tirto.id - Baru-baru ini, di media sosial Facebook, beredar sebuah unggahan terkait teknik menyembuhkan sakit gigi dalam hitungan menit. Akun bernama “Bunda Kabari” menyebarkan informasi ini disertai reel singkat tak sampai dua menit.
Narator dalam video menjelaskan bahwa apabila sakit gigi terjadi di bagian atas, maka titik refleksinya di bawah kuku jempol. Sementara saat sakit gigi di bagian bawah, maka titik relfeksinya di bagian tengah ibu jari.
Lebih lanjut, menurut klaim unggahan, memijat bagian tertentu kaki ini bisa dilakukan dengan menggunakan minyak zaitun secukupnya, kemudian dioleskan ke titik refleksi. Durasi memijatnya sekira 10 menit.
“Jika sakit gigi di bagian kanan, maka pijatlah titik refleksi pada kaki kiri, begitupun sebaliknya, jika sakit pada bagian kiri, maka pijatlah titik refleksi pada kaki kanan. Kemudian pijat juga di antara jari kelingking dan jari manis,” kata narator di video.
Narator juga menunjukkan, selain titik yang disebutkan, penderita sakit gigi bisa mencoba menekan bagian samping jempol dengan pena selama 10 menit.
Sejak diunggah pada Sabtu (8/6/2024) sampai Jumat (14/6/2024), video ini sudah memperoleh 8 ribu likes dan 82 komentar. Unggahannya sendiri sudah dibagikan ke 2.800 pengguna Facebook lainnya.
Tirto sebelumnya juga pernah memeriksa klaim terkait ramuan daun jeruk untuk menangkal sakit gigi seumur hidup. Faktanya, campuran daun jeruk dan garam sebagai obat kumur memang bisa mengatasi sakit gigi, akan tetapi penggunaannya hanya sebatas pertolongan pertama.
Lantas, apa benar memijat bagian kaki yang disebutkan bisa menyembuhkan gigi dalam hitungan menit?
(GFD-2024-20695) Benarkah Memijat Kaki Bisa Sembuhkan Sakit Gigi?
Sumber:Tanggal publish: 14/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Perlu diketahui mula-mula bahwa sakit gigi adalah kondisi di mana bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Menukil artikel Alodokter yang sudah ditinjau secara medis, sakit gigi biasanya muncul sebagai gejala dari suatu penyakit, baik itu penyakit yang berasal dari rongga mulut maupun bagian tubuh lain.
Sakit gigi akibat masalah di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak, gigi atau gusi yang meradang atau infeksi, gigi retak atau patah, gigi membusuk, dan gigi tanggal atau copot.
Sementara sakit gigi akibat nyeri yang menjalar dari bagian tubuh lain dapat terjadi akibat migrain, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan gangguan pada saraf wajah. Merokok atau menderita diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sikat gigi.
Menyoal tingkat keparahan sakit gigi sendiri beragam, mulai dari nyeri ringan yang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Nyeri akibat sakit gigi pun dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk.
Untuk memverifikasi unggahan tentang cara menyembuhkan sakit gigi dengan memijat bagian kaki, Tim Riset Tirto mencobamenghubungi Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Dokter, yang juga kini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran di Universitas Dian Nuswantoro tersebut, mengungkap, kalau dilihat dari teknik yang ditunjukkan dalam video, pegobatan tersebut termasuk teknik akupresur. Hal ini berdasar pada prinsip Traditional Chinese Medicine.
“Namun, letak titik akupresurnya [yang ada di video] kurang tepat karena titik untuk mengurangi rasa nyeri pada gigi yaitu titik ST44/meridian perut/titik neiting,” katanya menjelaskan kepada Tim Tirto lewat pesan teks, Kamis (13/6/2024).
Titik ini harusnya terletak di antara jari telunjuk dan jari tengah kaki. Fungsi titik ini secara umum yakni untuk mengatasi rasa nyeri pada gigi, sakit tenggorokan, dan nyeri lambung.
Selain itu, Dokter Wilson juga bilang, ada beberapa titik lain yang berguna untuk mengatasi nyeri pada gigi antara lain: (1) SI18/meridian usus kecil 18/titik Quanliao, (2) ST6/meridian perut 6/titik Jiache, (3) LI4/meridian usus besar 4/titik He Gu, (4) GB21/meridiqn kantung empedu 21/titik Jianjing, (5) ST36/meridian perut 36/titik Shuitu.
Seperti dilansir laman Hello Sehat yang sudah ditinjau oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa, akupresur (acupressure) adalah terapi komplementer asal Tiongkok yang dilakukan dengan memberikan tekanan atau pijatan lokal pada bagian tubuh tertentu.
Titik usus halus (SI18) misalnya, seperti yang disebut dr Wilson pula, merupakan titik akupresur yang paling banyak digunakan untuk mengatasi nyeri akibat sakit gigi, gusi bengkak, dan gigi berlubang.
Titik ini bisa ditemukan di bagian bawah kedua tulang pipi, tepatnya pada bawah ujung mata dan sejajar dengan bagian bawah hidung. Untuk mengaktifkan titik SI18, tekan keduanya menggunakan telunjuk dan jari tengah selama satu menit. Selama menekan titik ini, tarik napas dalam dan embuskan secara perlahan.
Namun begitu, saat Tirto mengonfirmasi apakah teknik pengobatan akupresur ini bisa menyembuhkan sakit gigi secara cepat, dr. Wilson menyampaikan hal ini tidak bisa instan dan perlu pengulangan untuk mengurangi nyerinya.
Akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Sakit gigi akibat masalah di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak, gigi atau gusi yang meradang atau infeksi, gigi retak atau patah, gigi membusuk, dan gigi tanggal atau copot.
Sementara sakit gigi akibat nyeri yang menjalar dari bagian tubuh lain dapat terjadi akibat migrain, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan gangguan pada saraf wajah. Merokok atau menderita diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sikat gigi.
Menyoal tingkat keparahan sakit gigi sendiri beragam, mulai dari nyeri ringan yang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Nyeri akibat sakit gigi pun dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk.
Untuk memverifikasi unggahan tentang cara menyembuhkan sakit gigi dengan memijat bagian kaki, Tim Riset Tirto mencobamenghubungi Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Dokter, yang juga kini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran di Universitas Dian Nuswantoro tersebut, mengungkap, kalau dilihat dari teknik yang ditunjukkan dalam video, pegobatan tersebut termasuk teknik akupresur. Hal ini berdasar pada prinsip Traditional Chinese Medicine.
“Namun, letak titik akupresurnya [yang ada di video] kurang tepat karena titik untuk mengurangi rasa nyeri pada gigi yaitu titik ST44/meridian perut/titik neiting,” katanya menjelaskan kepada Tim Tirto lewat pesan teks, Kamis (13/6/2024).
Titik ini harusnya terletak di antara jari telunjuk dan jari tengah kaki. Fungsi titik ini secara umum yakni untuk mengatasi rasa nyeri pada gigi, sakit tenggorokan, dan nyeri lambung.
Selain itu, Dokter Wilson juga bilang, ada beberapa titik lain yang berguna untuk mengatasi nyeri pada gigi antara lain: (1) SI18/meridian usus kecil 18/titik Quanliao, (2) ST6/meridian perut 6/titik Jiache, (3) LI4/meridian usus besar 4/titik He Gu, (4) GB21/meridiqn kantung empedu 21/titik Jianjing, (5) ST36/meridian perut 36/titik Shuitu.
Seperti dilansir laman Hello Sehat yang sudah ditinjau oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa, akupresur (acupressure) adalah terapi komplementer asal Tiongkok yang dilakukan dengan memberikan tekanan atau pijatan lokal pada bagian tubuh tertentu.
Titik usus halus (SI18) misalnya, seperti yang disebut dr Wilson pula, merupakan titik akupresur yang paling banyak digunakan untuk mengatasi nyeri akibat sakit gigi, gusi bengkak, dan gigi berlubang.
Titik ini bisa ditemukan di bagian bawah kedua tulang pipi, tepatnya pada bawah ujung mata dan sejajar dengan bagian bawah hidung. Untuk mengaktifkan titik SI18, tekan keduanya menggunakan telunjuk dan jari tengah selama satu menit. Selama menekan titik ini, tarik napas dalam dan embuskan secara perlahan.
Namun begitu, saat Tirto mengonfirmasi apakah teknik pengobatan akupresur ini bisa menyembuhkan sakit gigi secara cepat, dr. Wilson menyampaikan hal ini tidak bisa instan dan perlu pengulangan untuk mengurangi nyerinya.
Akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa teknik menyembuhkan sakit gigi dalam video merupakan teknik akupresur. Hal ini berdasar pada prinsip Traditional Chinese Medicine.
Namun demikian, Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, menyatakan kalau letak titik akupresurnya kurang tepat. Lebih lanjut, akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Jadi, bisa disimpulkan kalau video memijat jempol kaki dan di antara jari kelingking dan jari manis dengan klaim menyembuhkan sakit gigi dalam hitungan menit bersifat missing context (menyesatkan tanpa konteks tambahan).
Namun demikian, Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, menyatakan kalau letak titik akupresurnya kurang tepat. Lebih lanjut, akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Jadi, bisa disimpulkan kalau video memijat jempol kaki dan di antara jari kelingking dan jari manis dengan klaim menyembuhkan sakit gigi dalam hitungan menit bersifat missing context (menyesatkan tanpa konteks tambahan).
Rujukan
(GFD-2024-20696) Video Penjemputan Jenazah Lukas Enembe Diklaim Demo 1 Juni 2024
Sumber:Tanggal publish: 14/06/2024
Berita
tirto.id - Sepanjang bulan Juni ini, di media sosial, tersebar sebuah video yang menunjukkan kerumunan orang, yang diklaim terjadi di Kota Cirebon pada peringatan hari lahir Pancasila, yakni pada 1 Juni 2024. Kerumunan orang ini disebut meminta keadilan sila ke-5, alias “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Akun bernama “Anto Putra” misalnya, mengunggah klip tak sampai satu menit ini disertai keterangan bahwa unjuk rasa ini juga berkaitan dengan berita Vina. Kasus Vina yang dimaksud yakni peristiwa pembunuhan di Cirebon, pada 2016 silam.
Kasus itu memang tengah menjadi sorotan lantaran pengusutan kasusnya berlanjut, setelah sekian lama tak menemui titik terang. Salah seorang buron yang dahulu masih belum tertangkap, yakni Pegi Setiawan, sudah diamankan Polda Jawa Barat (Jabar) baru-baru ini. Pada Senin (10/6/2024), polisi mengungkap tersangka Pegi Setiawan (PS) alias Perong telah menjalani pemeriksaan psikologi forensik guna penyelidikan kasus.
Video seperti unggahan akun “Anto Putra” juga disebarkan oleh beberapa akun Facebook lain dengan narasi yang serupa, seperti bisa dilihat di sini dan di sini.
Hingga Jumat (14/6/2024), video yang pertama diunggah pada Sabtu (1/6/2024) ini sudah disukai oleh 98 orang dan memperoleh 13 komentar. Jika menengok kolom komentarnya, masyarakat tampak mempercayai klaim yang disematkan dan beberapa mengungkap kekaguman atas kepedulian publik.
Sementara akun “Anto Putro” sendiri juga terlihat secara konsisten menyebarkan unggahan yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Vina.
Namun, bagaimana kebenaran videonya?
Akun bernama “Anto Putra” misalnya, mengunggah klip tak sampai satu menit ini disertai keterangan bahwa unjuk rasa ini juga berkaitan dengan berita Vina. Kasus Vina yang dimaksud yakni peristiwa pembunuhan di Cirebon, pada 2016 silam.
Kasus itu memang tengah menjadi sorotan lantaran pengusutan kasusnya berlanjut, setelah sekian lama tak menemui titik terang. Salah seorang buron yang dahulu masih belum tertangkap, yakni Pegi Setiawan, sudah diamankan Polda Jawa Barat (Jabar) baru-baru ini. Pada Senin (10/6/2024), polisi mengungkap tersangka Pegi Setiawan (PS) alias Perong telah menjalani pemeriksaan psikologi forensik guna penyelidikan kasus.
Video seperti unggahan akun “Anto Putra” juga disebarkan oleh beberapa akun Facebook lain dengan narasi yang serupa, seperti bisa dilihat di sini dan di sini.
Hingga Jumat (14/6/2024), video yang pertama diunggah pada Sabtu (1/6/2024) ini sudah disukai oleh 98 orang dan memperoleh 13 komentar. Jika menengok kolom komentarnya, masyarakat tampak mempercayai klaim yang disematkan dan beberapa mengungkap kekaguman atas kepedulian publik.
Sementara akun “Anto Putro” sendiri juga terlihat secara konsisten menyebarkan unggahan yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Vina.
Namun, bagaimana kebenaran videonya?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto menelusuri rekaman ini dengan memanfaatkan Google Image. Setelah menyalin tangkapan layar videonya, kami menemukan cuplikan identik tapi dengan pengambilan angle yang berbeda, diunggah oleh kanal YouTube “WAGADEI TV”.
Namun video itu bukanlah dokumentasi unjuk rasa di Cirebon, pada 1 Juni 2024, melainkan prosesi penjemputan jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Kami juga menemukan video yang sama persis dengan reel yang beredar diunggah akun Instagram “ikkj_jayapura” dengan keterangan lokasi di Jayapura, Provinsi Papua.
Akun itu juga menyertakan klip lain, yang memperlihatkan terjadinya kerusuhan.
Berbekal konteks itu, kami mencoba melakukan penelusuran lanjutan lewat penelusuran Google dengan kata kunci “video penjemputan jenazah Lukas Enembe”.
Hasilnya, kami menjumpai cuplikan ini juga tayang di laman kantor berita Antara. Menurut keterangan, video tersebut memang menunjukkan kedatangan jenazah Lukas Enembe di Bandara Sentani Jayapura, yang disambut kerumunan orang. Peti jenazah diarak oleh massa yang berjalan kaki ke tempat persemayaman di STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/12/2024).
Antara menyebut sempat terjadi ketegangan saat massa ingin mengarak peti jenazah ke tempat persemayaman di STAKIN Sentani, Jaypura. Dengan begitu, bisa dikatakan video yang beredar di Facebook diberi konteks yang tidak sesuai.
Untuk diketahui, eks Gubernur Papua sekaligus narapidana kasus korupsi, Lukas Enembe, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/12/2023).
Lukas saat itu menghabiskan beberapa bulan menjalani sidang di Jakarta untuk kasus korupsi yang menjerat dirinya. Dalam rentang waktu itu, kondisi kesehatannya sempat beberapa kali menurun dan beberapa kali pula dia dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Dalam kasus yang menjeratnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis mantan Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi pidana penjara selama 10 tahun, denda sebesar Rp1 miliar subsider pidana kurungan empat bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp47,8 miliar.
Namun video itu bukanlah dokumentasi unjuk rasa di Cirebon, pada 1 Juni 2024, melainkan prosesi penjemputan jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Kami juga menemukan video yang sama persis dengan reel yang beredar diunggah akun Instagram “ikkj_jayapura” dengan keterangan lokasi di Jayapura, Provinsi Papua.
Akun itu juga menyertakan klip lain, yang memperlihatkan terjadinya kerusuhan.
Berbekal konteks itu, kami mencoba melakukan penelusuran lanjutan lewat penelusuran Google dengan kata kunci “video penjemputan jenazah Lukas Enembe”.
Hasilnya, kami menjumpai cuplikan ini juga tayang di laman kantor berita Antara. Menurut keterangan, video tersebut memang menunjukkan kedatangan jenazah Lukas Enembe di Bandara Sentani Jayapura, yang disambut kerumunan orang. Peti jenazah diarak oleh massa yang berjalan kaki ke tempat persemayaman di STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/12/2024).
Antara menyebut sempat terjadi ketegangan saat massa ingin mengarak peti jenazah ke tempat persemayaman di STAKIN Sentani, Jaypura. Dengan begitu, bisa dikatakan video yang beredar di Facebook diberi konteks yang tidak sesuai.
Untuk diketahui, eks Gubernur Papua sekaligus narapidana kasus korupsi, Lukas Enembe, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/12/2023).
Lukas saat itu menghabiskan beberapa bulan menjalani sidang di Jakarta untuk kasus korupsi yang menjerat dirinya. Dalam rentang waktu itu, kondisi kesehatannya sempat beberapa kali menurun dan beberapa kali pula dia dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Dalam kasus yang menjeratnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis mantan Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi pidana penjara selama 10 tahun, denda sebesar Rp1 miliar subsider pidana kurungan empat bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp47,8 miliar.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau video kerumunan orang dengan klaim suasana di Cirebon pada 1 Juni 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Rekaman itu merupakan momen penjemputan jenazah mantan Gubernur Papua, sekaligus narapidana kasus korupsi, Lukas Enembe, seperti yang dilaporkan oleh Antara.
Rekaman itu merupakan momen penjemputan jenazah mantan Gubernur Papua, sekaligus narapidana kasus korupsi, Lukas Enembe, seperti yang dilaporkan oleh Antara.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/428231450173309
- https://tirto.id/daftar-pelaku-kasus-vina-cirebon-2016-dan-masa-hukumannya-gYEL
- https://tirto.id/pegi-dan-keluarga-jalani-pemeriksaan-psikologi-forensik-gZvh
- https://www.facebook.com/reel/834928305171256
- https://www.facebook.com/reel/1719142922212127
- https://www.facebook.com/Mas.anto.tj
- https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=rSn2ljJLflQ
- https://www.instagram.com/p/C1YuYv2vf7Z/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
- https://www.antaranews.com/video/3890133/warga-iringi-jenazah-lukas-enembe-ke-persemayaman
- https://tirto.id/eks-gubernur-papua-lukas-enembe-meninggal-dunia-di-rspad-gTKC
(GFD-2024-20494) [SALAH] Video “Selasa 11 Juni 2024, Tangkuban Perahu Erupsi”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 13/06/2024
Berita
“#selasa 11juni 2024 Tangkuban perahu erupsi”
Hasil Cek Fakta
Sebuah postingan Facebook membagikan video yang diklaim merupakan video amatir dari erupsi gunung Tangkuban Perahu pada Selasa, 11 Juni 2024.
Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan, faktanya video tersebut merupakan erupsi gunung Tangkuban Perahu pada 26 Juli 2019. Sebelumnya Pemeriksa Fakta Mafindo telah menemukan video identik yang sudah terpublikasi sejak Juli 2019 di YouTube dengan judul video “detik-detik gunung tangkuban perahu meletus”, video tersebut sudah beberapa kali digunakan dengan menyematkan narasi yang menyesatkan.
Penelusuran terkait adanya erupsi gunung Tangkuban Perahu akhir-akhir ini, tidak ditemukan sumber pemberitaan valid yang membenarkan adanya erupsi gunung Tangkuban Perahu pada Selasa, 11 Juni 2024.
Dengan demikian, gunung Tangkuban Perahu erupsi pada 11 Juni 2024 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan, faktanya video tersebut merupakan erupsi gunung Tangkuban Perahu pada 26 Juli 2019. Sebelumnya Pemeriksa Fakta Mafindo telah menemukan video identik yang sudah terpublikasi sejak Juli 2019 di YouTube dengan judul video “detik-detik gunung tangkuban perahu meletus”, video tersebut sudah beberapa kali digunakan dengan menyematkan narasi yang menyesatkan.
Penelusuran terkait adanya erupsi gunung Tangkuban Perahu akhir-akhir ini, tidak ditemukan sumber pemberitaan valid yang membenarkan adanya erupsi gunung Tangkuban Perahu pada Selasa, 11 Juni 2024.
Dengan demikian, gunung Tangkuban Perahu erupsi pada 11 Juni 2024 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Faktanya video tersebut merupakan erupsi gunung Tangkuban Perahu pada 26 Juli 2019.
Faktanya video tersebut merupakan erupsi gunung Tangkuban Perahu pada 26 Juli 2019.
Rujukan
(GFD-2024-20495) [SALAH] Video Kucing Selamat dari Serangan Zionis di Dalam Lemari
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 13/06/2024
Berita
“Alhamdullilah, kucing selamat dari serangan zionis”
“masya Allah alhamdulillah keajaiban dari Allah, kucing selamat dari serangan zionis terima kasih ya rabb”
“masya Allah alhamdulillah keajaiban dari Allah, kucing selamat dari serangan zionis terima kasih ya rabb”
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas.
Sebuah video beredar di Facebook menunjukkan seekor kucing berada dalam lemari yang di sekitarnya terlihat abu bekas terbakar. Video tersebut diklaim merupakan seekor kucing yang selamat dari serangan Israel.
Setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas, klaim tersebut salah. Faktanya video tersebut merupakan video dari seekor kucing yang selamat dari kebakaran rumah di Jeddah, Arab Saudi pada Mei 2023, tidak ada kaitannya dengan konflik antara Palestina dan Israel.
Konflik antara Palestina dan Israel yang akhir-akhir ini masih terjadi diketahui dimulai pada 7 Oktober 2023, sedangkan video tersebut sudah lama beredar di TikTok pada 15 Mei 2023 atau lima bulan sebelum konflik tersebut dimulai.
Dengan demikian, video kucing selamat dari serangan Israel adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Sebuah video beredar di Facebook menunjukkan seekor kucing berada dalam lemari yang di sekitarnya terlihat abu bekas terbakar. Video tersebut diklaim merupakan seekor kucing yang selamat dari serangan Israel.
Setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas, klaim tersebut salah. Faktanya video tersebut merupakan video dari seekor kucing yang selamat dari kebakaran rumah di Jeddah, Arab Saudi pada Mei 2023, tidak ada kaitannya dengan konflik antara Palestina dan Israel.
Konflik antara Palestina dan Israel yang akhir-akhir ini masih terjadi diketahui dimulai pada 7 Oktober 2023, sedangkan video tersebut sudah lama beredar di TikTok pada 15 Mei 2023 atau lima bulan sebelum konflik tersebut dimulai.
Dengan demikian, video kucing selamat dari serangan Israel adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Faktanya video tersebut menunjukkan seekor kucing yang selamat dari kebakaran di sebuah rumah di Jeddah, Arab Saudi pada Mei 2023. Tidak ada kaitannya dengan konflik antara Israel dan Palestina yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Faktanya video tersebut menunjukkan seekor kucing yang selamat dari kebakaran di sebuah rumah di Jeddah, Arab Saudi pada Mei 2023. Tidak ada kaitannya dengan konflik antara Israel dan Palestina yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Rujukan
Halaman: 3428/7967





