• (GFD-2024-20326) Cek Fakta: Hoaks Judul Artikel Istri Bacok Suaminya Hingga Tewas karena Tak Diberi Jatah

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel berjudul istri bacok suami hingga tewas karena tidak diberi jatah. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 31 Mei 2024.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Banjarmasin Post dengan judul:
    "Istri bacok suami hingga tewas, gara-gara minta jatah tidak di kasih, Yuli 34 thn: Saya geram karena saya minta jatah suami tidak mau padahal saya sangat pengen sekali"
    Lalu benarkah postingan artikel berjudul istri bacok suami hingga tewas karena tidak diberi jatah?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan judul dalam postingan dalam website Banjarmasin Post.co.id. Namun tidak ditemukan artikel seperti dalam postingan.
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada video yang identik dengan postingan.
    Video itu diunggah akun Kompas TV Banjarmasin di Youtube dengan judul "Istri Bunuh Suami Saat Tertidur Pulas" yang tayang pada 23 Februari 2023.
    Dalam video dijelaskan alasan istri membunuh suaminya adalah karena alasan ekonomi. Peristiwa itu sendiri terjadi di Ngawi, Jawa Timur pada 18 Februari 2023.
    Banjarmasin Post menulis peristiwa ini dalam artikel berjudul "Instruktur Senam di Ngawi Ini Bunuh Suami Kala Tidur, Pukul Kepala Korban Berkali-kali dengan Palu" yang tayang pada 22 Februari 2023.
    Berikut isi artikelnya:
    "BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus penyebab tewasnya Romdan (42) di Desa Sigaran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur akhirnya terkuak.
    Pria ini tak tewas karena terpeleset di dalam rumahnya. Namun ia dibunuh oleh istrinya sendiri bernama Anis Puji Lestari (35) yang merupakan seorang instruktur senam.
    Korban dibunuh dengan cara cukup sadis yakni dipukul dengan palu saat tidur. Bahkan kepala korban dipukul lebih dari sekali oleh pelaku. Hal ini terlihat pada reka ulang kasus pembunuhan tersebut.
    Adapun pelaku mengaku nekat membunuh suaminya lantaran motif ekonomi. Namun polisi belum menjelaskan detail mengenai penyebab pembunuhan.
    Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wijaputera mengatakan, Anis telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan suaminya sendiri.
    "Pelaku sudah mengakui perbuatannya, penetapan tersangka juga didasarkan pada keterangan sejumlah saksi," ujarnya, Rabu (22/2/2023).
    Pelaku sempat berpura-pura menemukan korban dan mengaku korban meninggal lantaran terpeleset.
    Polisi melakukan reka ulang kasus pembunuhan tersebut di tempat kejadian di Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (22/2/2023).
    Kapolres menjelaskan, ada 19 adegan yang diperankan oleh pelaku. Diketahui pula bahwa Anis membunuh sang suami dengan palu saat korban tidur.
    "Di adegan ke-7 pelaku mengayunkan palu ke kepala korban saat korban tidur miring sebanyak empat kali yang membuat korban mengalami pendarahan pada bagian kepala dan membuat korban meninggal," kata Dwiasi.
    Dari hasil rekonstruksi polisi memastikan Anis adalah pelaku tunggal.
    Polisi akan menjerat pelaku dengan Pasal 5a juncto 44 ayat ke 3 Undang-Undang 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga yang mengakibatkan kematian.
    "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Dwiasi.
    Diberitakan sebelumnya, pembongkaran makam Romdan dilakukan untuk proses penyelidikan penyebab kematian korban yang meninggal dalam kondisi tidak wajar di kamarnya.
    Pembongkaran makam Romdan berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan kematian korban karena ditemukan dalam kondisi berlumuran darah di kamar rumahnya pada Sabtu (18/2/2023).
    Sementara, keluarga korban tidak ada yang melapor ke polisi atas kematian yang janggal tersebut.
    "Saat ini sedang melakukan ekshumasi dilanjutkan dengan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian dari korban,” ujarnya saat ditemui di area permakaman umum Desa Sirigan, Senin (20/2/2023)."

    Kesimpulan


    Postingan artikel berjudul istri bacok suami hingga tewas karena tidak diberi jatah adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20327) Cek Fakta: Hoaks Prabowo Subianto Promosikan Diskon Sprei Kasur Usai Menang Pilpres 1 Putaran

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Prabowo Subianto mempromosikan diskon sprei kasur usai kemenangan 1 putaran dalam Pilpres 2024. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 24 Mei 2024.
    Dalam postingannya terdapat Prabowo Subianto sedang berpidato dengan Gibran Rakabuming Raka dengan narasi sebagai berikut:
    "Atas kemenangan satu putaran ini saya akan sedekah ribuan seprai Kasur. Bahannya premium tebal halus dan sudah gratis sarung bantal. Yang mau komen "aku mau seprai""
    Video itu juga disertai narasi "Diskon sprei kasur jangan sampai kehabisan guys. Cuma 99.000"
    Lalu benarkah postingan video Prabowo Subianto mempromosikan diskon sprei kasur usai kemenangan 1 putaran dalam Pilpres 2024?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun Kompas TV Sukabumi di Youtube dengan judul "Pernyataan Prabowo-Gibran Usai Debat Kelima Pilpres 2024" pada 4 Februari 2024.
    Dalam video berdurasi 2 menit 27 detik itu, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya usai debat kelima Pilpres 2024.
    Dia sama sekali tidak menyinggung masalah diskon sprei seperti dalam postingan.

    Kesimpulan


    Postingan video Prabowo Subianto mempromosikan diskon sprei kasur usai kemenangan 1 putaran dalam Pilpres 2024 adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20329) [SALAH] Cara Memeriksa Ponsel yang Disadap dengan Nomor *#21#

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita

    “Tiga tanda Hape kamu kena Hack
    No 3 ini yg sangat mengerikan”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @165Hati mengunggah video yang menjelaskan beberapa cara untuk mengetahui bahwa ponsel pernah terkena hack. Salah satu cara yang dijelaskan di video yaitu menghubungi nomor *#21#. Cuitan dan video yang diunggah pada 21 Mei tersebut telah disukai 1,600 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 600 kali, serta telah dilihat lebih dari 105,000 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran, info itu adalah hoaks berulang. Melansir dari artikel berita Liputan 6, Pratama Persadha, Pakar Keamanan dan Kriptografi telah menyatakan bahwa nomor *#21# merupakan fitur call forwarding dan sebenarnya digunakan apabila telepon kita disambungkan ke saluran lain seperti PSTN, mailbox, dan sebagainya.

    Informasi serupa juga pernah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] “*#21# cara cek hp disadap”” dan dinyatakan sebagai konten yang menyesatkan.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @165Hati merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. *#21# adalah fitur untuk meneruskan panggilan, tidak ada hubungannya dengan ponsel yang diretas.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20330) Cek Fakta: Tidak Benar Bank Papua Bagikan Uang Rp 1 Miliar Dalam Rangka Hari Jadi ke- 58

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Bank Papua bagikan uang Rp 1 miliar dalam rangka hari jadi ke-58, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Mei 2024.
    Klaim Bank Papua bagikan uang Rp 1 miliar dalam rangka hari jadi ke-58 menampilkan tulisan sebagai berikut.
    "𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐚𝐫𝐮 𝟐𝟎𝟐𝟒 Happy Anniversary 58 Th, Membangun Tanah Papua, 𝐔𝐧𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 (Rp,𝟏.𝐌𝐢𝐥𝐲𝐚𝐫.) 𝐊𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐍𝐚𝐬𝐚𝐛𝐚𝐡 𝐁𝐏𝐃 BANK PAPUA, YANG Su MENGGUNAKAN 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥𝐞 𝐁𝐚𝐧𝐤𝐢𝐧𝐠 & 𝐒𝐌𝐒 𝐁𝐚𝐧𝐤𝐢𝐧𝐠,,!!𝐁𝐮𝐫𝐮𝐚𝐧 (𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑) 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 & MENANGKAN 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐢𝐧 𝐍𝐲𝐚 𝐒𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐌𝐨𝐭𝐨𝐫 𝐃𝐋𝐋.....
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟐𝟓𝟎.𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐃𝐮𝐚 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟐𝟐𝟓.𝐉+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟐𝟎𝟎.𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟏𝟕𝟓.𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐋𝐢𝐦𝐚 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟏𝟓𝟎.𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐄𝐧𝐚𝐦 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟏𝟎𝟎𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐓𝐮𝐣𝐮𝐡 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩. 𝟕𝟓.𝐉𝐓+..
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐃𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟓𝟎.𝐉𝐓
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐒𝐞𝐦𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟐𝟓.𝐉𝐓
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐊𝐞 𝐒𝐞𝐩𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐔𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐧𝐚𝐢 𝐑𝐩.𝟏𝟓.𝐉𝐓
    𝐀𝐲𝐨 𝐁𝐮𝐫𝐮𝐚𝐧 Pace' Mace' (𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑) 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 di 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 Happy Anniversary 58 Th 𝐁𝐏𝐃 BANK PAPUA, 𝐉𝐚n𝐠𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐚𝐧..!!!"
    Unggahan tersebut menyertai tautan berikut "https://ikuti-undian.gebyarmk.my.id/" jika tautan tersebut diklik makan mengarah pada situs yang menampilkan formulir pendaftaran.
    Formulir tersebut meminta sejumlah data seperti nama lengkap, nomor handphone, nomor kartu ATM, nomor rekening, NIK KTP dan masa berlaku kartu.
    Benarkah klaim Bank Papua bagikan uang Rp 1 miliar dalam rangka hari jadi ke-58? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan.com menelusuri klaim Bank Papua bagikan uang Rp 1 miliar dalam rangka hari jadi ke-58 dengan memeriksa saluran informasi resmi yang disediakan Bank Papua.
    Akun Instagram resmi Bank Papua mengunggah peringatan untuk masyarakat khususnya nasabah Bank Papua untuk mewaspadai penipuan dan mengimbau agar tidak mudah tergiur dengan iklan promosi yang tidak benar, tidak sembarangan mengklik tautan, jangan memberikan nomor kartu ATM, kode OTP, passwoer dan PIN ATM kepada siapapun.
    Unggahan tersebut disertai dengan keterangan sebagai berikut.
    "Waspada penipuan..
    Saat ini, banyak cara untuk melakukan penipuan.Nah, untuk menghindari penipuan tersebut nasabah Bank Papua diwajibkan untuk terus berhati-hati.
    Ikuti tips di atas untuk melindungi saldo di rekeningmu.
    Jika kamu telah mengklik link penipuan dan terlanjur memberikan data-data kamu serta saldo mulai berkurang, Segera hubungi HALO BANK PAPUA di 1500-138 lakukan pengajuan blokir Papua Mobile atau Mobile Banking Bank Papua kamu. Untuk mengaktifkan kembali Papua Mobile atau Mobile Banking, kamu bisa mengunjungi Kantor Cabang Bank Papua terdekat ya.
    Yuk Pahami, lindungi dan lawan penipuan..".

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Bank Papua bagikan uang Rp 1 miliar dalam rangka hari jadi ke-58 tidak benar.
    Bank Papua meminta masyarakat mewaspadai aksi penipuan dan tidak memberikan nomor kartu ATM, kode OTP, passwoer dan PIN ATM kepihak manapun.

    Rujukan