“BAREKSA GEBYAR REWARDS”
“Cari cuan ribet X Cari cuan gampang Y Hari gini ngapain nyari cuan ribet-ribet, padahal lewat event BAREKSA PLUS udah jadi solusi cari cuan yang paling gampang~ Yuk, buruan gabung bersama BAREKSA sekarang untuk memulai investasi”
“:black_small_square: Kami mengajak kakak-kakak sekalian untuk bisa memiliki kesempatan mengerjakan tugas dari kami dan mendapatkan komis untuk setiap tugas yang dikerjakan.
:black_small_square: Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan bareksa sebagai platform yang memberikan banyak kemudahan untuk mendapatkan keuntungan anda.
:black_small_square: Jika anda menyelesaikan tugas hari ini anda berhak mendapatkan komisi yang berikan oleh pihak merchant.”
(GFD-2024-20465) [PENIPUAN] Bareksa Gebyar Rewards, Jalankan Tugas Mendapatkan Komisi dari Merchant Bareksa di Grup WhatsApp
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 12/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Terdapat sebuah Grup WhatsApp bernama Bareksa Gebyar Rewards yang dibuat oleh orang yang tidak dikenal lalu mengundang ratusan orang, dalam grup tersebut salah satu admin dengan nomor 0838488547564 menyampaikan bahwa orang-orang dalam grup tersebut bisa mendapatkan komisi dengan mengerjakan tugas untuk mempromosikan Bareksa.
Namun setelah ditelusuri untuk mendapatkan kebenaran dari klaim tersebut dengan mencari tahu melalui Instagram resmi Bareksa, melalui video reels Deny Faedhurrahman, Marketing Manager Bareksa menyebut bahwa informasi itu merupakan modus penipuan baru.
Deny menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dengan tidak mengikuti serangkaian tugas dengan iming-iming hadiah. Ia juga menghimbau agar masyarakat untuk jangan memberikan alamat email, nomor pribadi, dan kode OTP serta jangan memberikan dana ke rekening pribadi oknum. Ia menegaskan bahwa semua transaksi investasi hanya dilakukan dalam aplikasi Bareksa.
Perlu diketahui bahwa laman resmi Bareksa hanya di www.bareksa.com, sedangkan grup komunitas Bareksa hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Bareksa. Sehingga masyarakat jangan mengklik link apa pun yang dapat menjerumus kepada penipuan.
Pada postingan yang berbeda, Bareksa menjelaskan bahwa nomor WhatsApp resmi Bareksa adalah 081388155774. Sedangkan dalam grup tersebut tidak ada nomor WhatsApp resmi Bareksa yang disampaikan melalui Instagramnya.
Dengan demikian, jalankan tugas mendapatkan komisi dari merchant Bareksa di Grup WhatsApp adalah tidak benar dengan kategori Konten Tiruan.
Namun setelah ditelusuri untuk mendapatkan kebenaran dari klaim tersebut dengan mencari tahu melalui Instagram resmi Bareksa, melalui video reels Deny Faedhurrahman, Marketing Manager Bareksa menyebut bahwa informasi itu merupakan modus penipuan baru.
Deny menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dengan tidak mengikuti serangkaian tugas dengan iming-iming hadiah. Ia juga menghimbau agar masyarakat untuk jangan memberikan alamat email, nomor pribadi, dan kode OTP serta jangan memberikan dana ke rekening pribadi oknum. Ia menegaskan bahwa semua transaksi investasi hanya dilakukan dalam aplikasi Bareksa.
Perlu diketahui bahwa laman resmi Bareksa hanya di www.bareksa.com, sedangkan grup komunitas Bareksa hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Bareksa. Sehingga masyarakat jangan mengklik link apa pun yang dapat menjerumus kepada penipuan.
Pada postingan yang berbeda, Bareksa menjelaskan bahwa nomor WhatsApp resmi Bareksa adalah 081388155774. Sedangkan dalam grup tersebut tidak ada nomor WhatsApp resmi Bareksa yang disampaikan melalui Instagramnya.
Dengan demikian, jalankan tugas mendapatkan komisi dari merchant Bareksa di Grup WhatsApp adalah tidak benar dengan kategori Konten Tiruan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Faktanya Performance Marketing Manager Bareksa, Deny Faedhurrahman melalui akun Instagram resmi Bareksa menyebut bahwa klaim tersebut merupakan modus penipuan. Ia menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati atas tindak kejahatan seperti ini.
Faktanya Performance Marketing Manager Bareksa, Deny Faedhurrahman melalui akun Instagram resmi Bareksa menyebut bahwa klaim tersebut merupakan modus penipuan. Ia menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati atas tindak kejahatan seperti ini.
Rujukan
(GFD-2024-20466) [SALAH] Berita “Presiden Cina Xi Jinping Tetapkan Hari Kematian Fat Cat Jadi Hari Lelaki Setia Sedunia”
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 12/06/2024
Berita
“Presiden Cina Xi Jinping menetapkan hari kematian Fat cat akan menjadi hari lelaki setia sedunia.”
“#ripfatcat:broken_heart: #fatcat”
“#ripfatcat:broken_heart: #fatcat”
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari AFP.
Sebuah postingan di TikTok membagikan tangkapan layar berita dari Tommy Patrio Sorongan, Reporter CNBC Indonesia dengan judul yang mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping menetapkan hari kematian Fat Cat menjadi hari lelaki setia sedunia.
Diketahui Fat Cat adalah nama panggung dari seorang gamer asal China, Liu Jia, yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri setelah putus dari pacarnya. Kasus Fat Cat ini ramai diperbincangkan setelah saudara perempuannya di media sosial menyebut bahwa Fat Cat bunuh diri karena patah hati dan menuduh mantan pacarnya telah menipu dia.
Namun setelah ditelusuri klaim Xi Jinping menetapkan hari kematian Fat Cat menjadi hari lelaki setia sedunia tidak mendasar, faktanya tangkapan layar berita yang dijadikan bukti dalam postingan TikTok tersebut merupakan hasil manipulasi.
Artikel asli yang ditulis oleh Tommy Patrio Sorongan yang terpublikasi di CNBC Indonesia pada 7 Mei 2024 pukul 19.30 berjudul “Pertemuan Langsung Xi Jinping & Macron Terjadi, Ada Apa China-Prancis?” tidak ada kaitannya dengan kasus Fat Cat. Sedangkan foto Xi Jinping yang digunakan dalam tangkapan palsu tersebut telah lama terpublikasi pada artikel berita Reuters sejak Juni 2016.
Dengan demikian, artikel berita tentang Presiden China menetapkan hari kematian Fat Cat sebagai hari lelaki setia sedunia adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Dimanipulasi.
Sebuah postingan di TikTok membagikan tangkapan layar berita dari Tommy Patrio Sorongan, Reporter CNBC Indonesia dengan judul yang mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping menetapkan hari kematian Fat Cat menjadi hari lelaki setia sedunia.
Diketahui Fat Cat adalah nama panggung dari seorang gamer asal China, Liu Jia, yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri setelah putus dari pacarnya. Kasus Fat Cat ini ramai diperbincangkan setelah saudara perempuannya di media sosial menyebut bahwa Fat Cat bunuh diri karena patah hati dan menuduh mantan pacarnya telah menipu dia.
Namun setelah ditelusuri klaim Xi Jinping menetapkan hari kematian Fat Cat menjadi hari lelaki setia sedunia tidak mendasar, faktanya tangkapan layar berita yang dijadikan bukti dalam postingan TikTok tersebut merupakan hasil manipulasi.
Artikel asli yang ditulis oleh Tommy Patrio Sorongan yang terpublikasi di CNBC Indonesia pada 7 Mei 2024 pukul 19.30 berjudul “Pertemuan Langsung Xi Jinping & Macron Terjadi, Ada Apa China-Prancis?” tidak ada kaitannya dengan kasus Fat Cat. Sedangkan foto Xi Jinping yang digunakan dalam tangkapan palsu tersebut telah lama terpublikasi pada artikel berita Reuters sejak Juni 2016.
Dengan demikian, artikel berita tentang Presiden China menetapkan hari kematian Fat Cat sebagai hari lelaki setia sedunia adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan klaim tersebut. Tangkapan layar berita yang dijadikan bukti dalam postingan tersebut telah dimanipulasi dari tangkapan layar dengan judul yang berbeda.
Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan klaim tersebut. Tangkapan layar berita yang dijadikan bukti dalam postingan tersebut telah dimanipulasi dari tangkapan layar dengan judul yang berbeda.
Rujukan
- https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.34TC2LY
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/05/22/093000665/soal-kasus-fat-cat-di-china-polisi-sebut-mantan-pacar-tidak-bersalah?page=all
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20240507174151-4-536480/pertemuan-langsung-xi-jinping-macron-terjadi-ada-apa-china-prancis
- https://www.reuters.com/article/idUSKCN0Z50EM
(GFD-2024-20467) Cek Fakta: Hoaks Jusuf Hamka Bagikan Uang untuk Membangun Rumah Melalui Facebook
Sumber:Tanggal publish: 12/06/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Jusuf Hamka membagikan uang untuk membangun rumah melalui Facebook. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun bernama Jusuf Hamka mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Juni 2024.
Berikut isi postingannya:
"Selamat'
Uang telah datang untuk membangun rumah untuk Anda 🏠🏡 KLAIM.
Ikuti langkah dibawah ini untuk menang:
1. Ikuti halaman saya ✅
2. Bergabung kedalam grup ✅
3. Bagikan sebanyak 10 kali ✅
4. Daftar dan ambil hadiah kamu DISINI!!"
Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat lebih dari 355 ribu kali, mendapatkan 1,3 ribu komentar dan dibagikan sebanyak 85 kali.
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Jusuf Hamka membagikan uang untuk membangun rumah melalui Facebook?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka link yang ditautkan pada postingan. Link itu mengarah pada website yang meminta kita mengisi kuis tertentu.
Ini merupakan modus pencurian data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Selain itu sangat berbahaya jika memberikan data pribadi seperti buku tabungan untuk diunggah di media sosial. Pasalnya data pribadi ini rawan digunakan untuk penipuan.
Cek Fakta Liputan6.com beberapa kali menemukan akun palsu Jusuf Hamka di Facebook dengan klaim serupa. Padahal Jusuf Hamka sudah menjelaskan tidak punya akun media sosial selain @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Ia juga menjelaskan tidak punya akun resmi di Facebook. Postingan pada 31 Maret 2023 itu juga disertai narasi:
"HATI2 PENIPUAN. Banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan dengan menggunakan nama saya.
Untuk itu saya tegaskan kembali melalui video di atas ini. Mohon tidak mudah percaya kepada akun-akun lain, kecuali Instagram dan Tiktok seperti video di atas ini.
Bila ada yang minta-minta nomor rekening atau uang administrasi, mohon jangan dilayani karena itu pasti penipuan.
Think smart, do smart, and be smart."
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Jusuf Hamka membagikan uang untuk membangun rumah melalui Facebook adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-20470) [PENIPUAN] Pinjaman Khusus TKW dari Bank Indonesia
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 12/06/2024
Berita
Assalamualaikum
BUTUH DANA 💵💵💵
Langsung cair sekarang juga
Solusinya di tempat kami
Syarat pendaftaran mudah
(Di jamin Amanah Realisasi Dan trusted)
=================================
MELAYANI PINJAMAN TANPA KARTU KREDIT SECARA ONLINE
PROSES ACC CUMA 30-60 menit.
KHUSUS ONLINE
► Proses Cepat & Aman
►Tanpa Ribet
► Angsuran 1-5thn
► Pinjaman 5jt-500jt
==================
SYARAT KREDIT
☞ Kirim Foto KTP
☞ Kirim Foto PASPOR
☞ Kirim Foto Rekening Tabungan
☎Untuk Informasi Seputar Layanan Pinjaman
👉 WhatsApp : +6281244204796
BUTUH DANA 💵💵💵
Langsung cair sekarang juga
Solusinya di tempat kami
Syarat pendaftaran mudah
(Di jamin Amanah Realisasi Dan trusted)
=================================
MELAYANI PINJAMAN TANPA KARTU KREDIT SECARA ONLINE
PROSES ACC CUMA 30-60 menit.
KHUSUS ONLINE
► Proses Cepat & Aman
►Tanpa Ribet
► Angsuran 1-5thn
► Pinjaman 5jt-500jt
==================
SYARAT KREDIT
☞ Kirim Foto KTP
☞ Kirim Foto PASPOR
☞ Kirim Foto Rekening Tabungan
☎Untuk Informasi Seputar Layanan Pinjaman
👉 WhatsApp : +6281244204796
Hasil Cek Fakta
Baru-baru ini ditemukan sebuah unggahan pada akun Facebook yang bernama Pinjaman bank resmi TKW mengenai penawaran pinjaman dana kredit kepada tenaga kerja indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW). Postingan tersebut diunggah pada 27 Mei 2024.
Namun rupanya akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Bank Indonesia. Karena nama akun Facebook Bank Indonesia yang asli bernama BankIndonesiaOfficial. Pada akun Facebook yang resmi, tidak ditemukan satupun unggahan mengenai penawaran pinjaman dana kredit kepada TKI maupun TKW.
Dilansir dari postingan Instagram resmi milik Bank Indonesia (@bank_indonesia). Bank Indonesia tidak pernah memberikan penawaran pinjaman dana atau kredit. Bank Indonesia juga tidak terafiliasi dengan instansi atau organisasi pemberi kredit. Sebab, Bank Indonesia merupakan bank sentral yang tidak melakukan kegiatan komersial seperti bank umum, termasuk pemberian kredit atau pinjaman.
Dapat disimpulkan bahwa unggahan yang disebarkan oleh akun tersebut, bukan merupakan unggahan resmi akun Facebook Bank Indonesia, sehingga dapat diindikasi sebagai akun Penipuan.
Namun rupanya akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Bank Indonesia. Karena nama akun Facebook Bank Indonesia yang asli bernama BankIndonesiaOfficial. Pada akun Facebook yang resmi, tidak ditemukan satupun unggahan mengenai penawaran pinjaman dana kredit kepada TKI maupun TKW.
Dilansir dari postingan Instagram resmi milik Bank Indonesia (@bank_indonesia). Bank Indonesia tidak pernah memberikan penawaran pinjaman dana atau kredit. Bank Indonesia juga tidak terafiliasi dengan instansi atau organisasi pemberi kredit. Sebab, Bank Indonesia merupakan bank sentral yang tidak melakukan kegiatan komersial seperti bank umum, termasuk pemberian kredit atau pinjaman.
Dapat disimpulkan bahwa unggahan yang disebarkan oleh akun tersebut, bukan merupakan unggahan resmi akun Facebook Bank Indonesia, sehingga dapat diindikasi sebagai akun Penipuan.
Kesimpulan
Tidak benar Bank Indonesia memberikan tawaran pinjaman kredit kepada tenaga kerja wanita (TKW), sebagai bank sentral Bank Indonesia tidak melakukan kegiatan yang bersifat komersial seperti bank pada umumnya, termasuk pemberian kredit maupun pinjaman.
Rujukan
Halaman: 3443/7971


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4860690/original/043515400_1718148070-cek_fakta_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971184/original/077320900_1574134640-Ilustrasi_Cek_Fakta_banner_3.jpg)

