Jakarta: Beredar di media sosial X (Twitter) sebuah video yang menarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba .
Video tersebut diunggah oleh akun X @Boediantar4 pada 26 Mei 2024 lalu. Dalam unggahannya itu, ia menuliskan ada paket COD yang dikirim dari China.
Berikut narasi lengkapnya:
“Hati-hati paket COD penipuan sindikat narkoba, jangan diterima,” tulis narasi tersebut.
Pada unggahan tersebut, pemilik akun juga menuliskan bahwa modus paket COD berisi narkoba tersebut adalah si pengantar meminta penerima untuk difoto bersama orderan barangnya dengan alasan untuk konfirmasi ke China.
Selain itu, pemilik akun juga meminta kepada masyarakat jangan sampai terjebak modus tersebut karena modus tersebut merupakan pemerasan jaringan narkoba.
“Awas! Jangan mau difoto, biarpun maksa,” lanjutnya.
Cuitan dan video yang diunggah pada 26 Mei tersebut telah disukai lebih dari 429 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 313 kali, serta telah dilihat lebih dari 27.500 kali.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .
(GFD-2024-20854) Cek Fakta: Modus Paket COD dari China Berisi Narkoba, Ini Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id , unggahan video yang dinarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba itu tidaklah benar. Informasi ini merupakan hoaks lama yang muncul kembali.
Tidak pernah ada kasus paket COD yang terbukti berisi narkoba dari Cina. Modus yang terbukti dari pengiriman paket COD tersebut adalah pihak pengirim yang ingin mengambil keuntungan dari pembayaran COD, bukan narkoba.
Tidak pernah ada kasus paket COD yang terbukti berisi narkoba dari Cina. Modus yang terbukti dari pengiriman paket COD tersebut adalah pihak pengirim yang ingin mengambil keuntungan dari pembayaran COD, bukan narkoba.
Kesimpulan
Video yang dinarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba adalah hoaks, karenatidak memuat informasi yang benar. Konten ini masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Rujukan
(GFD-2024-20343) [SALAH] SRI MULYANI DAN AHOK BERHASIL RINGKUS ORANG BESAR ISTANA
Sumber: youtube.comTanggal publish: 04/06/2024
Berita
MAMFUSSJ0K0WI PUCAT, SRI MULYANI & AHOK BERHASIL RINGKUS ORANG BESAR ISTANA INI
KABAR MENGGEMPARKAN
AHOK KEMBALI GEGERKAN PUBLIK
BERHASIL R1NGKUS ORANG BESAR ISTANA INI
KABAR MENGGEMPARKAN
AHOK KEMBALI GEGERKAN PUBLIK
BERHASIL R1NGKUS ORANG BESAR ISTANA INI
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari channel youtube bernama ONE NATION bernarasikan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berhasil meringkus orang besar istana.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi dari beberapa gambar yang digabung menjadi satu. Dalam video tersebut hanya menyajikan beberapa cuplikan video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan ulang artikel dari detik.com berjudul “Ada 14 Temuan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah, Ini Kata Sri Mulyani”. Artikel ini membahas tentang respon Sri Mulyani terkait Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat terdapat 14 temuan pemeriksaan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023.
Selain itu, narator juga membacakan artikel dari sinarlampung.co dengan judul “Lagi, BPK Ketahuan Peras Pejabat Minta Rp10 Miliar ke PT Waskita”. Dalam artikel ini membahas tentang Pegawai BPK yang ketahuan memeras Rp 10 miliar kepada proyek pembangunan jalan.
Dengan demikian, narasi dengan klaim Sri Mulyani dan Ahok berhasil meringkus orang besar istana tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi dari beberapa gambar yang digabung menjadi satu. Dalam video tersebut hanya menyajikan beberapa cuplikan video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan ulang artikel dari detik.com berjudul “Ada 14 Temuan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah, Ini Kata Sri Mulyani”. Artikel ini membahas tentang respon Sri Mulyani terkait Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat terdapat 14 temuan pemeriksaan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023.
Selain itu, narator juga membacakan artikel dari sinarlampung.co dengan judul “Lagi, BPK Ketahuan Peras Pejabat Minta Rp10 Miliar ke PT Waskita”. Dalam artikel ini membahas tentang Pegawai BPK yang ketahuan memeras Rp 10 miliar kepada proyek pembangunan jalan.
Dengan demikian, narasi dengan klaim Sri Mulyani dan Ahok berhasil meringkus orang besar istana tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Tidak ditemukan informasi terkait Sri Mulyani dan Ahok berhasil meringkus orang besar istana. Selain thumbnail merupakan hasil rekayasa, video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.
Tidak ditemukan informasi terkait Sri Mulyani dan Ahok berhasil meringkus orang besar istana. Selain thumbnail merupakan hasil rekayasa, video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-20344) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Program Grand Prize Permata Bank Bagikan Hadiah
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran program grand prize Pertama Bank bagikan hadiah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Mei 2023.
Program grand prize Pertama Bank bagikan hadiah berupa tulisan sebagai berikut.
"Khusus Untuk Nasabah Bank Permata Yang Sudah Terdaftar Mobile Banking PERMATA MOBILE X
Program Grend Prize Bank PermataBerhadiah Hadir Lagi,Ayo Buruan Daftar Menangkan Hadiah Nya Utama nya
-2: Unit Mobil XPander
-5 : Unit Mobile Innova
-2 : Unit Mobile Toyota Fortuner
10: Unit Gunung
-6:Unit Sepada motor Honda Vario
-6: paket umroh gratis
-10 : Unit TV Led
-15 : Unit Leptop
-15: Unit Lemari es
-20 : Unit Specker Prolytron
-20 : Unit Ac Prolytron
Masih Banyak Keuntungan Lainnya... Info Lebih Lanjut Tentang Pendaftaran ( Grend Prize Undian Bank Permata) Silakan Klik Menu (Daftar) Yang Telah Kami Sediakan."
Unggahan tersebut disertai tautan berikut "https://gebyarinfo-permata.web.app/?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR1lRIjX-NxSdX6FoeT9-z9Mfn0wrZtmuBQKfj3JpkGAy5CcaN4RLleGi7A_aem_ATGrUoFemtYmXM8znQkhGK6EX6j9I1So1uDVh3WNblmyvrShUgPu1A8nFSinyjmUyxoJRL2mucrur4bGRqT_G4kh" jika tautan tersebut diklik makan mengarah pada situs yang menampilkan formulir pendaftaran.
Formulir tersebut meminta sejumlah data seperti nama lengkap, nomor kartu ATM, CVV tiga digit angkat dibalik kartu ATM, nomor handphone dan masa berlaku kartu.
Benarkah klaim pendaftaran program grand prize Pertama Bank bagikan hadiah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran program grand prize Pertama Bank bagikan hadiah, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Modus Kejahatan Perbankan" yang dimuat situs resmi Permata Bank permatabank.com.
Tulisan situs permatabank.com menyebutkan, salah satu kejahatan perbankan berkedok penipuan berhadiah, calon korbanakan menerima WhatsApp, Telegram, ataupanggilan yang menginformasikan akan mendapatkan hadiah tertentu dengan syarat mengirimkan uang ke kode yang merupakan virtual account dari penipu tersebut.
Selain itu juga lewat email Phishing, yang meminta korban untuk memberikan informasi dengan cara mengisi data diri di link bodong.
Artikel berjudul "Kenali Modus Penipuan Lewat Whatsapp" yang dimuat situs permatabank.com menyebutkan, informasi pembagian hadiah yang meminta informasi data pribadi, seperti PIN kartu debit/kredit, OTP, nama ibu kandung,dan lainnya sudah pasti penipuan.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran program grand prize Pertama Bank bagikan hadiah tidak benar.
Informasi pembagian hadiah yang meminta informasi data pribadi, seperti PIN kartu debit/kredit, OTP, nama ibu kandung,dan lainnya sudah pasti penipuan.
Rujukan
(GFD-2024-20348) Cek Fakta: Modus Paket COD dari China Berisi Narkoba, Ini Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2024
Berita
Jakarta: Beredar di media sosial X (Twitter) sebuah video yang menarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba .
Video tersebut diunggah oleh akun X @Boediantar4 pada 26 Mei 2024 lalu. Dalam unggahannya itu, ia menuliskan ada paket COD yang dikirim dari China.
Berikut narasi lengkapnya:
“Hati-hati paket COD penipuan sindikat narkoba, jangan diterima,” tulis narasi tersebut.
Pada unggahan tersebut, pemilik akun juga menuliskan bahwa modus paket COD berisi narkoba tersebut adalah si pengantar meminta penerima untuk difoto bersama orderan barangnya dengan alasan untuk konfirmasi ke China.
Selain itu, pemilik akun juga meminta kepada masyarakat jangan sampai terjebak modus tersebut karena modus tersebut merupakan pemerasan jaringan narkoba.
“Awas! Jangan mau difoto, biarpun maksa,” lanjutnya.
Cuitan dan video yang diunggah pada 26 Mei tersebut telah disukai lebih dari 429 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 313 kali, serta telah dilihat lebih dari 27.500 kali.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .
Video tersebut diunggah oleh akun X @Boediantar4 pada 26 Mei 2024 lalu. Dalam unggahannya itu, ia menuliskan ada paket COD yang dikirim dari China.
Berikut narasi lengkapnya:
“Hati-hati paket COD penipuan sindikat narkoba, jangan diterima,” tulis narasi tersebut.
Pada unggahan tersebut, pemilik akun juga menuliskan bahwa modus paket COD berisi narkoba tersebut adalah si pengantar meminta penerima untuk difoto bersama orderan barangnya dengan alasan untuk konfirmasi ke China.
Selain itu, pemilik akun juga meminta kepada masyarakat jangan sampai terjebak modus tersebut karena modus tersebut merupakan pemerasan jaringan narkoba.
“Awas! Jangan mau difoto, biarpun maksa,” lanjutnya.
Cuitan dan video yang diunggah pada 26 Mei tersebut telah disukai lebih dari 429 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 313 kali, serta telah dilihat lebih dari 27.500 kali.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id , unggahan video yang dinarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba itu tidaklah benar. Informasi ini merupakan hoaks lama yang muncul kembali.
Tidak pernah ada kasus paket COD yang terbukti berisi narkoba dari Cina. Modus yang terbukti dari pengiriman paket COD tersebut adalah pihak pengirim yang ingin mengambil keuntungan dari pembayaran COD, bukan narkoba.
Tidak pernah ada kasus paket COD yang terbukti berisi narkoba dari Cina. Modus yang terbukti dari pengiriman paket COD tersebut adalah pihak pengirim yang ingin mengambil keuntungan dari pembayaran COD, bukan narkoba.
Kesimpulan
Video yang dinarasikan ada modus paket COD dari China yang berisi narkoba adalah hoaks, karenatidak memuat informasi yang benar. Konten ini masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Rujukan
Halaman: 3479/7976


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4852582/original/001781700_1717491238-bank_permata.jpg)