KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan seorang pria tertua di dunia berusia 250 tahun.
Namun, setelah ditelusuri, unggahan tersebut hoaks.
Video yang diklaim memperlihatkan manusia tertua di dunia berusia 250 tahun dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video seorang laki-laki tua dengan kulit keriput sedang terbaring di tempat tidur. Video diberi keterangan demikian:
Manusia tertua dengan usia 250 tahun.
LAKI-LAKI TERTUA DI DUNIA SAAT INI USIA 250 TAHUN.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang diklaim menampilkan manusia tertua di dunia berusia 250 tahun
(GFD-2024-21839) [HOAKS] Manusia Tertua di Dunia Berusia 250 Tahun
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pria dalam video mirip dengan unggahan di kanal YouTube ini.
Dalam video dijelaskan, pria tersebut merupakan biksu asal Thailand bernama Luang Pho Yai berusia 109 tahun. Ia telah mengabdi sebagai biksu Buddha selama 77 tahun.
Dikutip dari The Tab, Luang meninggal pada 22 Maret 2022 dalam usia 109 tahun. Kabar tersebut dibagikan oleh cucunya melalui akun Tik-Tok yang kini telah dihapus.
Sang cucu juga membagikan momen ketika upacara pemakaman Luang.
Sebelumnya, pada 2022 juga muncul unggahan keliru yang mengeklaim Luang sebagai pria tertua di dunia dengan usia 399 tahun. Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Dikutip dari Guinness World Record, manusia tertua yang pernah hidup, yakni Jeanne Louise Calment asal Perancis.
Ia hidup selama 122 tahun dan meninggal pada 4 Agustus 1997 di panti jompo Arles, Perancis.
Dalam video dijelaskan, pria tersebut merupakan biksu asal Thailand bernama Luang Pho Yai berusia 109 tahun. Ia telah mengabdi sebagai biksu Buddha selama 77 tahun.
Dikutip dari The Tab, Luang meninggal pada 22 Maret 2022 dalam usia 109 tahun. Kabar tersebut dibagikan oleh cucunya melalui akun Tik-Tok yang kini telah dihapus.
Sang cucu juga membagikan momen ketika upacara pemakaman Luang.
Sebelumnya, pada 2022 juga muncul unggahan keliru yang mengeklaim Luang sebagai pria tertua di dunia dengan usia 399 tahun. Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Dikutip dari Guinness World Record, manusia tertua yang pernah hidup, yakni Jeanne Louise Calment asal Perancis.
Ia hidup selama 122 tahun dan meninggal pada 4 Agustus 1997 di panti jompo Arles, Perancis.
Kesimpulan
Video yang diklaim memperlihatkan manusia tertua di dunia dengan usia 250 tahun merupakan hoaks.
Pria dalam video adalah biksu asal Thailand bernama Luang Pho Yai yang meninggal pada usia 109 tahun.
Berdasarkan catatan Guinness World Record, manusia tertua yang pernah hidup yakni Jeanne Louise Calment asal Perancis. Ia meninggal pada 4 Agustus 1997 dalam usia 122 tahun.
Pria dalam video adalah biksu asal Thailand bernama Luang Pho Yai yang meninggal pada usia 109 tahun.
Berdasarkan catatan Guinness World Record, manusia tertua yang pernah hidup yakni Jeanne Louise Calment asal Perancis. Ia meninggal pada 4 Agustus 1997 dalam usia 122 tahun.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/840152734746084
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2471877629669317&id=100005413111387&mibextid=oFDknk&rdid=RlHyFjzr0lLddlsR
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122155779458244838&id=61557345152116&mibextid=oFDknk&rdid=pph1wlwk9NMPiIDR
- https://www.youtube.com/shorts/kWW-9NVVvsQ
- https://thetab.com/uk/2022/04/04/tiktok-viral-monk-died-245979
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/02/25/150500482/-hoaks-pria-tertua-asal-vietnam-berusia-399-tahun?page=all
- https://www.guinnessworldrecords.com/world-records/oldest-person/#:~:text=04%20August%201997%20The%20greatest%20fully%20authenticated%20age,in%20Arles%2C%20southern%20France%20on%204%20August%201997
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22418) Benarkah Video Dedi Mulyadi Bagikan Uang Rp20 Juta Jelang HUT ke-79 RI? Cek Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
Benarkah Video Dedi Mulyadi Bagikan Uang Rp20 Juta Jelang HUT ke-79 RI? Cek Faktanya
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut penelusurannya
Beredar video di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi, membagikan uang tunai Rp20 juta jelang Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut keterangan dalam video yang beredar:
"SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945."
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut penelusurannya
Beredar video di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi, membagikan uang tunai Rp20 juta jelang Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut keterangan dalam video yang beredar:
"SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945."
Hasil Cek Fakta
Melansir dari Kominfo, video yang menampilkan Dedi Mulyadi identik dengan unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada 24 Juli 2024 lalu.
Dalam video tersebut Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta pada 26 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang.
Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp20 juta. Sementara itu, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam video tersebut Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta pada 26 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang.
Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp20 juta. Sementara itu, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kesimpulan
Video Dedi Mulyadi bagikan uang Rp20 juta dalam rangka HUT ke-79 RI adalah keliru alias hoaks. Faktanya, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
(GFD-2024-25251) CEK FAKTA [SALAH]: Vape Lebih Aman daripada Rokok Konvensional
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
SULTRAKINI.COM: Penggunaan Informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individuNARASI:nyatanya vape lebih baik dari rokok
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari situs Yankes Kemenkes, dijelaskan bahwa sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menyatakan secara tegas untuk melarang penggunaan rokok elektronik karena ancaman bahayanya dianggap sama dengan rokok konvensional.
Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa rokok elektronik dapat menyebabkan berbagai penyakit gangguan pada paru-paru, jantung, sistem kekebalan tubuh, kanker, dan otak.
Selain itu, IDI mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk melarang peredaran rokok elektronik karena kandungan yang berbahaya. Sama seperti rokok konvensional, cairan rokok elektronik mengandung nikotin, bahan karsinogenik, dan toksik.
Bahan-bahan yang terkandung di dalam rokok elektrik seperti glikol, gliserol, alkanal, formaldehida, dan logam dapat merusak paru-paru, sistem ekskresi, dan sel-sel di dalam tubuh.
Selain IDI, BPOM pada tahun 2015- dan 2017 telah melakukan studi terkait rokok elektronik. Hasil studi itu menunjukkan bahwa rokok elektronik menimbulkan dampak negatif lebih besar dibandingkan potensi manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Kandungan e-liquid dan uap rokok elektrik dapat berakibat negatif untuk kesehatan.
BPOM sendiri belum memiliki kewenangan terhadap peredaran rokok elektronik. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang lebih jelas lagi terhadap penggunaan rokok elektronik sama halnya dengan rokok konvensional.
Studi di Indonesia menjelaskan bahwa perokok elektronik cenderung menjadi dual user (pengguna rokok elektronik sekaligus pengguna rokok konvensional). Studi tersebut mengungkapkan lebih lanjut bahwa dual user berpotensi mengakibatkan beban ganda komplikasi penyakit-penyakit berbiaya mahal. Selain itu, dual user pada kelompok usia muda cenderung menjadi tidak produktif dalam bekerja. Berhenti merokok lebih baik dibandingkan memilih keduanya.
Diketahui, rokok elektronik yang menggunakan baterai dapat berpotensi meledak, sebagaimana pernah terjadi pada seorang pria di Texas pada 2019 lalu hingga meninggal dunia karena ledakan itu mengenai arteri karotis kirinya dan potongan metal rokok elektronik tersebut mengenai wajah serta lehernya.
Dengan demikian, klaim bahwa rokok elektronik lebih aman daripada rokok konvensional, tidak benar.
Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa rokok elektronik dapat menyebabkan berbagai penyakit gangguan pada paru-paru, jantung, sistem kekebalan tubuh, kanker, dan otak.
Selain itu, IDI mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk melarang peredaran rokok elektronik karena kandungan yang berbahaya. Sama seperti rokok konvensional, cairan rokok elektronik mengandung nikotin, bahan karsinogenik, dan toksik.
Bahan-bahan yang terkandung di dalam rokok elektrik seperti glikol, gliserol, alkanal, formaldehida, dan logam dapat merusak paru-paru, sistem ekskresi, dan sel-sel di dalam tubuh.
Selain IDI, BPOM pada tahun 2015- dan 2017 telah melakukan studi terkait rokok elektronik. Hasil studi itu menunjukkan bahwa rokok elektronik menimbulkan dampak negatif lebih besar dibandingkan potensi manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Kandungan e-liquid dan uap rokok elektrik dapat berakibat negatif untuk kesehatan.
BPOM sendiri belum memiliki kewenangan terhadap peredaran rokok elektronik. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang lebih jelas lagi terhadap penggunaan rokok elektronik sama halnya dengan rokok konvensional.
Studi di Indonesia menjelaskan bahwa perokok elektronik cenderung menjadi dual user (pengguna rokok elektronik sekaligus pengguna rokok konvensional). Studi tersebut mengungkapkan lebih lanjut bahwa dual user berpotensi mengakibatkan beban ganda komplikasi penyakit-penyakit berbiaya mahal. Selain itu, dual user pada kelompok usia muda cenderung menjadi tidak produktif dalam bekerja. Berhenti merokok lebih baik dibandingkan memilih keduanya.
Diketahui, rokok elektronik yang menggunakan baterai dapat berpotensi meledak, sebagaimana pernah terjadi pada seorang pria di Texas pada 2019 lalu hingga meninggal dunia karena ledakan itu mengenai arteri karotis kirinya dan potongan metal rokok elektronik tersebut mengenai wajah serta lehernya.
Dengan demikian, klaim bahwa rokok elektronik lebih aman daripada rokok konvensional, tidak benar.
Kesimpulan
Faktanya, rokok elektronik (vape) tidak lebih aman dari rokok konvensional karena tetap menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi penggunanya menjadi adiksi terhadap nikotin. Bahkan, penggunanya berpotensi menjadi dual user (pengguna rokok konvensional dan rokok elektronik) dan ini meningkatkan risiko komplikasi penyakit. Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa rokok elektronik dapat menyebabkan berbagai penyakit gangguan pada paru-paru, jantung, sistem kekebalan tubuh, kanker, dan otak. Selengkapnya di bagian penjelasan.
Rujukan
- https://cekfakta.com/focus/21774
- https://
- http1./
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2716/rokok-elektrik-gaya-atau-bahaya2.
- https://www.alodokter.com/mana-yang-lebih-sehat-rokok-elektrik-atau-rokok-tembakau3.
- https://www.tobaccoinduceddiseases.org/Relieving-or-Aggravating-the-Burden-Non-Communicable-Diseases-NCDs-of-Electronic,175755,0,2.html4.
- https://www.liputan6.com/health/read/3889250/rokok-elektrik-meledak-pria-di-texas-tewas
(GFD-2024-25836) Benarkah Video Dedi Mulyadi Bagikan Uang Rp20 Juta Jelang HUT ke-79 RI? Cek Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
Benarkah Video Dedi Mulyadi Bagikan Uang Rp20 Juta Jelang HUT ke-79 RI? Cek Faktanya
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut penelusurannya
Beredar video di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi, membagikan uang tunai Rp20 juta jelang Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut keterangan dalam video yang beredar:
"SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945."
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut penelusurannya
Beredar video di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi, membagikan uang tunai Rp20 juta jelang Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.
Untuk mendapatkan uang Rp20 juta, harus menyukai atau like video tersebut. Berikut keterangan dalam video yang beredar:
"SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945."
Hasil Cek Fakta
Melansir dari Kominfo, video yang menampilkan Dedi Mulyadi identik dengan unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada 24 Juli 2024 lalu.
Dalam video tersebut Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta pada 26 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang.
Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp20 juta. Sementara itu, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam video tersebut Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta pada 26 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang.
Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp20 juta. Sementara itu, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kesimpulan
Video Dedi Mulyadi bagikan uang Rp20 juta dalam rangka HUT ke-79 RI adalah keliru alias hoaks. Faktanya, suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp20 juta merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
Halaman: 3087/7940


