• (GFD-2024-21122) Cek Fakta: Tidak Benar Program Undian Berhadiah BRImo FSTVL dari BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim program undian berhadiah BRImo FSTVL dari BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Juli 2024.
    Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah Bank BRI yang sudah Terdaftar Di Mobile Banking / BRImo BRImo FSTVL Berhadiah dari Bank BRI Hadir lagi,
    Ayo buruan Daftar agar memenangkan Grand Prize Seperti :
    - Mobil Fortuner
    - Motor Nmax
    - Smartphone iPhone
    - Uang Tunai
    - sepeda
    - Kulkas
    - Laptop
    Masih banyak keuntungan lainnya... Untuk pendaftaran (BRIMO FESTIVAL) silakan klik menu (Daftar) Yang telah di sediahkan.."
    Unggahan tersebut menyertakan tautan "https://fstvlhadiah.com-pro.my.id/" jika diklik mengarah pada halaman situs yang meminta beragam data pribadi berupa nama lengkap, nomor ponsel dan nomor rekening.
    Benarkah klaim program undian berhadiah BRImo FSTVL dari BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim program undian berhadiah BRImo FSTVL dari BRI, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Waspada Modus Social Engineering" yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
    Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
    Artikel berjudul "Cek Fakta: Waspada Hoaks Link Pendaftaran BI Fast Catut Nama Bank BRI" yang dimuat situs Liputan6.com menyebutkan, BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
    Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim program undian berhadiah BRImo FSTVL dari BRI tidak benar.
    Masyarakat diminta untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
     

    Rujukan

  • (GFD-2024-21124) Cek fakta, TNI akan bantu Polri dalam penyelesaian kasus Vina Cirebon

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video YouTube berdurasi 10 menit menarasikan Presiden Jokowi resmi mengutus Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu mengusut kasus kematian Vina Cirebon karena tak kunjung usai.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “GEGER SIANG INI.!! TERCEGANG JOKOWI RESMIKAN TNI BANTU KAPOLRI BONGKAR KASUS VINA & BANDAR SABU

    BREAKING NEWS PERINTAH TEGAS JOKOWI

    BONGKAR REKAYASA IPTU RUBIANA & BANDAR SABU KASUS VINA”

    Namun, benarkah Jokowi minta TNI bantu kepolisian untuk menyelesaikan kasus Vina Cirebon?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, thumbnail video tersebut serupa dengan unggahan ANTARA saat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai bersilaturahmi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/12/2023).

    TNI dan Polri membahas agenda patroli bersama antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas mulai dari tingkat kecamatan hingga provisi untuk  mengawal Pemilu 2024 agar berjalan aman, nyaman, dan lancar sesuai agenda.

    Jadi, thumbnail dalam video tersebut merupakan beberapa momen yang diedit dalam satu frame.

    Selain itu, narator dalam video tersebut juga membacakan artikel dari TVOne yang berjudul “Denny Darko Si Ahli Tarot Ramalkan Kasus Vina Cirebon Masih Jauh dari Selesai: Akankah Pegi Setiawan Dibebaskan?”. Dalam artikel tersebut, tidak ada narasi Jokowi meresmikan TNI akan membantu polisi dalam penyelesaian kasus Vina Cirebon.

    Klaim: TNI akan bantu Polri dalam penyelesaian kasus Vina Cirebon

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-21125) Hoaks Jokowi Bagi Bantuan Rp500 Juta di Media Sosial

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2024

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial, yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan bantuan sebesar Rp500 juta, ramai mendapat perhatian.

    Unggahan tersebut berisikan video pendek yang menunjukkan sosok Jokowi, ditemani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Di dalam video, terdapat keterangan dalam teks yang bertuliskan, "50.000.000 untuk kalian yang bisa stop gambar pas". Di bagian bawah teks terdapat gambar bergerak bertuliskan "50jt".

    Video juga berisikan audio latar yang menyebut, "Menjelang habis masa jabatan saya, saya mengadakan bantuan sebesar Rp500 juta, khusus untuk yang sudah follow dan membagikan ke 30 orang, teman di TikTok kalian."let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Suara dalam video terdengar menyerupai suara Jokowi, meski gerak bibirnya tidak tepat.

    Perlu diketahui, Jokowi memang akan resmi pensiun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2024, tepatnya ketika itulah presiden dan wakil presiden baru dilantik.

    Di Facebook, video pendek (arsip) dari akun "Bang Kefin" tersebut telah mengumpulkan lebih dari 36 ribu tanda suka (likes), lebih dari 9 ribu komentar, dan dibagikan ulang setidaknya 3.500 kali. Melihat komentar teratas, sampai Selasa (16/7/2024), masih terdapat komentar baru dari akun yang terlihat percaya dengan narasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa di platform TikTok dalam unggahan akun "jokowi7791" (arsip), "faisal.rasad.ungk" (arsip), "mandorhsn" (arsip), dan "giriajisaka" (arsip). Tidak hanya itu, di TikTok, narasi serupa, dengan audio serupa, namun video berbeda, juga muncul dari unggahan akun "hawkkinsss" (arsip), "jokowi4189" (arsip), dan "jokowiprabowo17"(arsip).

    Unggahan di TikTok mengumpulkan lebih banyak penonton. Bahkan salah satu unggahan mengumpulkan lebih dari 1,1 juta penonton. Melihat kolom komentarnya, beberapa juga terlihat percaya dengan narasi dalam unggahan.

    Lalu, apakah benar Jokowi membagikan bantuan Rp500 juta di akhir masa jabatannya lewat media sosial?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menyaksikan keseluruhan video pendek tersebut. Terlihat gerak bibir Jokowi tidak sinkron dengan audio dalam video. Suara Jokowi juga terdengar janggal.

    Kami kemudian mencoba melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) dengan bantuan mesin pencari Yandex. Hasil pencarian menunjukkan potret Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki berikut, sama seperti bagian akhir video.

    Potongan gambar tersebut diambil dari video berita Kompas.com dengan judul "Jokowi Ngevlog Bareng Menteri Basuki di Bendungan Tiu Suntuk NTB" berikut. Video tersebut pertama kali tayang pada 3 Mei 2024. Di situ juga terdapat keterangan asal video blog (vlog) Jokowi tersebut dari akun Instagram resmi Jokowi.

    Kami menemukan video berikut dari akun Jokowi. Dalam video tersebut, Jokowi menjelaskan dia sedang berada di Bendungan Tiu Suntuk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, pada 2 Mei 2024. Dalam video tersebut, Jokowi dan Menteri Basuki menjabarkan manfaat dari bendungan tersebut. Tidak ada informasi apapun soal pembagian bantuan Rp500 juta.

    Sementara video yang tersebar di TikTok, yang memperlihatkan Jokowi berbicara dengan mengenakan batik coklat, juga sama mencurigakannya. Dalam video tersebut, dia menyampaikan narasi yang serupa, soal bantuan Rp500 juta, Namun, gerak bibir Jokowi juga tidak sinkron dengan audio yang ada.

    Hasil penelusuranreverse image search dengan Google Lens, mengarahkan ke video berikut dari akun "Artileri". Terlihat keterangan video tersebut bersumber dari akun Sekretariat Presiden.

    Kami menemukan video berikut di akun resmi pemerintah tersebut. Dalam video, Jokowi memberi keterangan pers usai meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik, pada 3 Juli 2024. Dia membahas soal pengelolaan sumber daya alam, investasi ekosistem kendaraan listrik, rencana mundurnya Menkominfo, sampai dengan terkait isu Pilkada. Namun, dalam video tersebut, Jokowi sama sekali tidak menyebut soal bantuan Rp500 juta.

    Tirto juga mencoba melakukan pemindaian untuk memeriksa keaslian konten audio dari video tersebut. Hasil pemeriksaan perangkat Hive Moderation (perangkat deteksi konten AI), menyebut 99,9 persen konten audio tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, klaim Jokowi bagi-bagi bantuan Rp500 juta di media sosial adalah hasil dari manipulasi video (altered video).

    Video yang disebarkan di Facebook adalah konten vlog Presiden Jokowi ketika meresmikan Bendungan Tiu Suntuk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, pada 2 Mei 2024.

    Sementara video di TikTok adalah potongan saat Jokowi memberi keterangan pers 3 Juli 2024 lalu.

    Kedua video tersebut tidak ada yang membahas soal bantuan Rp500 juta dari Jokowi.

    Hasil pemindaian audio dengan perangkat Hive Moderation menunjukkan adanya kemungkinan besar audio dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (Generative Artificial Intelligence/Gen-AI).

    Rujukan

  • (GFD-2024-21126) [SALAH] MENAG TERSERET KORUPSI GRATIFIKASI HAJI

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 16/07/2024

    Berita

    Politik terkini – MENAG TERSERET KORUPSI GRATIFIKASI HAJI ?‪@garispolitik1320‬

    MENGEJUTKAN..!
    ANGKET HAJI KELAR..!?
    MENAG TERSERET GRATIFIKASI?

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video dari channel youtube bernama Garis Politik bernarasikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terseret korupsi gratifikasi haji.

    Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan gambar manipulasi dari momen ketika Ketua Tim Pengawas Haji 2024 Abdul Muhaimin Iskandar berbincang dengan anggota Tim Pengawas haji 2024 Selly Andriany Gantina dan Marwan Dasopang usai rapat evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2024 di ruang sidang Komisi VIII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Senin, 1 Juli 2024.

    Gambar aslinya dimuat dalam artikel tempo.co dengan judul “DPR Resmi Bentuk Pansus Haji”.

    Dalam video tersebut terdapat narasi yang membahas tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pengawasan Haji DPR RI dan siap memberikan pendampingan apabila ada permintaan dari pihak Pansus. Narasi itu bersumber dari artikel wartaekonomi.co.id berjudul “DPR Bentuk Pansus Angket Pengawasan Haji, KPK Siap Dampingi”.

    Selain itu narator dalam video tersebut juga membacakan artikel dari tribunnews.com berjudul “Pansus Angket Haji Selidiki Dugaan Korupsi di Balik Pengalihan 10 Ribu Kuota ke Haji Plus”. Artikel tersebut membahas tentang Panitia khusus (pansus) angket pelaksanaan haji 2024 menyelidiki dugaan adanya gratifikasi di balik pengalihan 10 ribu kuota haji ke haji plus.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim narasi yang menyatakan Menag terseret korupsi gratifikasi haji tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Tidak ditemukan informasi terkait Menag terseret korupsi gratifikasi haji. Selain thumbnail merupakan hasil rekayasa, video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.

    Rujukan