• (GFD-2024-20538) [HOAKS] Iptu Rudiana Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim, Inspektur Satu (Iptu) Rudiana telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita di Cirebon, Jawa Barat.

    Rudiana merupakan ayah dari Muhammad Rizky atau Eki, korban lain dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 2016 silam.

    Berdasarkan penelusuran Tim cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang beredar

    Narasi soal Iptu Rudiana ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan Vina dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video pada 9 Juni dan 11 Juni 2024 dengan judul:

    Mengerikan!! Bukti penyiksaan sadis kasus vina cirebon,iptu rudiana resmi ditetapkan sebagai tersangka.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah video disimak sampai tuntas, Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi valid soal penetapan Rudiana sebagai tersangka.

    Narator lebih banyak membahas soal pemeriksaan Rudiana oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri secara tertutup.

    Dikutip dari Tribunnews, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan, Rudiana diperiksa oleh tim pengawas internal dan eksternal Propam Polri.

    "Ya, dilakukan pemeriksaan, sudah dilakukan pemeriksaan, tim kemarin datang mengasistensi kami tentunya mengambil keterangan dari yang bersangkutan," kata Jules, Rabu (13/6/2024). 

    Kendati begitu, Jules tidak memberikan kepastian terkait waktu pemeriksaan Rudiana. Ia juga mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan tersebut.

    Sebelumnya, Rudiana telah diperiksa oleh Polda Jawa Barat. Jules menyebutkan, Rudiana diperiksa sebagai pelapor sekaligus orangtua korban. Namun, Jules tidak memerinci hasil pemeriksaan.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa Iptu Rudiana ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina adalah hoaks. Klaim pada judul video yang disebarkan di media sosial tidak selaras dengan isinya.

    Kompas.com tidak menemukan informasi valid soal penetapan tersangka dalam video itu. Narator hanya membahas soal pemeriksaan Rudiana oleh Divisi Propam Polri secara tertutup.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20539) [HOAKS] Pesan Berantai soal Whatsapp Gold dan Video Martinelli

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar pesan berantai mengenai virus atau malware yang dikirimkan melalui pemasangan Whatsapp Gold dan video Martinelli.

    Ketika mengeklik video atau memasang aplikasi Whatsapp Gold, ponsel akan terserang malware yang berisiko merusak perangkat.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, isi pesan berantai itu hoaks.

    Pesan berantai soal virus dalam Whatsapp Gold dan video Martinelli ditemukan di akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut isi pesan yang diunggah salah satu akun pada Sabtu (8/6/2024):

    Hari ini di radio orang2 berbicara tentang Whatsapp Gold. Konon akan ada video yang akan diluncurkan besok di Whatsapp dan disebut Martinelli. Jangan buka. Bila masuk ke posel Anda dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya. Sebarkan berita ini kepada teman yang Anda kenal. Jika Anda menerima pesan untuk memperbarui Whastapp Gold, Jangan dibuka! Mereka baru saja mengumumkan bahwa virusnya serius. Kirimkan ke semua orang yang di kenal..

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 22 Mei 2024, soal pesan berantai soal virus dalam Whatsapp Gold dan pemutaran video Martinelli.

    Hasil Cek Fakta

    Isi pesan berantai tersebut merupakan hoaks berulang yang telah beredar sejak 2017. Dilansir Snopes, pesan berantai itu pertama kali beredar dalam bahasa Spanyol.

    Kepolisian Spanyol telah membantah narasi soal penyebaran virus melalui Whatsapp Gold atau video Martinelli.

    Pesan serupa beredar di Indonesia. Seperti diulas oleh Kompas.com pada 2021.

    Kemudian pada 2023, akun Instagram Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menginformasikan, pesan berantai soal WhatsApp gold dan video Martinelli adalah hoaks.

    Kendati demikian, warganet tetap perlu berhati-hati terhadap aplikasi modifikasi atau MOD. Aplikasi MOD dikembangkan oleh developer pihak ketiga atau tidak resmi.

    Dikutip dari situs WhatsApp, aplikasi tidak resmi atau yang dikembangkan pihak ketiga melanggar ketentuan layanan WhatsApp.

    Keamanannya tidak terjamin, karena:

    Sebagai langkah keamanan digital, memang sebaiknya tidak membuka lampiran berupa link atau video sembarangan dari orang tak dikenal.

    Kesimpulan

    Pesan berantai soal virus dalam Whatsapp Gold dan video Martinelli merupakan hoaks yang telah beredar sejak 2017.

    Meski isi pesan tidak benar, tetapi pengguna harus waspada dengan aplikasi MOD dan jangan sembarangan klik lampiran dari orang tak dikenal.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20604) [SALAH] Pendukung Perjuangan Palestina Ditangkap Dan Dipukuli di Stadion Spanyol

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 14/06/2024

    Berita

    Beredar sebuah video oleh akun Twitter @Abahpurwa1, dalam video tersebut terlihat seorang yang diduga supporter sedang berlari di area lapangan dengan membawa sejenis spanduk. Tak lama kemudian, sekelompok polisi langsung mengamankam aksi pria tersebut, terlihat juga polisi yang bertugas memukul supporter tersebut dengan alat yang dibawanya. Hal itu memicu keributan dari pemain dan penonton sehingga masuk di dalam area lapangan. Dalam narasi yang dituliskan, aksi tersebut merupakan pemukulan yang dialami oleh pejuang Palestina.

    NARASI:
    Di satu stadion Spanyol, seorang pendukung perjuangan Palestina ditangkap polisi lalu dipukuli, tapi lihatlah bagaimana bnyaknya penonton turun membelanya!!!

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran dengan menggunakan tools yandex, ditemukan sebuah akun YouTube dengan konten serupa. Pada akun YouTube milik @azorespower, video tersebut diunggah pada tahun 2012. Video serupa lainnya juga muncul dan diunggah pada tahun 2011.

    Dalam kolom komentar pada unggahan YouTube tersebut juga terdapat penjelasan terkait dengan kejadian yang sebenarnya. Akun milik @alexstudieshistory5823 menjelaskan bahwa Insiden ini terjadi pada pertandingan pra-musim yang dimainkan di Swiss, di mana seorang pendukung Benfica asal Portugal dipukuli.

    Selain itu, salah satu akun Twitter @CelsoACaccamo juga mengunggah konten yang sama, ia turut menjelaskan bahwa itu terjadi pada pertandingan Benfica di Swiss beberapa tahun yang lalu. Dalam video yang ditampilkan, berbunyi “Pria itu menghindari keamanan dan memasuki lapangan sambil menunjukkan pesan dukungan kepada wasit”.

    Dengan demikian, aksi pemukulan yang dilakukan oleh polisi kepada pejuang Palestina adalah tidak benar, sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Video tersebut merupakan insiden pada pertandingan pra-musim yang dimainkan di Swiss, di mana seorang pendukung Benfica asal Portugal dipukuli.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20608) [SALAH] “Jadi odgj karena kecanduan game onlen”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 14/06/2024

    Berita

    NARASI: “Ooo..Tuhan….Jangan sampai menimpa di keluarga kita. Yuk Awasi adek, anak, ponakan, saudara demi masa depan mereka 🙏”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan hoaks daur ulang yang sudah pernah diklarifikasi sebelumnya yang menyebabkan kesimpulan yang MENYESATKAN. BUKAN tentang terkena gangguan jiwa karena kecanduan permainan daring, FAKTA: video yang dibagikan adalah hasil SUNTINGAN menggunakan filter “Crazy Eyes”.

    Sumber video, ravenanandio di Instagram pada 5 Desember 2019: “Terus awasi buah hati anda.

    Artikel periksa fakta yang sebelumnya, turnbackhoax.id pada 7 Des 2019: “Video suntingan. Pembuat video tersebut telah menyatakan bahwa dia membuat video tersebut dengan fitur filter instagram. Dia juga menyatakan bahwa matanya masih normal dan dia bukanlah Iwan yang disebut di video tersebut.”

    turnbackhoax.id: “Hasil pencarian atas crazy eyes”

    TikTok: “Discover videos related to crazy eyes filter on TikTok. See more videos about Chelsea Lee Art Keisha Louise, Daniel Ricciardo Saying His Name, King Duvet in Queen Cover, Iffy0601, Feniksad Kyla, Ps3 Headphone.”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, hoaks daur ulang. BUKAN tentang terkena gangguan jiwa karena kecanduan permainan daring, FAKTA: video yang dibagikan adalah hasil SUNTINGAN menggunakan filter “Crazy Eyes”.

    Rujukan