.
Melihat dari penjelasan tersebut, video dukun meninggal karena Covid-19 setelah menghirup napas pasien Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
KH Samian yang merupakan pengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tombakberas, Jombang diketahui dalam keadaan sehat setelah melakukan aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi menghirup napas tersebut bukan untuk berniat sombong ataupun mencari sensasi. Pasien Covid-19 pada video tersebut yang merupakan menantu teman Masudin berhasil sembuh dari Covid-19 sedangkan kedua mertuanya meninggal dunia.
Melihat dari penjelasan tersebut, video dukun meninggal karena Covid-19 setelah menghirup napas pasien Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Orang yang menghirup napas pasien Covid-19 diketahui adalah seorang terapis tunarungu yang meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung bukan karena terinfeksi Covid-19 dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.
Informasi yang salah. Orang yang menghirup napas pasien Covid-19 diketahui adalah seorang terapis tunarungu yang meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung bukan karena terinfeksi Covid-19 dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647049/kades-di-jombang-sebut-terapis-hirup-nafas-pasien-corona-meninggal-bukan-covid-19
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647151/dimakamkan-non-corona-terapis-hirup-napas-pasien-covid-19-meninggal-sakit-lambung
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647872/begini-kondisi-samian-yang-juga-hirup-napas-pasien-covid-19-di-jombang
- https://kumparan.com/kumparannews/samian-ungkap-alasan-nekat-hirup-napas-pasien-covid-19-di-jombang-jatim-1wAyJiSVXJ7/full
(GFD-2021-7365) [SALAH] Link Pengecekan Penerima Bansos dengan NIK E-KTP
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Beredar informasi dari akun Facebook Dicka Belexs berupa sebuah narasi untuk melakukan pengecekan untuk menerima bantuan sebesar 600 ribu dengan cara memasukkan NIK E-KTP pada sebuah tautan. Postingan ini disukai sebanyak 7 kali, dikomentari 3 kali, dan disebarkan kembali 22 kali.
Nik ktp
Bansos KTP
Bansos NIK KTP
Nik ktp
Bansos KTP
Bansos NIK KTP
Hasil Cek Fakta
Tautan yang diberikan setelah diperiksa tidak merujuk ke website resmi untuk pengecekan penerima bansos yaitu cekbansos.kemensos.go.id melainkan menuju sebuah website tidak resmi dan meminta untuk memasukkan nama dan NIK E-KTP sedangkan pada website resmi tidak memerlukan NIK E-KTP. Berdasarkan artikel dari Kompas.com, pemerintah melalui Kementrian Sosial memberikan beberapa bantuan bagi masyarakat yang terdampak perpanjangan PPKM level dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Ada 3 bantuan yang disalurkan oleh pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kemensos bermitra dengan Perum Bulog untuk menyalurkan beras 10 kg untuk KPM yang mendapatkan BST, BPNT, dan PKH.
Besaran bantuan yang diberikan untuk BST adalah 600 ribu per KPM melalui PT Pos Indonesia, penerima BPNT mendapatkan bantuan 200 ribu per bulan melalui Himbara dan penerima PKH dibagi menjadi 3 komponen, bagi keluarga dengan ibu hamil dan anak usia dini akan mendapat 3 juta, keluarga yang memiliki anak SD mendapatkan bantuan 900 ribu, 1,5 juta untuk anak SMP, dan 2 juta untuk anak yang sudah SMA. Keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disablitas atau lansia akan mendapatkan bantuan 2,4 juta.
Melihat dari penjelasan tersebut, link untuk pengecekan penerima bansos dengan NIK E-KTP adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Besaran bantuan yang diberikan untuk BST adalah 600 ribu per KPM melalui PT Pos Indonesia, penerima BPNT mendapatkan bantuan 200 ribu per bulan melalui Himbara dan penerima PKH dibagi menjadi 3 komponen, bagi keluarga dengan ibu hamil dan anak usia dini akan mendapat 3 juta, keluarga yang memiliki anak SD mendapatkan bantuan 900 ribu, 1,5 juta untuk anak SMP, dan 2 juta untuk anak yang sudah SMA. Keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disablitas atau lansia akan mendapatkan bantuan 2,4 juta.
Melihat dari penjelasan tersebut, link untuk pengecekan penerima bansos dengan NIK E-KTP adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Link yang dicantumkan adalah bentuk scam atau penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi dan merupakan website tidak resmi untuk pengecekan bansos. Pengecekan untuk penerima bansos dapat dilakukan di http://cekbansos.kemensos.go.id yang setelah diperiksa tidak ada meminta untuk memasukkan NIK E-KTP.
Link yang dicantumkan adalah bentuk scam atau penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi dan merupakan website tidak resmi untuk pengecekan bansos. Pengecekan untuk penerima bansos dapat dilakukan di http://cekbansos.kemensos.go.id yang setelah diperiksa tidak ada meminta untuk memasukkan NIK E-KTP.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2021/04/25/salah-bantuan-sosial-tunai-bst-600-ribu-sudah-dapat-dicairkan/
- https://cekbansos.kemensos.go.id
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/01/063000265/cara-cek-bansos-bulan-agustus-2021-klik-cekbansos.kemensos.go.id?page=all
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/21/180500165/daftar-bantuan-dari-pemerintah-selama-ppkm-dan-cara-mengeceknya?page=all
Halaman: 6510/7967



