• (GFD-2024-16867) [SALAH] KPU Resmi Minta Maaf Kecurangannya Terbongkar

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 24/03/2024

    Berita

    Menggemparkan dunia.!!Kpu resmi minta maaf kecurangan kpu terbongkar habis-habisan begini.!!

    Hasil Cek Fakta

    Akun Youtube “NARASI POLITIK” pada tanggal 20 Maret 2024 mengunggah sebuah video dengan klaim KPU telah resmi minta maaf karena kecurangannya terbongkar. Tidak ada bukti valid terkait hal tersebut.

    Video berdurasi 5 menit 57 detik sama sekali tidak membahas sebagaimana dalam klaim. Unggahan tersebut hanya berisi potongan video yang tidak berhubungan. Salah satu potongan video tersebut identik dengan video yang diunggah akun Youtube 2045 TV. Di sana Denny Siregar berbicara mengenai Mahkamah Konstitusi (MK) dan nepotisme.

    Setelah dilakukan penelusuran, tidak ada informasi yang kredibel terkait klaim dalam video. Dilansir dari kontan.co.id, gambar dalam thumbnail identik dengan foto penetapan Partai Politik dalam Pemilu 2024. Sehingga dapat disimpulkan bahwa unggahan video di atas adalah konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa KPU meminta maaf karena kecurangannya telah terbongkar adalah konten tidak benar. Faktanya tidak ada bukti kredibel terkait hal tersebut. Foto dalam thumbnail hanya editan semata.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16866) [SALAH]: “Massa membakar Gedung Bawaslu tolak hasil Pemilu 2024”

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 24/03/2024

    Berita

    Gedung Bawaslu dibakarMobil plat merah dibakar
    Diskualifikasi Pragib.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok dengan nama pengguna “masrahmanrahman8” mengunggah video dengan narasi massa membakar gedung Bawaslu tolak hasil Pemilu 2024.

    Setelah melakukan penelusuran, ditemukan video identik di kanal Youtube BOGORIANS TV dengan judul video “Pos Polisi Depan Kantor Bawaslu Dibakar Oleh Oknum”.

    Video kejadian tersebut merupakan kerusuhan di pos Polisi depan kantor Bawaslu pada 23 Mei 2019 bukan kerusuhan pada pemilu 2024.

    Dengan demikian, klaim tentang kerusuhan massa membakar gedung Bawaslu tolak hasil Pemilu 2024 adalah salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang menyesatkan, faktanya kejadian tersebut merupakan kerusuhan di pos Polisi depan kantor Bawaslu pada 23 Mei 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16865) [SALAH]: “Salak berisi sabu dari China beredar di Indonesia”

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 24/03/2024

    Berita

    Share ke group² W.A yang anda ikuti agar viral, dan waspada…

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah unggahan video di media sosial Facebook dengan nama akun “Miftok Miftah” dengan narasi salak berisi sabu dari China beredar di Indonesia.

    Setelah melakukan penelusuran, ditemukan video identik di kanal Youtube milik tvOneNews dengan judul video “Pengunjung Lapas Ini Selundupkan Ribuan Pil Koplo Pakai Salak”.

    Video kejadian tersebut merupakan peristiwa ketika petugas Lapas Kelas II B Jombang menggagalkan penyelundupan pil koplo dalam buah salak pada Agustus 2020.

    Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang salak berisi sabu dari China beredar di Indonesia adalah keliru dan masuk kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang menyesatkan, faktanya kejadian tersebut merupakan peristiwa ketika petugas Lapas Kelas II B Jombang menggagalkan penyelundupan pil koplo dalam buah salak pada Agustus 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16864) [SALAH] Istana Rata Dengan Tanah Ternyata Sri Mulyani Temukan Dokumen Ini

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 24/03/2024

    Berita

    Mengejutkan..!! Gempar istana rata dengan tanah ternyata srimulyani temukan dokumen ini ngeri.!!

    Hasil Cek Fakta

    Akun Youtube “NARASI POLITIK” pada tanggal 21 Maret 2024 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa istana telah rata dengan tanah dan Sri Mulyani temukan suatu dokumen. Faktanya hingga berita ini dibuat tidak ada bukti yang valid terkait hal tersebut.

    Dalam thumbnail yang ditampilkan nampak bentrokan terjadi antara kepolisian dan pengunjuk rasa. Dalam thumbnail tersebut dilengkapi dengan narasi “ISTANA RATA DENGAN TANAH, JUTAAN MASA MURKA JOKOWI DITUNTUT BEGINI”. Namun setelah ditelusuri gambar tersebut identik dengan demonstrasi aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta pada tahun 2020 lalu. Dilansir dari breksa.com foto tersebut diambil ketika personil kepolisian yang berusaha membubarkan pengunjuk rasa menggunakan water canon.

    Setelah menonton keseluruhan video sama sekali tidak membahas sebagaimana pada klaim video. Unggahan berdurasi 6 menit 36 detik tersebut justru membahas salah satu ajudan Prabowo Subianto yaitu Mayor Teddy Indra Wijaya yang dipromosikan sebagai Wakil Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 328 Dirgahayu. Dapat disimpulkan unggahan di atas merupakan konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa istana rata dengan tanah dan Sri Mulyani menemukan suatu dokumen adalah konten yang dimanipulasi. Faktanya tidak ada bukti yang valid terkait hal tersebut.

    Rujukan