KOMPAS.com - Beredar foto mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Ferdy Sambo yang disebut berada di luar negeri.
Namun, setelah ditelusuri, foto tersebut merupakan hasil manipulasi.
Sebagai konteks, Ferdy Sambo dijatuhi hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Yosua dibunuh di rumah dinas Sambo, Jakarta Selatan, pada Juli 2022.
Foto Ferdy Sambo yang diklaim berada di luar negeri dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang memuat beberapa foto Ferdy Sambo. Salah satu akun menuliskan keterangan demikian:
TERIMAKASIH KEPADA KAPOLRI, KAPOLDA JAKARTA, DAN SELURUH JAJARAN KEPOLISIAN, PARA PENGACARA, JAKSA DAN HAKIM YANG MENOLONG SAYA, AKHIRNYA SAYA BEBAS, SELAMAT DARI HUKUMAN MATI, SEKARANG SAYA & KELUARGA SUDAH DILUAR NEGRI MENIKMATI KEBEBASAN DAN KEKAYAAN".*_(SAMBO& KELUARGA)
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook , foto yang diklaim menampilkan Ferdy Sambo sedang berada di luar negeri
(GFD-2024-20339) [HOAKS] Foto Ferdy Sambo Berada di Luar Negeri
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas menelusuri beberapa gambar tersebut dengan teknik reverse image search melalui Yandex. Namun, tidak ditemukan gambar serupa.
Kemudian, Kompas.com mengecek gambar tersebut menggunakan tools pendeteksi deepfake Hive Moderation.
Hasilnya, probabilitas beberapa foto dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencapai di atas 90 persen.
Hasil pengecekan dengan Hive Moderation dapat dilihat di bawah ini:
Adapun saat ini Sambo ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor.
Dilansir Kompas TV, Sambo dipindah ke Lapas Cibinong sejak 29 Agustus 2023. Sebelumnya, ia sempat ditahan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta.
Kemudian, Kompas.com mengecek gambar tersebut menggunakan tools pendeteksi deepfake Hive Moderation.
Hasilnya, probabilitas beberapa foto dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencapai di atas 90 persen.
Hasil pengecekan dengan Hive Moderation dapat dilihat di bawah ini:
Adapun saat ini Sambo ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor.
Dilansir Kompas TV, Sambo dipindah ke Lapas Cibinong sejak 29 Agustus 2023. Sebelumnya, ia sempat ditahan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta.
Kesimpulan
Unggahan yang diklaim menampilkan foto Ferdy Sambo sedang berada di luar negeri merupakan hasil manipulasi.
Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, probabilitas foto itu dihasilkan oleh AI mencapai di atas 90 persen.
Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, probabilitas foto itu dihasilkan oleh AI mencapai di atas 90 persen.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100083644884013/videos/1185953709205559/
- https://www.facebook.com/reel/7594431453978876
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=965508148322288&id=100045893360751&mibextid=oFDknk&rdid=S88oOWqCoIfGPVP1
- https://www.kompas.tv/nasional/442648/untuk-kepentingan-pembinaan-ferdy-sambo-dan-terpidana-lainnya-dipindah-ke-lapas-cibinong
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20340) [HOAKS] Video Terawan Promosikan Obat Hipertensi
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Konten di media sosial menampilkan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mempromosikan obat hipertensi.
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video Terawan mempromosikan obat hipertensi dibagikan oleh akun Facebook ini. Dalam video itu, Terawan mengatakan demikian:
Semua yang kita ketahui tentang penyembuhan hipertensi terbukti salah. Saya tidak bisa menyembunyikan ini lagi. Selama bertahun-tahun orang telah membuang-buang uang dan waktu mereka tanpa melihat hasilnya, sementara mafia mendapat keuntungan dari hal tersebut. Saya yakin bahwa pengobatan kami dijamin akan memberikan kelegaan setelah kursus pertama. Terbukti membantu 60 ribu orang di Indonesia. Ucapkan selamat tinggal pada sakit kepala, risiko serangan jantung dan stroke sekarang sudah berlalu. Jangan menunda masalah ini, itu bisa berbahaya. Harap diperhatinkan, produk kami telah mendapatkan popularitas yang luas dan karena itu ada itu banyak produk palsu. Untuk memastikan Anda membeli obat asli kami telah menyiapkan situs web resmi.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video Terawan mempromosikan obat hipertensi
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video Terawan mempromosikan obat hipertensi dibagikan oleh akun Facebook ini. Dalam video itu, Terawan mengatakan demikian:
Semua yang kita ketahui tentang penyembuhan hipertensi terbukti salah. Saya tidak bisa menyembunyikan ini lagi. Selama bertahun-tahun orang telah membuang-buang uang dan waktu mereka tanpa melihat hasilnya, sementara mafia mendapat keuntungan dari hal tersebut. Saya yakin bahwa pengobatan kami dijamin akan memberikan kelegaan setelah kursus pertama. Terbukti membantu 60 ribu orang di Indonesia. Ucapkan selamat tinggal pada sakit kepala, risiko serangan jantung dan stroke sekarang sudah berlalu. Jangan menunda masalah ini, itu bisa berbahaya. Harap diperhatinkan, produk kami telah mendapatkan popularitas yang luas dan karena itu ada itu banyak produk palsu. Untuk memastikan Anda membeli obat asli kami telah menyiapkan situs web resmi.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video Terawan mempromosikan obat hipertensi
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, konten tersebut identik dengan video di kanal YouTube CNN Indonesia ini, yang diunggah pada 12 Maret 2020.
Saat itu, Terawan masih menjabat Menteri Kesehatan. Ia menjelaskan kondisi tiga pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, yang telah dinyatakan sembuh.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa suara Terawan menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi konten promosi obat hipertensi.
Hasil pengecekan menunjukkan, probabilitas suara Terawan dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI generatif pada konten tersebut mencapai 98,8 persen.
Saat itu, Terawan masih menjabat Menteri Kesehatan. Ia menjelaskan kondisi tiga pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, yang telah dinyatakan sembuh.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa suara Terawan menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi konten promosi obat hipertensi.
Hasil pengecekan menunjukkan, probabilitas suara Terawan dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI generatif pada konten tersebut mencapai 98,8 persen.
Kesimpulan
Video Terawan Agus Putranto mempromosikan obat hipertensi merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Terawan menjelaskan kondisi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang telah dinyatakan sembuh pada 2020.
Selain itu, probabilitas suara Terawan dihasilkan oleh AI generatif pada konten promosi obat hipertensi mencapai 98,8 persen.
Dalam video aslinya, Terawan menjelaskan kondisi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang telah dinyatakan sembuh pada 2020.
Selain itu, probabilitas suara Terawan dihasilkan oleh AI generatif pada konten promosi obat hipertensi mencapai 98,8 persen.
Rujukan
(GFD-2024-20341) [HOAKS] Wali Kota Boston Michelle Wu Keturunan Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim, Wali Kota Boston Michelle Wu merupakan keturunan Indonesia dan berasal dari Yogyakarta.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi soal Wali Kota Boston Michelle Wu merupakan keturunan Indonesia dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Mei 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
*Walikota Boston USA, seorang perempuan asal Yogyakarta. INI BARU KEREN!!! Umur 37 tahun. Orang Indonesia bangga donk.
Narasi itu disertai video berdurasi 2 menit 20 detik yang memuat wawancara Michelle Wu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi soal Wali Kota Boston Michelle Wu merupakan keturunan Indonesia dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Mei 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
*Walikota Boston USA, seorang perempuan asal Yogyakarta. INI BARU KEREN!!! Umur 37 tahun. Orang Indonesia bangga donk.
Narasi itu disertai video berdurasi 2 menit 20 detik yang memuat wawancara Michelle Wu.
Hasil Cek Fakta
Setelah dicermati, terdapat watermark milik media Voice of America (VOA) pada video wawancara Michelle Wu.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video wawancara tersebut dan menemukannya di kanal YouTube VOA Indonesia, 3 Juni 2022, berjudul "Michelle Wu, Perempuan Keturunan Taiwan Wali Kota Boston".
VOA Indonesia memberitakan, Michelle Wu tercatat sebagai perempuan sekaligus keturunan Asia pertama yang terpilih memimpin Kota Boston pada 2021.
Michelle merupakan warga AS keturunan Taiwan. Menurut pemberitaan NBC Boston, orang tua Michelle pindah dari Taiwan ke AS pada awal 1980-an, sebelum ia lahir.
Sementara, dikutip dari Chicago Sun Times, Michelle lahir di Chicago, Illinois, pada 14 Januari 1985.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video wawancara tersebut dan menemukannya di kanal YouTube VOA Indonesia, 3 Juni 2022, berjudul "Michelle Wu, Perempuan Keturunan Taiwan Wali Kota Boston".
VOA Indonesia memberitakan, Michelle Wu tercatat sebagai perempuan sekaligus keturunan Asia pertama yang terpilih memimpin Kota Boston pada 2021.
Michelle merupakan warga AS keturunan Taiwan. Menurut pemberitaan NBC Boston, orang tua Michelle pindah dari Taiwan ke AS pada awal 1980-an, sebelum ia lahir.
Sementara, dikutip dari Chicago Sun Times, Michelle lahir di Chicago, Illinois, pada 14 Januari 1985.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Wali Kota Boston Michelle Wu merupakan keturunan Indonesia adalah hoaks.
Michelle adalah warga AS keturunan Taiwan. Orang tuanya pindah dari Taiwan ke AS pada awal 1980-an, sebelum ia lahir.
Michelle adalah warga AS keturunan Taiwan. Orang tuanya pindah dari Taiwan ke AS pada awal 1980-an, sebelum ia lahir.
Rujukan
- https://www.facebook.com/naily.arsad.735/videos/1647480985791849/
- https://www.facebook.com/abdul.malik77777/videos/498217435864271/
- https://www.facebook.com/zainul.chaniago.2023/videos/1639025343582710
- https://www.youtube.com/watch?v=fWRtwNPyyGs
- https://www.nbcboston.com/news/local/michelle-wu-shares-how-bringing-her-family-to-boston-saved-her-moms-life/2485147/
- https://chicago.suntimes.com/columnists/2021/11/2/22760476/boston-mayoral-contender-michelle-wu-raised-barrington-illinois-tea-house-lincoln-ave-chicago
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20345) [HOAKS] Paket COD di Yogyakarta dari Sindikat Narkoba China
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar pesan berantai soal kiriman paket dengan sistem cash on delivery (COD) di Yogyakarta yang diklaim dari sindikat pengedar narkoba China.
Paket itu dikirimkan ke rumah, padahal penerima tidak pernah memesan. Kemudian, kurir akan memaksa memfoto sebagai konfirmasi ke pengirim.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Pesan berantai soal kiriman paket COD dari sindikat pengedar narkoba China disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Kamis (30/5/2024):
Hati2 Skrg Say na Krn banyak skali mi macam2 penipuan banyak skali mi org dpt kiriman paket dari tiktok dari Tokopedia pada hal tidak pernah pesan paket.kalau ada bgtu jgn di ambil langsung kembalikan saja apa lagi kalau kurir minta foto jgn diladeni
Pengguna Facebook menyertakan gambar yang sama, yakni foto paket disertai teks berikut:
Dapet info dr Jogya, bahwa mulai ada paket2 yg dikirim ke rumah2, ke toko2 & ke kantor, akan terus berdatangan COD tsb, katanya dr China. Padahal sipenerima tdk pernah order barang. Hati2 ini penipuan. Sindikat narkoba! Nanti kalau kita tolak, bilang kita gk order ini barang, sipengantar akan meminta kita difoto bersama orderan barangnya, katanya utk konfirmasi ke China. Jangan mau difoto. Biar ngotot maksa pun jangan mau difoto. Ini pemerasan jaringan narkoba! Tolong info semua saudara/i & teman2!
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Kamis (30/5/2024), soal pemerasan jaringan narkoba dari China melalui kiriman paket COD.
Paket itu dikirimkan ke rumah, padahal penerima tidak pernah memesan. Kemudian, kurir akan memaksa memfoto sebagai konfirmasi ke pengirim.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Pesan berantai soal kiriman paket COD dari sindikat pengedar narkoba China disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Kamis (30/5/2024):
Hati2 Skrg Say na Krn banyak skali mi macam2 penipuan banyak skali mi org dpt kiriman paket dari tiktok dari Tokopedia pada hal tidak pernah pesan paket.kalau ada bgtu jgn di ambil langsung kembalikan saja apa lagi kalau kurir minta foto jgn diladeni
Pengguna Facebook menyertakan gambar yang sama, yakni foto paket disertai teks berikut:
Dapet info dr Jogya, bahwa mulai ada paket2 yg dikirim ke rumah2, ke toko2 & ke kantor, akan terus berdatangan COD tsb, katanya dr China. Padahal sipenerima tdk pernah order barang. Hati2 ini penipuan. Sindikat narkoba! Nanti kalau kita tolak, bilang kita gk order ini barang, sipengantar akan meminta kita difoto bersama orderan barangnya, katanya utk konfirmasi ke China. Jangan mau difoto. Biar ngotot maksa pun jangan mau difoto. Ini pemerasan jaringan narkoba! Tolong info semua saudara/i & teman2!
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Kamis (30/5/2024), soal pemerasan jaringan narkoba dari China melalui kiriman paket COD.
Hasil Cek Fakta
Foto paket yang beredar merupakan kiriman untuk Ulfa Fitria (45), pemilik toko pakaian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Seperti dilaporkan Harian Kompas, pada 18 September 2018, Ulfa mendapat kiriman paket berisi jam tangan dari China.
Ulfa menolak menerima paket dan membayar dengan sistem COD karena merasa tidak memesan.
Selain Ulfa, Sunaryo (36) warga Kabupaten Bantul juga menerima kiriman paket COD berisi sepatu, padahal tidak pernah memesan.
Kepolisian Daerah (Polda) DIY membenarkan peristiwa pengiriman paket misterius, tetapi isinya bukan narkoba.
Polisi menduga, pihak pengirim mengambil keuntungan dari pembayaran COD.
Adapun E-commerce menyediakan layanan COD yang memungkinkan pelanggan membayar barang saat diterima.
Namun, ketika ada ketidaksesuaian barang yang dikirim, kesalahan bukan dibebankan pada kurir.
Penerima COD dapat melakukan pengembalian barang, dengan syarat menerima dan membayar kepada kurir.
Kemudian, penerima melakukan proses pengembalian barang atau retur ke penjual melalui pusat resolusi yang tersedia.
External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyarankan kepada masyarakat untuk merekam proses penerimaan, pembukaan paket, dan bukti-bukti lain untuk mengajukan retur.
“Kami juga menyarankan masyarakat untuk tidak melanjutkan komunikasi dan transaksi di luar platform Tokopedia, serta merekam video ketika membuka paket,” kata Chandra, dikutip dari Kompas.com, 17 Mei 2021.
Seperti dilaporkan Harian Kompas, pada 18 September 2018, Ulfa mendapat kiriman paket berisi jam tangan dari China.
Ulfa menolak menerima paket dan membayar dengan sistem COD karena merasa tidak memesan.
Selain Ulfa, Sunaryo (36) warga Kabupaten Bantul juga menerima kiriman paket COD berisi sepatu, padahal tidak pernah memesan.
Kepolisian Daerah (Polda) DIY membenarkan peristiwa pengiriman paket misterius, tetapi isinya bukan narkoba.
Polisi menduga, pihak pengirim mengambil keuntungan dari pembayaran COD.
Adapun E-commerce menyediakan layanan COD yang memungkinkan pelanggan membayar barang saat diterima.
Namun, ketika ada ketidaksesuaian barang yang dikirim, kesalahan bukan dibebankan pada kurir.
Penerima COD dapat melakukan pengembalian barang, dengan syarat menerima dan membayar kepada kurir.
Kemudian, penerima melakukan proses pengembalian barang atau retur ke penjual melalui pusat resolusi yang tersedia.
External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyarankan kepada masyarakat untuk merekam proses penerimaan, pembukaan paket, dan bukti-bukti lain untuk mengajukan retur.
“Kami juga menyarankan masyarakat untuk tidak melanjutkan komunikasi dan transaksi di luar platform Tokopedia, serta merekam video ketika membuka paket,” kata Chandra, dikutip dari Kompas.com, 17 Mei 2021.
Kesimpulan
Pesan berantai soal kiriman paket dengan sistem COD dari sindikat pengedar narkoba China merupakan hoaks.
Foto paket yang beredar berasal dari kasus pengiriman paket COD misterius di Yogyakarta pada 2018. Polda DIY membenarkan kasus tersebut, tetapi isinya bukan narkoba.
Foto paket yang beredar berasal dari kasus pengiriman paket COD misterius di Yogyakarta pada 2018. Polda DIY membenarkan kasus tersebut, tetapi isinya bukan narkoba.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1375090757217414&set=a.119126922813810
- https://www.facebook.com/photo?fbid=937985291405553&set=a.423444982859589
- https://www.facebook.com/groups/1227079931160710/posts/1691426808059351/
- https://www.facebook.com/groups/157251194713650/posts/1907793702992715/
- https://www.kompas.id/baca/utama/2018/09/18/cerita-awal-mula-kehebohan-paket-misterius-di-yogyakarta
- https://money.kompas.com/read/2021/05/17/174452026/mengenal-cod-dan-cara-komplain-jika-barang-tidak-sesuai-pesanan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3484/7976






