• (GFD-2024-19633) [Cek Fakta] Putin Dukung Iran Gempur Israel jika Amerika Ikut Campur? Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2024

    Berita

    Beredar sebuah narasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan terhadap Iran untuk menggempur Israel jika Amerika ikut campur. Narasi ini beredar di media sosial.  

    Adalah akun facebook Raffasya yang turut mengunggah narasi tersebut. Berikut narasi selengkapnya:

    "Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan bahwa RUSIA akan MENDUKUNG IRAN jika Amerika ikut campur dalam pertempuran Iran VS Israel," tulis akun tersebut, 16 April 2024.

    Benarkah demikian?  

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan terhadap Iran untuk menggempur Israel jika Amerika ikut campur, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Hal ini seperti dilansir Turnbackhoax.id. Vladimir Putin tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut secara langsung.

    "Melansir dari portal media Prohaba, klaim tersebut rupanya pertama kali disebarkan oleh seorang pengamat politik Amerika sekaligus influencer media sosial, bernama Jackson Hinkle," tulis Turnbackhoax.id dalam laporannya, 26 April 2024.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan terhadap Iran untuk menggempur Israel jika Amerika ikut campur, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19381) Benarkah Israel Dukung Gencatan Senjata di Gaza?

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video Duta Besar Brasil untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sergio Franca Danese, membacakan daftar negara yang mendukung resolusi di Gaza.

    Danese menyebutkan nama Israel sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB yang mendukung resolusi gencatan senjata.

    Ia menyebutkan negara Belarus, Djibouti, Mesir, Eritrea, Indonesia, Israel, dan Yordania. Namun, Danese terdiam sejenak dan melihat sekeliling setelah menyebut nama Israel.

    Video tersebut ditemukan di akun TikTok ini dan ini.

    Berikut teks yang tertera dalam salah satu video yang diunggah pada 8 Februari 2024 dalam terjemahan bahasa Indonesia:

    Israel tidak sengaja memilih Palestina.

    Bagaimana faktanya?

    Klip yang beredar diambil saat pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 16 Oktober 2023. Dokumentasinya dapat disaksikan di kanal YouTube United Nations.

    Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Brasil untuk PBB membacakan daftar nama negara yang mendukung rancangan resolusi gencatan senjata di Gaza.

    Ia sempat salah mengucapkan Israel, lantas mengoreksi perkataannya.

    "Israel tidak termasuk dalam daftar itu," ujar Danese.

    Namun video yang beredar tidak menyertakan koreksi Danese, sehingga berisiko menimbulkan misinformasi.

    Pertemuan Dewan Keamanan PBB membahas resolusi untuk menyerukan gencatan senjata demi kemanusiaan di Gaza.

    Dewan Keamanan PBB membahas situasi di Timur Tengah, termasuk permasalahan Palestina.

    Namun, hasil voting menggagalkan rancangan resolusi yang diperkenalkan oleh Rusia mengenai peningkatan kekerasan di Israel dan Gaza, serta krisis kemanusiaan.

    Rancangan resolusi tersebut gagal mendapatkan minimal sembilan suara yang dibutuhkan oleh 15 negara anggota.

    Ada lima negara yang mendukung, yakni China, Gabon, Mozambik, Rusia, dan Uni Emirat Arab. Empat suara menentang, yakni Perancis, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

    Sementara enam negara abstain, yakni Albania, Brasil, Ekuador, Ghana, Malta, dan Swiss.

    Adapun Israel tidak termasuk dalam 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB.

    Israel justru tercatat sebagai negara yang tidak pernah terpilih sebagai anggota Dewan Keamanan PBB.

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa narasi mengenai Israel yang tidak sengaja memilih Palestina dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tidak benar.

    Video pertemuan Dewan Keamanan PBB dipotong dan disebarkan dengan konteks yang tidak lengkap.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

  • (GFD-2024-19382) Indonesia setuju menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada April 2024, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menarasikan bahwa Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai persyaratan masuk Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi.

    OECD merupakan organisasi antarpemerintah yang memiliki misi untuk mewujudkan perekonomian global yang kuat, bersih, dan berkeadilan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BERITA PENTING

    Kita dapet kabar hari ini dari media-media besar Israel bahwa Indonesia setuju untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai persyaratan masuk OECD.

    Apa ini benar Pak @jokowi? Mohon klarifikasinya.”

    Namun, benarkah Indonesia setuju menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada April 2024?

    Hasil Cek Fakta

    Kementerian Luar Negeri RI menepis isu Indonesia akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel agar bisa diterima sebagai anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

    “Saya tegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel di Gaza saat ini,” kata Juru Bicara Kemlu Lalu Muhamad Iqbal, dilansir dari ANTARA.

    Dia menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara.

    Terkait keanggotaan Indonesia di OECD, Iqbal mengatakan bahwa prosesnya akan memerlukan waktu yang cukup panjang. Peta jalan keanggotaan Indonesia di OECD direncanakan akan diadopsi pada Mei mendatang dan banyak hal yang harus disiapkan oleh Indonesia.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

  • (GFD-2024-19390) [KLARIFIKASI] Anak di Jayapura Tidak Tertular Virus Misterius yang Menyebar Lewat Angin

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di aplikasi pesan WhatsApp dan sejumlah platform media sosial beredar video yang memperlihatkan seorang anak dengan kulit berbentol-bentol.

    Narasi dalam video itu menyatakan bahwa anak itu mengidap penyakit yang disebabkan suatu virus yang menyebar melalui angin, dan terjadi di Jayapura, Papua.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video itu perlu diluruskan karena informasinya keliru.

    Video seorang anak di Jayapura diklaim terkena virus melalui angin dibagikan oleh sejumlah akun Facebook, misalnya ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Saat ini di Jayapura sedang ada penyebaran Virus melalui angin yang menyerang anak-anak kecil seperti pada video di atas ini,

    mohon untuk semua orang tua jangan membiarkan anak-anaknya bermain lebih lama di luar rumah, dan harus memberi makan yang cukup serta menjaga sistem kekebalan tubuh mereka dengan baik, agar anak2 usia ini mampu melawan virus yang mau menyerang tubuh mereka.

    Kepada kita yang sudah melihat info ini, agar bisa menyebarkan pada semua keluarga, teman, sanak saudara, dn mohon untuk menyebarkan info ini kepada grup yang lainnya. Agar semua orang bisa mengetahui, mencegah dan secepatnya mencari pertolongan pertama.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi penyebaran virus melalui angin di Jayapura menggunakan pencarian di Google Search dan berbagai platform medsos, juga reverse image search.

    Berdasarkan penelusuran Kompas.com, sebuah akun Facebook bernama Grace menyatakan bahwa video itu memperlihatkan adiknya yang sedang sakit.

    Namun, Grace membantah bahwa adiknya terkena penyakit yang disebabkan virus misterius. Menurut dia, adiknya terpapar cacar air biasa dan bukan virus misterius.

    Grace juga memberikan klarifikasi ini di sejumlah grup Facebook, salah satunya Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ) berikut ini.

    Tim Cek Fakta Kompas.com sudah berupaya meminta penjelasan kepada Grace, namun belum mendapatkan tanggapan.

    Sebelumnya, Grace memberikan klarifikasi saat dihubungi Republika.co.id. Grace mengatakan, adiknya terkena penyakit cacar air, bukan penyakit yang ditimbulkan oleh virus baru.

    "Berita yang beredar itu hoaks. Adik saya hanya terkena cacar air biasa, bukan virus atau wabah terbaru (seperti) yang sedang disebarkan beritanya (di media sosial)" kata Grace, seperti diberitakan Republika.co.id, 18 April 2024.

    Grace menambahkan, saat ini kondisi adiknya sudah membaik. Ia berharap akun-akun yang menyebarkan informasi keliru mengenai adiknya segera menghapus unggahan.

    Menurut Grace, informasi menyesatkan itu bukan berasal dari keluarganya, tetapi orang lain yang tidak bertanggung jawab.

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyebab cacar air adalah infeksi virus Varicella zoster. Virus ini dapat menular atau menyebar melalui kontak langsung dengan ruam.

    Penularan virus juga bisa terjadi ketika penderita cacar air batuk atau bersin dan terhirup oleh seseorang melalui droplet di udara.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari juga memberikan penjelasan terkait informasi ini.

    Menurut Sri Antari, memang betul penyakit itu ada dan menyerang warga Jayapura. Namun, penyakit itu sudah beberapa kali ditemukan dan sudah ditangani .

    Dilansir dari Fajar Papua, Sri Antari mengatakan, penyakit itu disebabkan virus dan menimbulkan gejala yang mirip cacar monyet.

    “Virus mirip penyakit cacar monyet ini bisa sembuh dalam waktu dua minggu sampai empat minggu," ujar Sri Antari kepada Fajar Papua.

    "Memang penyakit ini terlihat seram sekali, tapi bisa disembuhkan yah, jadi masyarakat tidak perlu takut karena penyakit ini sudah ditangani oleh dokter dan kami terus memantau perkembangan virus ini," kata dia.

    Meski begitu, belum ada pernyataan resmi bahwa penyakit itu disebabkan virus cacar monyet.

    Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa seseorang baru bisa dikatakan mengidap cacar monyet jika sudah melakukan tes dengan metode polymerase chain reaction atau PCR. Tes PCR dilakukan dengan mengambil cairan d bentolan.

    Adapun gejala yang terjadi pada pasien cacar monyet adalah demam lebih dari 38 derajat Celcius, muncul ruam atau bentol di kulit, pembesaran kelenjar getah bening, b]nyeri otot, kesulitan menelan, diare, dan radang genital.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyatakan bahwa seorang anak di Jayapura mengidap penyakit yang disebabkan virus misterius yang menyebar melalui angin merupakan informasi keliru yang tidak dapat dibuktikan.

    Pihak keluarga mengatakan, anak laki-laki dalam video itu terkena cacar air, bukan penyakit yang ditimbulkan oleh virus baru.

    Cacar air disebabkan virus Varicella zoster. Virus ini dapat menular ketika penderita cacar air batuk atau bersin dan terhirup oleh seseorang melalui droplet di udara.

    Rujukan