• (GFD-2024-19980) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Gaji Ke-13 PNS Akan Dihentikan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil (PNS) akan dihentikan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak tepat.

    Narasi gaji ke-13 PNS akan dihentikan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (17/5/2024). Berikut narasi yang dibagikan:

    Gaji ke 13 untuk PNS akan dihentikanNikmat keberlanjutan

    Hasil Cek Fakta

    Pemberian gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024 yang disahkan pada 13 Maret 2024.

    Menurut peraturan tersebut, PNS yang sedang cuti atau di luar tanggungan negara tidak termasuk dalam penerima gaji ke-13.

    Ketentuan itu juga berlaku untuk PNS yang diberikan tugas, baik dalam atau luar negeri, dan menerima gaji dari tempat penugasannya.

    Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penyaluran gaji ke-13 yang merupakan bantuan pendidikan akan dilaksanakan mulai Juni 2024.

    Anggaran THR dan Gaji ke-13 secara umum telah teralokasi dalam APBN dan APBD Tahun Anggaran 2024 melalui anggaran pada Kementerian/Lembaga (K/L), Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), serta Transfer ke Daerah (TKD).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi soal gaji ke-13 PNS akan dihentikan tidak tepat.

    Penyaluran gaji ke-13 akan dilaksanakan mulai Juni 2024. Merujuk pada PP Nomor 14 Tahun 2024, terdapat golongan PNS yang tidak akan menerima gaji ke-13.

    Menurut peraturan tersebut, PNS yang sedang cuti atau di luar tanggungan negara tidak termasuk dalam penerima gaji ke-13.

    Ketentuan itu juga berlaku untuk PNS yang diberikan tugas, baik dalam atau luar negeri, dan menerima gaji dari tempat penugasannya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19981) PDIP resmi usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta pada 16 Mei, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video YouTube menarasikan bahwa PDIP telah resmi mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 mendatang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “J0K0WI GEMETER4N PDIP GEGERKAN PUBLIK,DIAM2 MAK MEGA SIAPKAN ANIES LAWAN ANAK EMAS JKW”

    Namun, PDIP resmi usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta pada 16 Mei?

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari ANTARA (https://www.antaranews.com/berita/4099017/pdip-sebut-ahok-anies-berasal-dari-akar-rumput-yang-jauh-beda), Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih mencermati nama-nama tokoh yang diusulkan untuk diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada serentak 2024.

    Hasto mengatakan hal itu menanggapi pertanyaan terkait peluang PDI Perjuangan memasangkan dua mantan gubernur DKI Jakarta yakni Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur - wakil gubernur DKI Jakarta.

    Hasto tak memungkiri Ahok dan Anies adalah tokoh yang diusulkan kepada PDI Perjuangan untuk diusung sebagai kepala daerah di Jakarta. Menurut dia, mereka merupakan sosok yang mencerminkan karakter Indonesia.

    Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah DPD PDIP DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, menyebut PDIP tidak membatasi Ahok ataupun Anies untuk mendaftar, terutama sebelum Rakernas PDIP yang digelar pada akhir Mei mendatang.

    Namun, sejauh ini, baik Ahok maupun Anies keduanya belum mendaftarkan diri sebagai calon gubernur ke DPC atau DPD PDI Perjuangan.

    Terkait keputusan siapa yang akan pasti dicalonkan pada Pilgub DKI, kata Gilbert, akan disampaikan setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP PDIP di akhir Mei 2024.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-19986) [HOAKS] Pernyataan Mengejutkan Pelatih Portugal Jelang Laga Lawan Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pelatih tim sepak bola Portugal, Roberto Martinez, diklaim memberikan pernyataan mengejutkan jelang laga melawan tim nasional Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Selain itu, belum ada informasi valid bahwa timnas Portugal akan bertanding melawan Indonesia.

    Video yang diklaim menampilkan Roberto Martinez memberikan pernyataan mengejutkan jelang laga melawan Indonesia dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Salah satu akun membagikan video pada 13 Mei 2024 dengan judul:

    PERNYATAAN MENGEJUTKAN PELATIH PORTUGAL ?? Jelang vs Indonesia Se Asia Kaget Karena Ngomong Begini #timnasindonesia #sepakbola.

    Dalam video terdapat klip yang menampilkan Roberto Martinez memberikan keterangan pers.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri klip yang menampilkan Roberto Martinez sedang memberikan keterangan pers.

    Hasilnya identik dengan video di kanal YouTube ini. Dalam video tersebut Martinez menyampaikan soal persaingan di grup F pada ajang Euro 2024 yang dimulai pada Juni. 

    Menurut Martinez, Ceko dan Turki merupakan lawan yang patut diperhitungkan. Adapun di Euro 2024 Portugal tergabung di grup F bersama Turki, Ceko, dan Georgia.

    Sementara, sampai saat ini belum ada informasi valid soal laga Portugal melawan Indonesia. 

    Dilansir Bola.com, pada Sabtu (11/5/2024), anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan, laga uji coba melawan Portugal sulit diwujudkan tahun ini.

    Sebab, timnas Indonesia memiliki agenda yang sangat padat seperti kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan kompetisi Piala AFF 2024.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Roberto Martinez memberikan pernyataan mengejutkan jelang laga Portugal melawan Indonesia adalah hoaks.

    Dalam video tersebut, Martinez menyampaikan soal persaingan di grup F pada ajang Euro 2024. 

    Portugal tergabung bersama Turki, Ceko, dan Georgia. Menurut Martinez, Ceko dan Turki merupakan lawan yang patut untuk diperhitungkan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19987) [KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Seorang Anak Korban Gempuran Israel di Rafah

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto seorang anak dengan baju bergambar bendera Palestina berdiri sambil mengangkat tangan kirinya.

    Di sebelah anak itu, tampak seorang perempuan berjilbab terbaring di tanah dengan wajah berlumuran darah.

    Narasi foto menyebutkan, gambar itu diambil di Rafah, Jalur Gaza, Palestina, yang digempur Israel.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan manipulasi.

    Foto yang diklaim menampilkan seorang anak korban serangan Israel di Rafah dibagikan oleh akun X (Twitter) ini, ini, dan ini, pada 8 Mei 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    A baby is crying in Rafah. Can you see, can you hear it earth? (Seorang bayi menangis di Rafah. Dunia, tidakkah kalian melihatnya, tidakkah kalian mendengarnya?).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan kejanggalan yang mengindikasikan gambar itu dibuat dengan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif.

    AI generatif mengacu pada penggunaan perangkat kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.

    Kejanggalan tampak pada tangan kiri si anak yang memiliki enam jari.

    Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui Hive Moderation, probabilitas foto tersebut dibuat dengan AI generatif mencapai 99,9 persen.

    Meski foto tersebut terdeteksi dihasilkan AI, korban akibat gempuran Israel di Jalur Gaza merupakan fakta yang dapat dibuktikan dengan data.

    Dilansir Al Jazeera, Israel telah memperluas operasi militernya ke Rafah di Jalur Gaza selatan, tempat sebagian besar warga Palestina yang terlantar mengungsi.

    Per 19 Mei 2024, sedikitnya 35.456 orang, termasuk lebih dari 15.000 anak-anak terbunuh di Jalur Gaza setelah konflik Israel-Palestina kembali pecah pada 7 Oktober 2023.

    Korban luka mencapai lebih dari 79.476 orang, dan lebih dari 10.000 orang hilang.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto seorang anak yang dinarasikan sebagai korban gempuran Israel di Rafah perlu diklarifikasi.

    Terdapat kejanggalan pada foto tersebut, yakni tangan kiri si anak yang memiliki enam jari. Selain itu, probabilitas konten dihasilkan dengan AI generatif mencapai 99,9 persen.

    Rujukan