(GFD-2024-21158) Keliru, Video Testimoni Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier Soal Pengobatan Prostat Tanpa Dokter dan Operasi
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
Sebuah halaman Facebook [ arsip ] mengunggah video yang berisi testimoni Dokter Terawan Agus Putranto dan Deddy Corbuzier tentang khasiat kunyit untuk mengobati lemah ereksi, sakit prostat tanpa dokter dan operasi.
Dalam video itu tampak Terawan menyatakan bahwa dengan menonton video tersebut selama 3 menit, penonton akan melupakan sering buang air kecil dalam 24 jam dan mengembalikan cinta dengan istri 3 kali semalam. Sedangkan Deddy Corbuzier memberikan testimoni mengenai video di internet yang mengenalkannya pada metode agar bisa memperkuat penis saat berhubungan badan.
Sejak diunggah pada 5 Juli 2024, video berdurasi 4 menit 14 detik ini telah disaksikan oleh 5 juta pengguna Facebook, mendapatkan 12 ribu suka dan 369 komentar. Benarkah Deddy Corbuzier dan Dokter Terawan Agus Putranto mempromosikan pengobatan prostat dan disfungsi ereksi dengan menggunakan kunyit? Berikut pemeriksaan faktanya.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim pada video ini dengan sumber terbuka, jurnal kesehatan dan pendapat ahli. Juga menelusuri sumber asli video yang digunakan dan menganalisis suara dan gambar dengan menggunakan Deepware.ai dan AI Voice Detector.
Tempo menganalisis video tersebut dengan menggunakan Avatarify, Deepware, Seferbekov, dan Ensemble. Hasilnya video tersebut tidak terdeteksi sebagai deepfake. Hasil analisis ini memang tidak dapat dijadikan bukti, mengingat Deepware.ai belum sempurna.
Namun bila dilihat lebih teliti, terdapat ketidaknormalan pada gerakan mata, bibir, dan raut muka kedua tokoh tersebut saat berbicara. Gerakan yang tidak normal mengindikasi bahwa video merupakan hasil deepfake. Salah satu indikasi deepfake biasanya fokus pada visual daripada suara. Cara mengidentifikasi video deepfake dapat dibaca pada artikel yang ditulis Tim Cek Fakta pada tautan ini.
Tempo menganalisis suara kedua tokoh tersebut dengan AI Voice Detector. Hasil analisis menunjukkan suara Deddy dan Terawan diidentifikasi 94.40% sebagai hasil AI Voice. AI Voice merupakan jenis kecerdasan buatan (AI) yang menggunakan teknik pembelajaran mendalam untuk menghasilkan suara yang dihasilkan komputer yang meniru ucapan manusia.
Hasil penelusuran sumber gambar Deddy menunjukkan bahwa fragmen tersebut identik dengan tayangan di YouTube Deddy Corbuzier pada 8 Maret 2024. Tayangan tersebut berjudul “Mending Azka Katolik Selamanya Daripada Deket Sama Onad??- Login - Jafar - Onad - Login eps 8”. Ini dibuktikan dengan baju dan topi yang dipakai Deddy, serta latar belakang video yang identik.
Sedangkan pada fragmen video Dokter Terawan, identik dengan tayangan Kompas TV yang diunggah di YouTube pada 11 Juli 2022. Tayangan tersebut berjudul “Kebijakannya saat Jadi Menkes Tuai Kontroversi, Ini Klarifikasi Terawan - ROSI”. Ini dibuktikan dengan baju, kaca mata yang dipakai Terawan serta latar yang identik.
Pada dua tayang tersebut, tidak ditemukan narasi seperti yang disebutkan dalam unggahan Facebook di atas.
Tentang Prostat dan Disfungsi Ereksi
Dilansir laman Medlineplus.gov, prostat adalah kelenjar dalam sistem reproduksi pria. Letaknya tepat di bawah kandung kemih. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang merupakan bagian dari air mani. Sedangkan prostatitis adalah peradangan (pembengkakan dan nyeri) pada kelenjar prostat. Ini merupakan masalah prostat yang paling umum terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun.
Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS, dokter spesialis Urologi, dalam tulisannya pada laman Rumah Sakit Universitas Indonesia mengatakan penanganan pembesaran prostat dapat dilakukan dengan operasi dan non-operasi atau terapi obat.
“Operasi prostat biasanya disarankan jika gejala pembesaran prostat menjadi parah dan memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Operasi prostat memiliki risiko dan memerlukan periode pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan terapi obat. Namun, bagi beberapa individu dengan gejala yang parah, operasi mungkin menjadi solusi terbaik,” tulisnya.
Dilansir laman RS Siloam, pertambahan usia dapat menyebabkan ukuran prostat membesar secara normal. Namun, bila ukurannya terlalu besar atau mengalami gangguan, maka hal ini dapat menjadi penyebab prostat.
Pembengkakan prostat dapat dipicu beberapa hal, antara lain: faktor usia 50 tahun ke atas, obesitas, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit prostat, efek penggunaan obat-obatan seperti beta-blockers, gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok serta mengidap penyakit menular seksual, seperti HPV, gonore, sifilis, dan lain-lain.
Ada beberapa jenis obat yang kerap diresepkan dokter untuk menangani penyakit prostat yaitu antibiotik dan alfa-blocker, seperti tamsulosin, alfuzosin, silodosin, dan doxazosin. Namun sebelum mengambil tindakan operasi dan terapi obat, penderita wajib mendapatkan pemeriksaan lengkap oleh dokter spesialis.
Sedangkan disfungsi ereksi (DE), seperti yang ditulis pada laman RS Siloam, merupakan salah satu masalah seksual yang umum dialami oleh banyak pria di seluruh dunia dan dikenal juga sebagai impotensi. Kondisi ini sering kali terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia dan penyakit penyerta lainnya.
Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, pertama, faktor organik yang disebabkan oleh gangguan hormonal dan syaraf. Kedua, Non-Organik atau Psikis, seperti stress, perasaan kurang percaya diri ataupun overthinking soal seks. Ketiga, campuran, terjadi karena gabungan dari faktor organik dan psikis. Mengkonsumsi obat-obatan seperti obat untuk masalah kejiwaan, obat hipertensi, dan obat diuretik dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
Meski tidak menimbulkan gangguan serius dalam jangka panjang, disfungsi ereksi tetap harus ditangani dengan segera untuk memperbaiki kualitas hidup sehari-hari. Pengobatan disfungsi ereksi bisa dengan berbagai metode penanganan. Mulai dari edukasi, perbaikan pola hidup, obat-obatan, hingga dilakukan terapi.
Dalam kasus DE, Prof.dr. Ponco Wibowo, spesialis urologi dari RS Siloam Asri Jakarta Selatan mengatakan penting untuk mengenali gejala awal dan menghubungi dokter segera jika mengalami masalah. "Pengobatan yang tepat dan teratur akan memastikan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang," ujar dokter Ponco, seperti dilansir Kompas.com.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, video berisi testimoni Dokter Terawan Agus Putranto dan Deddy Corbuzier tentang khasiat kunyit untuk mengobati lemah ereksi, sakit prostat tanpa dokter dan operasi adalah keliru.
Fragmen video Dokter Terawan Agus Putranto dan Deddy Corbuzier merupakan hasil deepfake. Suara keduanya merupakan AI Voice.
Penangan pasien gangguan prostat dan disfungsi ereksi sebaiknya dilakukan setelah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter spesialis urologi. Penggunaan obat-obatan juga harus dalam pengawasan dokter.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61556091384513/videos/1404540466910868
- https://web.archive.org/web/20240717070505/
- https://www.facebook.com/61556091384513/videos/1404540466910868
- https://scanner.deepware.ai/result/778a7153664bd14a82311d77b62d1376c4729d73-1721178506/
- https://newsletter.tempo.co/read/1786533/cekfakta-230-jeli-mendeteksi-hoaks-video-berupa-deepfake
- https://aivoicedetector.com/
- https://www.youtube.com/watch?v=1h1w876eIAo
- https://www.youtube.com/watch?v=Scppxr_GSg4
- https://medlineplus.gov/prostatediseases.html
- https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/pembesaran-prostat-jinak-apakah-cepat-operasi-lebih-baik
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-penyakit-prostat
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pengobatan-disfungsi-ereksi
- https://health.kompas.com/read/2023/05/19/094907468/jika-alami-disfungsi-ereksi-harus-berobat-ke-dokter-apa.
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-21163) Cek Fakta: Menteri AS Sebut Kominfo Bodoh usai Database Negara Diretas, Ini Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
Jakarta: Beredar sebuah unggahan di akun X (Twitter) yang menampilkan tangkapan layar dari suatu media yang menarasikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bodoh dan terlalu sibuk urus Palestina hingga tidak tahu database penting milik negara diretas . Unggahan itu diunggah akun X @_memoryusang.
Berikut narasi lengkapnya:
“Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Database Negaranya dihacker tidak tau, karena telalu sibuk nguru Palestina,” demikian bunyi narasi melalui tangkapan layar unggahan tersebut.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .
Berikut narasi lengkapnya:
“Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Database Negaranya dihacker tidak tau, karena telalu sibuk nguru Palestina,” demikian bunyi narasi melalui tangkapan layar unggahan tersebut.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id , unggahan yang disertakan dalam tangkapan layar tersebut itu tidaklah benar. Medcom.id tidak menemukan artikel dengan judul tersebut dan juga unggahan artikel pada Selasa, 2 Juli 2024 pukul 07:34.
Menteri Amerika yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan Anthony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Foto tersebut merupakan saat Blinken berbicara pada peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" yang pertama, di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 4 Januari 2023, dilansir dariGetty Image.
Tak hanya itu, Redaktur Eksekutif Liputan6.com, Raden Trimutia Hatta menjelaskan bahwa konten yang beredar di akun X tersebut juga terdapat di TikTok, konten itu merupakan hasil curian dari konten liputan6.com dan kemudian disunting dengan menambahkan narasi hoaks yang tidak sesuai dengan berita aslinya.
"Kami sudah laporkan temuan ini ke pihak TikTok dan sudah ditindaklanjuti dengan menghapus akun tersebut," kata Trimutia.
Raden meminta, masyarakat untuk tidak terpengaruh atau mempercayai akun-akun media sosial yang mencuri konten Liputan6.com untuk menyebarkan hoaks.
Menteri Amerika yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan Anthony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Foto tersebut merupakan saat Blinken berbicara pada peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" yang pertama, di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 4 Januari 2023, dilansir dariGetty Image.
Tak hanya itu, Redaktur Eksekutif Liputan6.com, Raden Trimutia Hatta menjelaskan bahwa konten yang beredar di akun X tersebut juga terdapat di TikTok, konten itu merupakan hasil curian dari konten liputan6.com dan kemudian disunting dengan menambahkan narasi hoaks yang tidak sesuai dengan berita aslinya.
"Kami sudah laporkan temuan ini ke pihak TikTok dan sudah ditindaklanjuti dengan menghapus akun tersebut," kata Trimutia.
Raden meminta, masyarakat untuk tidak terpengaruh atau mempercayai akun-akun media sosial yang mencuri konten Liputan6.com untuk menyebarkan hoaks.
Kesimpulan
Unggahan yang dinarasikan Menteri AS menyebut Kominfo bodoh karena database diretas adalah hoaks, karena tidak memuat informasi yang benar. Konten ini masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Rujukan
(GFD-2024-21164) Hoaks Tempo Buat Laporan Agenda Komunis Tiongkok
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
tirto.id - Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa salah satu media nasional, Tempo, membuat laporan soal agenda persatuan komunis Tiongkok. Unggahan tersebut juga menyertakan animasi wajah Presiden Joko Widodo, dilengkapi dengan keterangan "Berita Tempo" di bagian atas dan "Awas Bahaya Komunis" di bagian bawah video.
Pada video tersebut, ada suara narator yang menjabarkan apa saja yang dimaksud dengan agenda persatuan komunis Tiongkok.
"Dia misalnya mengatakan begini. Agenda persatuan komunis Cina, pusat RRC, negara RI, satu, katanya, memiskinkan pribumi dengan sistem. Dua, jauhkan umat Islam dari ajaran agamanya. Tiga, campur adukkan ajaran agama. Empat, benturkan, adu domba sesama pribumi. Lima, rusak generasi muda dengan narkoba. Enam, racuni pribumi dengan melalui podcast, produk sachet, kemasan siap saji. Tujuh, sesatkan pribumi melalui media. Delapan, sesatkan wanita dengan uang dan seks bebas," begitu bunyi nukilan dari narasi audionya.
Unggahan tersebut ditemukan di berbagai media sosial. Tirto menemukan di Facebook dari unggahan akun "Neng Nafiza" (arsip), "Ariadi Msi" (arsip), "Irfan Bakti" (arsip), dan "Rahmeynisari Tarigan" (arsip). Sementara di platform lain, di TikTok dan YouTube juga ditemukan konten dengan narasi serupa.
Konten-konten tersebut memang tidak banyak menarik perhatian dan penonton, namun dapat merusak kredibilitas Tempo sebagai salah satu media nasional.
Lalu, bagaimana faktanya?
Pada video tersebut, ada suara narator yang menjabarkan apa saja yang dimaksud dengan agenda persatuan komunis Tiongkok.
"Dia misalnya mengatakan begini. Agenda persatuan komunis Cina, pusat RRC, negara RI, satu, katanya, memiskinkan pribumi dengan sistem. Dua, jauhkan umat Islam dari ajaran agamanya. Tiga, campur adukkan ajaran agama. Empat, benturkan, adu domba sesama pribumi. Lima, rusak generasi muda dengan narkoba. Enam, racuni pribumi dengan melalui podcast, produk sachet, kemasan siap saji. Tujuh, sesatkan pribumi melalui media. Delapan, sesatkan wanita dengan uang dan seks bebas," begitu bunyi nukilan dari narasi audionya.
Unggahan tersebut ditemukan di berbagai media sosial. Tirto menemukan di Facebook dari unggahan akun "Neng Nafiza" (arsip), "Ariadi Msi" (arsip), "Irfan Bakti" (arsip), dan "Rahmeynisari Tarigan" (arsip). Sementara di platform lain, di TikTok dan YouTube juga ditemukan konten dengan narasi serupa.
Konten-konten tersebut memang tidak banyak menarik perhatian dan penonton, namun dapat merusak kredibilitas Tempo sebagai salah satu media nasional.
Lalu, bagaimana faktanya?
Hasil Cek Fakta
Pada Rabu (10/7/2024), Tempo mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim yang beredar di media sosial tersebut. Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Setri Yasra, menjelaskan kalau pihaknya tidak pernah menerbitkan informasi mengenai agenda persatuan komunis yang beredar di media sosial tersebut.
“Ini hoaks dibuat orang jahat dengan menggunakan nama Tempo (yang) semakin tidak bermutu, dan mendekati brutal. Tempo tidak pernah mengeluarkan liputan, artikel, opini, ceramah dan penelitian soal tersebut,” kata Setri melalui pesan, Selasa, 9 Juli 2024.
Dia juga menyebut kalau penyebaran hoaks yang mencatut nama Tempo tersebut adalah fitnah yang mengganggu kerja-kerja jurnalistik Tempo. Klaim ini juga berpotensi merusak kredibilitas Tempo.
Video yang tersebar di berbagai platform media tersebut terlihat memiliki watermark, yang menunjukkan unggahan berasal dari akun TikTok akun "amir_syaiful". Pencarian Tirto menunjukkan akun tersebut telah hilang dari TikTok, namun, dalam artikel Tempo terdapat arsip konten tersebut.
Tirto juga sempat mencari informasi dari transkrip isi informasi yang dibacakan narator. Namun, tidak ditemukan sumber yang kredibel yang dapat membuktikan keabsahan informasi tersebut.
Malah, terdapat artikel bantahan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyebut isu serupa sempat dibuat pada tahun 2021 lalu. Kala itu, beredar narasi "Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC" yang mencatut media Solopos. Konten tersebut menyebar di aplikasi pesan WhatsApp.
Isi pesan yang dibacakan narator pada video yang tersebar di media sosial baru-baru ini, sama dengan konten yang beredar di WhatsApp pada tahun 2021 tersebut. Konten tersebut juga telah mendapat cap hoaks dari Kominfo.
Kami juga melakukan penelusuran gambar terbalik (reverse image search) terkait foto animasi Jokowi yang dipakai dalam konten. Hasil penelusuran menunjukkan, animasi tersebut sudah banyak dipakai di berbagai platform. Unggahan paling awal dari gambar animasi tersebut ditemukan dari akun Pinterest berikut pada tahun 2019.
“Ini hoaks dibuat orang jahat dengan menggunakan nama Tempo (yang) semakin tidak bermutu, dan mendekati brutal. Tempo tidak pernah mengeluarkan liputan, artikel, opini, ceramah dan penelitian soal tersebut,” kata Setri melalui pesan, Selasa, 9 Juli 2024.
Dia juga menyebut kalau penyebaran hoaks yang mencatut nama Tempo tersebut adalah fitnah yang mengganggu kerja-kerja jurnalistik Tempo. Klaim ini juga berpotensi merusak kredibilitas Tempo.
Video yang tersebar di berbagai platform media tersebut terlihat memiliki watermark, yang menunjukkan unggahan berasal dari akun TikTok akun "amir_syaiful". Pencarian Tirto menunjukkan akun tersebut telah hilang dari TikTok, namun, dalam artikel Tempo terdapat arsip konten tersebut.
Tirto juga sempat mencari informasi dari transkrip isi informasi yang dibacakan narator. Namun, tidak ditemukan sumber yang kredibel yang dapat membuktikan keabsahan informasi tersebut.
Malah, terdapat artikel bantahan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyebut isu serupa sempat dibuat pada tahun 2021 lalu. Kala itu, beredar narasi "Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC" yang mencatut media Solopos. Konten tersebut menyebar di aplikasi pesan WhatsApp.
Isi pesan yang dibacakan narator pada video yang tersebar di media sosial baru-baru ini, sama dengan konten yang beredar di WhatsApp pada tahun 2021 tersebut. Konten tersebut juga telah mendapat cap hoaks dari Kominfo.
Kami juga melakukan penelusuran gambar terbalik (reverse image search) terkait foto animasi Jokowi yang dipakai dalam konten. Hasil penelusuran menunjukkan, animasi tersebut sudah banyak dipakai di berbagai platform. Unggahan paling awal dari gambar animasi tersebut ditemukan dari akun Pinterest berikut pada tahun 2019.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, unggahan di media sosial yang menyebut Tempo membuat laporan soal agenda persatuan komunis Tiongkok, bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Pihak Tempo telah membantah pernah membuat laporan tersebut. Hasil pencarian juga menunjukkan konten serupa sempat tersebar dan mencatut Solopos pada tahun 2021. Kala itu Kominfo telah memberi cap hoaks terhadap informasi tersebut.
Pihak Tempo telah membantah pernah membuat laporan tersebut. Hasil pencarian juga menunjukkan konten serupa sempat tersebar dan mencatut Solopos pada tahun 2021. Kala itu Kominfo telah memberi cap hoaks terhadap informasi tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/neng.nafiza.58/posts/26698613216392472/
- https://archive.ph/mIgvl
- https://www.facebook.com/61561929865757/videos/1115832862813598/
- https://web.archive.org/web/20240717031731/
- https://www.facebook.com/61561929865757/videos/1115832862813598/
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=497852749364260&set=a.181885427627662
- https://archive.ph/1VY8U
- https://www.facebook.com/photo?fbid=455147717470761&set=pcb.455149050803961
- https://web.archive.org/web/20240717031417/
- https://www.facebook.com/photo?fbid=455147717470761&set=pcb.455149050803961
- https://tiktok.com/@jiwa_patriot/video/7387766240544115973
- https://www.youtube.com/watch?v=ul96tOVHt3A
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/2991/keliru-konten-berisi-klaim-tempo-memberitakan-agenda-persatuan-komunis-cina
- https://archive.is/XyqZ7
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/33433/disinformasi-media-solopos-terbitkan-pemberitaan-24-agenda-persatuan-komunis-chung-kuo-internasional-cina/0/laporan_isu_hoaks
- https://lens.google.com/search?ep=gsbubb&hl=id&re=df&p=AbrfA8qBxoAoRTXUdJT8ahxlDt6OyZliKd2eSNzuNSJ8U-9mUkrmDVfJwxyHTl-ixKx7nI4-xDh6CycsuOXceBVOnvKjTfP6S8u75Sa5Y1x648dqWU9RqkdH5aWprqKG7Bpyw4gBV5MKVvBNkChe9wNlf4kXPczzqIR2_s3e5ZGCalKxtcTd6I09-ZyTODgdBEUdjE5TiNLNEAUR5OEccQExslKN6_9Cgnp3RKRmf2v1iqT0DGfszkW_H8VZhCnI_YNiW5M4DsEq0zzoATMujx6VFI_6wD0m3jBakqJ2_mDIIDtbquI2azd0ftHoiossrLw%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKRGswT1RaaE5EWmxMVE0zWm1FdE5EVXhNeTFpTldZMExXRXlaR0kyTTJVeE1tWTBOUklmWXpNdGMydENWblZTYlZGWGMwWldkMUYzZG5veE4wWnRUbVY2YmtONGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxbW251bGwsbnVsbCwiaXAtMyIsbnVsbCwyNl0sWyI1MjNkYjAyYy1kZGM0LTQzYjMtYTJkMS1lMzA3MmQ4Mjg4YjEiXV0sbnVsbCxudWxsLG51bGwsW251bGwsbnVsbCxbbnVsbCxbMCwwLDEwMDAwMCwxMDAwMDBdXV0sWyI1MjNkYjAyYy1kZGM0LTQzYjMtYTJkMS1lMzA3MmQ4Mjg4YjEiXV0=
- https://id.pinterest.com/pin/84653668103107600/
(GFD-2024-21165) Hoaks Konten Bagi-Bagi Uang Mencatut Raffi Ahmad
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
tirto.id - Konten bagi-bagi hadiah yang diklaim berasal dari artis ataupun tokoh populer banyak tersebar di media sosial. Salah satu yang Tirto temukan belakangan adalah video bagi-bagi uang yang mencatut nama Raffi Ahmad.
Unggahan tersebut pertama kali dipublikasikan pada 9 Juli 2024 oleh akun bernama "Raffi Nagita", yang menggunakan foto profil Raffi Ahmad. Dalam video singkat berformat reels tersebut, terdapat keterangan, "Saya transfer sekarang 15.000.000 tanpa diundi," di bagian bawah video. Sementara Raffi terlihat berbicara dalam video tersebut.
"Kalian mau hadiah apa? Kita akan kasih. Bisa jadi rumah, mobil, motor, uang, emas, mesin cuci, tv, apapun itu," begitu kata Raffi dalam video.let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Menariknya, terdapat suara perempuan, seperti suara Nagita Slavina, istri Raffi, kemudian menimpali. Namun, dalam video, tidak terlihat sosok Nagita sama sekali. Suara Raffi dalam video juga tidak sinkron dengan gerakan mulutnya.
Sampai dengan Rabu (17/7/2024), video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 223 ribu penonton. Selain itu, reels tersebut sudah mendapat lebih dari 8 ribu tanda suka (likes), lebih dari 7 ribu komentar dan dibagikan ulang sebanyak 129 kali.
Tirto juga menemukan unggahan serupa dari akun tersebut. Ada yang menggunakan video yang sama, dan ada juga yang menggunakan modus berbeda namun sama-sama menyebar klaim bahwa Raffi membagi-bagikan uang.
Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah benar Raffi Ahmad membuat konten bagi-bagi uang?
Unggahan tersebut pertama kali dipublikasikan pada 9 Juli 2024 oleh akun bernama "Raffi Nagita", yang menggunakan foto profil Raffi Ahmad. Dalam video singkat berformat reels tersebut, terdapat keterangan, "Saya transfer sekarang 15.000.000 tanpa diundi," di bagian bawah video. Sementara Raffi terlihat berbicara dalam video tersebut.
"Kalian mau hadiah apa? Kita akan kasih. Bisa jadi rumah, mobil, motor, uang, emas, mesin cuci, tv, apapun itu," begitu kata Raffi dalam video.let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Menariknya, terdapat suara perempuan, seperti suara Nagita Slavina, istri Raffi, kemudian menimpali. Namun, dalam video, tidak terlihat sosok Nagita sama sekali. Suara Raffi dalam video juga tidak sinkron dengan gerakan mulutnya.
Sampai dengan Rabu (17/7/2024), video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 223 ribu penonton. Selain itu, reels tersebut sudah mendapat lebih dari 8 ribu tanda suka (likes), lebih dari 7 ribu komentar dan dibagikan ulang sebanyak 129 kali.
Tirto juga menemukan unggahan serupa dari akun tersebut. Ada yang menggunakan video yang sama, dan ada juga yang menggunakan modus berbeda namun sama-sama menyebar klaim bahwa Raffi membagi-bagikan uang.
Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah benar Raffi Ahmad membuat konten bagi-bagi uang?
Hasil Cek Fakta
Tirto mula-mula mencoba menelusuri akun media sosial Raffi Ahmad. Pertama, kami mengunjungi akun Facebook resmi Raffi Ahmad. Akun resmi tersebut punya nama @RaffiAhmadLagi yang bercentang biru (verified) dan memiliki lebih dari 15 juta pengikut. Di akun tersebut, tidak ada konten bagi-bagi uang seperti yang dibuat akun "Raffi Nagita".
Akun resmi Raffi Ahmad di Facebook juga sempat membuat pernyataan bagi pengikutnya untuk berhati-hati dengan modus penipuan.
"Hati hati penipuan atas nama RANS ya guys, sudah banyak korbannya, demi keamanan bersama mohon untuk tidak memberikan nomor HP kalian atau informasi pribadi di kolom komentar Facebook maupun Instagram yg tidak ada hubungannya dengan live video giveaway," begitu bunyi pesan dari akun tersebut.
Kami juga menyusuri akun Instagram resmi @raffinagita1717. Akun tersebut juga telah memiliki centang biru. Di akun tersebut, tidak ditemukan konten bagi-bagi uang.
Di akun Instagram resmi tersebut, Tirto menemukan video dengan latar serupa unggahan bagi-bagi uang di Facebook. Terlihat Raffi Ahmad yang berkepala plontos dan mengenakan baju merah berbicara di depan kamera. Pada konten Instagram tersebut, Raffi mempromosikan sebuah merk kopi, yakni Kapal Api, dan tidak membahas sama sekali soal membagi-bagikan uang Rp15 juta.
Kembali ke unggahan bagi-bagi uang di Facebook, akun "Raffi Nagita" yang menyebarkan unggahan, tidak memiliki tanda centang biru. Unggahan-unggahan di akun tersebut juga semuanya berisikan video soal Raffi Ahmad atau Nagita Slavina yang membagi-bagikan uang atau hadiah. Tidak terdapat konten lain soal aktivitas Raffi ataupun Nagita seperti akun media sosial resmi mereka lainnya.
Terindikasi ini adalah akun palsu yang mencoba meniru Raffi Ahmad. Detail dari halaman akun Facebook tersebut juga menyebut kalau akun tersebut baru dibuat pada Oktober 2023. Sementara akun resmi Raffi Ahmad di Facebook telah dibuat sejak tahun 2015.
Akun resmi Raffi Ahmad di Facebook juga sempat membuat pernyataan bagi pengikutnya untuk berhati-hati dengan modus penipuan.
"Hati hati penipuan atas nama RANS ya guys, sudah banyak korbannya, demi keamanan bersama mohon untuk tidak memberikan nomor HP kalian atau informasi pribadi di kolom komentar Facebook maupun Instagram yg tidak ada hubungannya dengan live video giveaway," begitu bunyi pesan dari akun tersebut.
Kami juga menyusuri akun Instagram resmi @raffinagita1717. Akun tersebut juga telah memiliki centang biru. Di akun tersebut, tidak ditemukan konten bagi-bagi uang.
Di akun Instagram resmi tersebut, Tirto menemukan video dengan latar serupa unggahan bagi-bagi uang di Facebook. Terlihat Raffi Ahmad yang berkepala plontos dan mengenakan baju merah berbicara di depan kamera. Pada konten Instagram tersebut, Raffi mempromosikan sebuah merk kopi, yakni Kapal Api, dan tidak membahas sama sekali soal membagi-bagikan uang Rp15 juta.
Kembali ke unggahan bagi-bagi uang di Facebook, akun "Raffi Nagita" yang menyebarkan unggahan, tidak memiliki tanda centang biru. Unggahan-unggahan di akun tersebut juga semuanya berisikan video soal Raffi Ahmad atau Nagita Slavina yang membagi-bagikan uang atau hadiah. Tidak terdapat konten lain soal aktivitas Raffi ataupun Nagita seperti akun media sosial resmi mereka lainnya.
Terindikasi ini adalah akun palsu yang mencoba meniru Raffi Ahmad. Detail dari halaman akun Facebook tersebut juga menyebut kalau akun tersebut baru dibuat pada Oktober 2023. Sementara akun resmi Raffi Ahmad di Facebook telah dibuat sejak tahun 2015.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim di media sosial yang mencatut Raffi Ahmad membagikan uang Rp15 juta bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Unggahan di Facebook dibuat oleh akun yang meniru Raffi Ahmad. Akun media sosial Raffi Ahmad telah bercentang biru tanda verified. Di akun-akun mereka tidak ada konten soal bagi-bagi uang Rp15 juta tanpa diundi.
Video yang digunakan di Facebook adalah hasil suntingan. Video aslinya Raffi Ahmad mempromosikan sebuah merk kopi dan tidak menyebut sama sekali soal bagi-bagi uang Rp15 juta.
Unggahan di Facebook dibuat oleh akun yang meniru Raffi Ahmad. Akun media sosial Raffi Ahmad telah bercentang biru tanda verified. Di akun-akun mereka tidak ada konten soal bagi-bagi uang Rp15 juta tanpa diundi.
Video yang digunakan di Facebook adalah hasil suntingan. Video aslinya Raffi Ahmad mempromosikan sebuah merk kopi dan tidak menyebut sama sekali soal bagi-bagi uang Rp15 juta.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/802875238658166
- https://www.facebook.com/reel/457983023751885
- https://www.facebook.com/RaffiAhmadLagi?locale=id_ID
- https://www.facebook.com/RaffiAhmadLagi/posts/1738109729662445?_rdc=2&_rdr
- https://www.instagram.com/raffinagita1717/
- https://www.instagram.com/reel/C9CrsLeP4WR/
Halaman: 3251/7951






