(GFD-2021-7611) [SALAH] Video Demo Menolak Wajib Vaksin di Brazil
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 28/09/2021
Berita
“JUTAAN ORANG DI TIAP2 NEGARA DUNIA, BERDEMO MENOLAK WAJIB VAKSIN. DI VIDIO INI, JUTAAN ORANG BERDEMO DI BRASILIA CITY (IBUKOTA BRASIL), MENOLAK WAJIB VAKSIN.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @IrutPagur membagikan sebuah video yang berdurasi 29 detik dengan klaim jutaan orang di ibu kota Brasil melakukan demonstrasi terkait menolak wajib vaksin. Postingan tersebut diunggah pada 10/09/2021 dan mendapat 439 retweets, 1.372 suka, dan 48 komentar.
Setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar. Video tersebut memang terjadi di Rio de Jeneiro, Selasa (7/9/2021) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Brasil. Akan tetapi bukan terkait demo menolak wajib vaksin, melainkan unjuk rasa untuk mendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro atas perlawannanya kepada Mahkamah Agung terkait tuduhan kecurangan pada Pemilu 2022 mendatang.
Dengan demikian, klaim yang terdapat pada narasi video tersebut tidak sesuai fakta maka dapat dikategorikan termasuk konten yang salah.
Setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar. Video tersebut memang terjadi di Rio de Jeneiro, Selasa (7/9/2021) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Brasil. Akan tetapi bukan terkait demo menolak wajib vaksin, melainkan unjuk rasa untuk mendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro atas perlawannanya kepada Mahkamah Agung terkait tuduhan kecurangan pada Pemilu 2022 mendatang.
Dengan demikian, klaim yang terdapat pada narasi video tersebut tidak sesuai fakta maka dapat dikategorikan termasuk konten yang salah.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).
Informasi salah. Faktanya, video tersebut bukan demonstrasi warga Brasil terkait menolak wajib vaksin melainkan untuk mendukung Presiden Jair Bolsonaro atas perlawanannya kepada Mahkamah Agung yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan di Rio de Jeneiro, Selasa (7/9/2021)
Informasi salah. Faktanya, video tersebut bukan demonstrasi warga Brasil terkait menolak wajib vaksin melainkan untuk mendukung Presiden Jair Bolsonaro atas perlawanannya kepada Mahkamah Agung yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan di Rio de Jeneiro, Selasa (7/9/2021)
Rujukan
- https://www.medcom.id/foto/internasional/8KyjLdON-foto-hari-kemerdekaan-brasil-diwarnai-unjuk-rasa-pendukung-bolsonaro
- https://www.reuters.com/world/americas/bolsonaro-supporters-breach-police-cordon-ahead-tuesdays-marches-2021-09-07/
- https://www.france24.com/en/americas/20210907-critics-accuse-brazil-s-bolsonaro-of-stoking-coup-fears-ahead-of-mass-rallies
(GFD-2021-7612) [SALAH] Kuburan Dengan Kode QR di Jepang
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 28/09/2021
Berita
“QR code on grave in Japan!!!🇯🇵
Such a RevolutionerG idea…
New generation will see their #Biography on cell phones !
The graves of the Japanese are equipped with a special QR code for each grave, which shows you pic.
technology #RevolutionerG
Did You Know??
There are graves in japan equipped with QR code for each grave.
Which show you picture, information and a brief biography of the life of the Dead.
Terjemahan:
“Kode QR pada kuburan di Jepang!!!
Ide RevolutionerG seperti itu… Generasi baru akan melihat #Biografi mereka di Handphone! Makam Jepang dilengkapi dengan kode QR khusus untuk setiap kuburan, yang menunjukkan Anda gambar. #teknologi #RevolutionerG
Tahukah kamu??
Ada kuburan di Jepang yang dilengkapi dengan kode QR untuk setiap kuburan. Yang menunjukkan kepada Anda gambar, informasi, dan biografi singkat tentang kehidupan Orang Mati.
Such a RevolutionerG idea…
New generation will see their #Biography on cell phones !
The graves of the Japanese are equipped with a special QR code for each grave, which shows you pic.
technology #RevolutionerG
Did You Know??
There are graves in japan equipped with QR code for each grave.
Which show you picture, information and a brief biography of the life of the Dead.
Terjemahan:
“Kode QR pada kuburan di Jepang!!!
Ide RevolutionerG seperti itu… Generasi baru akan melihat #Biografi mereka di Handphone! Makam Jepang dilengkapi dengan kode QR khusus untuk setiap kuburan, yang menunjukkan Anda gambar. #teknologi #RevolutionerG
Tahukah kamu??
Ada kuburan di Jepang yang dilengkapi dengan kode QR untuk setiap kuburan. Yang menunjukkan kepada Anda gambar, informasi, dan biografi singkat tentang kehidupan Orang Mati.
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook RevolutionerG membagikan sebuah gambar seorang wanita memindai kode QR pada benda seperti bentuk batu nisan di kuburan Jepang dengan klaim jika memindai bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan almarhum.
Setelah dilakukan penulusuran dengan pencarian gambar, ditemukan gambar serupa dalam artikel dari Cina yang berjudul “Online memorial dedicated to WWII victims” terbit pada tahun 2015. Dalam artikel tersebut ditemukan bahwa gambar itu diambil di sebuah taman hiburan di Cina Barat Daya dan bukan batu nisan asli. Pengunjung taman dapat memindai kode QR pada batu nisan tiruan untuk memperingati korban Pembantaian Nanjing dan Pemboman Chongqing, keduanya dilakukan oleh pasukan Jepang di Cina selama Perang Dunia II.
Sebagai tambahan, ditemukan bahwa teks yang tertulis di batu nisan tiruan jika diterjemahkan artinya “Korban Pembantaian Nanjing”, dan teks itu bukan bahasa Jepang melainkan bahasa Cina.
Dengan demikian klaim yang terdapat dalam narasi gambar tersebut tidak sesuai fakta, maka dapat dikategorikan konten yang salah.
Setelah dilakukan penulusuran dengan pencarian gambar, ditemukan gambar serupa dalam artikel dari Cina yang berjudul “Online memorial dedicated to WWII victims” terbit pada tahun 2015. Dalam artikel tersebut ditemukan bahwa gambar itu diambil di sebuah taman hiburan di Cina Barat Daya dan bukan batu nisan asli. Pengunjung taman dapat memindai kode QR pada batu nisan tiruan untuk memperingati korban Pembantaian Nanjing dan Pemboman Chongqing, keduanya dilakukan oleh pasukan Jepang di Cina selama Perang Dunia II.
Sebagai tambahan, ditemukan bahwa teks yang tertulis di batu nisan tiruan jika diterjemahkan artinya “Korban Pembantaian Nanjing”, dan teks itu bukan bahasa Jepang melainkan bahasa Cina.
Dengan demikian klaim yang terdapat dalam narasi gambar tersebut tidak sesuai fakta, maka dapat dikategorikan konten yang salah.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).
Faktanya, lokasi tersebut adalah taman hiburan di Cina Barat Daya. Pengunjung dapat memindai kode QR untuk memperingati korban Pembantaian Nanjing dan Pengeboman Chongqing.
Faktanya, lokasi tersebut adalah taman hiburan di Cina Barat Daya. Pengunjung dapat memindai kode QR untuk memperingati korban Pembantaian Nanjing dan Pengeboman Chongqing.
Rujukan
(GFD-2021-7613) [SALAH] Tukul Arwana Meninggal Dunia
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 28/09/2021
Berita
“Innalilahi.!! Akibat Pendarahan Di Otaknya TUKUL ARWANA Semoga Tenang Di Sana”
Tukul arwana meninggal
Tukul arwana meninggal
Tukul meninggal
Tukul arwana meninggal
Tukul arwana meninggal
Tukul meninggal
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu Channel Youtube bernama mata seleb membagikan sebuah video dengan narasi yang menjelaskan tentang ucapan turut berduka cita atas meninggalnya Tukul Arwana. Pada foto thumbnail video tersebut pula dimuat sebuah foto tentang proses pengantaran sebuah jenazah dalam keranda yang hendak dimakamkan, sehingga menimbulkan persepsi atas kebenaran informasi yang disampaikan dalam narasi video.
Namun setelah video tersebut diputar, tidak ada informasi yang disampaikan terkait meninggalnya Tukul Arwana. Karena informasi yang disampaikan ialah tentang permintaan doa kepada masyarakat umum yang disampaikan oleh beberapa rekan kerjanya melalui media sosial untuk kesembuhan Tukul Arwana, karena pada saat ini Tukul Arwana sedang dalam keadaan sakit.
Lalu terkait dengan kondisi Tukul saat ini. Melansir dari jawapos.com, manager Tukul, yaitu Kimon, membenarkan informasi terkait Tukul yang dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan otak. Ia menyatakan bahwa Tukul dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh sakit dan pusing dikepalanya dan setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Tukul mengalami pendarahan otak. Tetapi ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini Kimon belum bisa menjelaskan secara detail tentang penyakit apa yang sedang diderita oleh Tukul, karena ia pun belum mendapatkan konfirmasi yang jelas dari dokter yang menangani Tukul.
Selain itu, melansir dari kompas.com, Ega Prayudi, anak Tukul Arwana, menjelaskan bahwa kondisi ayahnya pada saat ini sudah mulai stabil dan menunjukan perkembangan yang positif setelah menjalani operasi pada tanggal 22 September 2021 lalu, walaupun pada saat ini Tukul masih harus menjalani perawatan intensif. Ega juga menjelaskan bahwa, Tukul masih harus menunggu peredaan atas pembengkakan di kepalanya setelah operasi dan setelah itu Tukul sudah bisa melakukan pemulihan.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait meninggalnya Tukul Arwana ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori koneksi yang salah.
Namun setelah video tersebut diputar, tidak ada informasi yang disampaikan terkait meninggalnya Tukul Arwana. Karena informasi yang disampaikan ialah tentang permintaan doa kepada masyarakat umum yang disampaikan oleh beberapa rekan kerjanya melalui media sosial untuk kesembuhan Tukul Arwana, karena pada saat ini Tukul Arwana sedang dalam keadaan sakit.
Lalu terkait dengan kondisi Tukul saat ini. Melansir dari jawapos.com, manager Tukul, yaitu Kimon, membenarkan informasi terkait Tukul yang dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan otak. Ia menyatakan bahwa Tukul dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh sakit dan pusing dikepalanya dan setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Tukul mengalami pendarahan otak. Tetapi ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini Kimon belum bisa menjelaskan secara detail tentang penyakit apa yang sedang diderita oleh Tukul, karena ia pun belum mendapatkan konfirmasi yang jelas dari dokter yang menangani Tukul.
Selain itu, melansir dari kompas.com, Ega Prayudi, anak Tukul Arwana, menjelaskan bahwa kondisi ayahnya pada saat ini sudah mulai stabil dan menunjukan perkembangan yang positif setelah menjalani operasi pada tanggal 22 September 2021 lalu, walaupun pada saat ini Tukul masih harus menjalani perawatan intensif. Ega juga menjelaskan bahwa, Tukul masih harus menunggu peredaan atas pembengkakan di kepalanya setelah operasi dan setelah itu Tukul sudah bisa melakukan pemulihan.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait meninggalnya Tukul Arwana ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori koneksi yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta). Informasi tersebut salah. Faktanya, Ega Prayudi, anak Tukul Arwana menegaskan bahwa kondisi Tukul Arwana pada saat ini dalam keadaan stabil setelah menjalani operasi pada tanggal 22 September 2021 lalu.
Rujukan
(GFD-2021-8768) Keliru, Seorang Ibu di Korea Utara Dipenjara karena Tidak Menyelamatkan Foto Ayah dan Kakek Kim Joung Un saat Rumahnya Terbakar
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/09/2021
Berita
Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan menggendong anak di sebuah ruangan yang terdapat foto keluarga pemimpin Korea Utara beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa seorang ibu di Korea Utara dipenjara lantaran saat rumahnya terbakar ia hanya menyelamatkan dua anaknya tetapi tidak menyelamatkan foto keluarga Kim Jong Un.
Di Instagram, foto tersebut dibagikan akun ini pada 15 September 2021. Akun inipun menuliskan narasi:
“Sudah menjadi rahasia umum bila negara Korea Utara memiliki segudang peraturan yang menyiksa warganya. Sang Pimpinan Tertinggi Kim Jong Un bahkan memiliki aturan sepele yang mendapat sanksi berat bagi mereka yang melanggar. Salah satunya adalah peraturan berupa kewajiban untuk memajang lukisan ayah dan kakek Kim Jong Un, Kim Jong Il dan Kim Il Sung. Ya, foto kedua pendiri Korea Utara itu wajib dipajang dan dirawat dengan baik oleh setiap warganya. Melansir dari The Sun, setiap rumah bahkan akan dicek, apakah mereka benar-benar memajang lukisan tersebut atau tidak. Apabila lukisan tersebut tak dirawat dengan baik, maka pemilik rumah akan dianggap melakukan kejahatan. Kini, seorang ibu dari dua anak dipenjara karena tak menyelamatkan lukisan yang ada di rumahnya saat kebakaran terjadi. Dikabarkan sebelumnya, sebuah rumah yang dihuni oleh dua keluarga di Kabupaten Onsong, Provinsi Hamgyong Utara, dekat dengan perbatasan China, mengalami kebakaran.”
Dalam foto tersebut juga terdapat narasi yang berbunyi, “Seorang Ibu di Korea Utara mendapat voucher menginap gratis di penjara karena saat rumahnya terbakar, ia lebih memilih menyelamatkan dua anaknya dibanding foto ayah dan kakek Kim Jong Un.”
Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah mendapat lebih dari 4.200 komentar. Apa benar seorang ibu di Korea Utara dipenjara karena saat rumahnya terbakar tidak menyelamatkan foto ayah dan kakek Kim Jong Un?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan menggunakan reverse image Source, Google dan Yandex. Hasilnya, foto tersebut telah beredar di internet sejak September 2013 dan sama sekali tidak terkait dengan kasus kebakaran di di Kabupaten Onsong, Provinsi Hamgyong Utara pada Desember 2019.
Foto tersebut pernah dimuat situs nknews.org pada 13 September 2013 dengan judul, “What it’s like to spend a night in a North Korean house”.
Menurut nknews.org, Pemerintah Korea Utara memiliki program pariwisata yang menyediakan “homestay” milik negara di Gunung Chilbo yang membolehkan orang asing untuk makan, tidur, dan mengalami gaya hidup lokal.
Gunung Chilbo terletak di provinsi Hamgyong Utara paling utara di negara ini. "Chilbo" diterjemahkan menjadi "tujuh harta terpendam," dan gunung yang tersembunyi jauh di utara DMZ ini memang memiliki pemandangan indah yang layak untuk dijelajahi.
Bagi wisatawan, ada dua hal yang membedakan gunung ini: Alamnya yang terpelihara dengan baik memberi wisatawan pemandangan punggungan gunung berapi, lembah, dan puncak di mana mereka dapat menikmati tamasya dan hiking. Juga, ini adalah satu-satunya tempat di Korea Utara yang mengizinkan orang asing untuk tinggal di rumah lokal Korea Utara.
Tangkapan layar unggahan dengan klaim Seorang Ibu di Korea Utara Dipenjara Tidak Menyelamatkan Foto Ayah dan Kakek Kim Joung Un saat Rumahnya Terbakar
Kasus Foto Keluarga Kim Joung UN
Kisah seorang ibu yang tengah diselidiki oleh oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS) karena gagal menyelamatkan potret keluarga Kim dari kebakaran pertama kali diangkat oleh sebuah situs berita berbasis di Korea Selatan, Daily NK. Kisah ini dimuat pada 7 Januari 2020 dengan judul, “Mother faces punishment for failing to save Kim family portraits”.
Dilansir dari Daily NK, seorang ibu yang menyelamatkan anak-anaknya dari kebakaran rumah di Kabupaten Onsong, Provinsi Hamgyong Utara, saat ini sedang diselidiki oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS) karena gagal menyelamatkan potret keluarga Kim dari kebakaran.
Sumber di daerah itu mengatakan kepada Daily NK pada 30 Desember bahwa kebakaran terjadi di sebuah rumah tempat dua keluarga tinggal. Anak-anak berada di rumah dan orang tua mereka sedang berada di luar saat kebakaran terjadi. Para ibu dari anak-anak itu berlari kembali ke rumah untuk mencoba menyelamatkan anak-anak mereka ketika mereka mendengar tentang kebakaran itu.
Di tengah segala kehebohan dalam upaya menyelamatkan anak-anaknya dari kobaran api, salah satu ibu tak mampu menyelamatkan potret Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Sumber Daily NK mengatakan bahwa dia saat ini sedang diselidiki oleh MSS karena gagal menyelamatkan potret.
Sumber Daily NK mengatakan bahwa ibu yang diselidiki oleh MSS tidak dapat merawat anak-anaknya di rumah sakit. Kedua anaknya membutuhkan antibiotik untuk mengobati luka bakar mereka tetapi dia tidak dapat memperolehnya karena penyelidikan.
Warga Korea Utara yang menyelamatkan potret keluarga Kim dari kebakaran diperlakukan sebagai pahlawan, sementara mereka yang gagal berkali-kali menghadapi konsekuensi hukum.
Dikutip dari insider.com, kultus kepribadian di sekitar keluarga Kim di Korea Utara sedemikian rupa sehingga seorang wanita dilaporkan sedang diselidiki oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS) karena gagal menyelamatkan potret Kim Il Sung dan Kim Jong Il dari rumahnya yang terbakar.
Prioritas aneh Korea Utara bisa berarti hukuman penjara bagi ibu dua anak. Dia dilaporkan menyelamatkan kedua anaknya dari kebakaran rumah dan bukan potret keluarga Kim.
“Wanita itu sedang diselidiki oleh Kementerian Keamanan Negara negara itu,” tulis Indiatimes.com.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa seorang ibu di Korea Utara dipenjara karena saat rumahnya terbakar tidak menyelamatkan foto ayah dan kakek Kim Jong Un keliru. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan Kementerian Keamanan Negara (MSS) Korea Utara. Foto yang digunakan juga sama sekali tidak terkait dengan kasus itu. Foto tersebut telah beredar di internet sejak 2013, jauh sebelum kasus kebakaran di Kabupaten Onsong, Provinsi Hamgyong Utara pada Desember 2019.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/korea-utara
- https://www.instagram.com/p/CT0va0wvz-5/?utm_source=ig_embed&ig_rid=dd3b6ffa-cb48-48e3-ac4a-4cc22553f1f3
- https://www.tempo.co/tag/kim-jong-un
- https://www.nknews.org/2013/09/what-its-like-to-spend-a-night-in-a-north-korean-house/
- https://www.dailynk.com/english/mother-faces-punishment-failing-save-kim-family-portraits/
- https://www.insider.com/north-korean-mom-investigated-didnt-save-kim-portraits-in-fire-2020-1
- https://www.indiatimes.com/trending/human-interest/north-korean-mom-face-prison-for-saving-her-children-from-fire-instead-of-portrait-of-kim-jong-il-503905.html
Halaman: 6446/7976


