(GFD-2021-8794) Keliru, Raja Arab Minta Jokowi Pecat Menteri Agama Yaqut
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/10/2021
Berita
Sebuah akun di Twitter membagikan tangkapan layar sebuah kanal Youtube berjudul “Raja Arab Minta Jokowi Pecat Yaqut, kalo menagnya masih dia, kita stop haji” beredar di Twitter pada 25 Oktober 2021. Tangkapan layar itu menyebar usai pernyataan kontroversial Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama adalah hadiah untuk Nahdlatul Ulama.
Tangkapan layar dari akun Youtube Menembus Batas itu memuat empat foto yakni Raja Salman, Karni Ilyas, Presiden Joko Widodo dan Menag Yaqut dengan logo TVOne. Gambar ini disandingkan dengan foto tangkapan layar berita dari Republika berjudul Menag: Kemenag Hadiah Negara untuk NU, Bukan Umat Islam.
“Biar semua tenang dan nyaman segera #PecatYaqut,” tulis akun Twitter tersebut.
Benarkah Raja Arab meminta Jokowi memecat Menag Yaqut ?
Tangkapan layar unggahan dengan klaim Raja Arab minta Jokowi pecat Menteri Agama Yaqut
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Tempo menunjukkan, tidak pernah ada pernyataan dari Raja Salman yang meminta Presiden Jokowi memecat Menteri Agama Yaqut.
Untuk menelusuri tangkapan layar itu, Tempo mencari video di kanal Youtube Menembus Batas. Tapi Tempo tidak menemukan lagi video berjudul “Raja Arab Minta Jokowi Pecat Yaqut, kalo menagnya masih dia, kita stop haji” di kanal tersebut. Tempo kemudian menemukan beberapa video dengan judul dan thumbnail yang identik, pernah diunggah di beberapa kanal Youtube lainnya.
Salah satunya dimuat oleh kanal Gajah Mada TV pada 11 Juni 2021. Namun dalam video berdurasi 9:12 menit tersebut, tidak satupun memuat pernyataan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang meminta Presiden Jokowi memecat Menag Yaqut.
Video tersebut berisi gabungan berbagai video terkait kebijakan Kementerian Agama RI membatalkan penyelenggaraan Ibadah Haji di awal Juni 2021. Pembatalan penyelenggaraan Haji itu dituding karena dana haji jamaah Indonesia telah digunakan untuk proyek infrastruktur.
Selain itu, isi video tersebut menghubungkan pembatalan ibadah Haji 2021 dengan naiknya harta kekayaan Menag Yaqut sebesar Rp 10 miliar sejak menjabat sebagai Menteri Agama RI.
Tempo juga tidak menemukan pemberitaan, baik di media nasional maupun media asing mengenai permintaan Raja Arab agar Presiden Jokowi memecat Menteri Agama Yaqut.
Video berisi informasi yang keliru itu sendiri telah menyebar di media sosial sejak Juni 2021, setelah Kementerian Agama memutuskan tidak menyelenggarakan ibadah Haji tahun ini.
Alasan Pembatalan Haji 2021
Pembatalan Ibadah Haji 2021 diputuskan melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 Tentang Pembatalan Keberangkatan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H / 2021 M.
Di dalam SK Menag tersebut, dijelaskan, pembatalan ibadah haji tersebut sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dalam skala lokal dan global. Pemerintah Arab Saudi saat itu juga belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji.
Selain itu, Pemerintah Arab Saudi saat itu belum juga membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 2021. Padahal Pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pelayanan bagi calon jemaah.
Pada pertengahan 2021, otoritas penerbangan Arab Saudi diketahui baru memberikan izin masuk untuk 11 negara, yaitu Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swis.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim Raja Arab Minta Jokowi Pecat Menteri Agama Yaqut adalah keliru. Tidak pernah ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Video yang beredar dengan judul tersebut tidak memuat fakta yang berisi pernyataan Raja Salman. Video tersebut berisi sejumlah opini yang mengaitkan pembatalan ibadah haji 2021 dengan naiknya kekayaan Menag Yaqut atau dana haji yang dipakai untuk proyek infrastruktur.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://twitter.com/leo_agustaf/status/1452495002148368386/photo/1
- https://www.youtube.com/watch?v=j8v8y_iKyQ0
- https://nasional.tempo.co/read/1468763/6-fakta-pembatalan-haji-2021-dari-alasan-sampai-nasib-dana-jemaah/full&view=ok
- https://kemenag.go.id/archive/keputusan-menteri-agama-nomor-660-tahun-2021-tentang-pembatalan-keberangkatan-haji-pada-penyelenggaraan-ibadah-haji-tahun-1442-h---2021-m
(GFD-2021-7744) [SALAH] Ada Korban Meninggal di Kecelakaan Uji Coba LRT Jabodebek
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 26/10/2021
Berita
Narasi postingan:
“baru Uji Coba uda kecelakaan…😥😥😥”
Narasi pada tangkapan layar:
“yang meninggal :
Masinis 1 org
Instruktur/Penyelia 1 Org
Balai Uji Sertifikasi 1 Org
Semuanya berada di kabin
Turut berduka untuk kecelakaan uji coba
LRT Jabodebek”
“baru Uji Coba uda kecelakaan…😥😥😥”
Narasi pada tangkapan layar:
“yang meninggal :
Masinis 1 org
Instruktur/Penyelia 1 Org
Balai Uji Sertifikasi 1 Org
Semuanya berada di kabin
Turut berduka untuk kecelakaan uji coba
LRT Jabodebek”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Balqis Yamanie memposting tangkapan layar yang menyatakan bahwa ada seorang masinis, seorang instruktur/penyelia, seorang dari balai uji sertifikasi, dan semua yang berada di kabin meninggal di kecelakaan uji coba LRT Jabodebek. Menyertai postingan tangkapan layar tersebut, akun Balqis menuliskan narasi “baru Uji Coba uda kecelakaan…???.”
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut keliru. Diketahui melalui akun Instagram terverifikasi PT Inka (@pt_inka) bahwa tidak ada korban meninggal di uji coba LRT Jabodebek yang terjadi pada Senin 25 Oktober 2021.
“Kronologi kejadian tersebut terdapat satu rangkaian kereta akan langsir menumbuk rangkaian yang sedang stabling. Kereta dalam kondisi tidak berpenumpang. Dalam peristiwa ini terdapat satu korban luka ringan yaitu masinis PT INKA dan saat ini masih dirawat di RS,” tulis akun @pt_inka.
Dilansir dari kompas.com, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, indikasi awal terjadinya kejadian tersebut akibat masinis kereta yang terlalu cepat saat melakukan proses langsir.
“Indikasi awal ini masinis pada saat langsir terlalu cepat,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin. Adapun, langsir merupakan proses pergerakan rangkaian kereta, khususnya gerbong dan lokomotif, untuk berpindah jalur rel.
Adapun, langsir merupakan proses pergerakan rangkaian kereta, khususnya gerbong dan lokomotif, untuk berpindah jalur rel.
Menurut Budi, kejadian terjadi dalam proses pengujian LRT. Ia mengatakan, proses uji coba LRT sudah hampir selesai. “Ini memang proses pengujian kereta api yang memang sekarang sudah hampir selesai sebetulnya, hampir selesai untuk pengujian,” ucap dia.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim ada orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Konten Palsu.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut keliru. Diketahui melalui akun Instagram terverifikasi PT Inka (@pt_inka) bahwa tidak ada korban meninggal di uji coba LRT Jabodebek yang terjadi pada Senin 25 Oktober 2021.
“Kronologi kejadian tersebut terdapat satu rangkaian kereta akan langsir menumbuk rangkaian yang sedang stabling. Kereta dalam kondisi tidak berpenumpang. Dalam peristiwa ini terdapat satu korban luka ringan yaitu masinis PT INKA dan saat ini masih dirawat di RS,” tulis akun @pt_inka.
Dilansir dari kompas.com, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, indikasi awal terjadinya kejadian tersebut akibat masinis kereta yang terlalu cepat saat melakukan proses langsir.
“Indikasi awal ini masinis pada saat langsir terlalu cepat,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin. Adapun, langsir merupakan proses pergerakan rangkaian kereta, khususnya gerbong dan lokomotif, untuk berpindah jalur rel.
Adapun, langsir merupakan proses pergerakan rangkaian kereta, khususnya gerbong dan lokomotif, untuk berpindah jalur rel.
Menurut Budi, kejadian terjadi dalam proses pengujian LRT. Ia mengatakan, proses uji coba LRT sudah hampir selesai. “Ini memang proses pengujian kereta api yang memang sekarang sudah hampir selesai sebetulnya, hampir selesai untuk pengujian,” ucap dia.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim ada orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Konten Palsu.
Kesimpulan
Tidak ada korban meninggal di kecelakaan uji coba LRT Jabodebek. Hal tersebut sudah dipastikan oleh Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa. “Masinisnya alhamdulillah tidak apa-apa, ya luka ringan, dan ke rumah sakit masih sadar,” ucapnya yang dilansir dari kompas.com (25/10).
Rujukan
(GFD-2021-7745) [SALAH] Marak Penculikan Anak, Pelaku adalah Warga Negara Malaysia
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 26/10/2021
Berita
“Jaga bae” ngoni pe anak” skrg bnyk lg terjadi penculik anak dimana” 🙏
Hasil Cek Fakta
Beredar di Media sosial Facebook sebuah informasi berisi peringatan kepada masyarakat Indonesia agar waspada, pasalnya tengah marak penculikan anak yang pelakunya diklaim merupakan warga asal negara Malaysia.
Setelah dilakukan penelusuran, rupanya informasi mengenai penculikan anak yang dilakukan oleh terduga warga Negara Malaysia tersebut adalah hoax yang telah beredar sejak beberapa tahun silam, sebagaimana hasil wawancara dengan pihak Kepolisian melalui situs jatimnow.com.
Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamira bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoax. Masyarakat juga diminta agar tidak mudah percaya begitu saja pada berita yang disebarkan melalui media sosial.
Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait penculikan anak tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Setelah dilakukan penelusuran, rupanya informasi mengenai penculikan anak yang dilakukan oleh terduga warga Negara Malaysia tersebut adalah hoax yang telah beredar sejak beberapa tahun silam, sebagaimana hasil wawancara dengan pihak Kepolisian melalui situs jatimnow.com.
Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamira bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoax. Masyarakat juga diminta agar tidak mudah percaya begitu saja pada berita yang disebarkan melalui media sosial.
Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait penculikan anak tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konfirmasi pihak Kepolisian yang menyatakan bahwa informasi tersebut Hoax.
Rujukan
(GFD-2021-7746) [SALAH] Akun Whatsapp Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa “+6282140628177”
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 26/10/2021
Berita
A: Mengaku sebagai Wabup Lampung
B: Korban
B: … menghubungi Harum Ummu Nauroh. Silahkan beri tahu apa yang dapat kami bantu
A: Benar dengan pengurus TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL IMANI
B: Wa’alaikumsalam. Y bener
Bagaimana pak?
A: perkenal saya Wabup Lampsel Pandu Kesuma
Ulum mendapatkan amanah dari bapak bupati Lampsell H.Nanang
Beliau ingin mendonasikan dana bantuan ke seluruh tempat-tempat ibadah dan yayasan yang ada di kab. Lampsel
Dan untuk saat ini donasi bantuan tersebut menuju ke TPA AL-IMANI
B: Korban
B: … menghubungi Harum Ummu Nauroh. Silahkan beri tahu apa yang dapat kami bantu
A: Benar dengan pengurus TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL IMANI
B: Wa’alaikumsalam. Y bener
Bagaimana pak?
A: perkenal saya Wabup Lampsel Pandu Kesuma
Ulum mendapatkan amanah dari bapak bupati Lampsell H.Nanang
Beliau ingin mendonasikan dana bantuan ke seluruh tempat-tempat ibadah dan yayasan yang ada di kab. Lampsel
Dan untuk saat ini donasi bantuan tersebut menuju ke TPA AL-IMANI
Hasil Cek Fakta
Beredar akun Whatsapp Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa menawarkan bantuan untuk tempat ibadah dan yayasan. Akun tersebut menggunakan foto profil dengan wajah Pandu.
Namun setelah ditelusuri, akun tersebut adalah palsu. Pandu menjelaskan melalui akun Facebook resminya (https://www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa) atas akun Whatsapp yang mengatasnamakan dirinya. Pandu menegaskan, dirinya tidak pernah menawarkan bantuan melaui Whatsapp atau media sosial lainnya.
“Mengenai isu yang beredar melalui pesan WA yang mengatasnamakan saya yang akan memberikan bantuan untuk tempat ibadah dan yayasan ataupun bentuk bantuan lainnya..mohon untuk tidak ditanggapi, karena saya tidak pernah menawarkan bantuan via WhatsApp ataupun media sosial lainnya..
Terimakasih“, tulis di akun Facebook pada 10 Oktober 2021.
Akun media sosial resminya yaitu Facebook (www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa), Instagram (@pandu_kesumadewangsa). Ia mengimbau dan berharap kepada masyarakat agar tidak mudah percaya atas informasi-informasi yang beredar di dunia maya.
Dengan demikian, akun Whatsapp Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Namun setelah ditelusuri, akun tersebut adalah palsu. Pandu menjelaskan melalui akun Facebook resminya (https://www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa) atas akun Whatsapp yang mengatasnamakan dirinya. Pandu menegaskan, dirinya tidak pernah menawarkan bantuan melaui Whatsapp atau media sosial lainnya.
“Mengenai isu yang beredar melalui pesan WA yang mengatasnamakan saya yang akan memberikan bantuan untuk tempat ibadah dan yayasan ataupun bentuk bantuan lainnya..mohon untuk tidak ditanggapi, karena saya tidak pernah menawarkan bantuan via WhatsApp ataupun media sosial lainnya..
Terimakasih“, tulis di akun Facebook pada 10 Oktober 2021.
Akun media sosial resminya yaitu Facebook (www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa), Instagram (@pandu_kesumadewangsa). Ia mengimbau dan berharap kepada masyarakat agar tidak mudah percaya atas informasi-informasi yang beredar di dunia maya.
Dengan demikian, akun Whatsapp Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah a n (Uinsa).
Akun Whatsapp tersebut palsu. Pandu menegaskan melalui akun Facebook resminya yaitu (https://www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa) bahwa ia tidak pernah menawarkan bantuan via Whatsapp.
Akun Whatsapp tersebut palsu. Pandu menegaskan melalui akun Facebook resminya yaitu (https://www.facebook.com/pandu.kesumadewangsa) bahwa ia tidak pernah menawarkan bantuan via Whatsapp.
Rujukan
Halaman: 6409/7980



