• (GFD-2024-20346) [HOAKS] Video Demo Terkait Kasus Pegi Setiawan di Cirebon pada 1 Juni

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar konten yang memuat narasi soal unjuk rasa terkait kasus Pegi Setiawan di Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (1/6/2024).

    Pegi merupakan tersangka pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016. Ia ditangkap saat pulang dari tempat kerjanya sebagai buruh bangunan di Bandung, pada 21 Mei 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengenai unjuk rasa terkait kasus Pegi tidak benar.

    Sebagai konteks, penangkapan Pegi dinilai kontroversial karena rekan-rekannya mengungkapkan bahwa tersangka tidak ada di lokasi pembunuhan Vina dan Eki.

    Jenazah Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana alias Eki ditemukan di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada 27 Agustus 2016 malam.

    Rekan kerja Pegi, Suharsono mengatakan, temannya itu berada di Bandung, Jawa Barat, saat terjadi pembunuhan Vina.

    Suharsono merupakan rekan kerja sekaligus teman satu desa Pegi di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

    Rekan Pegi lainnya bernama Sandi Ibnu Zalil menegaskan, temannya tidak terlibat dalam pembunuhan Vina.

    Dia mengaku bersama Pegi, Robi Setiawan (adik Pegi), dan Suparman di Bandung saat kejadian. Mereka menginap di bedeng dekat rumah yang sedang mereka bangun.

    Narasi mengenai demo terkait kasus Pegi Setiawan di Cirebon, pada Sabtu (1/6/2024), dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Guys ada yg tau jawabannya? Saya bertanya2 dalam hati, Gini lho logika nya,, kenapa semua media gak publis demo Pegi hari ini?? Di TV juga di larang, di aplikasi2 TT juga selalu di banned,, ada yg live langsung gagal siaran, pasti udh tau lah ya jawaban nya ada orang yang mengatur sengaja banget gak di publikasikan, gak apa2 kwanku ada yg lagi demo di cirebon sekarang,, aku sruh video dan rekam terus.. Semoga kasus Vina ini terpecahkan...Up trus.....Kawanku mau live di t1kt0k, smpai di banned juga,, gak bisa2....Makin salut sama sila pancasila, sila ke 5....

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencermati video tersebut untuk menemukan petunjuk tentang lokasi dan waktu pengambilannya.

    Sebuah bangunan tinggi berwarna biru putih menjadi petunjuk yang mengindikasikan video itu diambil di sekitar Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

    Bangunan itu adalah Hotel MD7 yang beralamat di Jalan Siliwangi No 88, Kota Cirebon.

    Petunjuk lain diperoleh dari pakaian yang dikenakan oleh para demonstran, yakni jaket almamater perguruan tinggi.

    Berbekal petunjuk tersebut, Kompas.com melakukan penelusuran di Google dan berbagai platform media sosial dengan kata kunci "demo mahasiswa cirebon".

    Hasilnya, sebuah video yang memiliki kesamaan penanda lokasi ditemukan di TikTok. Video itu diunggah oleh akun ini pada 11 April 2022.

    Jika dicermati, video Facebook dan TikTok sama-sama memperlihatkan papan nama bertuliskan "Kimia Farma" dan "Klinik".

    Video di Facebook dan TikTok dipastikan berasal dari tahun 2022, karena papan nama "Klinik" terakhir kali terlihat di dokumentasi Google Street View pada Maret 2022.

    Sedangkan di dokumentasi Google Street View pada Maret dan November 2023, papan nama "Klinik" sudah tidak terlihat lagi.

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, Kompas.com menemukan pemberitaan tentang demo mahasiswa di sekitar Gedung DPRD Kota Cirebon pada 11 April 2022.

    Gedung tersebut beralamat di Jalan Siliwangi No 109, Kota Cirebon.

    Dilansir Liputan6.com, sedikitnya 500 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Cirebon menggelar unjuk rasa pada 11 April 2022 dengan sejumlah tuntutan. 

    Pengunjuk rasa menuntut harga BBM tidak naik, mendesak DPRD Kota Cirebon untuk menolak penundaan pemilu, serta menolak perpanjangan periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode.

    Mereka mendesak masuk ke Gedung DPRD Kota Cirebon, tetapi dihalau oleh aparat kepolisian sehingga aksi saling dorong tak terhindarkan. Beberapa pengunjuk rasa terluka akibat insiden tersebut.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai demo terkait Pegi Setiawan di Cirebon, pada Sabtu (1/6/2024), merupakan hoaks.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang dibagikan merupakan unjuk rasa mahasiswa di Cirebon pada 11 April 2022, dan tidak terkait kasus Pegi Setiawan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20347) [HOAKS] Komedian Sule Meninggal karena Kecelakaan

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar konten di media sosial yang mencatut nama komedian Sule atau Entis Sutisna.

    Beberapa akun Facebook membagikan tautan artikel dengan judul menyebut Sule meninggal akibat kecelakaan.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut hoaks. Konten itu memuat judul yang sensasional untuk menarik pembaca atau clickbait.

    Narasi bahwa Sule meninggal karena kecelakaan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan tautan artikel pada Mei 2024 dengan judul: Kabar Duka Cita Innalilahi...!! Akang Sulle Meninggal Dunia, Akibat Kecel4kaan M4ut.

    Kemudian, terdapat gambar mobil dengan pelat nomor F 118 GR yang terlihat ringsek.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan foto serupa yang memperlihatkan mobil berpelat nomor F 118 GR di laman JPNN ini.

    Mobil itu mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi KM 31 arah Jakarta-Bogor, pada 18 April 2015.

    Lima mahasiwa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menumpangi mobil tersebut mengalami luka parah.

    Sementara, setelah tautan dibuka, isi artikel hanya membahas soal kecelakaan di Jalan R Soekamto, Kota Palembang, pada 2016.

    Artikel tersebut identik dengan pemberitaan di laman Sindonews ini.

    Namun, nama korban diganti menjadi Suswantile atau Sule Wantile (20). Padahal, nama asli korban, yaitu Yuni Sarah (20).

    Warga Kompleks Bumi Sako Damai, RT 99/03, Kecamatan Sako, Palembang itu tewas setelah motor yang ia kendarai menabrak truk tangki.

    Selain itu, Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi valid soal Sule meninggal dunia dalam kecelakaan.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa Sule meninggal karena kecelakaan adalah hoaks. Faktanya, foto mobil yang ringsek adalah kendaraan lima mahasiwa IPB. 

    Mereka mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi KM 31 arah Jakarta-Bogor, pada 18 April 2015.

    Sementara, isi artikel hanya membahas soal kecelakaan di Jalan R Soekamto, Kota Palembang pada 2016 yang menewaskan seorang pengendara motor bernama Yuni Sarah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20380) [SALAH] “PERNIKAHAN SEJENIS DI WONOSOBO”

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita

    Beredar sebuah video yang memperlihatkan situasi menjelang ijab kabul, beserta sosok dua orang pria yang mengenakan jas hitam dan juga narasi “PERNIKAHAN SEJENIS DI WONOSOBO”. video tersebut diketahui diunggah oleh akun Instagram @tariborju pada 16 Mei 2024. Sampai dengan artikel ini dibuat, video unggahan @tariborju telah disukai sebanyak 3586 kali dan mendapat 1578 komentar dari pengguna Instagram lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa unggahan @tariborju tidak sesuai fakta. Melansir dari akun Instagram @Kemenag_Wonosobo, ditegaskan bahwa informasi adanya pernikahan sesama jenis di Wonosobo adalah TIDAK BENAR. Dua sosok pria yang terdapat di video tersebut merupakan bagian dari dua pasangan yang akan dinikahkan dengan masing-masing mempelai wanitanya.

    “Sahabat Religi, jagat sosial media baik instagram atau tiktok dan facebook tengah ramai beredar konten video yang menarasikan PERNIKAHAN SESAMA JENIS DI KABUPATEN WONOSOBO.
    Atas video tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo memastikan bahwa konten tersebut adalah konten TIDAK BENAR, atau Hoax.
    Sahabat Religi yukkk bijak bersosial media.” tegas Kemenag Wonosobo pada laman Instagramnya.

    Sementara itu melansir dari akun YouTube Kemenag Jateng, Penghulu KUA Kecamatan Mojotengah, Ahmad Soleh selaku yang turut menghadiri acara pernikahan tersebut menyatakan jika TIDAK BENAR telah terjadi pernikahan sejenis di Wonosobo. Soleh menuturkan jika dirinya sudah melaksanakan tugas sebagai penghulu dalam pernikahan sesuai dengan amanat Undang-undang yang berlaku.

    “Jadi, pelaksanaan akad nikah yang dilakukan adalah benar-benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan benar-benar sesuai dengan rukun dan syarat yang telah ditetapkan, yaitu adanya calon mempelai laki-laki, calon mempelai perempuan, kemudian itu dilakukan dua kali, karena kakak beradik,” ujar Soleh.

    Berdasar seluruh referensi, video unggahan oleh akun @tariborju perihal adanya pernikahan sesama jenis di Wonosobo adalah TIDAK BENAR dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Informasi tersebut TIDAK BENAR. Dua sosok pria yang berpakaian pengantin tersebut merupakan bagian dari dua pasangan yang akan dinikahkan dengan kedua mempelai wanita, hal tersebut telah diklarifikasi oleh Kemenag Wonosobo melalui akun media sosialnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21727) [SALAH] Merokok Dapat Menjadikan Luka Operasi pada Khitan Lebih Cepat Kering

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita

    Kata orang dulu kalau habis sunat disuruh merokok biar cepet kering apakah betul? vidio 4 hari yang lalu

    Hasil Cek Fakta

    Merokok setelah operasi khitan tidak dianjurkan secara medis karena dapat menghambat proses penyembuhan luka jahit. Nikotin yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasoconstriction), yang mengurangi aliran darah ke area luka. Ini berarti pasokan nutrisi dan oksigen ke jaringan yang rusak berkurang, yang dapat menghambat proses penyembuhan.

    Selain itu, zat-zat berbahaya dalam asap rokok, seperti karbon monoksida, juga dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, yang sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan yang efektif. Ini dapat menyebabkan penundaan dalam penyembuhan luka, termasuk luka operasi pada khitan.

    Dikutip dari situs Klik Dokter, terdapat empat fase penyembuhan luka, yaitu fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Sepanjang fase penyembuhan luka tersebut, baik akibat sayatan operasi maupun tidak, kebutuhan oksigen dan kelancaran aliran darah di tempat luka sangat penting. Proses itu dibutuhkan sebagai “bahan bakar” untuk penyembuhan luka.
    Sehingga, kecukupan oksigen dan aliran darah yang lancar menjadi salah satu faktor penting dalam kecepatan penyembuhan luka operasi.

    Dengan demikian, klaim bahwa merokok dapat menjadikan luka operasi khitan maupun operasi yang lain lebih cepat kering, tidak benar.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Vinanda (Relawan Mafindo)

    Faktanya, merokok telah terbukti mengganggu proses penyembuhan luka. Nikotin dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasoconstriction), yang dapat mengurangi aliran darah ke area luka. Ini berarti pasokan nutrisi dan oksigen ke jaringan yang rusak berkurang, sehingga dapat menghambat proses penyembuhan. Selengkapnya di bagian penjelasan.

    Rujukan