• (GFD-2024-21804) [SALAH] Penemuan Pedang Raksasa Peninggalan Manusia Zaman Dulu

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    Snjata raksasa milik org² jmn dulu yg ukurannya mnyesuaikn dg snjatanya ini🤔

    Raksasa² jmn dulu hny ada di dongeng ank² aja, dlm sjarah pljran di sklh ga ada djlaskn spt itu, media akn slalu ngecap hoax jk bhas soal mnusia rksasa😌

    Maunya mrk sjarah yg valid itu teori darwin😏

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Tempo.

    Beredar sebuah unggahan video di X/Twitter yang menampilkan mengenai penemuan pedang-pedang raksasa yang terkubur di tanah, unggahan tersebut juga menambahkan klaim jika pedang tersebut merupakan peninggalan manusia zaman dulu.

    Akan tetapi berdasarkan dari pencarian yang dilakukan oleh Tempo, ditemukan hasil jika gambar-gambar penemuan pedang raksasa tersebut adalah hasil manipulasi yang dibuat dengan bantuan AI.

    Dilansir dari Tempo, melalui hasil pemindaian di Hive Moderation menunjukan bahwa video tersebut merupakan buatan AI dengan angka probabilitas 74.5 persen, sedangkan di perangkat pendeteksi gambar AI lainnya yakni Maybe’s AI Art Detector juga menunjukkan bahwa video tersebut merupakan buatan AI dengan angka probabilitas 95 persen.

    Melalui hasil pengecekan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang menampilkan pedang raksasa dari peninggalan orang-orang zaman dulu adalah konten palsu.

    Kesimpulan

    Faktanya melalui pengecekan menggunakan perangkat pendeteksi gambar AI ditemukan hasil jika unggahan yang menampilkan penemuan pedang raksasa tersebut dibuat dengan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21805) [PENIPUAN] Jusuf Hamka Giveaway Uang 57 Juta Hanya dengan Menebak Nama Alat Musik yang Ia Mainkan

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    Sampai Saat Ini Masih Belum Ada Yang Bisa…

    Yang Bisa Menebak Nama Alat Musik Diatas

    Bapak Transfer 57juta Cashh,

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan di Facebook mengenai giveaway uang 57 juta rupiah hanya dengan menebak alat musik yang dimainkan dalam video, unggahan ini dibagikan oleh akun yang mengatasnamakan seorang pengusaha ternama, Jusuf Hamka. Pada bagian kolom komentar, akun tersebut menyertakan sebuah link Whatsapp jika ingin mengambil hadiah giveaway.

    Namun, giveaway tersebut merupakan informasi yang tidak benar karena melalui akun Instagram resmi Jusuf Hamka (@jusufhamka), ia pernah mengunggah sebuah tentang bantahan bahwa akun media sosial resmi miliknya hanya ada dua yakni Instagram dan Tiktok.

    Melalui Instagramnya tersebut, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan oleh akun-akun media sosial yang mengatasnamakan dirinya.

    Kesimpulan

    Tidak benar bahwa akun Facebook tersebut milik Jusuf Hamka karena melalui Instagram resminya ia telah membuat klarifikasi jika dirinya tidak pernah membuat giveaway apapun di sosial media.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21809) [SALAH] Pemerintah Korea Selatan Menuntut Tujuh Pemimpin Israel

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    “Korea Selatan
    Mengajukan tuntutan hukum terhadap 7 Pemimpin Israel atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

    1.Netanyahu
    2.Isaac Herzog
    3.Herzi Halevi
    4.Yoav Gallant
    5.Katz
    6.Bezalel Smotrich
    7.Itamar Ben Gvir

    #IsraelisAreWorseThanNazis
    #FreePalestine_FromIsrael”.

    Hasil Cek Fakta

    Artikel disadur dari AFP.
    Akun Twitter @Laela150309 mengunggah foto Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, dengan klaim bahwa pemerintah Korsel mengajukan tuntutan pidana terhadap pemimpin-pemimpin Israel untuk aksi kejahatan atas kemanusiaan. @Laela150309 juga menambahkan daftar tujuh pemimpin Israel yang digugat oleh pemerintah Korsel. Cuitan dan foto tersebut diunggah pada 25 Juni 2024.

    Setelah dilakukan penelusuran oleh AFP, informasi tersebut menyesatkan. Melansir dari artikel berita Korea Selatan yang berjudul ‘5,000 Citizens Accuse Israeli Prime Minister “Genocide Must Be Punished”’, dijelaskan bahwa yang menggugat Israel untuk kejahatan perang adalah 5,000 warga sipil Korea Selatan. Pergerakan tersebut dipimpin oleh dua LSM Korea Selatan yaitu PSPD (People’s Solidarity for Participatory Democracy) dan Asian Dignity Initiative.

    Selain itu, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memberikan klaim kepada AFP bahwa pihak resmi pemerintah Korsel tidak terlibat dalam pengajuan tuntutan hukum tersebut.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @Laela150309 merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Tuntutan pidana yang ditujukan kepada tujuh pemimpin Israel tersebut diajukan oleh dua LSM Korsel, bukan resmi dari pemerintah Korsel.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21810) [SALAH] Sekampung Mendadak Pecah Akibat Gempa Sapu Karangasem Bali 7 Agustus 2024

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    BALI KOCAR KACIR GEMPA DARAT MENGERIKAN
    SEKAMPUNG MENDADAK PECAH!! DETIK² GEMPA DARAT SAPU KARANGASEM BALI HARI INI

    Hasil Cek Fakta

    Pada 7 Agustus 2024 lalu muncul sebuah unggahan video di Youtube memberikan sebuah klaim pada judul Bali kocar kacir, sekampung mendadak pecah akibat Gempa di Karangasem, Bali.

    Namun, setelah disimak dan dilakukan pencarian Google ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh News.okezone.com yang berjudul “Gempa M2,8 Guncang Karangasem Bali”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi gempa yang menghancurkan Karangasem, Bali.

    Dilansir dari News.okezone, Gempa berkekuatan magnitudo 2.8 terjadi di Karangasem, Bali. Pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 20 km Tenggara Karangasem. Dilansir website resmi BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 22.14 WIB. Gempa terjadi di 8.43 Lintang Selatan (LS), 115.69 Bujur Timur (BT).

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Meskipun gempa dengan magnitudo kecil seperti ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan serius, warga diharapkan tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak yang berwenang terkait aktivitas seismik di wilayah mereka.

    Meski gempa ini tergolong kecil dengan magnitudo 2,8, warga sekitar sempat merasakan getaran ringan. Tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Pihak berwenang setempat segera melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi untuk memastikan tidak ada dampak yang signifikan terhadap infrastruktur maupun keselamatan.

    Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan Bali kocar kacir, sekampung mendadak pecah akibat Gempa di Karangasem, Bali adalah tidak benar. Faktanya gempa ringan yang terjadi tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap infrastruktur maupun keselamatan.

    Kesimpulan

    Klaim yang mengatakan Bali kocar kacir, sekampung mendadak pecah akibat Gempa di Karangasem, Bali adalah tidak benar. Faktanya gempa ringan yang terjadi tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap infrastruktur maupun keselamatan.

    Rujukan