• (GFD-2024-14882) Cek Fakta: Konteks yang Salah Anies Baswedan Tempuh SMA 4 Tahun Bukti Rekam Jejaknya di Bawah Standar

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 01/01/2024

    Berita

    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel yang menyebut Anies Baswedan jalani pendidikan SMA selama 4 tahun. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Desember 2023.
    Dalam postingannya terdapat artikel berjudul:
    "Anies Baswedan Jalani Pendidikan SMA Selama 4 Tahun"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Di Toa Ngaku Anak Cerdas... Rekam Jejaknya Dibawah Standar Rata Rata.... NGIBUL nya ngaa ada tgl kadaluarsa"
    Lalu benarkah postingan artikel yang menyebut Anies Baswedan jalani pendidikan SMA selama 4 tahun?

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta menelusuri dengan mengetik kata kunci "Anies Baswedan Jalani Pendidikan SMA Selama 4 Tahun" seperti dalam postingan. Hasilnya terdapat artikel yang identik dengan postingan.
    Artikel itu diunggah oleh Republika.co.id pada 24 September 2016. Dalam artikel itu dijelaskan alasan Anies Baswedan menempuh pendidikan SMA selama 4 tahun.
    Ternyata Anies Baswedan sempat terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1985. Pada 1987, dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.
    Program inilah yang membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada tahun 1989.
    Penjelasan yang sama juga ditemukan di artikel Liputan6.com berjudul "Anies Baswedan, Sosok DKI 1 yang Bakal Maju Jadi Capres Partai Nasdem" yang tayang pada 3 Oktober 2022.
    Dalam artikel itu dijelaskan bahwa lulus dari SMP, Anies meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Dia tetap aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS dan mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus orang Ketua OSIS se-Indonesia. Hasilnya, Anies terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1985.
    Pada 1987, dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada 1989.

    Kesimpulan

    Postingan artikel yang menyebut Anies Baswedan jalani pendidikan SMA selama 4 tahun telah dimaknai dalam konteks yang salah. Faktanya Anies menempuh pendidikan SMA selama empat tahun karena terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

    Rujukan

  • (GFD-2023-14881) [SALAH] Video “Waena mulai diserang”

    Sumber: WhatApps
    Tanggal publish: 28/12/2023

    Berita

    Waena mulai diserang

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai serangan di Waena, distrik Heram, Kota Jayapura, Papua merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan di Waena. Kejadian di video itu Lokasi kejadian di video itu adalah di Jalan Pasar Lama, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

    Fakta ini terungkap dari hasil penelusuran relawan Mafindo Jayapura, diperkuat dari hasil pencarian dengan menggunakan Google Maps. Tampilan yang ditunjukkan oleh fitur Google Street View yang diunggah oleh Wahyu Wijanarko pada September 2023 menunjukkan adanya bangunan yang sama persis dengan yang ada di detik awal video yang tersebar.

    Kesimpulan

    Bukan di Waena. Lokasi kejadian di video itu adalah di Jalan Pasar Lama, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

    Rujukan

  • (GFD-2023-14880) [SALAH] Foto “Megawati bertemu dengan Gibran, Ganjar, Prabowo dan Jokowi di Rapat Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 21/12/2023

    Berita

    Topeng Asli G1bran Terb0ngkar, Ini M£Ng£Rik4n…Benarkah Jkw Berbohong d3mi Lakukan Ini

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto Megawati bertemu dengan Gibran, Ganjar, Prabowo dan Jokowi di Rapat Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta merupakan konten yang dimanipulasi.

    Faktanya, foto tersebut merupakan foto editan. Foto tersebut merupakan hasil manipulasi dengan menggabungkan foto ketika Gibran menerima surat keputusan Rapimnas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar pada Oktober 2023 dan foto saat rapat klarifikasi Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta dengan PT Jakpro pada Juni 2020.

    Foto Gibran yang asli, salah satunya dimuat di artikel berjudul “Golkar Usulkan Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Pakar UNS Singgung Etika Politik” yang terbit di situs detikcom pada 21 Oktober 2023. Foto itu diberi keterangan: “Gibran Rakabuming Raka menerima surat keputusan Rapimnas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Foto: Ari Saputra”.

    Sementara itu, foto rapat Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta yang asli salah satunya dimuat di artikel berjudul “Fraksi PDIP DKI Desak Jakpro Bongkar Struktur Bangunan di Ruang Terbuka Hijau di Pluit Jakarta Utara” yang terbit di situs Tribunnews pada 12 Juni 2023.

    Kesimpulan

    Foto editan. Foto tersebut merupakan hasil manipulasi dengan menggabungkan foto ketika Gibran menerima surat keputusan Rapimnas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar pada Oktober 2023 dan foto saat rapat klarifikasi Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta dengan PT Jakpro pada Juni 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2023-14879) [SALAH] “Kantor Disdukcapil, KPU dan China Taipan SUDAH BEKERJA SAMA untuk pemenangan salah satu capres”

    Sumber: WhatApps
    Tanggal publish: 15/12/2023

    Berita

    PARAAAAAHHH !!!!! Kantor Disdukcapil, KPU dan China Taipan SUDAH BEKERJA SAMA untuk pemenangan salah satu capres! ? 1 orang keturunan China punya 3 KTP dan Kartu NPWP, Mohon di VIRALKAN !!!!!

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto tiga buah KTP dan NPWP yang disebarkan dengan klaim bahwa Disdukcapil, KPU dan Cina sudah bekerja sama untuk pemenangan salah satu calon presiden di Pemilu 2024 merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, KTP dan NPWP di foto itu adalah kejadian pada 2017 dan tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2024.

    Pada September 2022, klaim yang identik pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] KTP dan NPWP Ganda Untuk Persiapan 2024” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 16 September 2022. Dilansir dari artikel ini, foto dalam unggahan tersebut merupakan kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang diduga dikirimkan dari Kamboja. KTP serta NPWP ini disinyalir akan digunakan untuk kejahatan finansial.

    “Kalau melihat ada KTP, NPWP, Buku Tabungan, dan Kartu ATM, bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang,” kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi pada Kamis 9 Februari 2017.

    Selain itu melansir Merdeka.com, temuan KTP dan NPWP ini tidak ada kaitannya dengan isu politik melainkan digunakan untuk kejahatan cyber, kejahatan perbankan atau pencucian uang.

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. KTP dan NPWP di foto itu adalah kejadian pada 2017 dan tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2024.

    Rujukan