• (GFD-2024-21171) Prabowo tidak mau pindahkan ibu kota dari Jakarta ke IKN, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan foto Presiden terpilih Prabowo Subianto tidak ingin memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

    Dalam video tersebut juga terdapat tangkapan layar beberapa media yang menarasikan Prabowo tidak ingin pindah ke IKN.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Prabowo Tidak Mau Pindah Ibu Kota dari Jakarta ke IKN”

    Namun, benarkah Prabowo tidak mau pindahkan ibu kota dari Jakarta ke IKN?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar unggahan tersebut merupakan artikel dari laman Suara.com yang berjudul “Prabowo Disebut Tak Mau Pindahkan Ibu Kota Jakarta ke IKN”. Dalam artikel tersebut dinarasikan Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut tak akan memindahkan Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur.

    Hal tersebut dikatakan pengamat politik Refly Harun dalam akun YouTubenya yang dilihat Rabu (10/7/2024). Refly pun mengatakan IKN akan tetap dibangun tetapi tidak akan menjadi ibu kota, melainkan kota biasa saja.

    Namun, pendapat tersebut hanya sekedar opini Refly Harun bukan pernyataan resmi Prabowo.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengonfirmasi kehadiran presiden terpilih Prabowo Subianto pada agenda Upacara HUT Ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, 17 Agustus 2024.

    "Insyaallah, Pak Prabowo upacara ke IKN," kata Ahmad Muzani, dilansir dari ANTARA. Hingga saat ini, tidak ada narasi Prabowo menyatakan tidak ingin pindahkan ibukota dari Jakarta ke IKN.

    Klaim: Prabowo tidak mau pindahkan ibukota dari Jakarta ke IKN

    Rating: Misinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-21178) [HOAKS] Video Kapolri Akan Pecat Polisi yang Terlibat Kasus Vina

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memecat polisi yang terlibat kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang mengeklaim Listyo akan memecat oknum polisi yang terlibat kasus pembunuhan Vina Cirebon dibagikan oleh akun Facebook ini dan TikTok ini.

    Akun tersebut membagikan video berdurasi 1 menit 22 detik pada 10 Juni 2024 dengan keterangan demikian:

    Kapolri akan pecat oknum yang terlibat kasus Vina Cirebon#VOD #Viral #fyp #VinaCirebon

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang menyebut Kapolri akan memecat polisi yang terlibat kasus Vina

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, beberapa klip dalam video tidak terkait narasi soal pernyataan Listyo terkait kasus pembunuhan Vina.

    Klip pada awal video yang menampilkan mantan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini pada 2018.

    Dalam video, Syafruddin menyebutkan, sudah tidak ada polisi yang melakukan pungutan liar atau pungli karena remunerasi yang diberikan besar. 

    Sementara, klip lain yang menampilkan Listyo identik dengan unggahan di kanal Youtube Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian ini.

    Video mencuplik klip pada jam 4:24:10. Dalam video itu, Listyo mengingatkan para anggota baru untuk berhati-hati dengan unggahan di media sosial.

    Menurut Listyo, di era media sosial perbuatan baik maupun buruk akan banyak diketahui oleh masyarakat.

    Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid soal pernyataan Listyo akan memecat polisi yang terlibat kasus pembunuhan Vina.

    Sebelumnya, muncul informasi keliru yang menyebut Presiden dan Kapolri menetapkan empat polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina. Penelusurannya bisa dilihat di sini.

    Kesimpulan

    Video dengan narasi soal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memecat polisi yang terlibat kasus pembunuhan Vina Cirebon merupakan hoaks.

    Judul video tidak sesuai dengan isinya. Beberapa klip tidak terkait dengan kasus pembunuhan Vina.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21179) [KLARIFIKASI] Tank Belanda "Jan Cox" Bukan Inspirasi Kata Umpatan Khas Jawa

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/07/2024

    Berita

    Peringatan: Artikel ini mengandung kata umpatan yang mungkin membuat pembaca tidak nyaman.

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang menyebut kata umpatan bahasa Jawa jancuk berasal dari nama tank Belanda "Jan Cox".

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.

    Narasi mengenai kata jancuk berasal dari nama tank Belanda "Jan Cox" disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Pengguna Facebook menyertakan foto tank dengan nama "Jan Cox 12714".

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Rabu (10/7/2024):

    Sudah bukan rahasia lagi, kalau orang Jawa lagi kesal atau marah, pasti kata kata ini yg terucap. Tahukah Anda bahwa Jan Cox itu adalah nama pada sebuah tank pada jaman penjajahan Belanda.

    Jadi kata" ini bukan kata yg ....Semoga bisa nambah wawasan...

    Hasil Cek Fakta

    Pemerhati budaya sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Tundjung W Sutirto menjelaskan, kata jancuk bermakna ganda.

    Bagi masyarakat kosmopolitan di Surabaya dan sekitarnya, jancuk dapat berarti umpatan dan bisa pula mengekspresikan kegembiraan.

    Berdasarkan asal usulnya dari bahasa Jawa, jancuk diambil dari kata ancuk yang artinya bersetubuh.

    "Maka, dalam pergaulan itu jika kelewat batas atau katakanlah perempuan pekerja seks komersial sedang melakukan hubungan disebut di-ancuk. Maka jika merujuk dari kata di-ancuk itu menjadi kata jancuk konotatifnya negatif," ujar Tundjung, pada 28 Juni 2024, dikutip dari Kompas.com.

    Versi lain menyebutkan, jancuk berasal dari bahasa Belanda yantye ook yang populer diucapkan untuk mengejek remaja Indo-Belanda pada 1930-an.

    "Yantye ook oleh pemuda Surabaya diplesetkan menjadi yantcook yang mana plesetan itu mengalami transformasi oleh beberapa remaja Surabaya untuk mengolok-olok anak Indo-Belanda dengan kata plesetan yang sekarang menjadi lafal jancuk, jancok, atau diyancok," kata Tandjung.

    Kata umpatan tersebut memang mirip dengan nama tank Belanda. Berdasarkan dokumentasi di situs Nationaal Archief, terdapat foto menampilkan tank dengan nama "Jan Cox 5914" yang diambil pada 23 Oktober 1947.

    Foto tersebut menampilkan Letnan Jenderal Dürst Britt dan Kolonel Lentz melihat tank Stuart dari Skuadron Tempur KNIL dan menerima penjelasan dari kru di Garut.

    Kendati demikian, Tandjung mengungkapkan, belum ditemukan adanya keterkaitan antara kata jancuk dengan nama tank Belanda.

    "Yang pasti kedekatan makna jancuk dan asal kata itu terkait dengan makna yang melekat pada orang yang mungkin mendekati makna sesungguhnya," kata Tandjung.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai kata jancuk berasal dari nama tank Belanda perlu diluruskan. Jancuk berasal dari bahasa Jawa ancuk yang artinya bersetubuh.

    Ada pula versi yang menyebutkan jancuk berasal dari bahasa Belanda yantye ook yang populer diucapkan untuk mengejek remaja Indo-Belanda pada 1930-an.

    Tidak ada bukti sejarah yang membuktikan keterkaitan tank Belanda, Jan Cox 5914 dengan umpatan jancuk.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21192) [KLARIFIKASI] Foto Trump Tampil pada 2022, Bukan Setelah Penembakan

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim memperlihatkan kondisi Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah insiden penembakan.

    Trump ditembak saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024). Ia selamat dengan luka tembak di telinga kanan.

    Foto yang beredar menunjukkan telinga kanan Trump dalam kondisi utuh dan tanpa luka.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu dibagikan dengan konteks keliru.

    Foto yang diklaim memperlihatkan kondisi Trump setelah ditembak dibagikan oleh akun X (Twitter) ini, pada Selasa (16/7/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):

    Foto Trump yang diambil hari ini. Sama sekali tidak ada yang salah dengan telinganya, dan tidak ada kerusakan, TIDAK ADA LUKA. Segala sesuatu tentang Trump adalah tipuan atau kebohongan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri aktivitas Trump setelah penembakan. Pada Senin (15/7/2024), Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee.

    Telinga kanan Trump yang tertembak ditutup dengan perban putih.

    Pemeriksa fakta AFP menyebutkan, foto yang beredar di X diambil pada September 2022 saat Trump menghadiri acara di Youngstown, Ohio.

    Foto itu diambil oleh fotografer Reuters, Gaelen Morse.

    Kesimpulan

    Foto lama Trump pada September 2022 dibagikan dengan narasi keliru. Dalam foto tersebut, Trump menghadiri sebuah acara di Youngstown, Ohio.

    Sementara, pascapenembakan saat kampanye, pada Sabtu (13/7/2024), telinga kanan Trump tampak ditutup dengan perban putih.

    Rujukan