(GFD-2021-7742) [SALAH] “Putin: Memaafkan Teroris Itu Urusan Tuhan, tetapi Mengirim Mereka ke Tuhan Terserah Saya”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 25/10/2021
Berita
“Putin: Memaafkan Teroris itu Urusan Tuhan, tetapi Mengirim Mereka ke Tuhan Terserah Saya”
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook Eddisantoso berupa sebuah tangkapan layar sebuah artikel dengan judul “Putin: Memaafkan Teroris Itu Urusan Tuhan, tetapi Mengirim Mereka ke Tuhan Terserah Saya”. Postingan tersebut disukai 150 kali dan dikomentari 16 kali.
Berdasarkan penelurusan, terdapat artikel dari kompas.com dengan judul headline yang sama dan dipublikasikan pada 18 November 2015 yang menjelaskan bahwa pernyataan tersebut berawal dari pembawa acara Russia Today, Remi Maalouf memposting di Twitter mengenai Putin pada 13 November 2015 lalu namun pada akhir artikel tersebut memberikan sebuah update bahwa pernyataan Putin tersebut adalah palsu dan mengarahkan ke artikel Kompas.com lainnya yang berjudul “Pernyataan Putin soal Mengirimkan Teroris ke Tuhan Ternyata Palsu” yang dipublikasikan pada 19 November 2015. Artikel tersebut menjelaskan bahwa Remi Maalouf meminta maaf melalui akun Twitter pribadinya atas pencatutan nama Putin dalam pernyataan tersebut yang ia kutip dari sebuah postingan di Facebook yang ternyata pernyataan palsu dan ia tidak mengonfirmasikan pernyataan tersebut sebelumnya.
Melihat dari penjelasan tersebut, kutipan tentang terorisme dari Putin adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan penelurusan, terdapat artikel dari kompas.com dengan judul headline yang sama dan dipublikasikan pada 18 November 2015 yang menjelaskan bahwa pernyataan tersebut berawal dari pembawa acara Russia Today, Remi Maalouf memposting di Twitter mengenai Putin pada 13 November 2015 lalu namun pada akhir artikel tersebut memberikan sebuah update bahwa pernyataan Putin tersebut adalah palsu dan mengarahkan ke artikel Kompas.com lainnya yang berjudul “Pernyataan Putin soal Mengirimkan Teroris ke Tuhan Ternyata Palsu” yang dipublikasikan pada 19 November 2015. Artikel tersebut menjelaskan bahwa Remi Maalouf meminta maaf melalui akun Twitter pribadinya atas pencatutan nama Putin dalam pernyataan tersebut yang ia kutip dari sebuah postingan di Facebook yang ternyata pernyataan palsu dan ia tidak mengonfirmasikan pernyataan tersebut sebelumnya.
Melihat dari penjelasan tersebut, kutipan tentang terorisme dari Putin adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Faktanya, Putin tidak pernah menyatakan pernyataan tersebut dan merupakan pernyataan palsu, foto tersebut diambil dari kompas.com tetapi sudah diklarifikasi dengan artikel lainnya.
Informasi yang salah. Faktanya, Putin tidak pernah menyatakan pernyataan tersebut dan merupakan pernyataan palsu, foto tersebut diambil dari kompas.com tetapi sudah diklarifikasi dengan artikel lainnya.
Rujukan
- https://internasional.kompas.com/read/2015/11/18/18472391/Putin.Memaafkan.Teroris.Itu.Urusan.Tuhan.tetapi.Mengirim.Mereka.ke.Tuhan.Terserah.Saya
- https://internasional.kompas.com/read/2015/11/19/16480061/Pernyataan.Putin.soal.Mengirimkan.Teroris.ke.Tuhan.Ternyata.Palsu
- https://www.snopes.com/fact-check/putin-forgive-terrorists-quote/
(GFD-2021-7743) [SALAH] Akun Peringatan Pemblokiran oleh Facebook
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 25/10/2021
Berita
“PERINGATAN UNTUK ANDA
M – UTUSAN RESMI FACEBOOK
Dengan Adanya Laporan Dari Pengguna Lain bahwa:
Facebook Anda Memiliki Konten Yang Tidak Pantas Atau Berkata Kasar
Dan Aktivitas Anda Tidak Mengikuti Standar Komunitas Facebook.
Apabila Anda Merasa Tuduhan Ini Adalah Salah Dan Tidak Benar.
Silahkan Konfirmasi Facebook Anda Untuk Melakukan Pembatalan
Pemblokiran Dan Untuk Menunjukan Bahwa Anda Benar Benar Pemilik
Asli Facebook Tersebut :
Cara / Langkah Untuk Membatalkan Pemblokiran Facebook Anda,
Silahkan Klik Tautan Di Bawah ini Dan Lengkapi Data Data Anda
Dengan Benar.
tautan ini: https://layananfacebook2021[dot]weebly.com/
Apabila Tidak Membatalkan Pemblokiran, Facebook Anda Akan Di Non
Aktifkan Tanpa Pemberitahuan Lagi.
Terima kasih.”
M – UTUSAN RESMI FACEBOOK
Dengan Adanya Laporan Dari Pengguna Lain bahwa:
Facebook Anda Memiliki Konten Yang Tidak Pantas Atau Berkata Kasar
Dan Aktivitas Anda Tidak Mengikuti Standar Komunitas Facebook.
Apabila Anda Merasa Tuduhan Ini Adalah Salah Dan Tidak Benar.
Silahkan Konfirmasi Facebook Anda Untuk Melakukan Pembatalan
Pemblokiran Dan Untuk Menunjukan Bahwa Anda Benar Benar Pemilik
Asli Facebook Tersebut :
Cara / Langkah Untuk Membatalkan Pemblokiran Facebook Anda,
Silahkan Klik Tautan Di Bawah ini Dan Lengkapi Data Data Anda
Dengan Benar.
tautan ini: https://layananfacebook2021[dot]weebly.com/
Apabila Tidak Membatalkan Pemblokiran, Facebook Anda Akan Di Non
Aktifkan Tanpa Pemberitahuan Lagi.
Terima kasih.”
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai dari akun Facebook Peringatan Pemblokiran yang berisikan klaim bahwa akun-akun Facebook yang dikirimkan pesan oleh akun tersebut telah diblokir karena adanya laporan dan meminta untuk mengakses sebuah link untuk membatalkan pemblokiran tersebut.
Pesan berantai ini sudah beredar sejak bulan Februari dan dibahas oleh turnbackhoax.id dengan narasi yang serupa. Setelah ditelusuri link yang ada pada pesan berantai tersebut menuju ke sebuah website yang dibuat dengan layanan weebly.com berisikan halaman yang mirip dengan halaman login Facebook. Hal ini merupakan teknik Phishing yang menggunakan link atau halaman palsu untuk mendapatkan informasi pribadi dari pengguna. Pada halaman Pusat Bantuan Facebook menjelaskan bahwa cara untuk mengetahui jika akun Facebook pribadi dinonaktifkan, ketika melakukan login akan ada pesan dari Facebook tentang penonaktifan akun tersebut. Facebook juga dapat menonaktifkan akun Facebook jika akun tersebut melakukan pelanggaran keras tanpa peringatan dan tidak dapat dipulihkan. Facebook memiliki form tersendiri untuk meminta peninjauan jika penonaktifan tersebut keliru dengan memasukkan beberapa data seperti nomor telepon atau alamat email, nama lengkap, dan foto KTP.
Melihat dari penjelasan tersebut, pesan berantai pemblokiran dari akun Peringatan Pemblokiran dari Facebook adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Pesan berantai ini sudah beredar sejak bulan Februari dan dibahas oleh turnbackhoax.id dengan narasi yang serupa. Setelah ditelusuri link yang ada pada pesan berantai tersebut menuju ke sebuah website yang dibuat dengan layanan weebly.com berisikan halaman yang mirip dengan halaman login Facebook. Hal ini merupakan teknik Phishing yang menggunakan link atau halaman palsu untuk mendapatkan informasi pribadi dari pengguna. Pada halaman Pusat Bantuan Facebook menjelaskan bahwa cara untuk mengetahui jika akun Facebook pribadi dinonaktifkan, ketika melakukan login akan ada pesan dari Facebook tentang penonaktifan akun tersebut. Facebook juga dapat menonaktifkan akun Facebook jika akun tersebut melakukan pelanggaran keras tanpa peringatan dan tidak dapat dipulihkan. Facebook memiliki form tersendiri untuk meminta peninjauan jika penonaktifan tersebut keliru dengan memasukkan beberapa data seperti nomor telepon atau alamat email, nama lengkap, dan foto KTP.
Melihat dari penjelasan tersebut, pesan berantai pemblokiran dari akun Peringatan Pemblokiran dari Facebook adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Akun palsu dengan pesan berantai yang berulang, tidak ada akun peringatan pemblokiran dari Facebook. Faktanya, Facebook akan memberikan pesan yang berisikan informasi bahwa akun Facebook pengguna telah dinonaktifkan saat pengguna akan mencoba melakukan login.
Akun palsu dengan pesan berantai yang berulang, tidak ada akun peringatan pemblokiran dari Facebook. Faktanya, Facebook akan memberikan pesan yang berisikan informasi bahwa akun Facebook pengguna telah dinonaktifkan saat pengguna akan mencoba melakukan login.
Rujukan
(GFD-2021-8791) Keliru, Klaim Bahasa Cina Jadi Kurikulum Pendidikan di Halmahera Selatan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 25/10/2021
Berita
Pesan berantai yang berisikan tautan video dengan klaim bahwa bahasa Cina sudah masuk kurikulum sekolah di Halmahera Selatan, Maluku Utara beredar di aplikasi pengiriman pesan. Pesan tersebut juga diikuti narasi:
“MIRIS ... !!!¸ BUKAN HOAX, Hari ini Kerja di Negeri Sendiri Wajib Pakai Bahasa China ÷Hersubeno Arief÷. Bahasa China Sudah Masuk Kurikulum Sekolah di Halmahera Selatan ... Untuk Memenuhi Syarat Masuk Kerja. Hanya Untuk Menjadi Buruh di Perusahaan-Perusahaan China, Kedaulatan Bangsa Kita Digadaikan, Harus Belajar dan Bisa Bahasa China. Seharusnya, Mereka Pendatang itu Yang Belajar Bahasa Indonesia ... !¸Ataukah Memang Kita, Bangsa Indonesia Secara Perlahan Tapi Pasti Akan Jadi Koloni China, Jajahan China .. ? Pengamat : SEBENTAR LAGI, CHINA AKAN KUASAI INDONESIA”.
Benarkan bahasa Cina sudah masuk menjadi kurikulum sekolah di Halmahera Selatan, Maluku Utara?
Tangkapan layar potongan vidoe yang mengklaim bahas aCina masuk kurikulum lokal Maluku Utara.
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri terkait informasi tersebut pada beberapa media lokal di Maluku Utara. Hasilnya diketahui, informasi tersebut merupakan informasi yang muncul di media pada 14 Juli 2021. Informasi ini kembali viral setelah sebuah pesan berantai yang berisikan video yang mengklaim bahasa china sudah masuk kurikulum sekolah di Halmahera Selatan, Maluku Utara beredar di aplikasi pengiriman pesan.
Video tersebut merupakan video konten youtube yang diunggah akun redaksi islam pada 06 Oktober 2021. Akun ini menuliskan narasi “MIRIS.! Bukan Hoax Hari ini Kerja DiNegeri Sendiri Wajib Pake Bahasa China.? | Hersubeno Arief…”. Sejak diunggah video tersebut sudah ditonton 26 ribu kali.
Dikutip dari koran harian Malut Post edisi Rabu 14 Juli 2021, wacana memasukan bahasa cina dalam kurikulum sekolah mula-mula bergulir saat Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Safiun Radjulan, melakukan paparan konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diselenggarakan Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan dan Halmahera Selatan, Selasa 13 Juli 2021.Pada paparannya, Safiun mengatakan, memasukan bahasa cina menjadi kurikulum sekolah bertujuan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja lokal yang mampu menguasai bahasa asing. Kurikulum bahasa cina ini nantinya akan menggantikan kurikulum bahasa Inggris.
Dilansir dari beritadetik.id, memasukan bahasa cina menjadi kurikulum sekolah ungkap, Safiun Radjulan, juga sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang berkualitas. Sebab bahasa Mandarin bagi calon pekerja di setiap perusahaan pertambangan masih menjadi kendala bagi putra daerah, karena itu Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan akan memasukkan Bahasa Cina atau Mandarin di sekolah di Halmahera Selatan.
Sementara itu, seperti dikutip penamalut, Safiun Radjulan sendiri membantah kebijakan memasukan bahasa cina menjadi kurikulum di sekolah sudah diterapkan. Di hadapan Komisi 1 DPRD Halmahera Selatan, Safiun mengatakan rencana menjadikan bahasa cina menjadi kurikulum sekolah baru sebatas gagasan yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Sebelumnya isu serupa sempat pula menyeret mantan Menteri Agama Fachrul Razi pada Januari 2020. Saat itu, Ia dikabarkan meminta agar bahasa Mandarin menjadi salah satu syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah (MA).
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, klaim bahasa china sudah masuk kurikulum sekolah di Halmahera Selatan, keliru. Di hadapan komisi 1 DPRD Halmahera Selatan, Kepala Dinas Pendidikan, Safiun Radjulan mengatakan wacana memasukan bahasa cina dalam kurikulum di sekolah baru sebatas gagasan. Wacana ini disampaikan pada paparan konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Halmahera Selatan.
TIM CEKFAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=EE1TE9Z3DMo
- https://beritadetik.id/2021/07/14/ganti-bahasa-inggris-bahasa-cina-segera-masuk-kurikulum-lokal/
- https://penamalut.com/2021/07/14/kadikbud-halsel-bantah-soal-bahasa-cina-masuk-kurikulum/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/551/fakta-atau-hoaks-benarkah-menag-minta-bahasa-mandarin-jadi-syarat-lulus-madrasah-aliyah
(GFD-2021-8792) Keliru, Model Omar Borkan Al Gala Dideportasi dari Arab Saudi
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 25/10/2021
Berita
Sebuah informasi di instagram menyebut tentang seorang pria bernama Omar Borkan Al Gala. Pria ini dikabarkan diusir oleh negaranya, Arab Saudi karena terlalu tampan.
Informasi itu diunggah pada 18 Oktober 2021 dengan menyertakan foto Omar dan teks bertuliskan: “Pria bernama Omar Borkan Al Gala ini diusir dari negaranya di Arab Saudi karena dianggap terlalu tampan oleh pemerintah dan melihatnya ketampanannya bisa membuat wanita patah hati. Saat ini ia tinggal di Kanada.”
Unggahan ini telah disukai 14.282 kali oleh warganet.
Tangkapan layar unggahan di Instagram yang berisi klaim model Omar Borkan Al Gala dideportasi dari Arab Saudi
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak pernah mendeportasi model dan aktor asal Dubai ini. Saat itu, Omar hanya diminta meninggalkan acara Jenadrivah Heritage & Culture Festival oleh polisi agama setempat.
Cerita tentang pendeportasian Omar sempat menjadi viral setelah sebuah media melaporkan pada April 2013, bahwa dia dan dua temannya diusir dari Arab Saudi karena terlalu tampan. Pejabat di festival tersebut takut wanita di sana bisa jatuh cinta mendadak pada mereka.
Dikutip dari Huffpost dari wawancara eksklusif dengan media Metro pada 2015, Omar mengungkapkan bahwa dia dan teman-temannya berada di festival di Riyadh ketika beberapa gadis mengenalinya. Saat mereka berkumpul untuk tanda tangan dan foto, kerumunan bertambah dan membuat polisi agama tidak menyukainya.
"Mereka datang dan meminta saya dengan sopan untuk meninggalkan festival," kata dia.
Komisi Arab Saudi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan memberlakukan aturan ketat yang membatasi interaksi antara pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan keluarga. Jadi Omar tidak pernah diminta untuk meninggalkan negara itu — hanya festival.
Omar, yang berasal dari Dubai kemudian pindah ke Vancouver bersama orang tua dan tiga saudara laki-lakinya.
Latin Times pada 2 Juli 2013 juga mempublikasikan dengan mengutip pernyataan Omar dalam majalah Quién. Menurutnya, rumor bahwa dia telah dideportasi dari Arab Saudi bersama dengan dua pria lain karena "terlalu tampan" sebenarnya salah.
"Sungguh, saya hanya berjalan-jalan dan saya berakhir di tempat yang salah pada waktu yang salah," kata Omar kepada majalah itu.
Versi lain, dari sumber berbahasa Arab Al-Quds.com, Omar memang telah menyebabkan ketidaknyamanan karena "menari secara tidak pantas" di sebuah acara keluarga. Setelah itu dia dibawa oleh anggota garda nasional UEA, diinterogasi dan dibebaskan. Tapi dia tidak pernah diminta untuk pergi.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa seorang pria bernama Omar Borkan Al Gala diusir dari negaranya, Arab Saudi karena terlalu tampan, adalah keliru.
Pertama, Omar Borkan bukan warga negara Arab Saudi, melainkan berasal dari Dubai. Kedua, dia tidak pernah dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi karena wajahnya. Pada April 2013, ia diminta meninggalkan sebuah festival budaya di Riyadh, saat ia menghadiri acara tersebut.
Ada dua versi mengapa dia diminta meninggalkan festival. Pertama karena kedatangannya menyebabkan para perempuan berkerumun untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Kedua, karena dia menari tidak pantas di sebuah acara keluarga.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
Halaman: 6412/7979



