• (GFD-2024-20492) Bambang Susantono mundur dari Kepala OIKN karena gaji tidak dibayar, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengumumkan pengunduran diri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dan Wakil OIKN Dhony Rahajoe di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (03/06).

    Sebuah unggahan YouTube menarasikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengundurkan diri karena gaji tidak dibayar oleh Presiden.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “J0K0WI BENAR2 KETERLALUAN KEPALA OTORITA IKN SAMPAI MUNDUR AKIBAT TAK DIGAJI 11 BULAN”

    Namun, benarkah Bambang Susantono mundur dari Kepala OIKN karena gaji tidak dibayar?

    Hasil Cek Fakta

    Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo memastikan gaji pimpinan dan staf Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sudah dibayarkan.

    Menurut Prastowo, pembayaran gaji pimpinan dan staf OIKN dibayarkan pada tahun anggaran 2023 melalui sistem rapel. Pembayaran dilakukan secara rapel karena peraturan terbit beberapa waktu setelah pimpinan dan staf OIKN mulai menjalani tugas mereka.

    “Sudah clear, semua sudah diselesaikan, dibayarkan sekaligus untuk bulan-bulan yang menjadi hak sebelum terbit Perpres,” kata Prastowo, dilansir dari ANTARA.

    Presiden Joko Widodo mengatakan pengunduran diri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala OIKN Dhony Rahajoe karena alasan pribadi.

    Meski sudah tidak menjabat sebagai Kepala OIKN, Presiden Jokowi mengatakan akan memberikan penugasan baru kepada Bambang Susantono sebagai utusan khusus untuk kerja sama internasional dalam rangka mempercepat pembangunan di IKN.

    Menurut Presiden, Bambang Susantono memiliki pengalaman dalam kerja sama internasional yang dapat bermanfaat untuk negara.

    Sebelumnya, terkait gaji yang tidak turun berbulan-bulan juga pernah disampaikan mantan kepala OIKN saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI pada April 2023 lalu.

    Bambang mengatakan dirinya dan Dhony baru mendapat gaji setelah 11 bulan bekerja. Ini terhitung usai Perpres Nomor 13 Tahun 2023 terbit.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-20493) Hoaks kesehatan miliki dampak besar pada kehidupan sosial bangsa

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat hoaks yang berkaitan dengan isu kesehatan berjumlah 150 hoaks pada 2023.

    Kasusnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan hoaks terkait politik, yakni sebesar 1.292 hoaks pada periode yang sama.

    Anggota Presidium Mafindo, Syaifaul Arifin, di Jakarta, Rabu, menjelaskan walau jumlahnya tidak banyak, hoaks terkait kesehatan bisa berdampak besar pada ekonomi, politik, hingga kehidupan sosial masyarakat sebuah negara.

    Sebagai gambaran, misalnya hoaks soal imunisasi dan vaksin. Ketika masyarakat tidak meyakini manfaat vaksin bagi tubuh, maka yang terancam kesehatannya sebenarnya bukan hanya satu orang. Dampaknya bisa jadi dirasakan sebuah kelompok atau bahkan populasi.

    Menurut Syaifaul, efek domino itu juga berlaku pada peredaran hoaks dengan tema rokok serta tembakau.

    "Jika informasi soal tembakau yang diperoleh masyarakat tidak sesuai fakta, maka kerugian dari narasi salah itu bisa menimpa hingga kelompok anak-anak," jelas dia dalam forum "Peluncuran Temuan Disinfromasi Tembakau".

    Syaifaul mengungkapkan anak akan menjadi kelompok rentan yang gampang percaya hingga ikut mengonsumsi nikotin.

    Hoaks soal rokok dan industri tembakau yang menyasar para pembuat aturan negara juga patut diwaspadai.

    "Karena yang paling bahaya nantinya jika pemangku kebijakan menetapkan aturan dengan menggunakan data dari hoaks," kata Syaifaul.

    Mafindo kemudian merekomendasikan tindakan pencegahan hoaks (prebunking), sebagai upaya meredam persebaran kabar bohong.

    "Tujuannya untuk membangun pertahanan diri sekaligus memberikan kontra argumen sebelum individu terpapar hoaks," kata dia.

    Menurut Syaifaul, prebunking juga bermanfaat membangun sikap skeptis dan kritis, sehingga publik lebih kuat menangkal hoaks.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Hasil Cek Fakta

  • (GFD-2024-20500) [HOAKS] Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Mundur dari Kabinet

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengundurkan diri.

    Kabar tersebut beredar setelah Basuki menghadiri rapat kerja di Komisi V Dewan Perwakilan (DPR), Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (6/6/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Informasi mengenai Basuki mundur dari kabinet disebarkan oleh akun YouTube ini pada Minggu (9/6/2024).

    Berikut judul video berdurasi 10 menit 30 detik tersebut:

    PAK BASUKI RESMI MUNDUR DARI KABINET !! USAI BABAK BELUR DIHAJAR KOMISI V DPR, JKW MERINGIS

    Tautan video tersebut lantas disebarluaskan di Facebook oleh akun ini, ini, dan ini.

    Hasil Cek Fakta

    Rapat Komisi V bersama Menteri PUPR membahas soal pendahuluan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran 2025.

    Setengah dari video yang beredar mengambil klip rapat yang bersumber dari kanal YouTube TVR Parlemen, pada 6 Juni 2024.

    Misalnya, pertanyaan anggota Komisi V Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Irine Yusiana Roba Putri soal Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), diambil dari klip di jam ke-1 menit ke-16 detik ke-6.

    Ia mempertanyakan data kebutuhan rumah bagi pekerja di Indonesia dan berapa yang telah dipenuhi.

    Kemudian, pertanyaan anggota Fraksi PDI-P Sri Rahayu soal perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada menit ke-43 detik ke-4.

    Sementara, pernyataan Ketua Komisi V DPR Lasarus terdapat di jam ke-4 menit ke-4 detik ke-24.

    Selebihnya, narator membacakan artikel dari Detik.com mengenai penyesalan Basuki yang menilai program Tapera terlalu tergesa-gesa.

    Narator juga membacakan artikel dari Tempo.co yang membahas pertanyaan Irine kepada Basuki soal Tapera.

    Tidak terdapat informasi dalam video mengenai pengunduran diri Basuki dari Kabinet Indonesia Maju.

    Baru-baru ini, Basuki diberikan tanggung jawab sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN. Ia memastikan, tugas baru ini tidak akan mengganggu kerjanya sebagai Menteri PUPR.

    "Tidak (mengganggu), selama ini saya juga mengerjakan itu (IKN). Ada Pak Wamen ATR/BPN dan para Deputi OIKN yang top serta pintar," ujar Basuki, pada Kamis (6/6/2024), seperti diwartakan Kompas.com.

    Basuki ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Bambang Susantono yang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Otorita IKN.

    Kesimpulan

    Narasi soal Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju merupakan hoaks.

    Judul video yang beredar tidak selaras dengan isinya. Narator dan klip dalam video membahas rapat Komisi V DPR bersama Menteri PUPR, pada 6 Juni 2024.

    Basuki memastikan, peran baru sebagai Plt Kepala Otorita IKN tidak akan mengganggu kerjanya sebagai menteri.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20501) [HOAKS] Video Karni Ilyas Promosikan Obat Nyeri Sendi

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com- Beredar video yang menampilkan jurnalis senior dan mantan Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas mempromosikan obat nyeri sendi.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang mengeklaim Karni Ilyas mempromosikan obat nyeri sendi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Dalam video Karni Ilyas mengatakan bahwa ia sudah mengalami nyeri sendi selama 11 tahun dan tidak kunjung sembuh meski sudah berobat sampai ke luar negeri.

    Namun, akhirnya ia mengaku menemukan obat rahasia yang dapat menyembuhkan nyeri sendinya. Karni  lantas menawarkan warganet untuk membeli obat tersebut melalui tuatan yang ada dalam unggahan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com video yang menampilkan Karni Ilyas identik dengan unggahan di kanal YouTube "Karni Ilyas Club" ini.

    Dalam video Karni menyampaikan klarifikasi terkait adanya konten di YouTube yang meniru suaranya. Karni meminta akun YouTube yang menirukan suaranya untuk menghapus konten yang diunggah.

    Menurut Karni, konten tersebut merugikan dirinya dan merupakan tindakan melanggar hukum. 

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com  memeriksa suara Karni Ilyas yang sedang mempromosikan obat nyeri sendi menggunakan Hive Moderation.

    Hasil pengecekan menunjukkan, probabilitas suara Karni dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI generatif mencapai 97,3 persen.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Karni Ilyas mempromosikan obat nyeri sendi tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya Karni menyampaikan klarifikasi terkait adanya konten di YouTube yang meniru suaranya.

    Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, probabilitas suara Karni Ilyas 97,3 persen dihasilkan oleh AI generatif. 

    Rujukan