Innalillahiwainnailaihirojiun Lebih dari 1000 orang meninggal pada haji tahun2024.
Laporan menunjukkan bahwa setengah dari jumlah ini adalah jemaah haji yang tidak terdaftar yang melakukan haji dalam panas ekstrem. Suhunya melebihi 50 derajat Celcius
(GFD-2024-21149) [SALAH]: 1000 orang meninggal pada Haji tahun 2024
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah klaim bahwa total 1000 orang meninggal pada saat Haji pada tahun 2024 Namun setelah dilakukan penelusuran klaim tersebut tidak benar.
Faktanya, kejadian tersebut adalah insiden jemaah haji terinjak-injak ketika sedang melakukan ritual terakhir dalam ibadah haji di Mina pada September 2015.
Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan lontar jumrah atau melemparkan batu sebanyak tujuh kali pada sebuah tiang, sebanyak 2.300 jemaah meninggal dunia, dengan jumlah korban terbanyak berasal dari Iran.
Dengan demikian klaim mengenai jemaah haji meninggal pada 2024 adalah tidak benar dengan kategori konten yang menyesatkan.
Faktanya, kejadian tersebut adalah insiden jemaah haji terinjak-injak ketika sedang melakukan ritual terakhir dalam ibadah haji di Mina pada September 2015.
Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan lontar jumrah atau melemparkan batu sebanyak tujuh kali pada sebuah tiang, sebanyak 2.300 jemaah meninggal dunia, dengan jumlah korban terbanyak berasal dari Iran.
Dengan demikian klaim mengenai jemaah haji meninggal pada 2024 adalah tidak benar dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Gambar tersebut bukanlah korban jemaah haji pada tahun 2024, melainkan korban dari insiden jemaah haji pada tahun di Mina pada September 2015.
Rujukan
(GFD-2024-21150) [SALAH] Coca-cola Dilarang Diminum Oleh Manusia
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/07/2024
Berita
Beredar sebuah pesan yang menjelaskan bahwa minuman dengan merek coca-cola dilarang dikonsumsi oleh manusia. Minuman ringan Coca-cola yang diproduksi oleh The Coca-Cola Company Amerika Serikat akan dipindahkan ke kategori “pembersih limbah” berdasarkan keputusan Komisi Kualitas Makanan dan Minuman Pemerintah Pusat Tiongkok.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang menyebutkan Coca-cola dipindahkan dalam kategori pembersih limbah adalah tidak benar. Ditelusuri menggunakan mesin pencarian dengan memasukan kata kunci. Ditemukan beberapa artikel yang memuat bantahan informasi tersebut.
Salah satunya dilansir dari Kompas.com. Menemukan artikel bantahan dari media massa daring di India, The Quint, yang diterbitkan Rabu (24/1/2024).
Menurut penelusuran The Quint, klaim China menggolongkan Coca-Cola sebagai cairan pembersih bersumber dari situs Rusia, Panorama, yang menerbitkan artikel-artikel satire. Artikel satire tentang Coca-Cola diklasifikasikan sebagai cairan pembersih di China dipublikasikan oleh Panorama pada 2018. Pada bagian bawah artikel terdapat catatan yang menjelaskan konten situs itu adalah parodi dan bukan berita asli.
Dengan demikian, Informasi yang salah ini berasal dari situs parodi Rusia dan tidak memiliki dasar faktual. Coca-Cola terus menjadi minuman populer di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok. Sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Salah satunya dilansir dari Kompas.com. Menemukan artikel bantahan dari media massa daring di India, The Quint, yang diterbitkan Rabu (24/1/2024).
Menurut penelusuran The Quint, klaim China menggolongkan Coca-Cola sebagai cairan pembersih bersumber dari situs Rusia, Panorama, yang menerbitkan artikel-artikel satire. Artikel satire tentang Coca-Cola diklasifikasikan sebagai cairan pembersih di China dipublikasikan oleh Panorama pada 2018. Pada bagian bawah artikel terdapat catatan yang menjelaskan konten situs itu adalah parodi dan bukan berita asli.
Dengan demikian, Informasi yang salah ini berasal dari situs parodi Rusia dan tidak memiliki dasar faktual. Coca-Cola terus menjadi minuman populer di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok. Sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Artikel satire tentang Coca-Cola diklasifikasikan sebagai cairan pembersih di China dipublikasikan oleh Panorama pada 2018. Pada bagian bawah artikel terdapat catatan yang menjelaskan konten situs itu adalah parodi dan bukan berita asli.
Rujukan
(GFD-2024-21151) [SALAH]: Hujan Muson di Arizona membuat ulat kaki seribu bermutasi
Sumber: instagram.comTanggal publish: 17/07/2024
Berita
Hujan Muson yang terjadi di Arizona membuat Arthropleura bermutasi sepanjang 2,4M
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah narasi di media sosial pada 27 Juni 2024 bahwa Hujan Muson yang terjadi di Arizona membuat ulat kaki seribu bermutasi sepanjang 2,4 meter.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidaklah benar.
Faktanya, Artikel di Snopes membahas sebuah video viral yang mengklaim menampilkan lipan raksasa bernama “Arthropleura” yang berjalan di pantai. Artikel yang di publikasikan pada tanggal 9 Juli 2024 tersebut menjelaskan bahwa video ini adalah buatan AI dan merupakan hoaks.
Meskipun Arthropleura memang makhluk prasejarah besar yang hidup pada periode Karbon, namun sudah punah jutaan tahun yang lalu. Bukti fosil menunjukkan bahwa makhluk ini bisa mencapai panjang hingga 8,5 kaki (2,6 meter), tetapi tidak menyerupai lipan dalam video tersebut.
Jadi, meskipun Arthropleura adalah makhluk prasejarah yang nyata dan mengesankan, video yang dimaksud bukanlah representasi yang benar dan merupan karya seni digital yang diolah menggunakan fitur AI Runway Gen-3 Alpha.
Dengan demikian klaim mengenai Hujan Muson di Arizona membuat ulat kaki seribu bermutasi adalah tidak benar dengan kategori konten palsu.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidaklah benar.
Faktanya, Artikel di Snopes membahas sebuah video viral yang mengklaim menampilkan lipan raksasa bernama “Arthropleura” yang berjalan di pantai. Artikel yang di publikasikan pada tanggal 9 Juli 2024 tersebut menjelaskan bahwa video ini adalah buatan AI dan merupakan hoaks.
Meskipun Arthropleura memang makhluk prasejarah besar yang hidup pada periode Karbon, namun sudah punah jutaan tahun yang lalu. Bukti fosil menunjukkan bahwa makhluk ini bisa mencapai panjang hingga 8,5 kaki (2,6 meter), tetapi tidak menyerupai lipan dalam video tersebut.
Jadi, meskipun Arthropleura adalah makhluk prasejarah yang nyata dan mengesankan, video yang dimaksud bukanlah representasi yang benar dan merupan karya seni digital yang diolah menggunakan fitur AI Runway Gen-3 Alpha.
Dengan demikian klaim mengenai Hujan Muson di Arizona membuat ulat kaki seribu bermutasi adalah tidak benar dengan kategori konten palsu.
Kesimpulan
Video berisi ulat kaki seribu yang bermutasi karena hujan muson di Arizona tidak benar, video tersebut adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan.
Rujukan
(GFD-2024-21153) [PENIPUAN] Baim Wong Kirimkan Uang 50 Juta Dengan Permainan Tangkap Gambar
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 17/07/2024
Berita
Ayo silakan tangkap gambar ka,bah pas garisnya langsung hari ini saya TF 50 juta hadiahnya
Hasil Cek Fakta
Sebuah unggahan di Facebook menampilkan Baim Wong yang menyatakan ingin mengirimkan uang sejumlah 50 juta rupiah dengan syarat dapat menangkap gambar. Video ini diunggah oleh akun Facebook bernama Hadiah Baim pada 8 Juli 2024.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata akun tersebut bukanlah milik Baim Wong. Dilansir dari laman http://turnbackhoax.id, akun Facebook resmi milik Baim
bernama Baim Wong dan sudah terverifikasi ditandai dengan centang biru. Selain itu, melalui akun Instagramnya Baim Wong sudah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terkait pemberian hadiah yang mengatasnamakan dirinya.
Dengan demikian, unggahan yang menampilkan Baim Wong membagikan hadiah senilai 50 juta tidaklah benar dan dapat diindikasikan sebagai penipuan.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata akun tersebut bukanlah milik Baim Wong. Dilansir dari laman http://turnbackhoax.id, akun Facebook resmi milik Baim
bernama Baim Wong dan sudah terverifikasi ditandai dengan centang biru. Selain itu, melalui akun Instagramnya Baim Wong sudah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terkait pemberian hadiah yang mengatasnamakan dirinya.
Dengan demikian, unggahan yang menampilkan Baim Wong membagikan hadiah senilai 50 juta tidaklah benar dan dapat diindikasikan sebagai penipuan.
Kesimpulan
Video tersebut tidaklah benar karena akun yang mengunggah bukanlah milik Baim Wong. Akun Facebook resmi milik Baim bernama Baim Wong dan sudah bercentang biru.
Rujukan
Halaman: 3249/7951




