• (GFD-2024-20417) Belum Ada Bukti, Pernyataan Anggota DPRD DKI Jakarta bahwa Ikan Lele Bisa Berantas Demam Berdarah

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/06/2024

    Berita



    Anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan bahwa bibit ikan lele yang disebar ke saluran air akan mampu mencegah demam berdarah dengue (DBD) karena ikan lele memakan jentik nyamuk. 

    “Jentik adalah makanan alami ikan, yang paling efektif adalah lepaskan sebanyak-banyaknya ikan di saluran air seperti ikan lele yang paling bisa bertahan. Saya sudah memulai sejak tujuh tahun lalu, apabila di daerah saya ada yang terjangkit DBD, saya beli bibit lele agak besar untuk dilepaskan di semua saluran air dan efektif,” ujarnya di Jakarta pada Senin, 25 Maret 2024.

    Ia pun menyarankan pemerintah Jakarta untuk melakukannya secara masif. Benarkah ikan lele efektif mencegah demam berdarah karena tergolong ikan pemakan jentik nyamuk?

    Hasil Cek Fakta



    Saat ini, kasus DBD di Indonesia terutama di Jakarta, tengah meningkat hingga tiga kali lipat. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak awal Januari sampai 5 Mei 2024 terdapat 91.269 kasus demam berdarah dengue ( DBD ) di Indonesia, 641 di antaranya berujung kematian.

    Untuk itu, saran Aziz mengenai lele untuk mengatasi kasus demam berdarah penting untuk dianalisis. Associate Profesor bidang Kesehatan Masyarakat dari Monash University Indonesia, Henry Surendra, menilai saran pemberantasan jentik nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik memang merupakan salah satu upaya pencegahan DBD yang direkomendasikan dalam strategi 3M Plus. Namun, upaya ini perlu dilakukan dengan benar, yakni benar jenis ikannya dan benar lokasi memeliharanya. 

    Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ikan-ikan seperti ikan guppy dan ikan mas koki adalah pemakan jentik nyamuk. Memelihara ikan-ikan ini dalam bak-bak air dapat membantu mengontrol populasi nyamuk. Lokasi pemeliharaannya juga harus tepat, yakni di bak-bak air atau lokasi air menggenang, seperti kolam.

    Akan tetapi, ikan lele dapat menjadi cara efektif untuk mencegah DBD itu belum bisa diverifikasi kebenarannya. “Ini karena belum ada sumber kuat yang menyatakan bahwa ikan lele merupakan ikan pemakan jentik yang efektif,” ujar Henry.

    Dilansir Republika, pakar parasitologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Saleha Sungkar DAP&E MS, SpParK, menyatakan bahwa memelihara ikan lele di bak mandi bukan merupakan upaya yang efektif untuk memberantas jentik.

    Saleha juga mengatakan, tidak semua ikan suka menyantap jentik atau larva nyamuk. Hanya ikan jenis larvivorous fish yang bisa memakan dan memberantas jentik-jentik nyamuk yang sering bersarang di bak mandi maupun wadah air lainnya.

    Salah satu contoh larvivorous fish yang bisa ditaruh di bak mandi dan wadah air untuk memberantas jentik nyamuk adalah ikan kepala timah, ikan cupang, atau ikan cere.

    Mencegah DBD dengan langkah 3M

    Untuk mencegah wabah DBD, Henry tetap merekomendasikan pemberantasan sarang nyamuk secara komprehensif dengan strategi 3M Plus yang disarankan oleh Kemenkes. 3M terdiri dari:

    Sementara poin Plus-nya adalah:

    Selain itu, perlu dipertimbangkan juga potensi strategi pelepasan nyamuk berwolbachia, karena telah terbukti efektif menurunkan kejadian DBD bergejala dan juga rawat inap karena DBD di Yogyakarta.

    Kesimpulan



    Pernyataan Anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz dari F-PKS bahwa bibit ikan lele yang disebar ke saluran air akan mampu mencegah demam berdarah karena ikan lele memakan jentik nyamuk, adalah belum ada bukti.

    Strategi memberantas jentik nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik memang merupakan salah satu upaya pencegahan DBD. Namun, upaya ini perlu dilakukan dengan benar, yakni benar jenis ikannya dan benar lokasi memeliharanya. 

    Ikan-ikan seperti ikan guppy dan ikan mas koki adalah pemakan jentik nyamuk. Sedangkan belum ada sumber kuat yang menyatakan bahwa ikan lele merupakan ikan pemakan jentik yang efektif untuk mencegah DBD. 

    **Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conv

    Rujukan

  • (GFD-2024-20436) [HOAKS] Foto Gurita Raksasa Terdampar di Pantai Bali

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim menunjukkan seekor gurita raksasa terdampar di pantai Bali.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu hoaks dan merupakan hasil manipulasi.

    Narasi mengenai seekor gurita raksasa terdampar di pantai Bali dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada 5 Juni 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    A very giant octopus was found off the coast of Bali, Indonesia (Gurita yang sangat besar ditemukan di lepas pantai Bali, Indonesia).

    Dalam foto itu, tampak gurita raksasa terdampar di sebuah pantai yang ramai pengunjung.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan dari media massa Indonesia terkait penemuan gurita raksasa di Bali.

    Kemudian, Kompas.com memeriksa gambar itu menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi apakah konten dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Hasil pemeriksaan menunjukkan, probabilitas gambar gurita raksasa itu dihasilkan oleh AI mencapai 99,9 persen.

    Sementara, media pemeriksa fakta Snopes.com menemukan gambar serupa dalam konten yang diunggah akun Instagram best_of_ai pada 2 Juni 2024.

    Pada bagian bio, akun itu mencantumkan keterangan bahwa mereka bereksperimen dengan perangkat AI untuk menghasilkan karya cerita.

    Konten gurita raksasa terdampar di pantai dibubuhi keterangan cerita fiksi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto gurita raksasa terdampar di pantai Bali adalah hoaks.

    Foto itu merupakan hasil manipulasi dari perangkat kecerdasan buatan atau AI.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20437) [HOAKS] Kabar Penyanyi Dangdut Muchsin Alatas Berpulang

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beberapa akun Facebook mengunggah kabar penyanyi dangdut Muchsin Alatas berpulang, pada Kamis (6/6/2024).

    Berdasarkan pemberitaan sejumlah media massa daring, kabar tersebut telah beredar melalui pesan Whatsapp, pada Rabu (5/5/2024).

    Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

    Kabar Muchsin Alatas meninggal dunia dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini, pada Kamis 6 Juni 2024.

    Salah satu akun membagikan unggahan yang menampilkan foto Muchsin Alatas dan diberi keterangan demikian:

    Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Para insan Musik se-Indonesia kini kehilangan sosok musisi senior kita H. Muchsin Alatas .Beliau telah berpulang ke Rahmatullah pada hari kamis jam 5:30 pagi. Semoga Almarhum diterima Iman Islamna dan diampuni segala dosanya serta Husnul khatimah. Aamiin.H. Muchsin Alatas mirip banget dengan seksi rohaniku ketika masih Jd pengurus Rempong Komunitas. Buya Asep Jajuli Almarhum yg meninggal PD tgl 17 mei 2024 hari Jum'at.Selamat jln Buya semoga tenang dialam barzah nya. Aamiin Yra ????????????????????????

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut penyanyi Muchsin Alatas meninggal dunia

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir Tribunnews, istri Muchsin Alatas, Titiek Sandhora membantah kabar suaminya meninggal. Ia menjelaskan, Muchsin dalam kondisi sehat. 

    "Alhamdulillah sehat-sehat, doain saja," kata Titiek, pada Rabu (5/5/2024).

    Hal senada disampaikan Hetty Soendjaya, sahabat Titiek Sandhora. Pernyataan Hetty diberitakan oleh Jawapos.com dan Viva.co.id, pada Rabu.

    Hetty memastikan, kabar Muchsin meninggal merupakan hoaks dan meminta informasi keliru itu tidak disebarluaskan.

    "Barusan saya teleponan sama kak Titiek Sandhora. Ternyata, Daddy Mus Alhamdulillah sehat walafiat, sehat bugar, bahagia," kata Hetty.

    "Berita ini hoaks. Tolong jangan disebar lagi. Barusan Kak Titiek pesan, jangan disebar lagi, sekali lagi, hoaks," tutur dia.

    Dikutip dari Kompas.com, Muchsin pernah mengalami serangan jantung pada Juli 2016. Ia dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/7/2016).

    Kondisi Muchsin berangsur membaik. Sang cucu, Matt Dylan Alatas, mengunggah foto Muchsin sedang menyantap makanan di atas tempat tidur.

    Foto itu diunggah di akun Instagram Matt, pada Senin (18/7/2016).

    Kesimpulan

    Kabar Muchsin Alatas tutup usia merupakan hoaks. Istri Muchsin, Titiek Sandhora, membantah kabar tersebut. Ia menyebutkan, suaminya dalam kondisi sehat.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20438) [HOAKS] Video Penangkapan Linda Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video menarasikan penangkapan Linda yang disebut sebagai teman Vina, korban kasus pembunuhan di Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim sebagai penangkapan Linda dalam kasus pembunuhan Vina dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video seorang perempuan memakai baju tahanan dan dikawal polisi. Ada pula klip seorang perempuan sedang dimintai keterangan.

    Salah satu akun menuliskan keterangan demikian: momen penangkapan linda temnnya viba pembunuhan di Cirebon.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang diklaim sebagai momen penangkapan Linda yang merupakan teman Vina

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan gabungan dari dua klip berbeda dan tidak terkait kasus pembunuhan Vina.

    Klip yang menampilkan seorang perempuan memakai baju tahanan identik dengan unggahan di kanal YouTube OFFICIAL GOTVNEWS ini, diunggah pada 2023. 

    Video itu memberitakan soal ibu rumah tangga berinisial AG yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, karena menyelundupkan 10.000 lebih pil ekstasi dari Malaysia.

    Sementara, klip yang menampilkan seorang perempuan sedang dimintai keterangan oleh aparat identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini, diunggah pada 2022. 

    Video itu memberitakan perempuan berinisial LAA yang ditangkap Polresta Banda Aceh karena mencuri emas senilai Rp 22,6 juta.

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi valid soal penangkapan Linda. Dilansir Kompas TV, pada Senin (27/5/2024), Linda diperiksa di Mapolresta Cirebon sebagai saksi.

    Setelah lima jam diperiksa, Linda mengaku tidak mengenal 8 terpidana dan Pegi Setiawan, tersangka pembunuhan Vina yang ditangkap terakhir.

    Ia menyebutkan, pada hari Vina dibunuh, dirinya tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).

    Linda juga mengaku tak terlalu dekat dengan Vina. Sejak enam bulan sebelum peristiwa pembunuhan, ia mengatakan, sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Vina.

    Kesimpulan

    Video penangkapan Linda terkait kasus pembunuhan Vina merupakan hoaks. Video tersebut merupakan gabungan dua klip berbeda yang tidak terkait. 

    Kompas.com tidak menemukan informasi valid bahwa Linda ditangkap. Pada Senin (27/5/2024), Linda diperiksa di Mapolresta Cirebon sebagai saksi.

    Rujukan