(GFD-2024-21800) [SALAH] Video Kondisi Tel Aviv Setelah Diserang Yaman yang Disembunyikan Media
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 12/08/2024
Berita
“Lihat kondisi Tel Aviv hadia dari Yaman yg disembuyikan,ole media. Kondisi Kota Tel AVIV. Kalian pikir Yaman akan hancur, karna serangan zionis? kalian salah”
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari AFP.
Beredar sebuah video dari akun TikTok @mochiandkitty pada 22 Juli 2024 yang menyebut bahwa video tersebut merupakan kondisi dari hancurnya kota Tel Aviv setelah diserang oleh Yaman. Diketahui kelompok bersenjata Houthi dari Yaman menyerang Tel Aviv pada 19 Juli 2024, beberapa hari sebelum video TikTok tersebut beredar.
Namun setelah ditelusuri oleh AFP dengan membandingkan beberapa bangunan yang terlihat di Google Street View, terkonfirmasi bahwa lokasi sebenarnya dalam video tersebut berada di Acapulco, Meksiko, bukan di Tel Aviv, Israel.
Dilansir dari AFP, kerusakan yang terjadi di Acapulco tersebut disebabkan oleh Badai Otis yang terjadi pada Oktober 2023. Rekaman asli dari video tersebut diunggah oleh seorang wartawan Manuel Lopez San Martin pada 27 Oktober 2023 melalui akun Twitternya, @MLopezSanMartin.
Sehingga dapat dipastikan kondisi yang terjadi dalam video tersebut tidak berkaitan dengan memanasnya konflik peperangan di Israel akhir-akhir ini.
Dengan demikian, video kondisi Tel Aviv setelah diserang Yaman yang disembunyikan media adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Beredar sebuah video dari akun TikTok @mochiandkitty pada 22 Juli 2024 yang menyebut bahwa video tersebut merupakan kondisi dari hancurnya kota Tel Aviv setelah diserang oleh Yaman. Diketahui kelompok bersenjata Houthi dari Yaman menyerang Tel Aviv pada 19 Juli 2024, beberapa hari sebelum video TikTok tersebut beredar.
Namun setelah ditelusuri oleh AFP dengan membandingkan beberapa bangunan yang terlihat di Google Street View, terkonfirmasi bahwa lokasi sebenarnya dalam video tersebut berada di Acapulco, Meksiko, bukan di Tel Aviv, Israel.
Dilansir dari AFP, kerusakan yang terjadi di Acapulco tersebut disebabkan oleh Badai Otis yang terjadi pada Oktober 2023. Rekaman asli dari video tersebut diunggah oleh seorang wartawan Manuel Lopez San Martin pada 27 Oktober 2023 melalui akun Twitternya, @MLopezSanMartin.
Sehingga dapat dipastikan kondisi yang terjadi dalam video tersebut tidak berkaitan dengan memanasnya konflik peperangan di Israel akhir-akhir ini.
Dengan demikian, video kondisi Tel Aviv setelah diserang Yaman yang disembunyikan media adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Faktanya video tersebut memperlihatkan kerusakan akibat dari Badai Otis di Acapulco, Meksiko pada Oktober 2023, tidak ada kaitannya dengan serangan oleh Yaman yang menghantam Tel Aviv pada Juli 2024. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Faktanya video tersebut memperlihatkan kerusakan akibat dari Badai Otis di Acapulco, Meksiko pada Oktober 2023, tidak ada kaitannya dengan serangan oleh Yaman yang menghantam Tel Aviv pada Juli 2024. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2024-21801) [SALAH] Pemerintah Hapus BBM Pertalite
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 12/08/2024
Berita
BBM Jenis Pertalite Dihapus
Hasil Cek Fakta
Disadur dari Kompas.
Beredar sebuah unggahan di Facebook yang mengklaim jika BBM berjenis pertalite telah resmi diberhentikan peredarannya di Indonesia.
Namun, dilansir dari Kompas.com klaim yang beredar tersebut adalah klaim yang tidak benar karena berdasarkan penjelasan dari Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan jika sampai saat ini Pertalite masih tersedia di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Jika berdasarkan dari Fadjar Djoko Santoso, hingga saat ini ia masih ditugaskan untuk memasok persediaan bahan bakar pertalite. Sehingga dapat dipastikan jika klaim yang beredar mengenai bahan bakar pertalite yang sudah dihapuskan pemerintah adalah klaim yang tidak benar.
Beredar sebuah unggahan di Facebook yang mengklaim jika BBM berjenis pertalite telah resmi diberhentikan peredarannya di Indonesia.
Namun, dilansir dari Kompas.com klaim yang beredar tersebut adalah klaim yang tidak benar karena berdasarkan penjelasan dari Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan jika sampai saat ini Pertalite masih tersedia di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Jika berdasarkan dari Fadjar Djoko Santoso, hingga saat ini ia masih ditugaskan untuk memasok persediaan bahan bakar pertalite. Sehingga dapat dipastikan jika klaim yang beredar mengenai bahan bakar pertalite yang sudah dihapuskan pemerintah adalah klaim yang tidak benar.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebutkan jika sampai saat ini Pertalite masih tersedia di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Rujukan
(GFD-2024-21837) [KLARIFIKASI] Video Kate Middleton Berkerudung Dibagikan dengan Konteks Keliru
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai Kate Middleton, Putri Wales, istri dari Pangeran William, mengenakan hijab selama kerusuhan di Inggris.
Narasi itu disertai video yang memperlihatkan Middleton berkerudung. Ia dan Pangeran William tampak menyalami sejumlah orang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.
Narasi dan video itu beredar tidak lama setelah kerusuhan di berbagai kota buntut penusukan tiga anak perempuan di Southport, Merseyside, pada 29 Juli 2024.
Amarah massa terpicu akibat narasi palsu yang mengeklaim pelaku penikaman merupakan imigran Muslim.
Narasi Kate Middleton mengenakan hijab selama kerusuhan di Inggris dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Sabtu (10/8/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Kate Middleton secara resmi berkeliling Inggris dengan mengenakan jilbab. Semuanya sudah berakhir. Benar-benar sudah berakhir. Kerajaan telah ditaklukkan.
Narasi itu disertai video yang memperlihatkan Middleton berkerudung. Ia dan Pangeran William tampak menyalami sejumlah orang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.
Narasi dan video itu beredar tidak lama setelah kerusuhan di berbagai kota buntut penusukan tiga anak perempuan di Southport, Merseyside, pada 29 Juli 2024.
Amarah massa terpicu akibat narasi palsu yang mengeklaim pelaku penikaman merupakan imigran Muslim.
Narasi Kate Middleton mengenakan hijab selama kerusuhan di Inggris dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Sabtu (10/8/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Kate Middleton secara resmi berkeliling Inggris dengan mengenakan jilbab. Semuanya sudah berakhir. Benar-benar sudah berakhir. Kerajaan telah ditaklukkan.
Hasil Cek Fakta
Setelah dicermati, terdapat watermark milik media Daily Mail pada video Kate Middleton mengenakan kerudung.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran di Google Search dengan kata kunci "kate middleton wearing hijab daily mail".
Hasilnya, ditemukan pemberitaan Daily Mail, 9 Maret 2023, yang mencantumkan video serupa tetapi dengan durasi lebih panjang.
Pangeran William dan Kate Middleton mengunjungi Hayes Muslim Centre untuk mengucapkan terima kasih atas upaya mereka membantu korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
Keduanya bertemu dengan perwakilan dari Hayes Muslim Centre yang telah mengumpulkan bantuan lebih dari 25.000 poundsterling untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran di Google Search dengan kata kunci "kate middleton wearing hijab daily mail".
Hasilnya, ditemukan pemberitaan Daily Mail, 9 Maret 2023, yang mencantumkan video serupa tetapi dengan durasi lebih panjang.
Pangeran William dan Kate Middleton mengunjungi Hayes Muslim Centre untuk mengucapkan terima kasih atas upaya mereka membantu korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
Keduanya bertemu dengan perwakilan dari Hayes Muslim Centre yang telah mengumpulkan bantuan lebih dari 25.000 poundsterling untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Kate Middleton mengenakan hijab selama kerusuhan Inggris perlu diluruskan.
Video yang dibagikan merupakan peristiwa saat Kate Middleton dan Pangeran William mengunjungi Hayes Muslim Centre pada 9 Maret 2023.
Video yang dibagikan merupakan peristiwa saat Kate Middleton dan Pangeran William mengunjungi Hayes Muslim Centre pada 9 Maret 2023.
Rujukan
- https://fb.watch/tVoiYRITpy/
- https://www.facebook.com/charmane.a.may/videos/473421642267967/
- https://www.facebook.com/dennis.ehli/videos/395552666483363/
- https://www.dailymail.co.uk/video/royals/video-2893949/Video-Prince-Princess-Wales-visit-Islamic-community-centre-Hayes.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21838) [HOAKS] Video Jokowi Janji Berikan Bantuan Rp 50 Juta Per Orang
Sumber:Tanggal publish: 12/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan Presiden Joko Widodo dan narasi mengenai pemberian bantuan sebesar Rp 50 juta per orang dengan cara ditransfer.
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan manipulasi.
Video Presiden Jokowi menjanjikan bantuan Rp 50 juta per orang dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video disebutkan, bantuan akan diberikan jika pengguna Facebook menekan tombol follow, menyukai unggahan, dan membagikan konten tersebut.
Video itu disertai tautan nomor WhatsApp dan diberi keterangan:
Amanah Untuk Anda BANGTUAN UNTUK KALIAN SEMUA OTANG YANG MEMBUTUHKAN YAA.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Jokowi membagikan Rp 50 juta
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan manipulasi.
Video Presiden Jokowi menjanjikan bantuan Rp 50 juta per orang dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video disebutkan, bantuan akan diberikan jika pengguna Facebook menekan tombol follow, menyukai unggahan, dan membagikan konten tersebut.
Video itu disertai tautan nomor WhatsApp dan diberi keterangan:
Amanah Untuk Anda BANGTUAN UNTUK KALIAN SEMUA OTANG YANG MEMBUTUHKAN YAA.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Jokowi membagikan Rp 50 juta
Hasil Cek Fakta
Ketika diamati, gerak bibir Jokowi tidak sinkron dengan suaranya. Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut di akun media sosial Jokowi.
Hasilnya, terdapat video serupa di akun Instagram @jokowi yang diunggah pada 27 Juni 2024.
Video aslinya memperlihatkan Jokowi sedang berbincang dengan pedagang di Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
Mereka berbincang terkait harga beberapa kebutuhan pokok. Dalam video itu, Jokowi tidak menjanjikan uang Rp 50 juta.
Setelah dicek menggunakan AI Voice Detector, suara Jokowi menjanjikan uang Rp 50 juta terdeteksi dihasilkan oleh perangkat kecerdasan buatan atau AI. Probabilitasnya mencapai 97,96 persen.
Video Presiden Jokowi berjanji akan memberikan bantuan Rp 50 juta per orang merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Jokowi berbincang dengan pedagang di Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan terkait harga beberapa kebutuhan pokok.
Setelah dicek menggunakan AI Voice Detector, suara Jokowi membagikan Rp 50 juta terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Hasilnya, terdapat video serupa di akun Instagram @jokowi yang diunggah pada 27 Juni 2024.
Video aslinya memperlihatkan Jokowi sedang berbincang dengan pedagang di Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
Mereka berbincang terkait harga beberapa kebutuhan pokok. Dalam video itu, Jokowi tidak menjanjikan uang Rp 50 juta.
Setelah dicek menggunakan AI Voice Detector, suara Jokowi menjanjikan uang Rp 50 juta terdeteksi dihasilkan oleh perangkat kecerdasan buatan atau AI. Probabilitasnya mencapai 97,96 persen.
Video Presiden Jokowi berjanji akan memberikan bantuan Rp 50 juta per orang merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Jokowi berbincang dengan pedagang di Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan terkait harga beberapa kebutuhan pokok.
Setelah dicek menggunakan AI Voice Detector, suara Jokowi membagikan Rp 50 juta terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Rujukan
Halaman: 3086/7940


