KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim bahwa artis Sandra Dewi dijemput paksa polisi. Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, suami Sandra Dewi, Harvey Moeis, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk 2015-2022.
Kemudian, Sandra Dewi diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi, pada Rabu (4/4/2024).
Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 271 triliun.
Video dengan narasi soal Sandra Dewi dijemput paksa polisi dibagikan oleh akun YouTube ini.
Akun tersebut membagikan video berdurasi 3 menit pada 7 April 2024 dengan judul:
Mengejutkan ???? Inilah Detik-detik Sandra Dewi Dijemput Paksa Pihak Kepolisian, Diiringi Jerit Tangis.
Kemudian di dalam video terdapat foto seorang perempuan dengan wajah tertutup mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
(GFD-2024-19317) [HOAKS] Sandra Dewi Dijemput Paksa Polisi
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar seorang perempuan mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Hasilnya, gambar tersebut identik dengan foto di laman Kompas.com ini.
Berdasarkan keterangan foto, perempuan tersebut bukan Sandra Dewi, melainkan Karenina Maria Anderson.
Karenina ditangkap polisi pada 2 Agustus 2023 karena kepemilikan ganja seberat 4,4 gram.
Kemudian, setelah video disimak sampai tuntas, tidak terdapat informasi valid bahwa Sandra Dewi dijemput paksa polisi.
Narator hanya membacakan artikel di laman Insertlive.com ini berjudul "Diperiksa Kejagung, Suguhan Tak Biasa Untuk Sandra Dewi Disorot".
Artikel tersebut membahas soal suguhan air mineral untuk Sandra Dewi dan disediakan kipas angin mini saat menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Hal itu menjadi sorotan warganet karena selama ini Sandra Dewi dikenal dengan gaya hidup mewah.
Hasilnya, gambar tersebut identik dengan foto di laman Kompas.com ini.
Berdasarkan keterangan foto, perempuan tersebut bukan Sandra Dewi, melainkan Karenina Maria Anderson.
Karenina ditangkap polisi pada 2 Agustus 2023 karena kepemilikan ganja seberat 4,4 gram.
Kemudian, setelah video disimak sampai tuntas, tidak terdapat informasi valid bahwa Sandra Dewi dijemput paksa polisi.
Narator hanya membacakan artikel di laman Insertlive.com ini berjudul "Diperiksa Kejagung, Suguhan Tak Biasa Untuk Sandra Dewi Disorot".
Artikel tersebut membahas soal suguhan air mineral untuk Sandra Dewi dan disediakan kipas angin mini saat menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Hal itu menjadi sorotan warganet karena selama ini Sandra Dewi dikenal dengan gaya hidup mewah.
Kesimpulan
Narasi bahwa Sandra Dewi dijemput paksa polisi adalah hoaks.
Perempuan yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dalam video bukan Sandra Dewi, melainkan Karenina Maria Anderson.
Selain itu, judul video tidak sesuai dengan isinya.
Narator hanya membacakan artikel mengenai suguhan sederhana untuk Sandra Dewi saat menjalani pemeriksaan di Kejagung, pada Kamis (4/4/2024).
Hal itu menjadi sorotan warganet karena selama ini Sandra Dewi dikenal dengan gaya hidup mewah.
Perempuan yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dalam video bukan Sandra Dewi, melainkan Karenina Maria Anderson.
Selain itu, judul video tidak sesuai dengan isinya.
Narator hanya membacakan artikel mengenai suguhan sederhana untuk Sandra Dewi saat menjalani pemeriksaan di Kejagung, pada Kamis (4/4/2024).
Hal itu menjadi sorotan warganet karena selama ini Sandra Dewi dikenal dengan gaya hidup mewah.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=DF6pFq40TjU
- https://www.kompas.com/hype/read/2023/08/02/192450466/polisi-sebut-karenina-maria-anderson-dapat-ganja-dari-temannya
- https://www.insertlive.com/hot-gossip/20240405014057-7-335035/diperiksa-kejagung-suguhan-tak-biasa-untuk-sandra-dewi-disorot
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19318) Gas sulfur dari Gunung Ruang menyebar ke seluruh Indonesia, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di TikTok menarasikan bahwa gas sulfur dioksida (SO2) dari erupsi gunung ruang sudah menyebar keseluruh indonesia dan menyebabkan hujan asam.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“hallo teman2 aku cuma mau infokan kalo gas so2 yg di akibatkan erupsinya gunung ruang itu udah nyampe nyebar ke seluruh indonesia dan gas so2 bisa membuat hujan asam yg mampu merusak tanaman dan ga baik buat kesehatan napas,”
Namun, benarkah gas SO2 Gunung Ruang menyebar keseluruh Indonesia sebabkan hujan asam?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“hallo teman2 aku cuma mau infokan kalo gas so2 yg di akibatkan erupsinya gunung ruang itu udah nyampe nyebar ke seluruh indonesia dan gas so2 bisa membuat hujan asam yg mampu merusak tanaman dan ga baik buat kesehatan napas,”
Namun, benarkah gas SO2 Gunung Ruang menyebar keseluruh Indonesia sebabkan hujan asam?
Hasil Cek Fakta
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengungkapkan letusan Gunung Ruang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulut menghasilkan semburan lava pijar dan melepaskan gas sulfur dioksida (SO2) yang menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.
Ia mengatakan pusaran angin di barat laut Pulau Sumatra itu telah menarik uap air dari Australia dan Laut Pasifik. Gas sulfur dioksida yang keluar dari kawah Gunung Ruang juga ikut tersebar seiring dengan adanya siklon tropis.
"Erupsi tidak menimbulkan anomali cuaca yang besar. Hujan yang terjadi saat ini lebih didominasi karena pengaruh IOD yang mulai negatif dan adanya siklon tropis di barat laut Pulau Sumatra," kata Eddy dilansir dari ANTARA.
Dia menerangkan gas sulfur dioksida yang menyebar akibat letusan Gunung Ruang tak menimbulkan hujan asam seperti yang ramai dibicarakan publik di media sosial.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyatakan belum menerima informasi paparan gas SO2 (sulfur dioksida) di Kalimantan Timur pasca-erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).
"Untuk mengetahui apakah paparan gas SO2 sampai Kaltim sesuai dengan informasi yang beredar, tentu harus ada dukungan data. Sampai saat ini, kami belum terima informasi itu," kata Koordinator bidang data dan informasi BMKG Balikpapan Diyan Novrida, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Ia mengatakan pusaran angin di barat laut Pulau Sumatra itu telah menarik uap air dari Australia dan Laut Pasifik. Gas sulfur dioksida yang keluar dari kawah Gunung Ruang juga ikut tersebar seiring dengan adanya siklon tropis.
"Erupsi tidak menimbulkan anomali cuaca yang besar. Hujan yang terjadi saat ini lebih didominasi karena pengaruh IOD yang mulai negatif dan adanya siklon tropis di barat laut Pulau Sumatra," kata Eddy dilansir dari ANTARA.
Dia menerangkan gas sulfur dioksida yang menyebar akibat letusan Gunung Ruang tak menimbulkan hujan asam seperti yang ramai dibicarakan publik di media sosial.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyatakan belum menerima informasi paparan gas SO2 (sulfur dioksida) di Kalimantan Timur pasca-erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).
"Untuk mengetahui apakah paparan gas SO2 sampai Kaltim sesuai dengan informasi yang beredar, tentu harus ada dukungan data. Sampai saat ini, kami belum terima informasi itu," kata Koordinator bidang data dan informasi BMKG Balikpapan Diyan Novrida, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-19321) [HOAKS] Video Jet Misterius Terlihat Dekat Israel
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai kemunculan jet misterius di dekat Israel. Narasi itu disertai video yang memperlihatkan jet lepas landas dari kapal induk.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi soal kemunculan jet misterius dekat Israel disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut teks yang tertera dalam video:
Iran is shocked! Mysterious jet spotted near Israel!
Narasi serupa beredar dalam bahasa Indonesia, seperti yang diunggah oleh akun ini pada Rabu (17/4/2024). Berikut narasinya:
Jet-jet misterius muncul di dekat Israel, menjelang eskalasi militer besar-besaran!
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi soal kemunculan jet misterius dekat Israel disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut teks yang tertera dalam video:
Iran is shocked! Mysterious jet spotted near Israel!
Narasi serupa beredar dalam bahasa Indonesia, seperti yang diunggah oleh akun ini pada Rabu (17/4/2024). Berikut narasinya:
Jet-jet misterius muncul di dekat Israel, menjelang eskalasi militer besar-besaran!
Hasil Cek Fakta
Klip dalam video merupakan potongan dari tiga video berbeda. Video pertama bersumber dari kanal YouTube U.S. Navy, 18 Mei 2013, tepatnya pada detik ke-13.
Dalam video, militer Amerika Serikat (AS) mendemonstrasikan X-47B Unmanned Combat Air System di kapal induk USS George HW Bush (CVN 77), lepas Pantai Virginia.
Klip berikutnya diambil dari video yang diunggah pada 15 Mei 2013, tepatnya detik ke-30.
Video tersebut merupakan peluncuran pesawat nirawak atau drone dari kapal induk yang sama, tetapi dari sudut pandang belakang jet.
Klip lain yang menampilkan bagian depan jet ketika meluncur juga dipakai dalam video.
Dengan demikian, video tersebut tidak terkait serangan Israel terhadap Iran.
Dilansir BBC, pejabat AS mengatakan, Israel menyerang pangkalan udara Iran, pada Jumat (19/4/2024) dini hari, tetapi belum ada konfirmasi dari Israel.
Berdasarkan laporan The Independent, pangkalan tersebut terletak di Isfahan, yang merupakan tempat program nuklir Iran, yang diduga menjadi sasaran Israel sebelumnya.
Dalam video, militer Amerika Serikat (AS) mendemonstrasikan X-47B Unmanned Combat Air System di kapal induk USS George HW Bush (CVN 77), lepas Pantai Virginia.
Klip berikutnya diambil dari video yang diunggah pada 15 Mei 2013, tepatnya detik ke-30.
Video tersebut merupakan peluncuran pesawat nirawak atau drone dari kapal induk yang sama, tetapi dari sudut pandang belakang jet.
Klip lain yang menampilkan bagian depan jet ketika meluncur juga dipakai dalam video.
Dengan demikian, video tersebut tidak terkait serangan Israel terhadap Iran.
Dilansir BBC, pejabat AS mengatakan, Israel menyerang pangkalan udara Iran, pada Jumat (19/4/2024) dini hari, tetapi belum ada konfirmasi dari Israel.
Berdasarkan laporan The Independent, pangkalan tersebut terletak di Isfahan, yang merupakan tempat program nuklir Iran, yang diduga menjadi sasaran Israel sebelumnya.
Kesimpulan
Video peluncuran drone dari kapal induk AS pada 2013 disebarkan dengan konteks keliru.
Video itu tidak terkait serangan Israel ke pangkalan udara Iran pada Jumat (19/4/2024).
Video itu tidak terkait serangan Israel ke pangkalan udara Iran pada Jumat (19/4/2024).
Rujukan
- https://www.facebook.com/100087150005572/videos/7662965517057607
- https://www.facebook.com/reel/941986174002336
- https://www.facebook.com/pretty.ellen.37/videos/2416524968539573
- https://www.youtube.com/watch?v=604rQM5rhXQ&t=10s
- https://www.youtube.com/watch?v=p9W-nd1Hj3Q&t=27s
- https://www.youtube.com/watch?v=9nwdIH_A9BI
- https://www.bbc.com/news/world-middle-east-68866548
- https://www.independent.co.uk/news/world/americas/isfahan-ap-iran-tehran-israeli-b2531395.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19322) [KLARIFIKASI] WEF Bantah Kabar Klaus Schwab Sakit Parah dan Dirawat di RS
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2024
Berita
KOMPAS.com - Tersiar kabar pendiri Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF), Klaus Schwab, dirawat di rumah sakit (RS) karena sakit parah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, juru bicara WEF telah membantah kabar tersebut.
Kabar mengenai Klaus Schwab dirawat di RS karena sakit parah disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Indonesia, seperti yang disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (15/4/2024):
BREAKING: Klaus Schwab telah dirawat di rumah sakit dan sakit parah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, juru bicara WEF telah membantah kabar tersebut.
Kabar mengenai Klaus Schwab dirawat di RS karena sakit parah disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Indonesia, seperti yang disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (15/4/2024):
BREAKING: Klaus Schwab telah dirawat di rumah sakit dan sakit parah.
Hasil Cek Fakta
Juru bicara WEF Yann Zopf membantah kabar Schwab sakit parah dan dirawat di RS.
"Klaim ini sepenuhnya tidak berdasar. Dia dalam keadaan sehat dan belum pernah ke rumah sakit akhir-akhir ini," kata Zopf, dilansir USA Today, pada 23 April 2024.
WEF merupakan organisasi non-pemerintah yang mempertemukan para pemimpin politik, budaya, dan bisnis di seluruh dunia untuk mengatasi permasalahan global.
WEF, terutama Klaus Schwab, kerap dicatut untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi.
Dikutip dari The Associated Press (AP Fact Check), Zopf mengatakan, Schwab dan WEF telah menjadi sasaran narasi konspirasi.
"Seperti banyak individu dan organisasi terkemuka, ia dan Forum Ekonomi Dunia telah menjadi sasaran narasi konspirasi, serta kampanye misinformasi dan disinformasi,” ujar dia.
Klaim soal Schwab sakit bersumber dari artikel di Weekly Crier pada 14 April 2024. Berdasarkan deskripsi web, Weekly Crier juga menerbitkan opini sindiran dan komedi.
"Klaim ini sepenuhnya tidak berdasar. Dia dalam keadaan sehat dan belum pernah ke rumah sakit akhir-akhir ini," kata Zopf, dilansir USA Today, pada 23 April 2024.
WEF merupakan organisasi non-pemerintah yang mempertemukan para pemimpin politik, budaya, dan bisnis di seluruh dunia untuk mengatasi permasalahan global.
WEF, terutama Klaus Schwab, kerap dicatut untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi.
Dikutip dari The Associated Press (AP Fact Check), Zopf mengatakan, Schwab dan WEF telah menjadi sasaran narasi konspirasi.
"Seperti banyak individu dan organisasi terkemuka, ia dan Forum Ekonomi Dunia telah menjadi sasaran narasi konspirasi, serta kampanye misinformasi dan disinformasi,” ujar dia.
Klaim soal Schwab sakit bersumber dari artikel di Weekly Crier pada 14 April 2024. Berdasarkan deskripsi web, Weekly Crier juga menerbitkan opini sindiran dan komedi.
Kesimpulan
Juru bicara WEF, Yann Zopf, membantah kabar Klaus Schwab sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Ia memastikan Schwab dalam keadaan sehat.
Menurut dia, Schwab dan WEF telah menjadi sasaran narasi konspirasi, kampanye misinformasi dan disinformasi.
Menurut dia, Schwab dan WEF telah menjadi sasaran narasi konspirasi, kampanye misinformasi dan disinformasi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0g7XhA9tWT92BxfWHXxRktirVksCkJnHcrrkAJEvbbcF7smeyCueBMyERMpFacrJil&id=61556163795244
- https://www.facebook.com/manc.dave/posts/pfbid0kRBfggrQYboyKm7si7kbqQt1uEJCB2jSToG5PZZxnqJuU26cA2cBaDem8EoLoNjWl
- https://www.facebook.com/pretty.ellen.37/posts/pfbid0mM2PyNJCPkSK6FLeG6gdnrgMEt2EFu9G8p6DS8HrdhDKhpUWpPGbDT3dZWiwmvxZl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0X4Sx4xmCh5PLohH8H1c1XLFZXRbchJ3rYbaD8pbwo1EtFaCY2aG23SBUUqCSkRTul&id=100081397265891
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2024/04/23/wef-founder-klaus-schwab-is-not-seriously-ill-in-hospital/73385993007/
- https://www.weforum.org/about/world-economic-forum/
- https://apnews.com/article/fact-check-klaus-schwab-hospital-dead-alive-607968130071
- https://www.weeklycrier.com/news/world-economic-forum-founder-klaus-schwab-hospitalized
- https://www.weeklycrier.com/about-us.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3753/8004




