(GFD-2024-19904) Keliru, Video Berisi Klaim Cucu Ayatullah Khamenei Tanpa Jilbab di New York dan Disambut Unjuk Rasa
Sumber:Tanggal publish: 16/05/2024
Berita
Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan yang diklaim sebagai cucu dari pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei, turun dari mobil mewah. Video itu diunggah ke X pada 12 Mei 2024 diklaim berlokasi di New York dan sosok perempuan itu disambut aksi unjuk rasa.
Dalam video itu terlihat dua perempuan itu turun dari mobil dengan mengenakan pakaian modern dan tanpa jilbab lalu disambut dengan aksi unjuk rasa.
Video tersebut dikaitkan dengan maraknya aksi protes menentang keberadaan unit polisi Iran yang lebih dikenal dengan sebutan "polisi moral" yang bertugas memantau dan menangkap kaum perempuan yang tidak mengenakan jilbab di muka umum.
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah mendapat 45 komentar dibagikan sebanyak 122 kali. Apa benar ini video cucu dari pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei yang sedang berada di New York?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya, penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tool. Hasilnya, jurnalis BBC Shayan Sardarizadeh, memastikan klaim dalam video tersebut keliru. Video tersebut direkam di Los Angeles pada 2019, bukan di New York.
"PALSU. Video tersebut direkam di Los Angeles pada tahun 2019, dan menunjukkan protes di luar sebuah acara yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Iran Amerika, yang secara luas dituduh melakukan lobi untuk rezim Iran," cuit Shayan Sardarizadeh di akun X pada 13 Mei 2024.
Video itu pertama kali diunggah ke X oleh akun Nasim Behrouz pada 22 September 2019. Dalam cuitannya, Nasim Behrouz sama sekali tidak menyinggung adanya cucu Khomeini di lokasi tersebut.
Tweet yang menyertai video tersebut mengkritik "partisipasi warga Iran dalam acara NIAC (The National Iranian American Council), organisasi komunitas Iran-Amerika.
Pada 22 September 2019, akun yang sama juga pernah mengunggah selebaran berisi ajakan melakukan protes di West Hotel, lokasi di mana video yang memperlihatkan seorang perempuan tanpa jilbab turun dari mobil dan diklaim sebagai cucu dari Khamenei.
Mengutip VOA News on Iran, Nasim Behrouz merupakan anggota kelompok oposisi bernama Iran Revival or Farashgard yang berbasis di Carolina Utara.
Mengutip CNN Indonesia, Polisi Moral Iran menjadi target amarah pendemo setelah badan itu menahan Mahsa Amini yang dianggap berpakaian tak sesuai aturan pada September lalu. Beberapa hari kemudian, perempuan itu meninggal di tahanan.
Kematian Amini pun langsung memicu protes yang kian meluas di Iran sampai hari ini. Mereka menuntut keadilan, transparansi, dan menyuarakan isu-isu kebebasan terutama bagi kaum perempuan.
Polisi moralitas adalah komponen dari Pasukan Penegakan Hukum Iran (LEF) yang menegakkan aturan soal ketidaksopanan dan kejahatan sosial. Mereka memiliki akses ke kekuasaan, senjata, dan pusat penahanan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim cucu dari pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei yang sedang berada di New York dan disambut aksi unjuk rasa adalah keliru.
Video tersebut direkam di Los Angeles pada tahun 2019, dan tidak ada hubungannya dengan cucu ucu pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei. Melainkan aksi protes sebuah acara yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Iran-Amerika.
Rujukan
- https://twitter.com/Shayan86/status/1789697073354346917
- https://twitter.com/Nasim_zephyr/status/1175588722223407104?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1175588722223407104%7Ctwgr%5E4661aa4526c3c56372296c6d3905a106b54b8718%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=
- https%3A%2F%2Fcheckyourfact.com%2F2024%2F05%2F14%2Ffact-check-post-khamenis-granddaughter-dress%2F
- https://twitter.com/Nasim_zephyr/status/1175525274177298432
- https://www.voanews.com/a/middle-east_voa-news-iran_iranians-home-diaspora-see-growing-need-referendum-disagree-details/6204102.html
- https://www.cnnindonesia.com/internasional/20221205074949-120-882806/apa-itu-polisi-moral-iran-yang-bikin-geram-warga-dan-demonstran
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-19905) Benar, Narasi yang Mengatakan Sering Banyak Minum Air Putih Malam Hari Sebelum Tidur Bisa Sebabkan Sakit Ginjal
Sumber:Tanggal publish: 16/05/2024
Berita
Sebuah video beredar di Facebook [ arsip ] yang berisi narasi yang menyarankan pengaturan pola minum air putih untuk menghindari sakit ginjal. Video itu memperlihatkan seorang pria bernama dr. Cahyono, Sp yang sedang memaparkan pola minum air putih yang menurutnya baik dan yang buruk untuk ginjal.
Berikut bunyi potongan narasi yang beredar:
Bapak minum sebelum tidur satu gelas dua gelas, ginjalnya malah rusak. Di sini yang kadang-kadang nggak tahu ini. Yang penting banyak minum, ginjalnya sehat. Salah. Banyak minum pagi hari bagus. Tapi malam hari banyak minum, ginjalnya malah rusak.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah ginjal bisa rusak bila seseorang sering minum banyak air putih pada malam hari atau satu jam sebelum tidur?
Hasil Cek Fakta
Dari berbagai artikel di internet, diketahui dr. Cahyono, Sp merupakan dokter yang membuka praktik pengobatan herbal yang beralamat di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di sisi lain, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (FIK UM Surabaya), Firman, menjelaskan sering terlalu banyak minum air pada malam hari memang tidak dianjurkan.
Lantaran pada malam hari, seharusnya tubuh manusia beristirahat. Sementara sering minum banyak air putih pada malam hari akan memaksa ginjal terus bekerja keras untuk memprosesnya.
“Pada saat itu juga ginjal bisa bekerja lebih ekstra, bekerja lebih keras. Sehingga kalau dipaksakan terus-menerus dalam waktu yang lama, ini akan mengganggu fungsi dari ginjal tersebut. Atau bahkan bisa menyebabkan kerusakan atau penyakit pada ginjal,” kata Firman pada Tempo melalui pesan, 15 Mei 2024.
Dia menganjurkan masyarakat minum total dua sampai dua setengah liter air putih sejak pagi sampai jam 8 malam, untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dengan catatan, orang dalam kondisi tertentu harus membatasi jumlah minum air putih sesuai petunjuk dokter.
“Sangat dianjurkan (minum 2 liter air putih per hari), terutama pada pasien-pasien dan masyarakat umum yang tidak mengalami penyakit jantung. Tapi kalau punya riwayat penyakit jantung, biasanya dibatasi,” kata Firman lagi.
Dilansir website Sleep Foundation yang membagikan saran-saran kesehatan terkait tidur, menyatakan bahwa minum air putih sebelum tidur bisa menghindarkan tubuh dari dehidrasi selama tidur.
Namun, perlu memperhatikan jumlahnya, misalnya jangan terlalu banyak untuk menghindari terbangun untuk buang air kecil tengah malam, yang biasa disebut sebagai kondisi nokturia. Maka jika merasa haus pada malam hari, dianjurkan minum air putih secukupnya.
“Jumlah asupan air yang optimal sebelum tidur bervariasi pada setiap individu, bergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata profesor neurologi klinis, Dr. Alberto Ramos.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mempublikasikan sejumlah tips untuk menghindari sakit ginjal. Di antaranya menurunkan berat badan bila telah berlebihan, aktif berkegiatan secara fisik, dan tidak merokok.
Selain itu, bila sedang sakit dan mengkonsumsi obat, minumlah obat sesuai petunjuk dokter. Jaga tekanan darah agar stabil di bawah 140/90, juga kadar gula darah untuk penderita diabetes, kejar target kolesterol, menghindari makanan yang terlalu banyak garam, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang beredar mengatakan sering terlalu banyak minum air putih pada malam hari bisa menyebabkan penyakit ginjal adalah benar.
Memaksa ginjal bekerja memproses air minum di waktu istirahat, membuat ginjal sering bekerja ekstra dan fungsinya bisa terganggu.
Rujukan
(GFD-2024-19906) [KLARIFIKASI] Tidak Ada Bukti Boneka Pinocchio Dibuat dari Kulit dan Rambut Budak
Sumber:Tanggal publish: 16/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Tersiar narasi mengenai kisah nyata dari dongeng Pinocchio yang dipopulerkan oleh Disney.
Ayah sekaligus pembuat boneka Pinocchio, Gepetto, disebut sebagai majikan yang membuat boneka dari kulit dan rambut budaknya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak terbukti.
Informasi mengenai cerita asli boneka Pinocchio yang dibuat dari kulit dan rambut budak disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan Threads ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun Facebook, pada Minggu (12/5/2024), dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Geppeto Sebenarnya Adalah Seorang Tuan Budak Dan Dia Membuat Bonekanya Dari Kulit Dan Rambut Budak. Pinokio Sebenarnya Adalah Boneka Kerasukan Yang Terbuat Dari Kulit Dan Rambut Budak Dan Dia Sebenarnya Terlihat Berjalan-jalan Tanpa Geppeto Dan Tidak Ada Yang Tahu Di Mana Boneka Itu Berada Saat Ini.
Masuk Akal Sekarang Saat Anda Mengetahui Siapa Sebenarnya Walt Disney.
Ayah sekaligus pembuat boneka Pinocchio, Gepetto, disebut sebagai majikan yang membuat boneka dari kulit dan rambut budaknya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak terbukti.
Informasi mengenai cerita asli boneka Pinocchio yang dibuat dari kulit dan rambut budak disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan Threads ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun Facebook, pada Minggu (12/5/2024), dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Geppeto Sebenarnya Adalah Seorang Tuan Budak Dan Dia Membuat Bonekanya Dari Kulit Dan Rambut Budak. Pinokio Sebenarnya Adalah Boneka Kerasukan Yang Terbuat Dari Kulit Dan Rambut Budak Dan Dia Sebenarnya Terlihat Berjalan-jalan Tanpa Geppeto Dan Tidak Ada Yang Tahu Di Mana Boneka Itu Berada Saat Ini.
Masuk Akal Sekarang Saat Anda Mengetahui Siapa Sebenarnya Walt Disney.
Hasil Cek Fakta
Pengguna media sosial menyertakan dua gambar. Ada gambar kartun yang mengilustrasikan Gepetto dari film Disney.
Gambar lainnya menampilkan seorang pria menggendong boneka di pundak kanannya.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri jejak digital foto tersebut.
Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke situs Dangerous Minds, yang menampilkan versi foto dengan resolusi lebih besar.
Ada pula foto serupa di situs berbagi gambar Flickr yang diunggah pada 27 Februari 2009. Foto tersebut diberi label 18+.
Kendati demikian, tidak ada informasi apa pun soal kapan dan di mana foto diambil, serta siapa yang memotretnya.
Sementara, dongeng Pinocchio beredar dengan berbagai versi, termasuk versi alur cerita yang kejam dan tidak sejalan dengan sastra anak-anak zaman sekarang.
Namun berdasarkan laporan Lead Stories, tidak ada versi cerita bahwa Gepetto adalah tuan yang membuat boneka dari kulit dan rambut budaknya.
Dalam versi cerita berbahasa Italia yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, ada beberapa kata yang mengandung kata "slave" yang berarti budak atau "slave master".
Ada pula kata "rambut" tetapi dipakai hanya untuk menyebut "gadis cantik berambut biru" atau "peri kecil berambut biru".
Sementara kata "kulit" juga dipakai dalam beberapa bab, tetapi tidak menceritakan soal bahan pembuatan boneka Pinocchio dari kulit manusia.
Profesor di Universitas Vermont yang punya keahlian di dongeng Eropa, Cristina Mazzoni, mengaku belum pernah mendengar versi cerita yang dikenal di Indonesia sebagai Pinokio itu, yang dikaitkan dengan perbudakan.
Dilansir dari Check Your Fact, Mazzoni menyatakan, kisah orisinal dari buku berbahasa Italia memang menyatakan bahwa Geppetto membuat Pinokio untuk "dieksploitasi" tampil di jalanan.
"Tapi Pinocchio dibuat sepenuhnya berbahan kayu. Klaim aneh (jika menyebut membuatnya dari kulit dan rambut Budak)," ujar Mazzoni.
Laman Independent menyatakan, Pinocchio popular dikenal sebagai karya jurnalis Italia, Carlo Lorenzini (1826 - 1890) yang menggunakan nama pena Carlo Callodi pada 1883.
Versi yang beredar sejak saat itu hingga sekarang tidak ditemukan satu pun yang mengaitkan dengan perbudakan.
Gambar lainnya menampilkan seorang pria menggendong boneka di pundak kanannya.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri jejak digital foto tersebut.
Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke situs Dangerous Minds, yang menampilkan versi foto dengan resolusi lebih besar.
Ada pula foto serupa di situs berbagi gambar Flickr yang diunggah pada 27 Februari 2009. Foto tersebut diberi label 18+.
Kendati demikian, tidak ada informasi apa pun soal kapan dan di mana foto diambil, serta siapa yang memotretnya.
Sementara, dongeng Pinocchio beredar dengan berbagai versi, termasuk versi alur cerita yang kejam dan tidak sejalan dengan sastra anak-anak zaman sekarang.
Namun berdasarkan laporan Lead Stories, tidak ada versi cerita bahwa Gepetto adalah tuan yang membuat boneka dari kulit dan rambut budaknya.
Dalam versi cerita berbahasa Italia yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, ada beberapa kata yang mengandung kata "slave" yang berarti budak atau "slave master".
Ada pula kata "rambut" tetapi dipakai hanya untuk menyebut "gadis cantik berambut biru" atau "peri kecil berambut biru".
Sementara kata "kulit" juga dipakai dalam beberapa bab, tetapi tidak menceritakan soal bahan pembuatan boneka Pinocchio dari kulit manusia.
Profesor di Universitas Vermont yang punya keahlian di dongeng Eropa, Cristina Mazzoni, mengaku belum pernah mendengar versi cerita yang dikenal di Indonesia sebagai Pinokio itu, yang dikaitkan dengan perbudakan.
Dilansir dari Check Your Fact, Mazzoni menyatakan, kisah orisinal dari buku berbahasa Italia memang menyatakan bahwa Geppetto membuat Pinokio untuk "dieksploitasi" tampil di jalanan.
"Tapi Pinocchio dibuat sepenuhnya berbahan kayu. Klaim aneh (jika menyebut membuatnya dari kulit dan rambut Budak)," ujar Mazzoni.
Laman Independent menyatakan, Pinocchio popular dikenal sebagai karya jurnalis Italia, Carlo Lorenzini (1826 - 1890) yang menggunakan nama pena Carlo Callodi pada 1883.
Versi yang beredar sejak saat itu hingga sekarang tidak ditemukan satu pun yang mengaitkan dengan perbudakan.
Kesimpulan
Narasi mengenai cerita asli boneka Pinocchio yang dibuat dari kulit dan rambut budak belum dapat dibuktikan.
Sejauh ini tidak ada versi dongeng Pinocchio semacam itu. Sementara, foto yang disertakan tidak membuktikan apa pun soal narasi tersebut.
Sejak Pinocchio diperkenalkan pada 1883 hingga sekarang, tidak ditemukan informasi valid mengenai versi yang mengaitkannya dengan perbudakan.
Sejauh ini tidak ada versi dongeng Pinocchio semacam itu. Sementara, foto yang disertakan tidak membuktikan apa pun soal narasi tersebut.
Sejak Pinocchio diperkenalkan pada 1883 hingga sekarang, tidak ditemukan informasi valid mengenai versi yang mengaitkannya dengan perbudakan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/campaign.dboy/posts/pfbid02f8yDaXwudcYXBUYU6ucWff7rzuA8k1c4tTzWKPtkW15sApoh71vAcjcYUu94v6spl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid05yTFiAhZgzJGATEjuKLF4rusd1cRxxhAwRMA4BfZg4USn4Yp3jWtbau1y6HifVbNl&id=61551805756089
- https://www.facebook.com/damianplatt1017/posts/pfbid02Qe3yyzVHBhn44uxQewVM6XvFSKru7dbGZwAF7iUxGbnWGejnfKrtqR94MWxeGUucl
- https://www.facebook.com/DjDeliveries/posts/pfbid02hk7jP2VzVfibPkt9CBZsp9HY96EZc14zNXgM9ZDx1cYfzbQAvEnep6BwN8Gexr64l
- https://www.threads.net/@famousahmedone/post/C69Gcb_uv4Y
- https://www.alamy.com/stock-photo-1940-film-title-pinocchio-director-ben-hamilton-luske-sharpsteen-studio-90122838.html
- https://lens.google.com/search?ep=subb&re=df&p=AbrfA8pidWbzbBm8m4FRzDotpQrEbKr4QNUv_C6uOSRCNtOWUQTEBM7UGchDhmoSzdelc0LdPsA4kxC-ixkDewKBxjuUc9jg_Ceou7xrhnCAeqohH4KKcW3LIAzvhLsi20QK33tP3dZiqPKrrcxvhsXh5Epq_3X4J-8-Etwo16Dhqt7wGkxft_vXbTBcx-NWOhtRIZ-ClSZnBvh1tQ7DGBQVj28tVJl-RKXeDYM6sfAzkcwwtwUmUPkItCynloWPWIIGaVYbYnF0R1Fu4VzTxZuiLmmRZaOHRw%3D%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKR1F3TlRKaE9ETmpMV0l5TWpndE5EQTVNQzFoTkdJMkxUTXhNVGxqTW1ObE1tTXdPQklmTURaTVpWVlZiRUo0TkUxVU9FZHRjM3A0VFdaRGJIVXpUVFZITmpsNFp3PT0iLG51bGwsbnVsbCxbW251bGwsbnVsbCwiaXAtMTkiLG51bGwsODFdLFsiNWNjNjE2ZTAtNjkzZS00YWEyLWJiNTEtNTY1MWVlMzgwNWZjIl1dLG51bGwsbnVsbCxudWxsLFtudWxsLG51bGwsW251bGwsWzkwMTYsMTAyMjIsODk3NzgsODk4OTFdXV1d
- https://dangerousminds.net/comments/creepy_ventriloquist_dummies
- https://www.flickr.com/photos/undream/2663872734/
- https://wepa.unima.org/en/pinocchio/
- https://leadstories.com/hoax-alert/2024/05/fact-check-original-pinocchio-story-does-not-say-gepetto-was-slave-master-who-made-puppet-from-human-skin-hair.html
- https://archive.org/details/adventuresofpino0000coll_a8a0/page/n13/mode/2up
- https://checkyourfact.com/2022/05/04/fact-check-pinocchio-slavery-viral-claim/
- https://www.independent.co.uk/arts-entertainment/music/features/the-true-story-of-pinocchio-332489.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19910) [HOAKS] Foto Tentara IDF Menyelamatkan Bayi di Gaza
Sumber:Tanggal publish: 16/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar foto seorang tentara mendekap bayi berselimut bendera Israel.
Narasi foto menyebutkan, anggota Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) itu menyelamatkan bayi di Gaza, Palestina.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sebagai konteks, konflik Israel-Palestina yang berlangsung selama puluhan tahun kembali memanas setelah Israel menggempur wilayah Gaza pada Oktober 2023.
Serangan tersebut merupakan balasan terhadap tindakan kelompok Hamas yang menginfiltrasi dan menyandera warga Israel pada 7 Oktober 2023.
Foto yang memuat narasi soal tentara IDF menyelamatkan bayi di Gaza dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan: Seorang tentara idf menyelamatkan bayi di gaza....
Narasi foto menyebutkan, anggota Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) itu menyelamatkan bayi di Gaza, Palestina.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sebagai konteks, konflik Israel-Palestina yang berlangsung selama puluhan tahun kembali memanas setelah Israel menggempur wilayah Gaza pada Oktober 2023.
Serangan tersebut merupakan balasan terhadap tindakan kelompok Hamas yang menginfiltrasi dan menyandera warga Israel pada 7 Oktober 2023.
Foto yang memuat narasi soal tentara IDF menyelamatkan bayi di Gaza dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan: Seorang tentara idf menyelamatkan bayi di gaza....
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mencermati foto tersebut dan menemukan kejanggalan yang mengindikasikan gambar itu dibuat dengan perangkat AI.
Bentuk jari tangan tentara IDF tampak tidak normal dan bagian pergelangan tangan terlihat lumer.
Kemudian, Kompas.com memeriksa foto itu menggunakan Hive Moderation yang dapat mendeteksi gambar hasil rekayasa AI.
Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, foto tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan AI.
Bentuk jari tangan tentara IDF tampak tidak normal dan bagian pergelangan tangan terlihat lumer.
Kemudian, Kompas.com memeriksa foto itu menggunakan Hive Moderation yang dapat mendeteksi gambar hasil rekayasa AI.
Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, foto tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan AI.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tentara IDF memeluk bayi berselimut bendera Israel di Gaza merupakan manipulasi.
Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, gambar itu memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan perangkat AI.
Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, gambar itu memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan perangkat AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=25899951786270037&set=g.381479987561361
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=25333609862904235&set=gm.780899130095040&idorvanity=412892300229060
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=25299102763021612&set=gm.433203315722361&idorvanity=381479987561361
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3616/7990






