Fenomena Aphelion Menyebabkan Suhu Lebih Dingin? Simak Penjelasan BMKG
Benarkah fenomena Aphelion menyebabkan suhu bumi lebih dingin? Simak penelusurannya
Publik dihebohkan dengan narasi yang mengeklaim bahwa suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah diakibat fenomena Aphelion.
Berikut narasi yang beredar di media sosial:
Mulai pagi ini jam 05.27 kita akan mengalami FENOMENA APHELION
dimana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari. Kita tidak bisa melihat fenomena tsb, tp kita bisa merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus.
Kita akan mengalami cuaca yg dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak meriang flu, batuk sesak nafas dll.
Oleh karena itu mari kita semua tingkatkan imun dengan banyak2 meminum Vitamin atau Suplemen agar imun kita kuat.
Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan_NYA. 🤲 Aamiin ...
Jarak Bumi ke Matahari perjalanan 5 menit cahaya atau 90.000.000 km. Fenomena aphelion menjadi 152.000.000 km . 66 % lebih jauh.
Jadi hawa lebih dingin, semoga tidak terlalu berdampak ke badan bagi yang tak terbiasa dengan suhu ini"
Benarkah fenomena Aphelion menyebabkan suhu bumi lebih dingin? Simak penelusurannya:
(GFD-2024-23567) Fenomena Aphelion Menyebabkan Suhu Lebih Dingin? Simak Penjelasan BMKG
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Melansir dari situs BMKG, fenomena Aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena Aphelion.
Saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi.
Fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli - September). Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia. Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.
Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.
Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.
Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari.
Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.
Sementara itu, dikutip dari Antara, BMKG mengungkapkan keberadaan Angin Monsun Australia dan posisi matahari yang berada di sisi utara bumi menjadi pemicu suhu dingin melanda sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan bahwa Angin Monsun Australia (Timur) yang kering dan membawa sedikit uap air tersebut saat ini berhembus menuju benua Asia dengan melewati perairan Samudera Hindia.
Analisa tim meteorologi BMKG mendapati di saat yang bersamaan suhu permukaan laut di perairan Samudera Hindia juga dalam kondisi yang relatif lebih rendah, sehingga berpengaruh membawa suhu dingin pada wilayah Indonesia.
Fenomena suhu dingin tersebut dinilai BMKG adalah situasi biasa terjadi pada medio Juli - Agustus (puncak musim kering) dan diprakirakan bisa sampai dengan bulan September.
Menurutnya, fenomena seperti itu akan menyasar wilayah bagian selatan ekuator atau khatulistiwa dalam hal ini, Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang terasa akan lebih dingin dari biasanya.
Namun biasanya Pulau Jawa akan lebih dingin karena bertopografi pegunungan atau dataran tinggi, seperti Banjarnegara Jawa Tengah (Dieng), Lumajang hingga Pasuruan di Jawa Timur (Semeru, Bromo), kemudian Wonosobo dan Temanggung (Gunung Sindoro - Sumbing) dan Lembang Bandung di Jawa Barat.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan masih bersuhu lebih dingin pada pagi, dengan titik minimumnya berlangsung pada malam hari.
Hal demikian juga dipengaruhi oleh posisi matahari yang sedang berada di belahan utara bumi, sehingga wilayah Indonesia khususnya bagian selatan khatulistiwa menerima sedikit sinar matahari secara langsung dan menjadikan suhu udara lebih rendah.
Dalam kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengkonsumsi air minum secara cukup, melengkapi makanan atau minuman mengandung vitamin C, dan vitamin D, sehingga imun tubuh tetap terjaga menghadapi fenomena penurunan suhu.
Saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi.
Fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli - September). Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia. Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.
Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.
Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.
Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari.
Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.
Sementara itu, dikutip dari Antara, BMKG mengungkapkan keberadaan Angin Monsun Australia dan posisi matahari yang berada di sisi utara bumi menjadi pemicu suhu dingin melanda sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan bahwa Angin Monsun Australia (Timur) yang kering dan membawa sedikit uap air tersebut saat ini berhembus menuju benua Asia dengan melewati perairan Samudera Hindia.
Analisa tim meteorologi BMKG mendapati di saat yang bersamaan suhu permukaan laut di perairan Samudera Hindia juga dalam kondisi yang relatif lebih rendah, sehingga berpengaruh membawa suhu dingin pada wilayah Indonesia.
Fenomena suhu dingin tersebut dinilai BMKG adalah situasi biasa terjadi pada medio Juli - Agustus (puncak musim kering) dan diprakirakan bisa sampai dengan bulan September.
Menurutnya, fenomena seperti itu akan menyasar wilayah bagian selatan ekuator atau khatulistiwa dalam hal ini, Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang terasa akan lebih dingin dari biasanya.
Namun biasanya Pulau Jawa akan lebih dingin karena bertopografi pegunungan atau dataran tinggi, seperti Banjarnegara Jawa Tengah (Dieng), Lumajang hingga Pasuruan di Jawa Timur (Semeru, Bromo), kemudian Wonosobo dan Temanggung (Gunung Sindoro - Sumbing) dan Lembang Bandung di Jawa Barat.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan masih bersuhu lebih dingin pada pagi, dengan titik minimumnya berlangsung pada malam hari.
Hal demikian juga dipengaruhi oleh posisi matahari yang sedang berada di belahan utara bumi, sehingga wilayah Indonesia khususnya bagian selatan khatulistiwa menerima sedikit sinar matahari secara langsung dan menjadikan suhu udara lebih rendah.
Dalam kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengkonsumsi air minum secara cukup, melengkapi makanan atau minuman mengandung vitamin C, dan vitamin D, sehingga imun tubuh tetap terjaga menghadapi fenomena penurunan suhu.
Kesimpulan
BMKG memastikan suhu dingin bukan karena fenomena Aphelion. Fenomena suhu dingin adalah situasi biasa terjadi pada medio Juli - Agustus (puncak musim kering) dan diprakirakan bisa sampai dengan bulan September.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
(GFD-2024-24144) Viral Video Penampakan Makam Nabi Muhammad, Cek Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
Viral Video Penampakan Makam Nabi Muhammad, Cek Faktanya
Benarkah ini video penampakan Nabi Muhammad? Simak penelusurannya
Beredar sebuah video yang diklaim menampilkan makam nabi Muhammad SAW. Video tersebut menunjukkan sebuah peti kaca yang diselubungi kain hitam bertuliskan kaligrafi huruf Arab dari jarak dekat. Orang-orang mengelilingi peti itu dan tampak menangis.
Berikut narasinya;
"Makam Rasulullah SAW di buka (sic.), kita bisa melihat dari dekat," tulis teks dalam klip yang dibagikan di SnackVideo pada tanggal 3 Juli 2024.
Benarkah ini video penampakan Nabi Muhammad? Simak penelusurannya
Beredar sebuah video yang diklaim menampilkan makam nabi Muhammad SAW. Video tersebut menunjukkan sebuah peti kaca yang diselubungi kain hitam bertuliskan kaligrafi huruf Arab dari jarak dekat. Orang-orang mengelilingi peti itu dan tampak menangis.
Berikut narasinya;
"Makam Rasulullah SAW di buka (sic.), kita bisa melihat dari dekat," tulis teks dalam klip yang dibagikan di SnackVideo pada tanggal 3 Juli 2024.
Hasil Cek Fakta
Melansir dari AFP, menemukan video yang menunjukkan peti kaca serupa di unggahan YouTube berjudul, "Makam Asli Hazrat Aun bin Abdullah a.s. di Karbala Irak," yang diunggah kanal Najaf TV pada 7 Oktober 2022.
Aun bin Abdullah adalah keponakan Husein, yang dipercayai oleh orang-orang Muslim Syiah sebagai penerus sah Nabi Muhammad. Ini menjadi salah satu pembeda antara Muslim Syiah dengan Sunni.
Ia terbunuh di Perang Karbala yang berlangsung pada abad ke-7, dan makamnya berlokasi di Kuil Hazrat Aun bin Abdullah di Kota Karbala, Irak.
Elemen serupa juga bisa dilihat di video makam tersebut yang diunggah kanal YouTube terverifikasi milik Shakir Ali Najafi, seorang penulis dan fotografer asal Irak.
Melansir dari CNN, Makam Nabi Muhammad SAW terletak di dalam Masjid Nabawi. Lokasi ini dulunya merupakan kamar sang istri, Aisyah.
Nabawi adalah masjid yang dibangun Rasulullah setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 M. Berdasarkan sejumlah literatur, awalnya hanya bangunan tanpa atap. Ukurannya sekitar 50 x 50 meter.
Setelah Rasulullah wafat, masjid diperbaiki dan diperluas. Bekas rumah Rasulullah jadi bagian Masjid Nabawi. Perluasan Masjid Nabawi dilakukan beberapa kali.
Khusus untuk kubah, bagian itu dibangun pada tahun 1279 M. Dari waktu ke waktu terus diperbarui, selanjutnya mulai dicat hijau pada 1837 M. Sejak itu, atap masjid tersebut dikenal dengan sebutan kubah hijau.
Kubah Hijau adalah sebuah kubah yang diwarnai dengan hijau yang dibangun di atas makam Nabi Islam Muhammad dan pemimpin Islam pertama, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Kubah ini berlokasi di sudut tenggara Masjid Nabawi (Masjid Rasulullah) di Madinah.
Aun bin Abdullah adalah keponakan Husein, yang dipercayai oleh orang-orang Muslim Syiah sebagai penerus sah Nabi Muhammad. Ini menjadi salah satu pembeda antara Muslim Syiah dengan Sunni.
Ia terbunuh di Perang Karbala yang berlangsung pada abad ke-7, dan makamnya berlokasi di Kuil Hazrat Aun bin Abdullah di Kota Karbala, Irak.
Elemen serupa juga bisa dilihat di video makam tersebut yang diunggah kanal YouTube terverifikasi milik Shakir Ali Najafi, seorang penulis dan fotografer asal Irak.
Melansir dari CNN, Makam Nabi Muhammad SAW terletak di dalam Masjid Nabawi. Lokasi ini dulunya merupakan kamar sang istri, Aisyah.
Nabawi adalah masjid yang dibangun Rasulullah setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 M. Berdasarkan sejumlah literatur, awalnya hanya bangunan tanpa atap. Ukurannya sekitar 50 x 50 meter.
Setelah Rasulullah wafat, masjid diperbaiki dan diperluas. Bekas rumah Rasulullah jadi bagian Masjid Nabawi. Perluasan Masjid Nabawi dilakukan beberapa kali.
Khusus untuk kubah, bagian itu dibangun pada tahun 1279 M. Dari waktu ke waktu terus diperbarui, selanjutnya mulai dicat hijau pada 1837 M. Sejak itu, atap masjid tersebut dikenal dengan sebutan kubah hijau.
Kubah Hijau adalah sebuah kubah yang diwarnai dengan hijau yang dibangun di atas makam Nabi Islam Muhammad dan pemimpin Islam pertama, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Kubah ini berlokasi di sudut tenggara Masjid Nabawi (Masjid Rasulullah) di Madinah.
Kesimpulan
Video yang diklaim makam Nabi Muhammad adalah keliru. Faktanya, video tersebut serupa dengan beberapa video dan gambar makam seorang tokoh Muslim Syiah di Irak
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
(GFD-2024-21901) CEK FAKTA: Hoaks! Foto-Foto Orang Berleher Panjang - TIMES Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2024
Berita
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar foto-foto tentang manusia berleher panjang di media sosial seperti Facebook, X, Youtube, dan beberapa platform lainya. Akun facebook @Wibugabut mengunggah 3 foto, dimana pada setiap foto ada beberapa orang yang mempunyai leher yang panjang melebihi orang pada umumnya.(https://www.facebook.com/share/p/PtzCjgvzQNWoAYkS/?mibextid=xfxF2i)
Dalam caption foto, dia menyebut bahwa gambar itu diambil pada tahun 1860. "Rekaman yang bocor sejarah kembali pada tahun 1860 untuk penyelesaian keluarga leher terpanjang yang ditangkap saat itu" tulisnya.
Sementara itu, di platform X, akun @connformist juga mengunggah foto yang sama. Namun caption foto yang dia berikan berbeda dari akun lainya.
"The first long neck family in the early 90's" sebutnya dalam keterangan foto. Unggahan tersebut telah di-retweet sebanyak 239 kali, dan ditayangkan sebanyak 92 ribu kali.
https://x.com/connformist/status/1810210349615854049
Postingan tersebut mendapat beragam reaksi dari warganet. Beberapa orang percaya orang-orang dalam foto ini memang termasuk dalam suku Karen atau suku yang gemar memanjangkan lehernya dengan berbagai cara, yang ada di Thailand dan Myanmar.
Benarkah informasi tersebut?
Dalam caption foto, dia menyebut bahwa gambar itu diambil pada tahun 1860. "Rekaman yang bocor sejarah kembali pada tahun 1860 untuk penyelesaian keluarga leher terpanjang yang ditangkap saat itu" tulisnya.
Sementara itu, di platform X, akun @connformist juga mengunggah foto yang sama. Namun caption foto yang dia berikan berbeda dari akun lainya.
"The first long neck family in the early 90's" sebutnya dalam keterangan foto. Unggahan tersebut telah di-retweet sebanyak 239 kali, dan ditayangkan sebanyak 92 ribu kali.
https://x.com/connformist/status/1810210349615854049
Postingan tersebut mendapat beragam reaksi dari warganet. Beberapa orang percaya orang-orang dalam foto ini memang termasuk dalam suku Karen atau suku yang gemar memanjangkan lehernya dengan berbagai cara, yang ada di Thailand dan Myanmar.
Benarkah informasi tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, 3 foto yang menampilkan orang dengan leher panjang, dan diklaim diambil pada tahun 1860 atau 1900-an itu tidak benar atau hoaks.
Dari hasil pengecekan tim Cek Fakta TIMES Indonesia menggunakan platform pendeteksi konten Artificial intelligence (AI) Hive Moderation (https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection), dinyatakan bahwa foto tersebut adalah buatan AI, dan bukan foto asli yang diambil pada tahun 1860 atau 1900 an.
Hasil pendeteksian Hive Moderation menyatakan bahwa 95,7 persen kemungkinan bahwa konten tersebut adalah buatan AI atau deepfake. Dengan rincian ai_generated (0.95), midjourney (0.86), none (0.09), not_ai_generated (0.04), dalle (0.03), sora (0.00).
Selain dengan aplikasi, kebanyakan konten buatan AI juga bisa dideteksi secara kasat mata. Dimana biasanya ada bagian yang kurang atau berlebih. Terbukti pada salah satu foto orang dengan leher panjang itu, salah satu orang nampak tak memiliki kepala atau kepalanya tidak terlihat.
Dari hasil pengecekan tim Cek Fakta TIMES Indonesia menggunakan platform pendeteksi konten Artificial intelligence (AI) Hive Moderation (https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection), dinyatakan bahwa foto tersebut adalah buatan AI, dan bukan foto asli yang diambil pada tahun 1860 atau 1900 an.
Hasil pendeteksian Hive Moderation menyatakan bahwa 95,7 persen kemungkinan bahwa konten tersebut adalah buatan AI atau deepfake. Dengan rincian ai_generated (0.95), midjourney (0.86), none (0.09), not_ai_generated (0.04), dalle (0.03), sora (0.00).
Selain dengan aplikasi, kebanyakan konten buatan AI juga bisa dideteksi secara kasat mata. Dimana biasanya ada bagian yang kurang atau berlebih. Terbukti pada salah satu foto orang dengan leher panjang itu, salah satu orang nampak tak memiliki kepala atau kepalanya tidak terlihat.
Kesimpulan
Foto yang memuat gambar orang dengan leher panjang, yang diklaim diambil pada tahun 1900-an, tidak benar. Faktanya, gambar itu merupakan konten buatan AI, sehingga bukan foto asli hasil jepretan fotografer, dan tidak mewakili negara manapun. Informasi tersebut termasuk dalam kategori Konten Palsu (Fabricated Content).
Rujukan
(GFD-2024-21147) [SALAH]: Lingkaran merah tabung gas LPG berubah hitam saat mau meledak
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/07/2024
Berita
Mungkin Kita Mengira Lingkaran Merah Yang Terdapat Di Tengah Tabung LPG Itu Hanya Variasi Warna Saja. Jika Dugaan Seperti Itu SALAH BESAR.!!! Lingkaran merah Itu Memiliki Fungsi Yang Penting Yaitu Sebagai Tanda Untuk Rambu2 Menandakan Gawat Darurat (Ledakan)
Hasil Cek Fakta
Beredar klaim bahwa lingkaran merah dari tabung LPG akan berubah hitam saat akan meledak.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidaklah benar.
Faktanya, lingkaran berwarna merah tersebut bukanlah indikator kebocoran gas. Lingkaran merah hanya berfungsi sebagai penanda bahwa tabung LPG ini berisi bahan yang mudah terbakar.
Menurut Badan Standardisasi Nasional (BSN), setiap tabung gas yang mengandung bahan mudah meledak dan telah lulus berbagai uji keamanan harus diberi tanda dengan lingkaran merah.
Pertamina menambahkan zat merkaptan agar gas memiliki bau khas yang dapat tercium saat terjadi kebocoran. Untuk mendeteksi lebih lanjut, bisa dilakukan dengan menyiram tabung atau valvenya dengan air sabun. Jika muncul busa, berarti ada kebocoran.
Dengan demikian klaim mengenai mengenai lingkaran merah pada tabung LPG berubah menjadi hitam sebagai penanda akan meledak tidak benar, dengan kategori konten yang menyesatkan.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidaklah benar.
Faktanya, lingkaran berwarna merah tersebut bukanlah indikator kebocoran gas. Lingkaran merah hanya berfungsi sebagai penanda bahwa tabung LPG ini berisi bahan yang mudah terbakar.
Menurut Badan Standardisasi Nasional (BSN), setiap tabung gas yang mengandung bahan mudah meledak dan telah lulus berbagai uji keamanan harus diberi tanda dengan lingkaran merah.
Pertamina menambahkan zat merkaptan agar gas memiliki bau khas yang dapat tercium saat terjadi kebocoran. Untuk mendeteksi lebih lanjut, bisa dilakukan dengan menyiram tabung atau valvenya dengan air sabun. Jika muncul busa, berarti ada kebocoran.
Dengan demikian klaim mengenai mengenai lingkaran merah pada tabung LPG berubah menjadi hitam sebagai penanda akan meledak tidak benar, dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Lingkaran merah pada tabung gas bukanlah indikator kebocoran gas, lingkaran tersebut adalah penanda bahwa tabung gas ini berisi bahan yang mudah terbakar.
Rujukan
Halaman: 3248/7951






