Beredar sebuah postingan oleh akun YouTube Grace Tahir yang menyebutkan penularan HIV bisa melalui tester lipstik. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut sudah diputar sebanyak lebih dari 2000 kali.
NARASI:
Hi GTeam,
Pasti bagi para perempuan belom lengkap rasanya kalo dateng ke toko make up engga nyoba tester lipstick, mascara hingga foundation. Tapi taukah kamu mencoba tester make up di toko kecantikan bisa mengakibatkan penularan HIV?! Fakta Asik Kesehatan kali ini memberi pemahaman tentang pencegahan penularan HIV pada saat mencoba tester make up di toko kecantikan. Harus diperhatikan ya karena hal ini bisa berdampak pada kesehatan diri kamu. Yuk belajar pencegahan HIV lewat episode ini!
#everestmedia#faktaasikkesehatan#faktakesehatan#faktamenarik#faktaunik#infokesehatan#infomenarik#infosehat#penyakit#aids#tester#makeup#kesehatanwanita#everestmedia
(GFD-2024-19927) [SALAH] Penularan HIV Melalui Tester Lipstik
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Grace Tahir merupakan seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia serta direktur Mayapada Hospital, ia juga sempat viral usai memparodikan video pamer harta.
Namun dalam video YouTube yang diunggah berjudul “HATI-HATI! TESTER MAKE UP DI TOKO BISA MENYEBABKAN HIV?!”, tidak sedikit warganet yang turut mengomentari bahwa apa yang disampaikan terdapat kesalahan informasi. Seperti salah satu akun @aldodwikristian7906.
“Kelihatannya perlu dikaji ulang bu terkait dengan sumber pembuatan konten, berhubung konten ini sedang dan akan di konsumsi banyak orang. Memang betul, jikalau penularan HIV salah satunya bisa melalui darah, namun juga tidak semudah hanya dengan menggunakan lipstik secara bersamaan. Sampai komen ini saya tulis, saya belum menemukan ada case/penelitian mengenai penularan HIV melalui penggunaan lipstik yang dilakukan bersamaan. (But, let us know if you found one)……..”
Dikutip dari Alodok oleh dr. Atikah Dafri, ia menyebutkan bahwa Virus HIV tidak dapat menular begitu saja secara mudah. Virus HIV dapat ditularkan dengan adanya beberapa kondisi yang terjadi bersamaan, yakni perpindahan cairan tubuh ( yakni darah dan cairan dari organ intim ), ditambah aktivitas yang berisiko ( seperti hubungan seksual tanpa kondom, berbagi jarum suntik bekas penderita ), dan akses langsung ke aliran darah.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya. Air liur, air mata, air seni serta gigitan nyamuk belum terbukti dapat menularkan HIV.
Dengan demikian, penularan HIV melalui tester lipstik adalah klaim yang kurang tepat, sehingga masuk dalam kategori konten menyesatkan.
Namun dalam video YouTube yang diunggah berjudul “HATI-HATI! TESTER MAKE UP DI TOKO BISA MENYEBABKAN HIV?!”, tidak sedikit warganet yang turut mengomentari bahwa apa yang disampaikan terdapat kesalahan informasi. Seperti salah satu akun @aldodwikristian7906.
“Kelihatannya perlu dikaji ulang bu terkait dengan sumber pembuatan konten, berhubung konten ini sedang dan akan di konsumsi banyak orang. Memang betul, jikalau penularan HIV salah satunya bisa melalui darah, namun juga tidak semudah hanya dengan menggunakan lipstik secara bersamaan. Sampai komen ini saya tulis, saya belum menemukan ada case/penelitian mengenai penularan HIV melalui penggunaan lipstik yang dilakukan bersamaan. (But, let us know if you found one)……..”
Dikutip dari Alodok oleh dr. Atikah Dafri, ia menyebutkan bahwa Virus HIV tidak dapat menular begitu saja secara mudah. Virus HIV dapat ditularkan dengan adanya beberapa kondisi yang terjadi bersamaan, yakni perpindahan cairan tubuh ( yakni darah dan cairan dari organ intim ), ditambah aktivitas yang berisiko ( seperti hubungan seksual tanpa kondom, berbagi jarum suntik bekas penderita ), dan akses langsung ke aliran darah.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya. Air liur, air mata, air seni serta gigitan nyamuk belum terbukti dapat menularkan HIV.
Dengan demikian, penularan HIV melalui tester lipstik adalah klaim yang kurang tepat, sehingga masuk dalam kategori konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya.
Rujukan
(GFD-2024-19930) Gaji ke-13 PNS dihentikan, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menarasikan Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menghentikan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Gaji ke 13 untuk PNS akan dihentikan
Nikmat keberlanjutan”
Namun, benarkah gaji ke-13 PNS dihentikan?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Gaji ke 13 untuk PNS akan dihentikan
Nikmat keberlanjutan”
Namun, benarkah gaji ke-13 PNS dihentikan?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, dalam keterangan dilaman tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani secara resmi mengumumkan penghentian pemberian Gaji ke-13 bagi PNS golongan tertentu.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024, PNS yang sedang cuti atau di luar tanggungan negara tidak termasuk dalam penerima bonus ini.
Begitu juga dengan mereka yang diberikan tugas baik dalam atau luar negeri dan menerima gaji dari tempat penugasannya.
Diketahui, berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2024 juga mengatur, pencairan THR paling cepat H-10 sebelum hari raya atau setelahnya, sedangkan gaji ke-13 diberikan paling cepat Juni 2024 atau setelahnya.
Dengan demikian, gaji ke-13 PNS bukan dihentikan, melainkan tidak diberikan jika PNS tersebut sedang cuti atau ditugaskan diluar instansi.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024, PNS yang sedang cuti atau di luar tanggungan negara tidak termasuk dalam penerima bonus ini.
Begitu juga dengan mereka yang diberikan tugas baik dalam atau luar negeri dan menerima gaji dari tempat penugasannya.
Diketahui, berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2024 juga mengatur, pencairan THR paling cepat H-10 sebelum hari raya atau setelahnya, sedangkan gaji ke-13 diberikan paling cepat Juni 2024 atau setelahnya.
Dengan demikian, gaji ke-13 PNS bukan dihentikan, melainkan tidak diberikan jika PNS tersebut sedang cuti atau ditugaskan diluar instansi.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-19931) [SALAH] MOBIL JOKOWI DIHADANG MASSA, RAKYAT MINTA JOKOWI MUNDUR
Sumber: youtube.comTanggal publish: 18/05/2024
Berita
SITUASI MENCEK4MMMOBIL J0K0WI DIHADANG MASSA, RAKYAT MINTA JKW MUNDUR HARI INI
KABAR MENGGEMPARKAN
SITUASI MENCEK4MM DI MUNA
MOBIL JKW DIHADANG & DIAMUK MASSA
KABAR MENGGEMPARKAN
SITUASI MENCEK4MM DI MUNA
MOBIL JKW DIHADANG & DIAMUK MASSA
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari channel youtube bernama ONE NATION yang menampilkan gambar thumbnail kerumunan massa merusak mobil plat merah bernarasikan mobil Jokowi dihadang massa dan rakyat minta Jokowi mundur.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak terdapat informasi yang mendukung klaim narasi yang beredar. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel seword.com berjudul “Inilah Pemimpin Jahat yang dimaksud Prof Mahfud MD?” yang dimuat pada 21 Agustus 2018.
Thumbnail yang menampilkan kerumunan massa merusak mobil plat merah tersebut merupakan hasil manipulasi dari beberapa gambar yang digabung menjadi satu.
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi dengan klaim mobil Jokowi dihadang massa dan rakyat minta Jokowi mundur adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak terdapat informasi yang mendukung klaim narasi yang beredar. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel seword.com berjudul “Inilah Pemimpin Jahat yang dimaksud Prof Mahfud MD?” yang dimuat pada 21 Agustus 2018.
Thumbnail yang menampilkan kerumunan massa merusak mobil plat merah tersebut merupakan hasil manipulasi dari beberapa gambar yang digabung menjadi satu.
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi dengan klaim mobil Jokowi dihadang massa dan rakyat minta Jokowi mundur adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Faktanya tidak ditemukan pemberitaan terkait mobil Jokowi dihadang massa dan rakyat minta Jokowi mundur. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.
Faktanya tidak ditemukan pemberitaan terkait mobil Jokowi dihadang massa dan rakyat minta Jokowi mundur. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-19933) Keliru, Klaim Video Siti Fadilah Supari Promosi Pengobatan Nyeri Sendi dengan Cairan Sinovial
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2024
Berita
Sebuah video beredar di Facebook [ arsip ] dengan klaim bahwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mempromosikan obat nyeri sendi lutut dan punggung bagian bawah untuk manusia lanjut usia (manula). Video yang memperlihatkan Siti Fadilah itu menyebut, satu-satunya penyebab nyeri sendi adalah cairan sinovial yang sudah berkurang. Sehingga satu-satunya cara memulihkannya adalah dengan memberikan cairan sinovial.
Dalam konten itu, juga berisi klaim bahwa dokter dan perusahaan farmasi selama ini tidak jujur dan berpendidikan rendah telah menipu dengan menjual barang bekas agar pasien terus-menerus dirawat dan menghabiskan uang untuk pengobatan yang salah.
Video yang diunggah 27 April 2024 tersebut disukai 6,5 ribu dan diputar sebanyak 1,5 juta kali. Benarkah dokter Siti Fadilah Supari menyarankan dan mempromosikan pengobatan nyeri sendi dengan cairan sinovial? Dan benarkah pemberian cairan sinovial satu-satunya cara pengobatan terbaik untuk nyeri sendi? Berikut pemeriksaan faktanya.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memeriksa klaim video ini dengan menelusuri keterangan ahli melalui wawancara dan keaslian video dengan analisis deepfake menggunakan beberapa tools.
Sumber Video
Tim Cek Fakta Tempo memeriksa keaslian video menggunakan pendeteksi deepfake, Deepware.ai. Hasilnya, tools ini menunjukkan analisis 98 hingga 99 persen konten berisi deepfake.
Deepfake tersebut menggunakan kecanggihan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan video atau audio yang benar-benar baru, dengan tujuan akhir untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada kenyataannya. Teknologinya dibuat menggunakan dua algoritma AI yang disebut generator dan diskriminator.
Faktanya, video Siti Fadilah yang asli tersebut berasal dari video di akun Tiktok ini yang diunggah pada 15 September 2023. Dalam video tersebut, Siti Fadilah menyampaikan tentang pengalaman gaya hidup seseorang, bukan mengenai obat nyeri lutut.
Pengobatan Nyeri Sendi
Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Prof. Dr. dr. Dessy Rakhmawati Emril, Sp.S(K), penyuntikan cairan sinovial bukan sepenuhnya pilihan terapi yang tepat untuk nyeri sendi atau lutut.
Pemberian cairan itu biasa disebut dengan viskosuplementasi, salah satu metode pengobatan untuk osteoarthritis (OA). Tujuannya untuk mengatasi nyeri akibat osteoarthritis melalui prosedur injeksi atau suntikan. Terapi suntik ini cukup efektif untuk meredakan gejala ringan hingga sedang pada area lutut.
Dalam viskosuplementasi, komponen yang disuntikkan mirip dengan cairan sinovial, salah satunya adalah hyaluronic acid. Fungsinya untuk mencegah terjadinya progresifitas dari kerusakan sendi.
“Yang namanya Osteoarthritis atau OA itu bukan karena kekurangan cairan sendi tapi karena kerusakan jaringan tulang rawan di sendi. Nyeri lutut karena degenerasi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan di lutut karena usia dan aktivitas sehari-hari,” kata Dessy kepada Tempo melalui pesan suara, Rabu, 15 Mei 2024.
Untuk OA grade awal, 1 dan 2, pemberian viskosuplemen masih bermanfaat karena kerusakannya belum terlalu berat. Pemberian viskosuplemen diharapkan mencegah terjadinya pemburukan lebih lanjut dan sedikit membantu cairan sinovial tadi, meski tidak sebagai fungsi utama.
“Tidak berarti masalah selesai dengan pemberian cairan viskosuplemen tadi. Dia bersifat disease modifying agent. Jadi nyeri lutut berkurang karena berkurangnya gesekan antara sendi yang notabene adalah tulang yang dibantu oleh cairan sehingga membuat nyeri dirasakan tidak terlalu berat,” jelas Dessy.
Klaim yang menyatakan bahwa pemberian viskosuplemen yang mirip dengan cairan sinovial bisa menyembuhkan nyeri sendi selamanya adalah salah besar. Tidak ada bukti yang menyatakan pemberian viskosuplemen untuk pasien dengan OA bisa sembuh selamanya. Karena proses degenerasi tetap ada dan tidak ada perbaikan jaringan yang sudah rusak oleh pemberian viskosuplemen.
“Progresifitas tetap bisa terjadi, degenerasi tetap berlanjut sehingga gradingnya naik. Kalau awalnya OA grade 1, 2 bisa meningkat ke grade 3, 4,” ungkap Ketua Pokja Nyeri Nasional pada Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni).
Pengobatan terbaik, kata Dessy adalah dengan pencegahan terjadinya OA. Di antaranya menjaga agar berat badan tidak berlebihan, tidak memberi beban berlebih pada lutut, olahraga teratur dan menjalani gaya hidup sehat.
“Melakukan screening OA lutut juga penting bagi usia 40 tahun ke atas untuk mengetahui apakah sudah punya kecenderungan OA atau belum. Kalau pencegahan sudah terlewati dan sudah berada pada grade 2 dan 3, maka harus melalui pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obatan atau tindakan medis di rumah sakit. Pengobatan seperti regeneratif medicine cukup menjanjikan bagi penyembuhan nyeri sendi” lanjut Desi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang mempromosikan cara mengatasi dan menyembuhkan nyeri sendi dengan menambah suplai cairan sinovial adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100083436075185/videos/1342605339884430
- https://web.archive.org/web/20240518062222/
- https://www.facebook.com/100083436075185/posts/1342605339884430/
- https://scanner.deepware.ai/result/58c622d6b820867718a9167b7a1776051fa9f55f-1715659895/
- https://www.tiktok.com/@siti_fadilah_supari/video/7278822013777513733
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 3599/7989



