KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar berita CNN Indonesia mengenai tantangan Presiden Joko Widodo kepada mahasiswa untuk menuntut pengesahan hukuman mati bagi koruptor.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam tangkapan layar merupakan hoaks.
Tangkapan layar berita Jokowi menantang mahasiswa untuk demo menuntut pengesahan hukuman mati koruptor disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
"Kalau ini sih 1000 % saya setuju pak," tulis salah satu akun, pada Selasa (27/8/2024).
Beredar tangkapan layar serupa, tetapi memotong bagian yang menunjukkan situs CNN Indonesia. Misalnya yang diunggah oleh akun ini, ini, dan ini.
Berikut judul artikelnya:
Jokowi "GERAM" : Saya Menantang Mahasiswa Yang Demo Hari ini, Mau ngk Kalian Demo untuk Mengesahkan UU Hukum Mati Bagi Koruptor?
(GFD-2024-22256) [HOAKS] Jokowi Tantang Mahasiswa Demo Sahkan Hukuman Mati Koruptor
Sumber:Tanggal publish: 28/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek situs berita CNN Indonesia dan tidak menemukan artikel seperti narasi yang beredar.
Tertera tanggal penerbitan artikel, yakni 22 Agustus 2024 pukul 15.20 WIB.
Artikel yang tayang pada tanggal dan jam tersebut berjudul "Cara Atasi Perih akibat Gas Air Mata saat Demo, Bukan Pakai Odol".
Artikel itu berisi cara efektif menghilangkan perih akibat terkena gas air mata saat demo. Tidak ada pernyataan Jokowi dalam artikel tersebut.
Sementara foto Jokowi yang dipakai bersumber dari BBC Indonesia, 9 November 2017.
Jokowi menginstruksikan kepada menteri dan kepala lembaga negara untuk tidak berselisih pendapat di ruang publik.
Dalam artikel itu, tidak ada pernyataan tantangan kepada mahasiswa untuk demo terkait pengesahan undang-undang hukuman mati bagi koruptor.
Tertera tanggal penerbitan artikel, yakni 22 Agustus 2024 pukul 15.20 WIB.
Artikel yang tayang pada tanggal dan jam tersebut berjudul "Cara Atasi Perih akibat Gas Air Mata saat Demo, Bukan Pakai Odol".
Artikel itu berisi cara efektif menghilangkan perih akibat terkena gas air mata saat demo. Tidak ada pernyataan Jokowi dalam artikel tersebut.
Sementara foto Jokowi yang dipakai bersumber dari BBC Indonesia, 9 November 2017.
Jokowi menginstruksikan kepada menteri dan kepala lembaga negara untuk tidak berselisih pendapat di ruang publik.
Dalam artikel itu, tidak ada pernyataan tantangan kepada mahasiswa untuk demo terkait pengesahan undang-undang hukuman mati bagi koruptor.
Kesimpulan
Tangkapan layar berita Jokowi menantang mahasiswa demo terkait pengesahan undang-undang hukuman mati bagi koruptor merupakan hoaks.
Tangkapan layar diambil dari artikel CNN Indonesia, tetapi diubah judulnya. Kemudian, fotonya diambil dari BBC Indonesia.
Tidak ada pernyataan dari Jokowi yang menantang mahasiswa untuk demo menuntut pengesahan hukuman mati bagi koruptor.
Tangkapan layar diambil dari artikel CNN Indonesia, tetapi diubah judulnya. Kemudian, fotonya diambil dari BBC Indonesia.
Tidak ada pernyataan dari Jokowi yang menantang mahasiswa untuk demo menuntut pengesahan hukuman mati bagi koruptor.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=26855846480680513&set=a.781957655162752
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=526892140002985&set=a.124394340252769
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2842443842560873&set=a.101409006664384
- https://www.facebook.com/photo?fbid=1057359002615931&set=a.1051387729879725
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1062915495391120&set=a.994562928893044
- https://www.cnnindonesia.com/search/?query=Jokowi+%22GERAM%22+%3A+Saya+Menantang+Mahasiswa+Yang+Demo+Hari+ini%2C+Mau+ngk+Kalian+Demo+untuk+Mengesahkan+UU+Hukum+Mati+Bagi+Koruptor%3F
- https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240822145655-199-1136236/cara-atasi-perih-akibat-gas-air-mata-saat-demo-bukan-pakai-odol
- https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41917188
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22257) [KLARIFIKASI] Video PDI-P Umumkan Usung Ahok pada Pilkada 2017, Bukan 2024
Sumber:Tanggal publish: 28/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada Jakarta 2024.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut dibagikan dengan konteks keliru.
Narasi bahwa PDI-P mengusung Ahok pada Pilkada Jakarta 2024 dibagikan oleh akun TikTok ini.
Akun tersebut membagikan video Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengumumkan beberapa calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung.
Salah satu pasangan yang diumumkan, yakni Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta.
Video itu diberi keterangan demikian:
calon gubernur dari PDI-P, tahun 2024 ahok. AHOK KE DKI JAKARTA akhirnya pak Ahok menuju DKI Jakarta.
Akun TikTok Tangkapan layar video yang mengeklaim PDI-P mengumkan mengusung Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut dibagikan dengan konteks keliru.
Narasi bahwa PDI-P mengusung Ahok pada Pilkada Jakarta 2024 dibagikan oleh akun TikTok ini.
Akun tersebut membagikan video Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengumumkan beberapa calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung.
Salah satu pasangan yang diumumkan, yakni Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta.
Video itu diberi keterangan demikian:
calon gubernur dari PDI-P, tahun 2024 ahok. AHOK KE DKI JAKARTA akhirnya pak Ahok menuju DKI Jakarta.
Akun TikTok Tangkapan layar video yang mengeklaim PDI-P mengumkan mengusung Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Hasil Cek Fakta
Video Hasto mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI-P identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Dalam video itu, Hasto mengumumkan calon gubernur-wakil gubernur yang bakal diusung PDI-P pada Pilkada 2017
Saat itu PDI-P mengusung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta.
Sementara itu, seperti diberitakan Kompas.com, PDI-P telah resmi mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2024.
Keduanya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, pada Rabu (28/8/2024).
Dalam video itu, Hasto mengumumkan calon gubernur-wakil gubernur yang bakal diusung PDI-P pada Pilkada 2017
Saat itu PDI-P mengusung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta.
Sementara itu, seperti diberitakan Kompas.com, PDI-P telah resmi mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2024.
Keduanya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, pada Rabu (28/8/2024).
Kesimpulan
Video pengumuman bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung PDI-P pada Pilkada 2017 dibagikan dengan konteks keliru.
Pada Pilkada Jakarta 2024, PDI-P mengusung mantan sekjennya, Pramono Anung sebagai calon gubernur, bukan Ahok.
Pada Pilkada Jakarta 2024, PDI-P mengusung mantan sekjennya, Pramono Anung sebagai calon gubernur, bukan Ahok.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@stevensby0/video/7404076079750696197?_r=1&_t=8p6nLv8S9mC
- https://www.youtube.com/watch?v=yH2ihrnoCPA
- https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/28/05200001/pdi-p-akhirnya-serahkan-tiket-pilkada-jakarta-ke-pramono-anung-bukan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24051) Kampanye Prebunking: Upaya Mafindo Wilayah Jayapura dan Koalisi Cek Fakta Melawan Hoaks Jelang Pilkada 2024
Sumber:Tanggal publish: 28/08/2024
Berita
Kota Jayapura – Mafindo wilayah Jayapura melaksanakan kampanye prebunking di are Car Free Day (CFD) Jembatan Merah Kota Jayapura yang melibatkan ratusan masyarakat Kota Jayapura (24/08/2024). Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran dan keterampilan kritis masyarakat dalam menghadapi informasi yang menyesatkan (hoaks) menjelang pilkada 2024.
Kegiatan kampanye ini dirancang untuk mengedukasi pengunjung dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif dan tidak menggurui. Beberapa aktivitas yang dilakukan meliputi pengenalan kanal cekfakta.com untuk mengkonfirmasi berita, pengenalan tools antihoaks, permainan “Ular Tangga Anti Hoax,” dan juga board game “Fandom Warnas” (penggemar warung nasi), pengunjung menfollow akun instagram dan memposting aktivitas mereka di media sosial masing-masing.
Kampanye ini merupakan hasil kolaborasi antara Mafindo, AJI, AMSI yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta dan didukung oleh Google News Initiatives, yang bertujuan untuk memperkuat literasi media dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi, terutama menjelang Pilkada 2024. Pada masa ini, potensi persebaran gangguan informasi baik misinformasi, disinformasi, malinformasi serta ujaran kebencian meningkat tajam. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat sejak 2018 hingga 2023 disinformasi dengan tema politik terus meningkat, teruma selama pemilu. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada agar tidak tertipu oleh informasi salah yang didapatkan.
Eveerth Joumilena, PIC kegiatan ini menyampaikan “Kampanye ini sangat penting dilakukan menjelang Pilkada 2024 karena konten hoaks politik pada masa pemilu begitu cepat tersebar. Kegiatan ini menjadi pemantik kepada masyarakat Jayapura untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap persebaran gangguan informasi ,”. Nahria, Koordinator Mafindo Wilayah Jayapura juga menyampaikan “Disinformasi sering dipakai untuk menjatuhkan kandidat yang lain dengan berbagai cara. Sehingga kalua tidak disikapi secara kritis berpotensi menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena banyak pengalaman sebelumnya yang kita alami dampak dari hoaks di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi edukasi. Salah satunya dengan mengenalkan tools cek fakta yang dimiliki Mafindo.
Mark Ufie, Presidium Mafindo Wilayah Timur yang turut hadir dalam kegiatan kampanye prebunking ini menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus dilakukan secara intens. Terlebih di Papua dan sekitarnya karena pengalaman menunjukkan bahwa masyarakat mudah sekali terprovokasi hoaks. Masyarakat menunjukkan animo yang tinggi mengikuti kegiatan kampanye prebunking ini dengan terlibat memainkan game ular tangga serta sangat antusias memposting aktivitas mereka di media sosial sehingga diharapkan nanti informasi-informasi positif tentang pentingnya cek fakta tersebar luas. **
Tentang Cek Fakta
CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia). Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Cek Fakta, silakan kunjungi kami di https://cekfakta.com/about
Kegiatan kampanye ini dirancang untuk mengedukasi pengunjung dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif dan tidak menggurui. Beberapa aktivitas yang dilakukan meliputi pengenalan kanal cekfakta.com untuk mengkonfirmasi berita, pengenalan tools antihoaks, permainan “Ular Tangga Anti Hoax,” dan juga board game “Fandom Warnas” (penggemar warung nasi), pengunjung menfollow akun instagram dan memposting aktivitas mereka di media sosial masing-masing.
Kampanye ini merupakan hasil kolaborasi antara Mafindo, AJI, AMSI yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta dan didukung oleh Google News Initiatives, yang bertujuan untuk memperkuat literasi media dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi, terutama menjelang Pilkada 2024. Pada masa ini, potensi persebaran gangguan informasi baik misinformasi, disinformasi, malinformasi serta ujaran kebencian meningkat tajam. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat sejak 2018 hingga 2023 disinformasi dengan tema politik terus meningkat, teruma selama pemilu. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada agar tidak tertipu oleh informasi salah yang didapatkan.
Eveerth Joumilena, PIC kegiatan ini menyampaikan “Kampanye ini sangat penting dilakukan menjelang Pilkada 2024 karena konten hoaks politik pada masa pemilu begitu cepat tersebar. Kegiatan ini menjadi pemantik kepada masyarakat Jayapura untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap persebaran gangguan informasi ,”. Nahria, Koordinator Mafindo Wilayah Jayapura juga menyampaikan “Disinformasi sering dipakai untuk menjatuhkan kandidat yang lain dengan berbagai cara. Sehingga kalua tidak disikapi secara kritis berpotensi menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena banyak pengalaman sebelumnya yang kita alami dampak dari hoaks di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi edukasi. Salah satunya dengan mengenalkan tools cek fakta yang dimiliki Mafindo.
Mark Ufie, Presidium Mafindo Wilayah Timur yang turut hadir dalam kegiatan kampanye prebunking ini menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus dilakukan secara intens. Terlebih di Papua dan sekitarnya karena pengalaman menunjukkan bahwa masyarakat mudah sekali terprovokasi hoaks. Masyarakat menunjukkan animo yang tinggi mengikuti kegiatan kampanye prebunking ini dengan terlibat memainkan game ular tangga serta sangat antusias memposting aktivitas mereka di media sosial sehingga diharapkan nanti informasi-informasi positif tentang pentingnya cek fakta tersebar luas. **
Tentang Cek Fakta
CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia). Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Cek Fakta, silakan kunjungi kami di https://cekfakta.com/about
Hasil Cek Fakta
Rujukan
(GFD-2024-22260) Berita Fakta Atau Hoax? Cek Disini - Liputan6.com
Sumber:Tanggal publish: 28/08/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 Agustus 2024.
Video berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang anak kecil tengah terbaring di pantai. Namun, penampakan anak kecil dalam video tersebut terlihat aneh, bagian pinggang hingga kakinya mirip tubuh ikan.
Sejumlah orang terlihat mengamati dan memegang bagian tubuh yang mirip ikan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan.
"Penemuan putri duyung d Selayar," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 16 ribu kali direspons dan mendapat 1.200 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut merupakan penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Yandex.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung. Satu di antaranya artikel berjudul "Does Video Show a Mermaid Found in Kenya?" yang dimuat situs snopes.com pada 12 April 2022 lalu.
Ternyata video tersebut pernah viral pada 2022 lalu dan diklaim sebagai penemuan putri duyung di Afrika. Dikutip dari snopes.com, video itu diklaim merupakan kejadian di Afrika pada April 2022. Namun, ketika dikonfirmasi ke beberapa pejabat di Kenya dan Afrika Selatan, tidak ada laporan tentang penemuan putri duyung di pantai.
"Harap dicatat bahwa Muizenberg SAPS tidak memiliki laporan tentang putri duyung yang hanyut di pantai atau laporan tentang seorang anak yang digigit ikan," demikian pernyataan seorang juru bicara.
Kesimpulan
Video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
Rujukan
Halaman: 2966/7928

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4929620/original/043508400_1724764939-Selayar1.jpg)