KOMPAS.com - Tersiar klaim bahwa mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dibunuh karena tidak mematuhi perintah Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF).
Narasi yang beredar mengaitkan dengan 1,6 juta dosis vaksin yang dikembalikan dan tidak adanya wajib vaksinasi Covid-19 di Jepang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Narasi mengenai mantan PM Jepang Shinzo Abe dibunuh karena tidak mematuhi perintah WEF disebarkan oleh akun Facebook ini, pada Kamis (16/5/2024).
Berikut narasi yang ditulis:
Perdana Menteri Jepang yang dibunuh. Apakah juga karena menentang agenda kaum Illuminati Zionis?
Ditemukan unggahan serupa berbahasa Inggris, yang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Setiap pengunggah menyertakan poster berisi foto Shinzo Abe, disertai tulisan berikut dalam terjemahan bahasa Indonesia:
PM Jepang yang terbunuh tidak mengikuti perintah (Forum Ekonomi Dunia),” kata postingan tanggal 10 Juli tersebut. "Tidak mewajibkan vaksin, mengirimkan kembali 1,6 juta dosis dan memberikan ivermectin kepada warga. Masuk akal sekarang?
(GFD-2024-19968) [HOAKS] Mantan PM Jepang Dibunuh karena Tidak Patuh pada WEF
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
WEF kerap menjadi sasaran penyebaran disinformasi dan teori konspirasi. Namun, klaim yang menyebut Abe Shinzo dibunuh karena tidak mematuhi WEF tidak berdasar.
Mantan PM Jepang Shinzo Abe meninggal dunia karena ditembak saat menyampaikan pidato di Nara, Jepang, pada 8 Juli 2022 pagi.
Pelakunya adalah Tetsuya Yamagami. Berdasarkan laporan BBC, pembunuhan dilatarbelakangi oleh hubungan Shinzo Abe dengan kelompok agama tertentu.
Kelompok agama ini membuat ibu Yamagami kehilangan ratusan juta Yen dan berdampak pada kondisi sosial ekonomi anaknya.
Kematian Abe tidak ada kaitannya dengan program vaksinasi Covid-19 di Jepang.
Pemerintah Jepang memang tidak mewajibkan vaksinasi Covid-19. Kendati demikian, Jepang tidak pernah menghentikan program vaksinasi.
Berdasarkan catatan dari Our World in Data, Jepang sudah memvaksinasi 81 persen warga negaranya dengan vaksin Covid-19 dosis lengkap.
Pada September 2021, Jepang menarik sekitar 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna setelah ada kesalahan produksi yang menyebabkan kontaminasi.
Namun, kejadian ini tidak membuat Jepang menghentikan program vaksinasi.
Sementara, obat antiparasit Ivermectin, tidak termasuk dalam daftar obat yang disetujui untuk Covid-19 oleh pemerintah Jepang.
Abe kemungkinan besar tidak terlibat dalam kebijakan terkait penarikan dosis vaksin atau izin Ivermectin.
Dikutip dari Britannica, Abe mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2020 dan secara resmi meninggalkan jabatannya pada 16 September 2020.
Sementara, vaksinasi Covid-19 baru dikampanyekan pada Juni 2021.
Mantan PM Jepang Shinzo Abe meninggal dunia karena ditembak saat menyampaikan pidato di Nara, Jepang, pada 8 Juli 2022 pagi.
Pelakunya adalah Tetsuya Yamagami. Berdasarkan laporan BBC, pembunuhan dilatarbelakangi oleh hubungan Shinzo Abe dengan kelompok agama tertentu.
Kelompok agama ini membuat ibu Yamagami kehilangan ratusan juta Yen dan berdampak pada kondisi sosial ekonomi anaknya.
Kematian Abe tidak ada kaitannya dengan program vaksinasi Covid-19 di Jepang.
Pemerintah Jepang memang tidak mewajibkan vaksinasi Covid-19. Kendati demikian, Jepang tidak pernah menghentikan program vaksinasi.
Berdasarkan catatan dari Our World in Data, Jepang sudah memvaksinasi 81 persen warga negaranya dengan vaksin Covid-19 dosis lengkap.
Pada September 2021, Jepang menarik sekitar 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna setelah ada kesalahan produksi yang menyebabkan kontaminasi.
Namun, kejadian ini tidak membuat Jepang menghentikan program vaksinasi.
Sementara, obat antiparasit Ivermectin, tidak termasuk dalam daftar obat yang disetujui untuk Covid-19 oleh pemerintah Jepang.
Abe kemungkinan besar tidak terlibat dalam kebijakan terkait penarikan dosis vaksin atau izin Ivermectin.
Dikutip dari Britannica, Abe mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2020 dan secara resmi meninggalkan jabatannya pada 16 September 2020.
Sementara, vaksinasi Covid-19 baru dikampanyekan pada Juni 2021.
Kesimpulan
Narasi mengenai Shinzo Abe dibunuh karena tidak mematuhi perintah WEF merupakan hoaks.
Pembunuhan Abe oleh Tetsuya Yamagami dilatarbelakangi hubungan mantan PM Jepang itu dengan kelompok agama tertentu.
Penarikan 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna dan aturan penggunaan Ivermectin ditetapkan setelah Abe mengundurkan diri.
Pembunuhan Abe oleh Tetsuya Yamagami dilatarbelakangi hubungan mantan PM Jepang itu dengan kelompok agama tertentu.
Penarikan 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna dan aturan penggunaan Ivermectin ditetapkan setelah Abe mengundurkan diri.
Rujukan
- https://www.facebook.com/ridha.frihandana/posts/pfbid02cRvhyZvCKKWyaQgip7HhRNJTWTp52iuU512vGWBhuprRJG1SfbyaC26gNyDkYahdl
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122145806822190149&set=a.122098947476190149
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8526104527405848&set=a.826747170674994
- https://www.facebook.com/photo?fbid=471638395209173&set=a.134350228937993
- https://www.bbc.com/news/world-asia-62173865
- https://www.mhlw.go.jp/stf/covid-19/vaccine.html
- https://ourworldindata.org/covid-vaccinations?country=JPN
- https://www.euronews.com/2021/08/26/japan-suspends-use-of-1-63-million-moderna-vaccines-from-spain-over-contamination-fears
- https://www.pmda.go.jp/english/about-pmda/0002.html
- https://www.britannica.com/biography/Abe-Shinzo
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19969) [HOAKS] Harimau Mati Tertabrak Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim seekor harimau sumatera mati tertabrak kendaraan di jalan tol Pekanbaru-Dumai, Riau.
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar.
Video yang mengeklaim seekor harimau sumatera mati tertabrak kendaraan di tol Pekanbaru-Dumai dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seekor harimau tergeletak di jalan. Salah satu akun menuliskan keterangan demikian:
Harimau Sumatera Tertabrak di Tol Dumai Pekanbaru Ruas Minas
#satwaliar #harimau #harimausumatera #satwadilindungi
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, narasi yang mengeklaim seekor harimau mati tertabrak kendaraan di jalan tol Pekanbaru-Dumai
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar.
Video yang mengeklaim seekor harimau sumatera mati tertabrak kendaraan di tol Pekanbaru-Dumai dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seekor harimau tergeletak di jalan. Salah satu akun menuliskan keterangan demikian:
Harimau Sumatera Tertabrak di Tol Dumai Pekanbaru Ruas Minas
#satwaliar #harimau #harimausumatera #satwadilindungi
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, narasi yang mengeklaim seekor harimau mati tertabrak kendaraan di jalan tol Pekanbaru-Dumai
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari laman Mediacenter.riau.go.id, video harimau mati bukan berlokasi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai.
Hal ini disampaikan oleh Manajer Cabang Tol Pekanbaru-Dumai, Jarot Seno Wibawa.
"Itu bukan di Tol Permai (Pekanbaru-Dumai) atau pun Tol Pekanbaru-Bangkinang. Kami pastikan tidak benar," kata Jarot, dikutip pada Sabtu (18/5/2024).
Menurut Jarot, pihaknya sudah mengecek dan tidak ada kejadian seekor harimau tertabrak di jalan tol.
"Yang jelas kita sudah cek semuanya. Dari petugas kita di lapangan juga sudah melaporkan tidak ada kejadian seperti disebutkan ada seekor harimau mati tertabrak di tol," kata dia.
Penelusuran lebih lanjut, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video serupa di akun TikTok media asal Malaysia, Sinar Harian ini.
Berdasarkan keterangan unggahan, kejadian itu terjadi di Lebuhraya Pantai Timur (LPT) kilometer 50.8 arah Kuala Lumpur, pada Kamis (16/05/2024).
Harimau jantan dengan berat 130 kilogram mati karena tertabrak kendaraan.
Kepala Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Pahang, Rozidan Md Yasin menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.23 dini hari.
"Berdasarkan perkiraan awal, hewan itu berasal dari hutan lindung di Bukit Tinggi," tutur dia.
Hal ini disampaikan oleh Manajer Cabang Tol Pekanbaru-Dumai, Jarot Seno Wibawa.
"Itu bukan di Tol Permai (Pekanbaru-Dumai) atau pun Tol Pekanbaru-Bangkinang. Kami pastikan tidak benar," kata Jarot, dikutip pada Sabtu (18/5/2024).
Menurut Jarot, pihaknya sudah mengecek dan tidak ada kejadian seekor harimau tertabrak di jalan tol.
"Yang jelas kita sudah cek semuanya. Dari petugas kita di lapangan juga sudah melaporkan tidak ada kejadian seperti disebutkan ada seekor harimau mati tertabrak di tol," kata dia.
Penelusuran lebih lanjut, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video serupa di akun TikTok media asal Malaysia, Sinar Harian ini.
Berdasarkan keterangan unggahan, kejadian itu terjadi di Lebuhraya Pantai Timur (LPT) kilometer 50.8 arah Kuala Lumpur, pada Kamis (16/05/2024).
Harimau jantan dengan berat 130 kilogram mati karena tertabrak kendaraan.
Kepala Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Pahang, Rozidan Md Yasin menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.23 dini hari.
"Berdasarkan perkiraan awal, hewan itu berasal dari hutan lindung di Bukit Tinggi," tutur dia.
Kesimpulan
Video seekor harimau mati tertabrak kendaraan bukan berlokasi di Tol Pekanbaru-Dumai.
Peristiwa itu terjadi di Lebuhraya Pantai Timur (LPT), Kilometer 50.8 arah Kuala Lumpur, pada Kamis (16/05/2024).
Peristiwa itu terjadi di Lebuhraya Pantai Timur (LPT), Kilometer 50.8 arah Kuala Lumpur, pada Kamis (16/05/2024).
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/391685803895271
- https://www.facebook.com/watch/?mibextid=oFDknk&v=789078489864222&rdid=kbwSI0CkBRHRp3rQ
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=445703234723705&id=100078520977626&mibextid=oFDknk&rdid=R9mWgrfbGCs39snx
- https://mediacenter.riau.go.id/read/85454/seekor-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-h.html
- https://www.tiktok.com/@sinarharianonline/video/7369476015917174023
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19970) [HOAKS] Sandra Dewi dan Harvey Moeis Divonis Hukuman Mati
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar klaim bahwa artis Sandra Dewi dan suaminya, Harvey Moeis, divonis hukuman mati terkait kasus korupsi Rp 271 triliun.
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, Harvey Moeis menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk 2015-2022.
Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 271 triliun.
Sementara, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah dua kali memeriksa Sandra Dewi sebagai saksi. Pemeriksaan kedua dilakukan pada Rabu (15/5/2024).
Narasi soal Sandra Dewi dan Harvey Moeis divonis hukuman mati dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tautan di kanal YouTube ini dengan judul:
Sandra Dewi Dan Harvey Moeis Akhirnya Divonis Hukuman M4ti Atas Korupsi 271 T
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, Harvey Moeis menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk 2015-2022.
Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 271 triliun.
Sementara, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah dua kali memeriksa Sandra Dewi sebagai saksi. Pemeriksaan kedua dilakukan pada Rabu (15/5/2024).
Narasi soal Sandra Dewi dan Harvey Moeis divonis hukuman mati dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tautan di kanal YouTube ini dengan judul:
Sandra Dewi Dan Harvey Moeis Akhirnya Divonis Hukuman M4ti Atas Korupsi 271 T
Hasil Cek Fakta
Sampai saat ini, kasus dugaan korupsi pengelolaan timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk 2015-2022 masih dalam tahap penyidikan.
Selain itu, status hukum Harvey Moeis merupakan tersangka dan Sandra Dewi sebagai saksi, sehingga, belum ada vonis pengadilan.
Setelah video disimak sampai tuntas, narator hanya membacakan beberapa artikel yang tidak terkait narasi soal hukuman mati terhadap Harvey dan Sandra.
Artikel pertama berasal dari laman Kompas.com ini berjudul "Ketika Kejagung Periksa Sandra Dewi dan Jerat Harvey Moeis dengan Pasal TPPU…"
Artikel kedua dari laman Tribunnews ini berjudul "Kamaruddin Singgung Hukuman Mati untuk Harvey Moeis hingga Sebut Sandra Dewi Terancam Dimiskinkan".
Ketiga, narator membacakan artikel di laman Ayo Jakarta ini berjudul "Ciri-ciri Pesohor yang Diduga akan Jadi Tersangka Menyusul Harvey Moeis, Ada Tokoh Agama?".
Kemudian, salah satu klip pada awal video yang menampilkan seorang hakim menjatuhkan vonis hukuman mati identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Dalam video itu, hakim Wahyu Iman Santoso membacakan vonis hukuman mati kepada mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Selain itu, status hukum Harvey Moeis merupakan tersangka dan Sandra Dewi sebagai saksi, sehingga, belum ada vonis pengadilan.
Setelah video disimak sampai tuntas, narator hanya membacakan beberapa artikel yang tidak terkait narasi soal hukuman mati terhadap Harvey dan Sandra.
Artikel pertama berasal dari laman Kompas.com ini berjudul "Ketika Kejagung Periksa Sandra Dewi dan Jerat Harvey Moeis dengan Pasal TPPU…"
Artikel kedua dari laman Tribunnews ini berjudul "Kamaruddin Singgung Hukuman Mati untuk Harvey Moeis hingga Sebut Sandra Dewi Terancam Dimiskinkan".
Ketiga, narator membacakan artikel di laman Ayo Jakarta ini berjudul "Ciri-ciri Pesohor yang Diduga akan Jadi Tersangka Menyusul Harvey Moeis, Ada Tokoh Agama?".
Kemudian, salah satu klip pada awal video yang menampilkan seorang hakim menjatuhkan vonis hukuman mati identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Dalam video itu, hakim Wahyu Iman Santoso membacakan vonis hukuman mati kepada mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Kesimpulan
Klaim bahwa Sandra Dewi dan Harvey Moeis divonis hukuman mati merupakan hoaks.
Saat ini belum ada vonis yang diberikan kepada Harvey Moeis. Sementara, Sandra Dewi masih berstatus sebagai saksi.
Saat ini belum ada vonis yang diberikan kepada Harvey Moeis. Sementara, Sandra Dewi masih berstatus sebagai saksi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=846951764096255&id=100063443175951&mibextid=oFDknk&rdid=CUtizdspa3tjc368
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2395535180657549&id=100006032712420&mibextid=oFDknk&rdid=XsT1p87bP96P9i8O
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=279214231913807&id=100094756971478&mibextid=oFDknk&rdid=smeRfuFe6RrYnCOQ
- https://www.youtube.com/watch?v=kx9o8HymI_g
- https://nasional.kompas.com/read/2024/04/05/07281141/ketika-kejagung-periksa-sandra-dewi-dan-jerat-harvey-moeis-dengan-pasal-tppu
- https://www.tribunnews.com/seleb/2024/04/01/kamaruddin-singgung-hukuman-mati-untuk-harvey-moeis-hingga-sebut-sandra-dewi-terancam-dimiskinkan
- https://www.ayojakarta.com/news/7612367256/ciri-ciri-pesohor-yang-diduga-akan-jadi-tersangka-menyusul-harvey-moeis-ada-tokoh-agama
- https://www.youtube.com/watch?v=xcMCAcqfvDM
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19927) [SALAH] Penularan HIV Melalui Tester Lipstik
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/05/2024
Berita
Beredar sebuah postingan oleh akun YouTube Grace Tahir yang menyebutkan penularan HIV bisa melalui tester lipstik. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut sudah diputar sebanyak lebih dari 2000 kali.
NARASI:
Hi GTeam,
Pasti bagi para perempuan belom lengkap rasanya kalo dateng ke toko make up engga nyoba tester lipstick, mascara hingga foundation. Tapi taukah kamu mencoba tester make up di toko kecantikan bisa mengakibatkan penularan HIV?! Fakta Asik Kesehatan kali ini memberi pemahaman tentang pencegahan penularan HIV pada saat mencoba tester make up di toko kecantikan. Harus diperhatikan ya karena hal ini bisa berdampak pada kesehatan diri kamu. Yuk belajar pencegahan HIV lewat episode ini!
#everestmedia#faktaasikkesehatan#faktakesehatan#faktamenarik#faktaunik#infokesehatan#infomenarik#infosehat#penyakit#aids#tester#makeup#kesehatanwanita#everestmedia
NARASI:
Hi GTeam,
Pasti bagi para perempuan belom lengkap rasanya kalo dateng ke toko make up engga nyoba tester lipstick, mascara hingga foundation. Tapi taukah kamu mencoba tester make up di toko kecantikan bisa mengakibatkan penularan HIV?! Fakta Asik Kesehatan kali ini memberi pemahaman tentang pencegahan penularan HIV pada saat mencoba tester make up di toko kecantikan. Harus diperhatikan ya karena hal ini bisa berdampak pada kesehatan diri kamu. Yuk belajar pencegahan HIV lewat episode ini!
#everestmedia#faktaasikkesehatan#faktakesehatan#faktamenarik#faktaunik#infokesehatan#infomenarik#infosehat#penyakit#aids#tester#makeup#kesehatanwanita#everestmedia
Hasil Cek Fakta
Grace Tahir merupakan seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia serta direktur Mayapada Hospital, ia juga sempat viral usai memparodikan video pamer harta.
Namun dalam video YouTube yang diunggah berjudul “HATI-HATI! TESTER MAKE UP DI TOKO BISA MENYEBABKAN HIV?!”, tidak sedikit warganet yang turut mengomentari bahwa apa yang disampaikan terdapat kesalahan informasi. Seperti salah satu akun @aldodwikristian7906.
“Kelihatannya perlu dikaji ulang bu terkait dengan sumber pembuatan konten, berhubung konten ini sedang dan akan di konsumsi banyak orang. Memang betul, jikalau penularan HIV salah satunya bisa melalui darah, namun juga tidak semudah hanya dengan menggunakan lipstik secara bersamaan. Sampai komen ini saya tulis, saya belum menemukan ada case/penelitian mengenai penularan HIV melalui penggunaan lipstik yang dilakukan bersamaan. (But, let us know if you found one)……..”
Dikutip dari Alodok oleh dr. Atikah Dafri, ia menyebutkan bahwa Virus HIV tidak dapat menular begitu saja secara mudah. Virus HIV dapat ditularkan dengan adanya beberapa kondisi yang terjadi bersamaan, yakni perpindahan cairan tubuh ( yakni darah dan cairan dari organ intim ), ditambah aktivitas yang berisiko ( seperti hubungan seksual tanpa kondom, berbagi jarum suntik bekas penderita ), dan akses langsung ke aliran darah.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya. Air liur, air mata, air seni serta gigitan nyamuk belum terbukti dapat menularkan HIV.
Dengan demikian, penularan HIV melalui tester lipstik adalah klaim yang kurang tepat, sehingga masuk dalam kategori konten menyesatkan.
Namun dalam video YouTube yang diunggah berjudul “HATI-HATI! TESTER MAKE UP DI TOKO BISA MENYEBABKAN HIV?!”, tidak sedikit warganet yang turut mengomentari bahwa apa yang disampaikan terdapat kesalahan informasi. Seperti salah satu akun @aldodwikristian7906.
“Kelihatannya perlu dikaji ulang bu terkait dengan sumber pembuatan konten, berhubung konten ini sedang dan akan di konsumsi banyak orang. Memang betul, jikalau penularan HIV salah satunya bisa melalui darah, namun juga tidak semudah hanya dengan menggunakan lipstik secara bersamaan. Sampai komen ini saya tulis, saya belum menemukan ada case/penelitian mengenai penularan HIV melalui penggunaan lipstik yang dilakukan bersamaan. (But, let us know if you found one)……..”
Dikutip dari Alodok oleh dr. Atikah Dafri, ia menyebutkan bahwa Virus HIV tidak dapat menular begitu saja secara mudah. Virus HIV dapat ditularkan dengan adanya beberapa kondisi yang terjadi bersamaan, yakni perpindahan cairan tubuh ( yakni darah dan cairan dari organ intim ), ditambah aktivitas yang berisiko ( seperti hubungan seksual tanpa kondom, berbagi jarum suntik bekas penderita ), dan akses langsung ke aliran darah.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya. Air liur, air mata, air seni serta gigitan nyamuk belum terbukti dapat menularkan HIV.
Dengan demikian, penularan HIV melalui tester lipstik adalah klaim yang kurang tepat, sehingga masuk dalam kategori konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya.
HIV tidak menular melalui peralatan makanan, pakaian, handuk, sapu tangan, kosmetik, toilet yang dipakai secara bersama-sama, ciuman pipi, berjabat tangan, hidup serumah dengan penderita HIV dan hubungan sosial lainnya.
Rujukan
Halaman: 3597/7988





