KOMPAS.com - Beredar foto Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengendarai mobil golf.
Peristiwa itu diklaim terjadi setelah insiden penembakan di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024).
Setelah ditelusuri, klaim tersebut keliru karena foto Trump menaiki mobil golf diambil pada 2022.
Foto Trump mengendarai mobil golf yang diklaim terjadi setelah insiden penembakan dibagikan oleh akun Facebook ini.
Foto tersebut diberi keterangan demikian:
Yesterday was such a sad day. One I thought I would see and also never see … Imagine getting shot at 7pm and still making your 9am tee time. #savage #45 #47
Kemarin adalah hari yang menyedihkan. Hari yang saya pikir akan saya lihat dan juga tidak akan pernah saya lihat... Bayangkan jika saya ditembak pada jam 7 malam dan masih bisa bermain pada jam 9 pagi. #savage #45 #47
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, gambar yang mengeklaim Trump mengendarai mobil golf satu hari setelah penembakan
(GFD-2024-21193) [KLARIFIKASI] Foto Trump Mengendarai Mobil Golf pada 2022, Bukan Setelah Penembakan
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, gambar tersebut identik dengan foto di laman AP News.
Berdasarkan keterangan foto, Trump mengendarai mobil golf di Trump National Golf Club, Sterling, Virginia, pada 12 September 2022.
Foto tersebut diambil oleh fotografer AP Alex Brandon.
Dikutip dari Kompas.id, setelah insiden penembakan, Trump baru kembali tampil di hadapan publik saat menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik AS di Fiserv Forum in Milwaukee, Wisconsin, Selasa (16/7/2024) pagi.
Trump tampak menggunakan perban pada bagian telinga saat menghadiri acara tersebut.
Berdasarkan keterangan foto, Trump mengendarai mobil golf di Trump National Golf Club, Sterling, Virginia, pada 12 September 2022.
Foto tersebut diambil oleh fotografer AP Alex Brandon.
Dikutip dari Kompas.id, setelah insiden penembakan, Trump baru kembali tampil di hadapan publik saat menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik AS di Fiserv Forum in Milwaukee, Wisconsin, Selasa (16/7/2024) pagi.
Trump tampak menggunakan perban pada bagian telinga saat menghadiri acara tersebut.
Kesimpulan
Foto Trump saat mengendarai mobil golf di Trump National Golf Club, Sterling, Virginia, pada 12 September 2022, disebarkan dengan narasi keliru.
Momen tersebut bukan diabadikan sehari setelah insiden penembakan saat kampanye Trump di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024).
Momen tersebut bukan diabadikan sehari setelah insiden penembakan saat kampanye Trump di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024).
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?mibextid=oFDknk&v=1206310770370313&rdid=bxbeKpeojajvraAC
- https://newsroom.ap.org/editorial-photos-videos/detail?itemid=43c6c6c12c444421835cf1bf48bbd0e3&mediatype=photo
- https://www.kompas.id/baca/foto/2024/07/16/perban-putih-trump-di-konvensi-nasional-partai-republik-as
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21194) [HOAKS] Akun Instagram Mengatasnamakan Penembak Donald Trump
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar akun Instagram yang disebut milik Thomas Crooks, pelaku penembakan Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Trump ditembak saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024). Ia selamat dengan luka tembak di telinga.
Sementara itu, Crooks tewas di tempat kejadian setelah ditembak agen Secret Service AS. Penegak hukum masih menyelidiki motif Crooks menembak Trump.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Instagram tersebut bukan milik Thomas Crooks.
Tangkapan layar akun Instagram yang disebut milik Thomas Crooks dibagikan oleh akun Facebook ini, pada Selasa (16/7/2024).
Berikut narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
Para penyelidik mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan alasan mengapa Thomas Matthew Crooks mencoba membunuh Trump, namun jika kalian membuka Instagram-nya, dia mengunggah “Saya tidak melakukan ini untuk diri saya sendiri. Saya melakukannya untuk negara saya.”
Itulah MOTIVASI-nya. Tidak ada yang lebih dalam atau rumit untuk digali. Saya pikir fakta bahwa negara ini sangat terpecah belah dengan Trump dan lawan-lawannya sebagai pusatnya, dia melihat menyingkirkannya sebagai solusi. Sungguh menyedihkan bagi seorang anak muda untuk merasakan hal ini. Pertarungan politik menyebabkan tekanan pada banyak orang
Narasi itu disertai tangkapan layar akun Instagram thomasmatthewcrookss.s. Akun Instagram tersebut memasang foto profil seorang pria kulit putih berkacamata dengan rambut panjang.
Pada bagian bio, tertera keterangan sebagai berikut (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
Saya tidak melakukannya untuk diri saya sendiri, saya melakukannya untuk Amerika. Jika saya meninggal, akun ini akan dikelola oleh orang lain, kebenarannya akan diumumkan dalam tiga hari ke depan.
Trump ditembak saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024). Ia selamat dengan luka tembak di telinga.
Sementara itu, Crooks tewas di tempat kejadian setelah ditembak agen Secret Service AS. Penegak hukum masih menyelidiki motif Crooks menembak Trump.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Instagram tersebut bukan milik Thomas Crooks.
Tangkapan layar akun Instagram yang disebut milik Thomas Crooks dibagikan oleh akun Facebook ini, pada Selasa (16/7/2024).
Berikut narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
Para penyelidik mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan alasan mengapa Thomas Matthew Crooks mencoba membunuh Trump, namun jika kalian membuka Instagram-nya, dia mengunggah “Saya tidak melakukan ini untuk diri saya sendiri. Saya melakukannya untuk negara saya.”
Itulah MOTIVASI-nya. Tidak ada yang lebih dalam atau rumit untuk digali. Saya pikir fakta bahwa negara ini sangat terpecah belah dengan Trump dan lawan-lawannya sebagai pusatnya, dia melihat menyingkirkannya sebagai solusi. Sungguh menyedihkan bagi seorang anak muda untuk merasakan hal ini. Pertarungan politik menyebabkan tekanan pada banyak orang
Narasi itu disertai tangkapan layar akun Instagram thomasmatthewcrookss.s. Akun Instagram tersebut memasang foto profil seorang pria kulit putih berkacamata dengan rambut panjang.
Pada bagian bio, tertera keterangan sebagai berikut (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
Saya tidak melakukannya untuk diri saya sendiri, saya melakukannya untuk Amerika. Jika saya meninggal, akun ini akan dikelola oleh orang lain, kebenarannya akan diumumkan dalam tiga hari ke depan.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi terkait akun Instagram Thomas Crooks di Google Search dengan kata kunci "thomas crooks instagram account".
Hasilnya, ditemukan artikel dari pemeriksa fakta PolitiFact, Senin (15/7/2024). Mereka menemukan akun Instagram lain yang mengatasnamakan Thomas Crooks.
Temuan itu dikonfirmasi ke Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp). Juru bicara Meta, Dave Arnold mengatakan, akun itu palsu dan telah dihapus.
"Sesuai dengan kebijakan kami, akun peniru dari pelaku penembakan tidak diperbolehkan, dan kami menghapusnya ketika kami menemukannya," kata Arnold.
Kemudian, Kompas.com menelusuri akun Instagram thomasmatthewcrookss.s dan menemukan akun tersebut sudah tidak tersedia.
Menurut PolitiFact, satu-satunya akun yang dikonfirmasi sebagai milik Thomas Crooks adalah di platform media sosial Discord.
Discord menyebutkan, akun tersebut jarang digunakan dan tidak ada bukti digunakan untuk merencanakan penembakan Trump atau mendiskusikan pandangan politiknya.
Hasilnya, ditemukan artikel dari pemeriksa fakta PolitiFact, Senin (15/7/2024). Mereka menemukan akun Instagram lain yang mengatasnamakan Thomas Crooks.
Temuan itu dikonfirmasi ke Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp). Juru bicara Meta, Dave Arnold mengatakan, akun itu palsu dan telah dihapus.
"Sesuai dengan kebijakan kami, akun peniru dari pelaku penembakan tidak diperbolehkan, dan kami menghapusnya ketika kami menemukannya," kata Arnold.
Kemudian, Kompas.com menelusuri akun Instagram thomasmatthewcrookss.s dan menemukan akun tersebut sudah tidak tersedia.
Menurut PolitiFact, satu-satunya akun yang dikonfirmasi sebagai milik Thomas Crooks adalah di platform media sosial Discord.
Discord menyebutkan, akun tersebut jarang digunakan dan tidak ada bukti digunakan untuk merencanakan penembakan Trump atau mendiskusikan pandangan politiknya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Instagram yang disebut milik Thomas Crooks adalah akun peniru atau palsu.
Juru bicara Meta Dave Arnold mengatakan, platform melarang akun peniru dari Thomas Crook dan menghapusnya begitu ditemukan.
Juru bicara Meta Dave Arnold mengatakan, platform melarang akun peniru dari Thomas Crook dan menghapusnya begitu ditemukan.
Rujukan
(GFD-2024-21321) [SALAH] Video “Anjing Laut Berkepala Harimau”
Sumber: https://threads.net/@gofishingindonesiaTanggal publish: 16/07/2024
Berita
Akun Threads Go Fishing Indonesia (threads.net/@gofishingindonesia) pada 14 Juli 2024 mengunggah sebuah video yang menampilkan seekor hewan yang memiliki kepala harimau, namun dengan tubuh anjing laut.
Hasil Cek Fakta
Faktanya, video tersebut merupakan merupakan hasil buatan Artificial Intelligence (AI).
Penelusuran fakta terhadap video ini dilakukan dengan cara mengunggah gambar potongan video tersebut ke dua tools pendeteksi gambar hasil kecerdasan buatan yaitu: Hive Moderation dan Content at Scale. Hasilnya didapati sekitar 96% hingga 99,9% video tersebut kemungkinan besar dibuat oleh AI.
Modus penggunaan foto buatan AI ini adalah modus untuk meningkatkan jumlah like dan share, yang kemudian digunakan untuk promosi produk atau lainnya.
Penelusuran fakta terhadap video ini dilakukan dengan cara mengunggah gambar potongan video tersebut ke dua tools pendeteksi gambar hasil kecerdasan buatan yaitu: Hive Moderation dan Content at Scale. Hasilnya didapati sekitar 96% hingga 99,9% video tersebut kemungkinan besar dibuat oleh AI.
Modus penggunaan foto buatan AI ini adalah modus untuk meningkatkan jumlah like dan share, yang kemudian digunakan untuk promosi produk atau lainnya.
Kesimpulan
Video tersebut merupakan hasil buatan Artificial Intelligence (AI).
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2024-23143) Foto Manusia dengan Leher Terpanjang Gegerkan Media Sosial, Ini Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 16/07/2024
Berita
Foto Manusia dengan Leher Terpanjang Gegerkan Media Sosial, Ini Faktanya
Simak penelusuran terkait foto manusia dengan leher terpanjang
Beredar foto memperlihatkan beberapa orang yang memiliki leher sangat panjang, bahkan melebihi tinggi sebuah rumah.
Dalam narasi yang diunggah di Facebook Kisah Ulama dan Sejarah Nusantara, foto itu diklaim merupakan dokumen bersejarah satu keluarga dengan leher terpanjang diambil pada tahun 1860.
Berikut narasinya:
Dokumen sejarah pada tahun 1860 untuk keluarga leher terpanjang yang ditangkap saat itu, belum diketahui lokasi foto saat diambil.
Simak penelusuran terkait foto manusia dengan leher terpanjang
Beredar foto memperlihatkan beberapa orang yang memiliki leher sangat panjang, bahkan melebihi tinggi sebuah rumah.
Dalam narasi yang diunggah di Facebook Kisah Ulama dan Sejarah Nusantara, foto itu diklaim merupakan dokumen bersejarah satu keluarga dengan leher terpanjang diambil pada tahun 1860.
Berikut narasinya:
Dokumen sejarah pada tahun 1860 untuk keluarga leher terpanjang yang ditangkap saat itu, belum diketahui lokasi foto saat diambil.
Hasil Cek Fakta
Merdeka.com menelusuri foto tersebut melalui situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI) Hive Moderation.
Situs tersebut membantu mengidentifikasi teks, gambar, video, dan audio yang dibuat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hasilnya, foto tersebut merupakan buatan AI.
Di mana foto itu terdeteksi 98,8 persen hasil AI.
Adapun suku dengan leher yang panjang, salah satunya Suku Karen di Thailand. Masyarakat Suku Karen menumpukkan cincin yang dipasang di leher mereka, hingga leher semakin panjang.
Situs tersebut membantu mengidentifikasi teks, gambar, video, dan audio yang dibuat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hasilnya, foto tersebut merupakan buatan AI.
Di mana foto itu terdeteksi 98,8 persen hasil AI.
Adapun suku dengan leher yang panjang, salah satunya Suku Karen di Thailand. Masyarakat Suku Karen menumpukkan cincin yang dipasang di leher mereka, hingga leher semakin panjang.
Kesimpulan
Foto masyarakat dengan leher panjang, yang diunggah oleh akun Facebook Kisah Ulama dan Sejarah Nusantara adalah tidak benar. Foto tersebut sudah melalui proses editing, dari foto sebelumnya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
Halaman: 3254/7951





