• (GFD-2024-19589) [HOAKS] Sampul Majalah Time Tampilkan Donald Trump Bertanduk

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar sampul majalah Time edisi Mei 2024 yang memuat foto mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tanduk merah seperti iblis.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut hasil manipulasi.

    Sampul majalah Time dengan foto Donald Trump bertanduk dibagikan oleh akun X (Twitter) ini dan ini pada 30 April 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    They gave President Trump devil horns, they know he is the end of their era. (Mereka memberi tanduk setan kepada Presiden Trump, mereka tahu dia adalah akhir dari era mereka).

    Hasil Cek Fakta

    Majalah Time mewawancarai Donald Trump pada 12 April di Mar-a-Lago Club, Palm Beach, Florida, pada 12 April 2024, dan dilanjutkan dengan wawancara telepon pada 27 April 2024.

    Trump membahas agendanya apabila terpilih menjadi Presiden AS untuk kali kedua.

    Rencana Trump mencakup deportasi jutaan orang, pengurangan pegawai negeri AS, dan intervensi lebih langsung dalam penuntutan Departemen Kehakiman.

    Ia juga membahas isu-isu lain, termasuk aborsi, kriminal, perdagangan, Ukraina, Israel, dan potensi ketegangan politik pada pemilu ini.

    Edisi tersebut tersebut dipromosikan melalui akun X resmi @TIME pada 30 April 2024.

    Setelah dicermati, tampak bahwa sampul yang diterbitkan Time tidak menunjukkan Donald Trump dengan tanduk merah seperti iblis.

    Kesimpulan

    Sampul majalah Time yang memuat foto Donald Trump dengan tanduk merah adalah hasil manipulasi.

    Foto resmi Majalah Time edisi Mei 2024 tidak menunjukkan Donald Trump dengan tanduk merah seperti iblis.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19588) [HOAKS] Terbukti Suap Wasit, Uzbekistan Didiskualifikasi dari Piala Asia U-23

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim tim nasional sepak bola Uzbekistan didiskualifikasi dari kompetisi Piala Asia U-23.

    Uzbekistan disebut terbukti menyuap wasit saat mengalahkan timnas Indonesia 2-0 pada laga semifinal, 29 April 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi soal Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Salah satu konten dibagikan pada Kamis (2/5/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    ASSALAMU ALAIKUM WR WB,,,

    ALHAMDULILLAH,,,,KABAR BAIK SETELAH TERCIDUK SUAP WASIT, UZBEKISTAN DISKUALIFIKASI.

    Piala Asia U 23 Pertandingan antara Indonesia dengan Uzbekistan dipenuhi dengan penuh DRAMA usai terbukti menyuap Wasit, Maka Uzbekistan Diskualifikasi setelah terbukti melakukan tindakan yang merusak Integritas Olah raga.

    MAKA DISAHKAN TIMNAS INDONESIA GARUDA MASUK FAINAL...

    Hasil Cek Fakta

    Keputusan wasit dalam laga semifinal Piala Asia U-23 antara Indonesia melawan Uzbekistan menjadi sorotan.

    Beberapa keputusan wasit dianggap merugikan Indonesia, salah satunya, kartu merah kepada kapten timnas Indonesia, Rizky Ridho.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kabar diskualifikasi timnas Uzbekistan dari Piala Asia U-23 di situs resmi Asian Football Confederation (AFC).

    Namun, tidak terdapat informasi tentang diskualifikasi timnas Uzbekistan. Situs resmi AFC hanya memberitakan kesuksesan timnas Uzbekistan lolos ke babak final Piala Asia U-23.

    Selain itu, tidak ada perubahan jadwal dalam kompetisi tersebut. Uzbekistan dijadwalkan bertanding melawan Jepang dalam laga final Piala Asia U-23, pada Jumat (3/5/2024).

    Kesimpulan

    Narasi soal Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 karena terbukti menyuap wasit adalah hoaks.

    Tidak terdapat informasi tentang diskualifikasi timnas Uzbekistan. Situs resmi AFC hanya memberitakan kesuksesan Uzbekistan lolos ke babak final Piala Asia U-23.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19587) Cek Fakta: Klarifikasi BMKG Soal Waspada Tsunami Sumatera 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 19 April 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi narasi bahwa tsunami bakal terjadi di Sumatera pada 2024. Berisi narasinya.
    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa Sesar Sumatera berpotensi terjadinya gempa darat.
    Pada perayaan Hari Meteorologi Dunia Ke-74, saya mengingatkan kembali bahwa Sesar Sumatera ini nyata, dan ada ancaman terdapat sumber gempa di darat,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Pasaman, Minggu (24/3/2024).
    Rahmat menjelaskan bahwa gempa darat tidak selalu membutuhkan magnitudo besar untuk menimbulkan dampak yang signifikan. Bahkan, gempa dengan magnitudo 6 saja sudah dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
    Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah daerah terhadap potensi bahaya gempa dari darat dapat ditingkatkan, sehingga langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana.
    Akun Facebook tersebut kemudian meminta, masyarakat untuk mewaspadai gempa darat yang berpotensi tsunami di Sumatera pada 2024.
    "Waspada Akan Terjadi Gempa Darat Yang Akan Berpotensi Sunami Di Sumatera Pada Tahun 2024 😱," tulis salah satu akun Facebook.
    Benarkah kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "tsunami sumatera 2024" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Beredar Hoaks 'Waspada Ada Tsunami Sumatera 2024', Begini Faktanya" yang dimuat situs Liputan6.com pada 3 Mei 2024.
    Liputan6.com, Jakarta - Media sosial baru-baru ini dibuat panik dengan unggahan sebuah akun Instagram yang menyebutkan bakal terjadi gempa di Sumatera yang akan menimbulkan tsunami pada 2024.
    Dalam unggahan itu dituliskan dengan judul WASPADA ADA SUNAMI SUMATERA TAHUN 2024. Dalam unggahan itu ditulis juga pendapat ahli Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono. Berikut isi unggahan tersebut:
    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa Sesar Sumatera berpotensi terjadinya gempa darat.
    Pada perayaan Hari Meteorologi Dunia Ke-74, saya mengingatkan kembali bahwa Sesar Sumatera ini nyata, dan ada ancaman terdapat sumber gempa di darat,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Pasaman, Minggu (24/3/2024).
    Rahmat menjelaskan bahwa gempa darat tidak selalu membutuhkan magnitudo besar untuk menimbulkan dampak yang signifikan. Bahkan, gempa dengan magnitudo 6 saja sudah dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
    Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah daerah terhadap potensi bahaya gempa dari darat dapat ditingkatkan, sehingga langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana.
    Terkait dengan unggahan yang membuat resah tersebut, Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (3/5/2024) mengatakan, unggahan akun Instagram tersebut tidak sepenuhnya benar.
    Daryono mengatakan, menanggapi beredarnya berita viral terkait pemberitaan media dengan judul 'Waspadai Ancaman Sesar Sumatra', konten yang disampaikan Bapak Rahmat Triyono tersebut adalah benar sebagai bentuk pesan kewaspadaan terhadap keberadaan sumber gempa Sesar Sumatra sebagai sumber ancaman gempa di darat.
    Imbauan itu diucapkan Rahmat Triyono Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG saat perayaan Hari Meteorologi Dunia ke-74 di Pasaman, Minggu (24/3/2024) silam.
    "Terkait potensi gempa di jalur Sesar Sumatera, diharapkan adanya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah, sehingga langkah-langkah mitigasi konkret harus diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana gempabumi," kata Daryono.
    Daryono mengatakan, upaya mitigasi gempa bagi masyarakat yang paling utama adalah mewujudkan bangunan tahan gempa dan memahami ketrampilan cara selamat saat terjadi gempa. Di Sumatera khususnya dan di Indonesia pada umumnya, setiap bangunan harus dapat beradaptasi dengan guncangan gempa, seperti bangunan dengan struktur kuat sehingga tahan gempa atau bangunan aman gempa yang berbahan ringan dari kayu atau bambu yang didisain menarik.
    Tidak direkomendasikan membangun bangunan tembok sederhana asal bangun tanpa tulangan besi standar yang kuat. Ini penting untuk mengantisipasi terjadinya gempa besar, gempa kecil, gempa jauh, dan gempa hiposentar dalam agar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan setiap terjadi gempa.
    "Patut disayangkan terkait pemberitaan di atas ada pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menghubungkan sumber gempa Sesar Sumatera di darat dengan akan adanya tsunami di Sumatera pada tahun 2024," kata Daryono.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024 sudah diklarifikasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, unggahan tersebut tidak sepenuhnya benar.
     
  • (GFD-2024-19586) Benar, Klaim Konsumsi Mie Instan dan Nasi Secara Rutin Memicu Risiko Diabetes, Hipertensi dan Kanker

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2024

    Berita



    Sebuah video dengan narasi yang menyebutkan bahwa makan nasi dengan mie instan tidak baik untuk kesehatan. Orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi diklaim berisiko diabetes, hipertensi, dan kanker.

    Di Facebook, video reels [ arsip ] tersebut dibagikan akun ini. "Orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi beresiko terhadap malnutrisi, diabetes, hipertensi dan kanker," kata seseorang dalam video tersebut.

    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah mendapat 668 komentar dan dibagikan sebanyak 3.900 kali.



    Apa benar orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi berisiko terhadap, diabetes, hipertensi dan kanker?

    Hasil Cek Fakta



    Untuk memverifikasi klaim dalam video tersebut, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Hasilnya, sejumlah ahli menyebutkan mie instan dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat sehingga bila dikonsumsi secara rutin dapat memicu faktor resiko meningkatkan kadar glukosa tubuh, risiko terkena penyakit jantung dan mimic hipertensi.

    Dilansir dari Kompas.com, di dalam 100 gram nasi putih (sekitar 1 centong nasi) mengandung sekitar 152 kalori. Sementara itu, satu bungkus mie instan mengandung sekitar 350 kalori. Jika kita konsumsi bersama, tentu asupan kalori yang kita terima dalam satu kali makan sudah sampai 500 kalori lebih hanya dari nasi dan mie saja. 

    Kalori berlebihan akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh. Lambat laun, hal ini bisa memicu obesitas. Asupan kalori yang tinggi akan menyebabkan stres pada tubuh. Makanan berkalori tinggi biasanya mengandung lemak dan gula yang tinggi. 

    Kandungan tersebut bisa meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker. Satu bungkus mie instan mengandung sekitar 40 gram karbohidrat, sedangkan satu centong nasi putih mengandung sekitar 38 gram karbohidrat. Jika dikonsumsi bersamaan, jumlah tersebut juga tergolong tinggi.

    Karbohidrat juga menghasilkan kalori yang efeknya bisa meningkatkan risiko resistensi insulin. Selain itu, karbohidrat juga bisa meningkatkan kadar glukosa tubuh. 

    Padahal, riset dari American Heart Association yang dilakukan pada tahun 2002 membuktikan bahwa asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.

    Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospital, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC tak menampik hal tersebut. Apalagi jika didukung dengan pada kondisi tertentu.

    ''Kalau kita bilang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, dalam jangka waktu dekat, sekali dua kali makan itu sebenernya nggak, tapi kalau itu menjadi kebiasaan tentu iya,'' ungkap dr Vito kepada Detikcom, Minggu, 8 Januari 2023.

    Dia menambahkan, kebiasaan makan mie instan dicampur nasi tersebut bisa memicu timbulnya hipertensi. Hal ini dikarenakan kurangnya serat di tengah karbohidrat berlebih dari mie instan dan nasi.

    "Karena nasi saja dengan campur mie instan berarti kan memang karbohidrat berlebihan, gizi lain yang kurangnya misal seratnya nggak ada, proteinnya nggak ada, namun malah tinggi garam kalau dicampur semua bumbu-bumbunya juga menyebabkan risiko hipertensi," bebernya.

    Menurut dr Vito, jika seseorang terpaksa mengonsumsi mi instan dicampur nasi lantaran lauk yang lain tidak tersedia, bisa 'diakali' dengan aktivitas fisik. Olahraga membakar kalori dan mencegah orang mengalami kegemukan.

    ''Karena kita tahu banyak juga orang di daerah-daerah tertentu mungkin bukan karena hobi, tapi ya karena kebutuhan, makanan inilah yang ada buat mereka atau ketika ada bencana ketika ada musibah maka makanan ini adalah makanan yang paling mudah dimasak dan dikirim,'' papar dr Vito.

    Namun situasinya akan berbeda jika makan mie instan dicampur nasi menjadi hobi, apalagi tidak dibarengi olahraga. Risiko penyakit jantung sulit untuk dihindari.

    ''Akibatnya menyebabkan kolesterol semakin tinggi, risiko penyakit jantung juga makin tinggi, dan orang kegemukan juga memang berisiko menyebabkan jantung lebih tinggi,'' pungkasnya.

    Ahli gizi Irtya Qiyamulail mengatakan nasi dan mi memang sama-sama karbohidrat. Sehingga saat keduanya dikonsumsi dalam waktu bersamaan maka kandungan gizi yang masuk ke tubuh kebanyakan hanya karbohidrat saja.

    "Padahal kebutuhan kita tidak hanya satu zat gizi karbo saja, kita juga membutuhkan zat gizi lain seperti protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan," kata Irtya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat, 13 Mei 2022.

    Karbohidrat memang termasuk salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia. Tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan lebih besar dari kebutuhan, maka kelebihan tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak tubuh.

    "Hal ini nantinya bisa berpengaruh pada peningkatan berat badan," kata dia.

    Terkait bahaya makan mie instan pakai nasi memang bergantung pada frekuensi konsumsinya. Selain itu juga tergantung dari kebutuhan masing-masing individu karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

    "Tetapi hal ini bukanlah merupakan hal yang bijak ketika kita lebih mengutamakan perasaan kenyang ketika makan tanpa memperhatikan kebutuhan zat gizi untuk menunjang kesehatan dan produktivitas kita sehari-hari," katanya.

    Kesimpulan



    Hasil Verifikasi Tempo, video dengan klaim konsumsi mi instan dengan nasi secara  rutin dapat memicu faktor resiko meningkatkan kadar glukosa tubuh, risiko terkena penyakit jantung dan memicu hipertensi adalah benar. 

    Mie Instan dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat. Karbohidrat memang termasuk salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia. Tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan lebih besar dari kebutuhan, maka kelebihan tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak tubuh.

    Rujukan