• (GFD-2024-22043) [KLARIFIKASI] Video Upacara HUT RI di Gaza pada 2021 Dibagikan dengan Konteks Keliru

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi warga Palestina menggelar upacara bendera untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.

    Video dengan narasi warga Palestina merayakan HUT ke-79 RI dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Agustus 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    HUT kemerdekaan Ri ke-79 Satu-Satunya Negara Yang mengibarkkan Bendera Merah Putih Hanyalah Saodara kita Palestina

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video yang dibagikan dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, gambar yang sama ditemukan di artikel SuaraPalestina.com, 17 Agustus 2021.

    Artikel itu menyebutkan, warga Palestina turut mengikuti upacara bendera dalam rangka peringatan HUT ke-76 RI di Beit Lahia, Gaza Utara, pada 17 Agustus 2021.

    Upacara bendera tersebut digelar berkat dukungan kelompok relawan Nusantara Palestina Center (NPC).

    Video upacara itu juga diunggah di kanal YouTube NPC pada 17 Agustus 2021.

    Hingga saat ini belum diketahui apakah ada upacara dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI di Gaza. Sebab, kondisi di Gaza juga belum kondusif sejak warganya menjadi sasaran genosida dan pengeboman yang dilakukan Israel.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video dengan narasi warga Palestina merayakan HUT ke-79 RI perlu diluruskan.

    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video menunjukkan upacara peringatan HUT ke-76 yang digelar di Gaza pada 17 Agustus 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22048) [HOAKS] Prabowo dan Jokowi Berasal dari Etnis China, Ganjar Keturunan Belanda

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim Preisiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merupakan keturunan etnis China.

    Dalam unggahan itu, disebutkan pula bahwa mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebut sebagai keturunan Belanda.

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut adalah hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Jokowi dan Prabowo keturunan etnis China serta Ganjar keturunan Belanda muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan gambar Prabowo dan sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo serta adiknya, Hashim Djojohadikusumo.

    Gambar tersebut diberi keterangan:

    Nama aslinya: Soo Ming Tauw (kanton)atau Soo Minh Doo (Hokian)Nama Indonesia : Prof Soemitro Djojo Hadukusumo.Baoak dari Prabowo Subianto & Hashim Djojohadukusumo

    SIAPA BILANG PRABOWO ITU PRIBUMI ASLI ... PRABOWO ITU ETNIS CINA ASLI ... AYAHNYA BELI GELAR RADEN ... AYAH DAN IBU PRABOWO ADALAH ETNIS CINA ASLI ...

    VIRALKAN KE SELURUH INDONESIA BIAR PRIBUMI INDONESIA TAU BAHWA JOKOWI DAN PRABOWO ITU SAMA - SAMA ETNIS CINA HITAM KULITNYA. ???????? KE 3 CALON PRESIDEN TIDAK ADA YANG PRIBUMI ASLI ... GANJAR JUGA KETURUNAN BELANDA.* ????

     

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Prabowo dan Jokowi keturunan etnis China, Ganjar keturunan Belanda

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari Kompaspedia, Prabowo lahir di Jakarta 17 Oktober 1951 dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.

    Sang ayah berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Sementara, ibunya merupakan perempuan kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara.

    Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo merupakan seorang akademisi dan Menteri Ekonomi Indonesia di masa Orde Lama dan Orde Baru. 

    Soemitro dijuluki sebagai "begawan ekonomi Indonesia" berkat pemikirannya mengembangkan ekonomi Indonesia.

    Adapun ayah Soemitro, yakni Margono Djojohadikusumo merupakan pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama Indonesia.

    Soemitro bersama anak-anaknya  sempat hidup di luar negeri. Ia mengasingkan diri karena berseberangan dengan pemerintahan Presiden Soekarno.

    Setelah Orde Lama tumbang, Soemitro dan keluarganya kembali ke Indonesia. Setelah itu, Prabowo melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) di Magelang, Jawa Tengah tahun 1970.

    Sementara itu, Jokowi beberapa kali sempat dituduh sebagai keturunan China, namun hal itu tidak terbukti.

    Dikutip dari Kompaspedia, Jokowi yang lahir di Solo pada 21 Juni 1961 merupakan anak dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi.

    Dulunya keluarga Jokowi tinggal di sebuah rumah kontrakan di sekitar bantaran Kali Anyar di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

    Untuk menghidupi keluarga, ayahnya berjualan kayu dan bambu di tepi kali.

    Diberitakan Kompas.com, sang ibu Sudjiatmi merupakan perempuan kelahiran Boyolali. Orangtuanya adalah pedagang kayu yang tinggal di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

    Setelah dewasa, Sudjiatmi menikah dengan Widjiatno Notomiharjo yang juga merupakan pedagang kayu asal Solo.

    Sedangkakan, sampai saat ini juga tidak ditemukan informasi valid terkait klaim yang menyebut Ganjar Pranowo keturunan Belanda. 

    Dikutip dari Kompaspedia Ganjar lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 dari pasangan S Pamudji dan Sri Suparni.  Ayahnya bekerja sebagai polisi berpangkat rendah. Sedangkan, ibunya merupakan ibu rumah tangga dan berjualan bensin. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Jokowi dan Prabowo keturunan etnis China serta Ganjar keturunan Belanda tidak benar atau hoaks. Tidak ada bukti valid terkait klaim tersebut.

    Ketiganya lahir dari ayah dan ibu yang berasal dari Indonesia. Selain itu, tidak ada informasi kredibel yang menyebut ayah maupun ibu mereka merupakan etnis China ataupun orang Belanda.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22049) [HOAKS] Jokowi Transfer Rp 50 Juta dalam Rangka HUT RI

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang mengeklaim Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta dalam rangka HUT ke-79 RI muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Jokowi sedang berpidato.

    Dalam pidatonya Jokowi mengatakan, untuk mendapat Rp 50 juta cukup dengan menyukai dan meneruskan unggahan tersebut. Video diberi keterangan demikian:

    Spesial menjelang hari Kemerdekaan

    Yang sudah tekan Love dan Panah, Saya Transfer 50 jt Hari ini sekarang juga !!

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta dalam rangka HUT RI

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri video tersebut identik dengan yang ada di kanal YouTube "Sekretariat Presiden" ini.

    Video yang diunggah pada 19 Oktober 2023 itu menampilkan momen ketika Jokowi mengecam tindak kekerasan yang terjadi di Gaza.

    Menurut Jokowi, Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Rumah Sakit Al-Ahli di Jalur Gaza utara pada Oktober 2023.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Jokowi menjanjikan Rp 50 juta menggunakan perangkat AI Voice Detector.

    Hasilnya, suara Jokowi terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas 99,4 persen.

    Sebelumnya, unggahan dengan narasi yang sama juga beredar dan disebarkan oleh akun yang sama.

    Tim Cek Fakta Kompas.com sudah membongkar hoaks tersebut dalam artikel ini.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta dalam rangka HUT RI merupakan hasil rekayasa.

    Dalam video aslinya Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mengecam tindak kekerasan yang dilakukan Israel di jalur Gaza. 

    Setelah dicek menggunakan AI Voice Detector suara Jokowi terdeteksi dihasilkan AI dengan probabilitas mencapai 99,4 persen. 

    Konten ini merupakan hoaks yang berulang, yang disebar oleh akun yang sama namun dengan video yang berbeda.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21993) Cek Fakta: Hoaks Artikel Warga Dayak Komentari Putri Paskibraka yang Melepas Hijab

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel yang mengklaim warga Dayak komentari putri Paskibraka yang melepas hijab. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 19 Agustus 2024.
    Dalam postingannya terdapat artikel berjudul:
    "Warga Dayak Sebut: Peserta Putri Paskibraka Hanya Melepas Hijab bukan lepas Celana, Jadi Tidak Usah di Perdebatkan"
    Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim warga Dayak komentari putri Paskibraka yang melepas hijab?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah Tribunnews.com pada 15 Juni 2014.
    Namun pada artikel asli berjudul "Warga Dayak Dukung Jokowi-JK" bukan "Warga Dayak Sebut: Peserta Putri Paskibraka Hanya Melepas Hijab bukan lepas Celana, Jadi Tidak Usah di Perdebatkan" seperti dalam postingan.
     
    Selain itu pada postingan telah mengalami perubahan waktu artikel itu diunggah yakni Minggu 15 Agustus 2014 pukul 20:30. Padahal dalam artikel asli artikel itu diunggah pada Minggu 15 Juni 2014 pukul 20:30.

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang mengklaim warga Dayak komentari putri Paskibraka yang melepas hijab adalah hoaks.

    Rujukan