Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video memperlihatkan pemain Timnas yang sedang berlatih di lapangan untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menghadapi Irak dan Filipina.
Dalam video itu terdapat pemain Timnas Nathan Tjoe-A-On mengalami cedera usai berlari mengelilingi lapangan. Sementara itu, pemain Timnas lainnya Yance Sayuri terlihat cedera saat menjalani sesi latihan. Warganet menduga cedera tersebut dikarenakan kondisi lapangan yang buruk.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Dilansir dari beberapa sumber, Yance Sayuri dan Nathan Tjoe-A-On dikabarkan mengalami cedera karena kondisi lapangan latihan yang buruk.”
Namun, benarkah Yance Sayuri dan Nathan Tjoe-A-On cedera karena kondisi lapangan yang buruk?
(GFD-2024-20322) Yance Sayuri dan Nathan Tjoe-A-On cedera karena kondisi lapangan yang buruk, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 01/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga membantah isu yang muncul bahwa pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On dan Yance Sayuri cedera karena kondisi lapangan latihan, Selasa (28/5).
Arya menegaskan tidak ada pemain yang cedera karena kondisi lapangan. Menurutnya apa yang terjadi dengan Yance dan Nathan tak perlu dibesar-besarkan.
Ia juga menerangkan PSSI memilih tempat latihan tersebut karena tidak jauh dari penginapan para pemain, penyewaan lapangan juga sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Arya menegaskan tidak ada pemain yang cedera karena kondisi lapangan. Menurutnya apa yang terjadi dengan Yance dan Nathan tak perlu dibesar-besarkan.
Ia juga menerangkan PSSI memilih tempat latihan tersebut karena tidak jauh dari penginapan para pemain, penyewaan lapangan juga sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
(GFD-2024-21429) (Hoax): Mitos Gigi Berbunyi Tanda Ada Khodam, Faktanya adalah Bruxism!
Sumber:Tanggal publish: 01/06/2024
Berita
Sebuah informasi lama kembali beredar di bulan Mei 2024, mengenai mitos gigi berbunyi yang dianggap sebagai suatu “keistimewaan” karena dianggap memiliki khodam di dalam diri seseorang.
Pada video yang diunggah oleh akun Guru Anggara (centang biru), narasi pembuka pada video ini tertulis “pernahlah kamu tidur atau kamu mendengar orang tidur lalu menggesek-gesekkan giginya sampai berbunyi?”. Video ini disukai oleh 13,3 ribu pengguna, mendapatkan 2,7 ribu komentar, dan dibagikan sebanyak 4,7 ribu kali. Durasi video ini dipresentasikan selama 15 detik, dengan jenis video yang disebarkan untuk segmentasi penonton semua usia.
Pada slide kedua, narasi yang ditulis yakni “khodam seseorang tersebut berwujud buas, dan kebanyakan orang seperti itu memiliki khodam”. Secara singkat, pengertian khodam adalah hubungan antara manusia dengan makhluk gaib atau jin yang bisa berkomunikasi, dalam kepercayaan tertentu khodam dapat berwujud sebagai pelindung karena merupakan suatu warisan leluhur dalam garis keturunannya. Seseorang yang memiliki khodam biasanya memiliki ciri yang tidak dimiliki oleh orang pada umumnya, salah satunya gigi berbunyi pada saat tidur. Sementara itu, dalam informasi lainnya yang beredar, gigi berbunyi pada saat tidur dianggap sebagai bentuk gangguan jin yang jahat, yang hendak mengganggu kenyamanan dan keamanan seseorang.
Selanjutnya, slide ketiga sekaligus terakhir menunjukkan bahwa wujud khodam yang buas yakni perwujudan macan. Dalam hal ini, para audiens, seolah menyetujui pernyataan ini dan mengaitkannya dengan orang sekitar dan pengalaman sehari-hari.
Pada video yang diunggah oleh akun Guru Anggara (centang biru), narasi pembuka pada video ini tertulis “pernahlah kamu tidur atau kamu mendengar orang tidur lalu menggesek-gesekkan giginya sampai berbunyi?”. Video ini disukai oleh 13,3 ribu pengguna, mendapatkan 2,7 ribu komentar, dan dibagikan sebanyak 4,7 ribu kali. Durasi video ini dipresentasikan selama 15 detik, dengan jenis video yang disebarkan untuk segmentasi penonton semua usia.
Pada slide kedua, narasi yang ditulis yakni “khodam seseorang tersebut berwujud buas, dan kebanyakan orang seperti itu memiliki khodam”. Secara singkat, pengertian khodam adalah hubungan antara manusia dengan makhluk gaib atau jin yang bisa berkomunikasi, dalam kepercayaan tertentu khodam dapat berwujud sebagai pelindung karena merupakan suatu warisan leluhur dalam garis keturunannya. Seseorang yang memiliki khodam biasanya memiliki ciri yang tidak dimiliki oleh orang pada umumnya, salah satunya gigi berbunyi pada saat tidur. Sementara itu, dalam informasi lainnya yang beredar, gigi berbunyi pada saat tidur dianggap sebagai bentuk gangguan jin yang jahat, yang hendak mengganggu kenyamanan dan keamanan seseorang.
Selanjutnya, slide ketiga sekaligus terakhir menunjukkan bahwa wujud khodam yang buas yakni perwujudan macan. Dalam hal ini, para audiens, seolah menyetujui pernyataan ini dan mengaitkannya dengan orang sekitar dan pengalaman sehari-hari.
Hasil Cek Fakta
Tim Bincang Perempuan berupaya melakukan penelusuran fakta mengenai gigi berbunyi saat tidur. Faktanya, kondisi demikian diidentifikasi sebagai bruxism, adalah suatu kondisi ketika seseorang menggemeretak, menggesek, atau mengerat giginya sendiri entah itu ke atas, bawah, samping kanan maupun kiri. Sering kali, aktivitas ini tidak disadari oleh pelakunya karena biasanya terjadi di malam hari (sleep bruxism). Hal ini dapat terjadi baik dalam keadaan tidur ataupun bangun, tetapi secara tidak sadar menggesekkan gigi. Istilah bruksisma berasal dari kata Bahasa Yunani (brychein), yang berarti to gnash the teeth atau mengerotkan gigi-gigi.
Fenomena bruxism yang tercatat, yaitu kira-kira pada 600-200 BC, dan konsep ini dinyatakan oleh beberapa ahli. Fenomena bruxism telah mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, diduga sebanyak 45 juta orang memiliki tanda dan gejala dari bruxism sewaktu tidur, dan 20% penduduk mengalami bruxism sewaktu bangun. Prevalensi bruksisma berkisar antara 14-20% pada anak-anak, 5-8% pada orang dewasa dan menurun menjadi 3% pada orang berusia di atas 60 tahun. Tidak terdapat perbedaan predileksi jenis kelamin, artinya bruxism dapat dialami oleh baik laki-laki maupun perempuan. Umumnya penderita tidak memperhatikan kondisi bruxism ini. Biasanya anggota keluarga yang lebih memperhatikan dan memberitahukan keadaan tersebut karena merasa terganggu dengan suara yang dikeluarkan oleh penderita bruxism yang mengemeretakkan gigi- giginya.
Dilansir dari hasil penelitian Lobbezoo dan Naeije (2001) dalam tulisan berjudul “bruxism is mainly regulated centrally not peripherally” dimuat di Journal Oral Rehabil, menyatakan bahwa pengalaman stres dan faktor psikososial berperan penting pada penyebab bruxism. Menurut literatur berdasarkan laporan dan observasi klinik, adanya keausan gigi adalah satu cara untuk menilai bruxism dalam hubungannya dengan kecemasan dan stres. Bruxism pada orang dewasa, faktor psikologi dianggap berperan. Faktor tersebut adalah faktor kecemasan, ketegangan, dan stres; kemarahan yang terpendam, atau frustrasi; tipe kepribadian agresif, kompetitif, dan hiperaktif. Sedangkan menurut Mayo Clinic, kondisi ini kemungkinan didasari oleh kondisi fisik, psikis, hingga faktor genetik sekalipun. Dilihat dari faktor-faktor tersebut, bruxomania lantas terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: Awake bruxism, kemungkinan terjadi saat seseorang tengah dilanda stres, cemas, marah, frustrasi, atau ketegangan. Bahkan, kondisi ini bisa saja muncul ketika seseorang sedang berkonsentrasi penuh. Sleep bruxism, kemungkinan dipicu oleh aktivitas alamiah dari gigi saat tertidur. Pada anak-anak, kebiasaan ini muncul ketika gigi mereka tumbuh untuk pertama kalinya hingga periode tumbuhnya gigi permanen. Kendati demikian, bruxomania idealnya berhenti ketika memasuki usia remaja.
Kondisi ini juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, antara lain:
Stres. Stres dan beberapa kondisi psikis lainnya seperti cemas, marah, hingga frustrasi acap kali membuat seseorang menggemeretak giginya.
Usia. Usia anak-anak lebih rentan untuk mengalami kondisi ini.
Kepribadian. Orang-orang dengan kepribadian agresif, kompetitif, dan hiperaktif sangat dimungkinkan untuk sering melakukan kebiasaan ini.
Terapi obat-obatan. Kondisi ini juga bisa menjadi efek samping dari penggunaan sejumlah jenis obat-obatan seperti antidepresan. Selain itu, merokok serta minum minuman beralkohol dan berkafein juga meningkatkan kemungkinan terjadinya masalah ini.
Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki kebiasaan ini kemungkinan memiliki anggota keluarga dengan kebiasaan yang sama.
Gangguan kesehatan. Menderita suatu gangguan kesehatan juga menjadi faktor risiko dari reaksi tubuh yang satu ini. Penyakit-penyakit yang dimaksud seperti Parkinson, demensia, GERD, epilepsi, sleep apnea, ADHD.
Menurut Aloe F. (2008) dalam tulisannya berjudul “Sleep bruxism treatment” dimuat di Journal Sleep Sci. Saat ini, tidak hanya satu jenis perawatan saja yang dapat mengurangi bruksisma, karena harus mempertimbangkan pula mekanisme fisiopatologisnya. Evaluasi perawatan bruksisma sangat sulit, karena berbagai alasan, variabilitas yang besar intensitas dan frekuensi bruksisma diantara dan antar individu, kondisi medis dan odontologis, serta gejala subjektif. Perawatan bruksisma membutuhkan kombinasi yaitu perawatan perilaku, perawatan gigi dan perawatan farmakologis.
Fenomena bruxism yang tercatat, yaitu kira-kira pada 600-200 BC, dan konsep ini dinyatakan oleh beberapa ahli. Fenomena bruxism telah mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, diduga sebanyak 45 juta orang memiliki tanda dan gejala dari bruxism sewaktu tidur, dan 20% penduduk mengalami bruxism sewaktu bangun. Prevalensi bruksisma berkisar antara 14-20% pada anak-anak, 5-8% pada orang dewasa dan menurun menjadi 3% pada orang berusia di atas 60 tahun. Tidak terdapat perbedaan predileksi jenis kelamin, artinya bruxism dapat dialami oleh baik laki-laki maupun perempuan. Umumnya penderita tidak memperhatikan kondisi bruxism ini. Biasanya anggota keluarga yang lebih memperhatikan dan memberitahukan keadaan tersebut karena merasa terganggu dengan suara yang dikeluarkan oleh penderita bruxism yang mengemeretakkan gigi- giginya.
Dilansir dari hasil penelitian Lobbezoo dan Naeije (2001) dalam tulisan berjudul “bruxism is mainly regulated centrally not peripherally” dimuat di Journal Oral Rehabil, menyatakan bahwa pengalaman stres dan faktor psikososial berperan penting pada penyebab bruxism. Menurut literatur berdasarkan laporan dan observasi klinik, adanya keausan gigi adalah satu cara untuk menilai bruxism dalam hubungannya dengan kecemasan dan stres. Bruxism pada orang dewasa, faktor psikologi dianggap berperan. Faktor tersebut adalah faktor kecemasan, ketegangan, dan stres; kemarahan yang terpendam, atau frustrasi; tipe kepribadian agresif, kompetitif, dan hiperaktif. Sedangkan menurut Mayo Clinic, kondisi ini kemungkinan didasari oleh kondisi fisik, psikis, hingga faktor genetik sekalipun. Dilihat dari faktor-faktor tersebut, bruxomania lantas terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: Awake bruxism, kemungkinan terjadi saat seseorang tengah dilanda stres, cemas, marah, frustrasi, atau ketegangan. Bahkan, kondisi ini bisa saja muncul ketika seseorang sedang berkonsentrasi penuh. Sleep bruxism, kemungkinan dipicu oleh aktivitas alamiah dari gigi saat tertidur. Pada anak-anak, kebiasaan ini muncul ketika gigi mereka tumbuh untuk pertama kalinya hingga periode tumbuhnya gigi permanen. Kendati demikian, bruxomania idealnya berhenti ketika memasuki usia remaja.
Kondisi ini juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, antara lain:
Stres. Stres dan beberapa kondisi psikis lainnya seperti cemas, marah, hingga frustrasi acap kali membuat seseorang menggemeretak giginya.
Usia. Usia anak-anak lebih rentan untuk mengalami kondisi ini.
Kepribadian. Orang-orang dengan kepribadian agresif, kompetitif, dan hiperaktif sangat dimungkinkan untuk sering melakukan kebiasaan ini.
Terapi obat-obatan. Kondisi ini juga bisa menjadi efek samping dari penggunaan sejumlah jenis obat-obatan seperti antidepresan. Selain itu, merokok serta minum minuman beralkohol dan berkafein juga meningkatkan kemungkinan terjadinya masalah ini.
Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki kebiasaan ini kemungkinan memiliki anggota keluarga dengan kebiasaan yang sama.
Gangguan kesehatan. Menderita suatu gangguan kesehatan juga menjadi faktor risiko dari reaksi tubuh yang satu ini. Penyakit-penyakit yang dimaksud seperti Parkinson, demensia, GERD, epilepsi, sleep apnea, ADHD.
Menurut Aloe F. (2008) dalam tulisannya berjudul “Sleep bruxism treatment” dimuat di Journal Sleep Sci. Saat ini, tidak hanya satu jenis perawatan saja yang dapat mengurangi bruksisma, karena harus mempertimbangkan pula mekanisme fisiopatologisnya. Evaluasi perawatan bruksisma sangat sulit, karena berbagai alasan, variabilitas yang besar intensitas dan frekuensi bruksisma diantara dan antar individu, kondisi medis dan odontologis, serta gejala subjektif. Perawatan bruksisma membutuhkan kombinasi yaitu perawatan perilaku, perawatan gigi dan perawatan farmakologis.
Kesimpulan
Setelah melakukan penelusuran fakta dari rujukan yang valid, referensi ilmu kesehatan dapat disimpulkan bahwa kondisi ketika seseorang menggemeretak, menggesek, atau mengerat giginya sendiri entah itu ke atas, bawah, samping kanan maupun kiri merupakan bruxism.Gangguan kesehatan ini harus segera dilakukan perawatan karena terkait dengan gejala fisik dan psikis. Sehingga, informasi yang beredar bahwa bruxism merupakan tanda bahwa seseorang memiliki khodam adalah informasi palsu yang tidak valid.
(GFD-2024-20248) [SALAH] Oreo Mengandung Babi dan Kutu Babi
Sumber: TwitterTanggal publish: 31/05/2024
Berita
“Kutu babi busuk Oreo”.
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @opposite6892 mengunggah video yang menarasikan bahwa Oreo mengandung babi, dan terdapat kutu babi ketika dilihat menggunakan mikroskp. Cuitan dan video yang diunggah pada 23 Mei tersebut telah disukai oleh 34 orang, dikutip dan dibagikan lebih dari 50 kali, serta telah dilihat hampir 5,000 kali.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut palsu. Di Indonesia, produk makanan yang beredar wajib melalui pemeriksaan akan kandungan dan kehalalannya, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
Terlebih lagi, ketika dilakukan pencarian produk Oreo di situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dari Kementerian Agama RI, terlihat bahwa 38 produk Oreo yang diproduksi PT. Mondelez Indonesia telah terbukti halal dan memiliki nomor sertifikat yang resmi.
Lebih lanjut, ketika dilakukan pencarian di Google dengan kata kunci “Oreo mengandung babi”, terlihat banyak artikel yang menampik narasi tersebut.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @opposite6892 merupakan konten palsu.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut palsu. Di Indonesia, produk makanan yang beredar wajib melalui pemeriksaan akan kandungan dan kehalalannya, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
Terlebih lagi, ketika dilakukan pencarian produk Oreo di situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dari Kementerian Agama RI, terlihat bahwa 38 produk Oreo yang diproduksi PT. Mondelez Indonesia telah terbukti halal dan memiliki nomor sertifikat yang resmi.
Lebih lanjut, ketika dilakukan pencarian di Google dengan kata kunci “Oreo mengandung babi”, terlihat banyak artikel yang menampik narasi tersebut.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @opposite6892 merupakan konten palsu.
Kesimpulan
Konten palsu. Tidak ditemukan bukti yang valid mengenai kandungan babi dan kutu babi di Oreo, serta Oreo di Indonesia telah tersertifikasi halal.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/05/31/salah-oreo-mengandung-babi-dan-kutu-babi/
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/161927/pp-no-39-tahun-2021
- https://bpjph.halal.go.id/search/sertifikat?nama_produk=oreo&nama_pelaku_usaha=mondelez&no_sertifikat=&page=1
- https://www.google.com/search?q=oreo+mengandung+babi&oq=oreo+mengandung+babi&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUqCQgAEEUYOxiABDIJCAAQRRg7GIAEMggIARBFGCcYOzIICAIQABgWGB4yCAgDEAAYFhgeMggIBBAAGBYYHjIICAUQABgWGB4yCAgGEAAYFhgeMgYIBxBFGDzSAQgyODk4ajBqN6gCCLACAQ&sourceid=chrome&ie=UTF-8
(GFD-2024-20249) [SALAH] Video Biksu Beribadah di Masjid
Sumber: TwitterTanggal publish: 31/05/2024
Berita
“Bismillah. Bukan begini maksud toleransinya, kan semua umat beragama yg berbeda agamanya sudah punya tempat ibadah nya masing2. Campur aduk begini, jadi meresahkan, astaghfirullahal adzim. Ada yg tau ini kejadian kapan dan di mesjid mana?”.
Hasil Cek Fakta
Penjelasan:
Akun Twitter @NinzExe07 mengunggah video yang menunjukkan beberapa biksu di masjid. Pada video tersebut tertulis narasi “Astaghfirullah, kok masjid pun di acak2 gini?” dan “Bukankah ini jelas2 tololansi?”. Pengguna Twitter itu juga menambahkan keterangan bahwa biksu yang beribadah di masjid ini mulai meresahkan, serta ia bertanya kepada netizen mengenai waktu dan lokasi masjid tersebut. Cuitan dan video yang diunggah pada 20 Mei 2024 tersebut telah disukai hampir 300 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 200 kali, serta telah dilihat lebih dari 22,000 kali.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Video serupa telah diunggah oleh media okezone.com di TikTok resminya. Pada kolom keterangan tertulis bahwa rombongan biksu tersebut merupakan Biksu Tudhong yang sedang beristirahat di masjid di tengah menjalankan tradisi berjalan kaki menjelang perayaan puncak Tri Suci Waisak. okezone.com juga menulis bahwa sebelum meninggalkan masjid, para Biksu Tudhong mengucapkan doa sebagai ungkapan terima kasih sebelum meninggalkan masjid.
Lebih lanjut, berita yang sama juga tertera di artikel Detik Jateng yang berjudul “Viral Biksu Thudong Istirahat di Masjid Bengkal Temanggung, Ini Kata Takmir”. Melansir dari artikel yang ditulis pada 20 Mei tersebut, rombongan Biksu Thudong beristirahat di Masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @NinzExe07 merupakan konten yang menyesatkan.
Akun Twitter @NinzExe07 mengunggah video yang menunjukkan beberapa biksu di masjid. Pada video tersebut tertulis narasi “Astaghfirullah, kok masjid pun di acak2 gini?” dan “Bukankah ini jelas2 tololansi?”. Pengguna Twitter itu juga menambahkan keterangan bahwa biksu yang beribadah di masjid ini mulai meresahkan, serta ia bertanya kepada netizen mengenai waktu dan lokasi masjid tersebut. Cuitan dan video yang diunggah pada 20 Mei 2024 tersebut telah disukai hampir 300 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 200 kali, serta telah dilihat lebih dari 22,000 kali.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Video serupa telah diunggah oleh media okezone.com di TikTok resminya. Pada kolom keterangan tertulis bahwa rombongan biksu tersebut merupakan Biksu Tudhong yang sedang beristirahat di masjid di tengah menjalankan tradisi berjalan kaki menjelang perayaan puncak Tri Suci Waisak. okezone.com juga menulis bahwa sebelum meninggalkan masjid, para Biksu Tudhong mengucapkan doa sebagai ungkapan terima kasih sebelum meninggalkan masjid.
Lebih lanjut, berita yang sama juga tertera di artikel Detik Jateng yang berjudul “Viral Biksu Thudong Istirahat di Masjid Bengkal Temanggung, Ini Kata Takmir”. Melansir dari artikel yang ditulis pada 20 Mei tersebut, rombongan Biksu Thudong beristirahat di Masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @NinzExe07 merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konten yang menyesatkan. Video tersebut menunjukkan para Biksu Tudhong yang diizinkan beristirahat di masjid daerah Temanggung saat melakukan perjalanan ke Candi Borobudur, bukan biksu yang dengan sengaja beribadah di masjid.
Rujukan
Halaman: 3488/7976




