“This is said to be one of the oldest images of #Buddha when the revered statue was in its best condition in Bamiyan. Not good at detecting any sign of the photo having been doctored. But the scene could be from early 1900s. Taliban dynamited the statue in 2001.
@UNICEF”
“Ini dikatakan sebagai salah satu gambar tertua #Buddha ketika patung yang dihormati itu dalam kondisi terbaiknya di Bamiyan. Tidak pandai mendeteksi tanda-tanda foto yang telah diubah. Tapi pemandangan ini mungkin dari awal 1900-an. Taliban meledakan patung itu pada 2001.
@UNICEF”
(GFD-2022-8906) [SALAH] Foto Patung Buddha Bamiyan di Awal 1900-an
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 01/01/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) mengunggah cuitan berupa foto patung Buddha di Bamiyan yang diklaim sebagai salah satu foto tertua yang diambil awal tahun 1900-an. Cuitan yang diunggah pada 14 Desember 2021 itu mendapat atensi berupa 79 retweet dan 355 suka.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto patung Buddha Bamiyan di Afghanistan itu diambil oleh seorang fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz tahun 1953. Foto tersebut ditemukan pada situs Versicherungskammer Kulturstiftung yang merupakan organisasi non-profit asal Munich, Jerman yang berfokus untuk memajukan seni dan budaya melalui pameran serta konser.
Sebagai tambahan, mengutip dari The Jakarta Post, patung Buddha yang telah berdiri selama 1.500 tahun dihancurkan oleh Taliban tahun 2001 menggunakan dinamit. Saat itu, rezim memberlakukan aturan ketat dengan berbagai pelarangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto patung Buddha Bamiyan di Afghanistan itu diambil oleh seorang fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz tahun 1953. Foto tersebut ditemukan pada situs Versicherungskammer Kulturstiftung yang merupakan organisasi non-profit asal Munich, Jerman yang berfokus untuk memajukan seni dan budaya melalui pameran serta konser.
Sebagai tambahan, mengutip dari The Jakarta Post, patung Buddha yang telah berdiri selama 1.500 tahun dihancurkan oleh Taliban tahun 2001 menggunakan dinamit. Saat itu, rezim memberlakukan aturan ketat dengan berbagai pelarangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Bukan diambil tahun 1900-an. Foto patung Buddha itu diambil tahun 1953 oleh fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz.
Bukan diambil tahun 1900-an. Foto patung Buddha itu diambil tahun 1953 oleh fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz.
Rujukan
(GFD-2021-8899) [SALAH] Video “Balita ini selamat Wlo sdh berhari hari tertimbun abu vulkanik semeru”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 31/12/2021
Berita
Akun Facebook Gayoh Lintang (fb.com/gayoh.lintang) pada 17 Desember 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan balita yang tubuhnya berlumur lumpur dengan anarsi sebagai berikut:
“Balita ini selamat Wlo sdh berhari hari tertimbun abu vulkanik semeru.”
“Balita ini selamat Wlo sdh berhari hari tertimbun abu vulkanik semeru.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, ada video yang memperlihatkan balita yang tubuhnya berlumur lumpur yang diklaim sebagai balita yang selamat walau sudah berhari-hari tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru merupakan klaim yang salah.
Faktanya, bukan korban erupsi Gunung Semeru tahun 2021. Balita berlumur lumpur itu terseret likuefaksi pascagempa di Palu, tepatnya di Jono Oge, Desa Langaleso pada tahun 2018.
Potongan gambar yang identik dimuat di artikel berita berjudul “Fakta viral video perempuan & bayi selamat usai tertimbun lumpur di Palu” yang terbit di situs Merdeka.com pada 19 Oktober 2018.
Artikel ini mengutip postingan akun Twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB saat itu, Sutopo Purwo Nugroho. Di Postingan tersebut, Sutopo menegaskan, video tersebut diambil relawan tidak lama setelah bencana likuifaksi terjadi.
“Video tersebut diambil relawan yang menyelamatkan Ibu dan bayinya yang terseret likuifaksi di Jono Oge di Desa Langaleso pada 28/9/2018 malam setelah kejadian.” tulis Sutopo di akun Twitternya, 19 Oktober 2018.
Faktanya, bukan korban erupsi Gunung Semeru tahun 2021. Balita berlumur lumpur itu terseret likuefaksi pascagempa di Palu, tepatnya di Jono Oge, Desa Langaleso pada tahun 2018.
Potongan gambar yang identik dimuat di artikel berita berjudul “Fakta viral video perempuan & bayi selamat usai tertimbun lumpur di Palu” yang terbit di situs Merdeka.com pada 19 Oktober 2018.
Artikel ini mengutip postingan akun Twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB saat itu, Sutopo Purwo Nugroho. Di Postingan tersebut, Sutopo menegaskan, video tersebut diambil relawan tidak lama setelah bencana likuifaksi terjadi.
“Video tersebut diambil relawan yang menyelamatkan Ibu dan bayinya yang terseret likuifaksi di Jono Oge di Desa Langaleso pada 28/9/2018 malam setelah kejadian.” tulis Sutopo di akun Twitternya, 19 Oktober 2018.
Kesimpulan
BUKAN korban erupsi Gunung Semeru tahun 2021. Balita berlumur lumpur itu terseret likuefaksi pascagempa di Palu, tepatnya di Jono Oge, Desa Langaleso pada tahun 2018.
Rujukan
(GFD-2021-8900) [SALAH] Foto Jalan Raya di China Macet Total
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 31/12/2021
Berita
Akun Twitter Pranay Pathole (@PranayPathole) mengunggah cuitan pada 19 Desember 2021 berupa foto dengan narasi yang menjelaskan kemacetan terjadi di jalan raya 110 China. Cuitan tersebut mendapat atensi berupa 20,5 ribu suka dan 1,6 ribu retweet.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan tersebut telah melalui proses penyuntingan. Foto asli dari cuitan itu adalah foto jalan raya 405 Los Angeles, California yang diambil oleh Philip Greenspun dari Getty Center tahun 1998. Foto tersebut diunggah pada situs pribadi milik Philip dan juga dibahas pada sebuah artikel berjudul “When Photoshop is so good it’s bad” di Bricoleurbanism situs terbit pada 28 September 2010.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Pranay Pathole (@PranayPathole) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Pranay Pathole (@PranayPathole) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut adalah hasil proses penyuntingan dari foto jalan raya 405 Los Angeles, California yang diambil oleh Philip Greenspun tahun 1998.
Faktanya, foto tersebut adalah hasil proses penyuntingan dari foto jalan raya 405 Los Angeles, California yang diambil oleh Philip Greenspun tahun 1998.
Rujukan
(GFD-2021-8901) [SALAH] Foto Para Anggota GP Ansor Beribadah di Gereja
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 31/12/2021
Berita
Akun Facebook Fahrur Roji Syafii mengunggah foto hasil tangkapan layar unggahan akun Facebook Jarwo pada grup “Ngaji Kyai NU” yang berisi foto para anggota GP Ansor beribadah di Gereja. Ia mengunggah foto tersebut pada 28 Desember 2021.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto itu adalah hasil penyuntingan dari foto kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) PAC Benjeng Gresik di Masjid Al Muttaqin Batara pada 06 September 2020. Melalui situs NU Gresik, Ketua GP Ansor Gresik Abdul Rokhi dengan tegas menyatakan foto yang beredar di masyarakat itu adalah hoaks dan akan melacak oknum yang sengaja membuat postingan palsu tersebut.
“Ini fitnah yang keji dan ada upaya mengadu domba, kegiatan itu berada di masjid, kami sudah intruksikan kepada sahabat-sahabat Cyber PC Ansor Gresik untuk melacak oknum pemilik akun yang sengaja membuat postingan tidak bertanggungjawab tersebut,” tegas Abdul.
Selain itu, akun Instagram Generasi Muda NU Official juga turut mengonfirmasi hoaks yang sama melalui unggahannya pada 27 Desember 2021.
Sebagai tambahan, dalam artikel pada situs PAC GP Ansor Benjeng berjudul “Perum Batara Menjadi Sasaran Prioritas Kajian ASWAJA Rijalul Ansor Benjeng” disebutkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk melakukan penguatan akidah di kalangan generasi muda dan kelompok Nahdatul Ulama.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Facebook Fahrur Roji Syafii dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
“Ini fitnah yang keji dan ada upaya mengadu domba, kegiatan itu berada di masjid, kami sudah intruksikan kepada sahabat-sahabat Cyber PC Ansor Gresik untuk melacak oknum pemilik akun yang sengaja membuat postingan tidak bertanggungjawab tersebut,” tegas Abdul.
Selain itu, akun Instagram Generasi Muda NU Official juga turut mengonfirmasi hoaks yang sama melalui unggahannya pada 27 Desember 2021.
Sebagai tambahan, dalam artikel pada situs PAC GP Ansor Benjeng berjudul “Perum Batara Menjadi Sasaran Prioritas Kajian ASWAJA Rijalul Ansor Benjeng” disebutkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk melakukan penguatan akidah di kalangan generasi muda dan kelompok Nahdatul Ulama.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Facebook Fahrur Roji Syafii dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut adalah hasil penyuntingan dari foto kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) PAC Benjeng Gresik di Masjid Al Muttaqin Batara pada 06 September 2020.
Faktanya, foto tersebut adalah hasil penyuntingan dari foto kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) PAC Benjeng Gresik di Masjid Al Muttaqin Batara pada 06 September 2020.
Rujukan
Halaman: 6324/7990



