• (GFD-2024-21872) [HOAKS] Bank Indonesia Keluarkan Uang Baru Hasil Redenominasi

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan uang kertas baru hasil redenominasi.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Redenominasi adalah pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai mata tukarnya.

    Narasi bahwa BI mengeluarkan uang baru hasil redenominasi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan gambar yang diklaim sebagai tiga uang kertas redenominasi dengan nominal Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim menjelaskan, sampai saat ini belum terdapat keputusan resmi pemerintah soal redenominasi rupiah.

    Sehingga, ia memastikan konten mengenai uang kertas baru hasil redenominasi merupakan hoaks.

    "Terkait hoaks foto uang dalam rangka redenominasi rupiah tersebut dipastikan bukan uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia," ujar Marlison, kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2024).

    Marlison mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi keliru yang mengeklaim BI mengeluarkan uang kertas baru.

    Menurut Marlison, uang rupiah baru yang terakhir dikeluarkan BI, yakni Tahun Emisi (TE) 2022 saat HUT ke-77 Republik Indonesia.

    Uang Rupiah kertas TE 2022 terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

    "Masyarakat yang ragu terkait berita pengeluaran uang rupiah baru dapat melihat informasi melalui website atau sosial media Bank Indonesia," kata Marlison.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa BI mengeluarkan uang baru hasil redenominasi adalah tidak benar atau hoaks. Sampai saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah soal pelaksanaan redenominasi rupiah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21873) [HOAKS] Pawang Hujan Didatangkan dari Banyuwangi Jelang HUT RI di IKN

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menyebutkan, pemerintah mendatangkan pawang hujan dari Banyuwangi untuk mengendalikan cuaca jelang HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Dalam video, tampak seorang pria memegang keris dan melambai-lambaikan tangan ke arah langit.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar atau hoaks.

    Narasi soal pawang hujan didatangkan dari Banyuwangi untuk mengendalikan cuaca jelang HUT ke-79 RI di IKN disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    "PAWANG HUJAN DI IKN SUDAH BERAKSI," tulis salah satu akun, pada Selasa (13/8/2024).

    Berikut ini teks yang tertera pada awal video:

    Pawang Hujan di IKN yang Didatangkan dari Banyuwangi untuk kendalikan Cuaca Jelang Upacara HUT ke-79 RI.

    Hasil Cek Fakta

    Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan, informasi mengenai pawang cuaca yang disewa dari Banyuwangi merupakan hoaks.

    "Perlu kami sampaikan bahwa adanya informasi mengenai permintaan ke salah satu pawang hujan dari Banyuwangi itu hoaks. Kami menggunakan metode ilmiah dan juga teknologi untuk rekayasa cuaca di IKN," kata Usman, Sabtu (10/8/2024), dikutip dari RRI.

    Usman menyebutkan, pemerintah menggunakan teknologi milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar cuaca cerah selama upacara HUT ke-79 RI.

    "Jadi tidak benar bahwa ada permintaan dari PUPR atau pemerintah kepada salah satu pawang hujan untuk melakukan rekayasa cuaca," imbuh dia.

    Teknologi rekayasa cuaca dibutuhkan karena IKN dilanda hujan cukup deras jelang upacara peringatan.

    Kesimpulan

    Narasi soal pawang hujan didatangkan dari Banyuwangi jelang peringatan HUT ke-79 RI di IKN merupakan hoaks.

    Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong menyampaikan, pemerintah tidak menyewa pawang hujan untuk upacara peringatan kemerdekaan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21877) [KLARIFIKASI] Eiichiro Oda Tidak Pernah Sebut One Piece Tamat Januari 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang menyatakan mangaka (komikus Jepang) Eiichiro Oda menyatakan di stasiun televisi Jepang bahwa manga One Piece akan tamat pada Januari 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar dan tergolong satire.

    Narasi Eiichiro Oda menyatakan di stasiun TV Jepang bahwa One Piece akan tamat pada Januari 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (12/8/2024).

    Narasi serupa dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada April 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Eiichiro Oda baru saja secara resmi mengumumkan di televisi Jepang bahwa One Piece akan berakhir pada Januari 2025!!

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut mulai beredar pada 1 April 2024 atau bertepatan dengan April Mop atau April Fool's Day.

    Selama bertahun-tahun, April Mop dijadikan sebagai hari ketika orang-orang melontarkan kebohongan sebagai suatu lelucon belaka.

    Narasi Oda menyatakan di stasiun TV Jepang bahwa One Piece akan tamat pada Januari 2025 merupakan salah satu lelucon April Mop.

    Sejauh ini, Oda hanya memberikan estimasi waktu One Piece akan rampung. Ia tidak pernah secara spesifik menyebut kapan kisah Luffy dan bajak laut Mugiwara itu akan tamat.

    Dalam wawancara dengan YouTuber Jepang, Fischer, pada 2019, Oda mengatakan bahwa ia ingin merampungkan One Piece dalam waktu 5 tahun.

    Pernyataan itu diperkuat oleh Naito Takuma, editor Weekly Shonen Jump yang bertanggung jawab untuk One Piece, dalam wawancara dengan Orico pada 2019.

    Namun pada 2020, Oda mengatakan dalam sebuah wawancara TV bersama band Arashi bahwa One Piece akan rampung dalam waktu 4-5 tahun yang berarti 2024 atau 2025.

    Perubahan estimasi waktu ini kemungkinan karena Oda mengambil cukup banyak libur pada 2020, sehingga manga yang terbit lebih sedikit.

    Adapun One Piece terbit mingguan sejak 22 Juli 1997 di Weekly Shonen Jump yang dipublikasikan Shueisha. Chapter teranyar One Piece terbit pada 4 Agustus 2024.

    Saat ini, Luffy dan para sahabatnya sedang berada di Labophase di Pulau Egghead, dalam babak "Egghead Arc", yang disiapkan menjadi saga terakhir.

    Namun, belum ada tanda-tanda bahwa One Piece akan segera berakhir. Para penggemarnya masih menilai banyak misteri yang belum diungkap Oda.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Eiichiro Oda menyatakan di stasiun TV Jepang bahwa One Piece akan tamat pada Januari 2025 adalah satire.

    Sejauh ini, Oda hanya memberikan estimasi waktu One Piece akan rampung. Ia tidak pernah secara spesifik menyebut kapan One Piece tamat.

    Narasi Oda menyatakan di stasiun TV Jepang bahwa One Piece akan tamat pada Januari 2025 mulai beredar pada 1 April 2024 dan merupakan salah satu lelucon April Mop.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21878) [KLARIFIKASI] Foto Tsunami Jepang 2011, Tidak Terkait Gempa M 7,1 pada 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim memperlihatkan kondisi di Jepang usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,1 pada Kamis (8/8/2024).

    Namun setelah ditelusuri foto tersebut dibagikan dengan konteks keliru.

    Foto yang diklaim menampilkan kondisi Jepang usia diguncang gempa bermagnitudo 7,1 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan kolase foto yang menampilkan gelombang tsunami menerjang sejumlah rumah dan mobil. Foto itu diberikan keterangan demikian:

    PRAY FOR JAPAN7.1 MAGNITUDE EARTQUAKE IN JAPAN TODAYMEGAQUAKE HAS BEEN ADVISED

    BERDOA UNTUK JEPANGGEMPA BUMI BERKEKUATAN MAGNITUDO 7,1 DI JEPANG HARI INIGEMPA BESAR TELAH DIBERITAHUKAN

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook yang diklaim menampilkan kondisi Jepang pasca gempa pada bulan Agustus 2024

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut identik dengan unggahan di laman National Geographic ini. 

    Foto itu menampilkan tsunami di Jepang pada 2011 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.  

    Sementara, foto kedua di bagian bawah identik dengan unggahan di laman Reuters ini. Foto tersebut juga menampilkan detik-detik ketika tsunami menghantam Jepang pada 2011. 

    Sehingga, dapat dipastikan kedua foto tidak terkait peristiwa gempa di Jepang pada Agustus 2024.

    Dikutip dari Kompas.id, pada Kamis (8/8/2024), gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang perairan di lepas pantai Prefektur Miyazaki, Jepang barat daya.

    Delapan orang luka-luka akibat tertimpa barang-barang yang jatuh saat gempa terjadi. 

    Kesimpulan

    Foto bencana tsunami di Jepang pada 2011 disebarkan dengan konteks keliru. Foto tersebut tidak terkait gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pada Kamis (8/8/2024).

    Rujukan