• (GFD-2024-20049) [KLARIFIKASI] Foto Korban Serangan Israel di Gaza pada 2014 Dibagikan dengan Konteks Keliru

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim memperlihatkan jenazah anggota Hamas, kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

    Foto itu beredar di tengah serangan Israel ke Gaza dan wilayah Palestina lainnya yang berlangsung sejak Oktober 2023.

    Serangan tersebut merupakan balasan terhadap tindakan Hamas yang menginfiltrasi dan menyandera warga Israel pada 7 Oktober 2023.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu dibagikan dengan konteks keliru.

    Foto yang diklaim menunjukkan jenazah anggota Hamas dibagikan oleh akun Facebook ini pada 13 Mei 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Bravo IsraelMayat mayat kelompok teroris Hamas di Palestina, siapapun yang berani coba-coba melawan Israel pasti jadi mayat.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto itu menggunakan teknik reverse image search dan kombinasi kata kunci terkait.

    Hasilnya, foto serupa telah beredar sejak 2014. Foto asli ditemukan di situs Getty Images dengan deskripsi sebagai berikut:

    Kerabat dan teman-teman dari keluarga al-Hajj berkumpul di sebuah masjid untuk mendoakan jenazah delapan anggota keluarga saat pemakaman mereka di Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan, pada tanggal 10 Juli 2014. Pesawat-pesawat tempur Israel menggempur Gaza tanpa henti, menyebabkan meningkatnya jumlah korban sipil, sementara Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat terkait konfrontasi Israel yang semakin meningkat dengan Hamas.

    Merujuk deskripsi tersebut, jenazah dalam foto adalah warga sipil yang menjadi korban serangan Israel di Gaza pada 10 Juli 2014.

    Kesimpulan

    Foto jenazah korban serangan Israel di Gaza pada 10 Juli 2014 disebarkan dengan konteks keliru.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan foto asli di situs Getty Images. Deskripsi foto tidak menyebutkan delapan korban adalah anggota Hamas.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20056) [HOAKS] Foto Donald Trump Pakai Helm dan Seragam Militer

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan helm dan seragam militer.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Foto Donald Trump mengenakan helm dan seragam militer dibagikan oleh akun X (Twitter) ini dan ini. Salah satu foto diunggah pada 5 Juli 2023.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    President Trump is relentless in pursuit of our freedom (Presiden Trump tak kenal lelah dalam mengejar kebebasan kita).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan kejanggalan yang mengindikasikan foto itu dibuat dengan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif.

    AI generatif mengacu pada penggunaan perangkat kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.

    Kejanggalan terlihat pada jari tangan kiri Trump yang bentuknya tidak beraturan.

    Selain itu, salah satu tentara pada latar belakang tampak membawa dua senapan laras panjang bersamaan, satu di tangan dan satu lagi di pinggangnya.

    Kemudian, Kompas.com menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi apakah foto tersebut dihasilkan oleh AI generatif.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan, probabilitas foto Trump dihasilkan oleh AI generatif mencapai 99,9 persen.

    Sementara, menurut penelusuran pemeriksa fakta Snopes.com, Trump tidak pernah bertugas di militer.

    Ia menerima lima kali penangguhan wajib militer, yaitu pada tahun 1964, 1965, 1966, 1968, dan 1972.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto Donald Trump mengenakan helm dan seragam militer merupakan manipulasi.

    Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, foto itu terdeteksi memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh AI generatif.

    Sementara itu, pemeriksa fakta Snopes.com menyebutkan, Trump tidak pernah bertugas di militer dan telah lima kali menerima penangguhan wajib militer.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20057) [KLARIFIKASI] Video Turbulensi Pesawat ALK, Bukan Singapore Airlines

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai Singapore Airlines mengalami turbulensi parah, pada Selasa (21/5/2024) sore.

    Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

    Di media sosial, beredar video yang diklaim memperlihatkan momen pesawat dengan nomor penerbangan SQ321 tersebut mengalami turbulensi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim memperlihatkan momen pesawat Singapore Airlines mengalami turbulensi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (22/5/2024):

    Pesawat seharusnya terbang London ke Singapura. Namun turbulensi parah membuat maskapai dialihkan ke Bangkok. Isi kabin terlihat porak-poranda.

    Video menampilkan pramugari yang terpental saat turbulensi dan seorang penumpang perempuan berdoa.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar merupakan peristiwa lama yang dialami pesawat maskapai ALK Airlines.

    Video serupa ditemukan di kanal YouTube ABC7 pada 18 Juni 2019 dan euronews pada 19 Juni 2019.

    Maskapai ALK yang terbang dari Pristina, Kosovo ke Basel, Swiss, mengalami turbulensi pada Minggu, 16 Juni 2019.

    Dilaporkan ABC News, insiden tersebut mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka.

    ALK Airlines mengonfirmasi, pramugari dalam video tidak sempat duduk saat turbulensi kencang akan terjadi.

    Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) mengharuskan pramugari duduk jika ada turbulensi, tetapi pramugari dalam video berusaha mengumpulkan semua minuman dan gelas dari penumpang.

    Kesimpulan

    Video turbulensi yang dialami pesawat ALK Airlines pada 16 Juni 2019 disebarkan dengan konteks keliru.

    Video itu tidak ada kaitannya dengan pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi, pada Selasa (21/5/2024), dan menewaskan satu orang.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20067) [HOAKS] Rekaman Suara Sri Mulyani Marahi Pegawai Bea Cukai

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar rekaman yang diklaim sebagai suara Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memarahi pegawai Bea Cukai.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut hoaks. 

    Rekaman yang diklaim sebagai suara Sri Mulyani saat memarahi pegawai Bea Cukai dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan thumbnail video di YouTube Merdeka.com dengan judul:

    TEGURAN KERASRESPON SRI MULYANI VIRAL SEPATU BEA CUKAI

    Kemudian dalam video terdapat suara seorang perempuan mengatakan demikian:

    Celana dalam itu ambil aja, saya katakan sama bea cukai ikhlaskan saja celana dalamnya. Saya nggak ngerti ada bukti-buktinya semuanya, jadi ini bea cukai tadi saya sudah meminta.

    Terdapat pula keterangan berikut: Bu sri mulyani..ngamuk nah luuh. ada apa dengan bea cukai.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, rekaman suara yang diklaim menunjukkan Sri Mulyani memarahi pegawai bea cukai

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video di kanal YouTube Merdeka.com untuk mencocokkan suara Sri Mulyani. Hasilnya, tidak terdapat suara Sri Mulyani memarahai pegawai Bea Cukai. 

    Di kanal YouTube Merdeka.com, Sri Mulyani memberikan klarifikasi terkait dengan beberapa kasus penanganan barang impor masyarakat oleh Bea Cukai yang menjadi sorotan.

    Misalnya, kasus sepatu impor senilai Rp 10 juta yang dikenakan pajak Rp 30 juta dan kasus impor barang milik sekolah luar biasa (SLB) yang tertahan.

    Selain itu, Sri Mulyani juga meminta Bea Cukai untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 

    Sementara, suara perempuan yang sedang berbicara dengan nada tinggi identik dengan konten di kanal YouTube ini. Video itu mencuplik klip pada menit 8:50. 

    Perempuan tersebut adalah tenaga kerja wanita di Hong Kong yang mengeluh karena celana dalam seharga sekitar Rp 140.000 yang ia kirim ke Indonesia dikenakan bea masuk dan pajak sebesar Rp 800.000.

    Sehingga, dapat dipastikan rekaman itu bukan suara Sri Mulyani memarahi pegawai Bea Cukai.

    Kesimpulan

    Rekaman yang diklaim sebagai suara Sri Mulyani saat memarahi pegawai Bea Cukai adalah hoaks.

    Suara dalam video bukan Sri Mulyani, melainkan pekerja migran Indonesia di Hong Kong yang mengeluh karena celana dalam seharga sekitar Rp 140.000 dikenakan bea masuk dan pajak Rp 800.000.

    Rujukan