KOMPAS.com - Beredar informasi pendaftaran penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) melalui platform Telegram.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Informasi pendaftaran penerima bansos PKH melalui Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
ALHAMDULILLAH! Kemensos Tambah Jumlah Penerima Bansos PKH dan BPNT 2024, Segera Buat Pengajuan! (Masukkan nomor yang telah terdaftar di telegram-kode daftar masuk di telegram)
(GFD-2024-22310) [HOAKS] Pendaftaran Penerima Bansos PKH melalui Telegram
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek persyaratan menjadi penerima bansos PKH yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, calon penerima bansos wajib terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
DTKS adalah adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan, dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
DTKS berfungsi sebagai acuan lembaga-lembaga untuk memberikan bantuan sosial, seperti PKH, sembako, PBI JK, dan sebagainya.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Tidak ditemukan informasi resmi dari Kemensos bahwa mereka membuka pendaftaran penerima bansos PKH melalui Telegram.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, calon penerima bansos wajib terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
DTKS adalah adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan, dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
DTKS berfungsi sebagai acuan lembaga-lembaga untuk memberikan bantuan sosial, seperti PKH, sembako, PBI JK, dan sebagainya.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Tidak ditemukan informasi resmi dari Kemensos bahwa mereka membuka pendaftaran penerima bansos PKH melalui Telegram.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi pendaftaran penerima bansos PKH melalui Telegram adalah hoaks.
Kemensos menetapkan calon penerima bansos wajib terdaftar di DTKS.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Kemensos menetapkan calon penerima bansos wajib terdaftar di DTKS.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0KWxBkgJn4czsxaYDV4dDjQ1LwPeyFKhyGsV9fY9nEcJQLR4QDoQmdxEcbrgXXZ9Ll&id=61564337866570
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0YT7iEoah2yNAiM6zhFQKmLMvDg4uKck7wcAtouakHzWQc7M36cXe5B3Nz1ZbsH7El&id=61564337866570
- https://www.kompas.com/tren/read/2023/08/29/150000665/cara-daftar-bansos-kemensos-agar-dapat-pkh-kis-dan-pip?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22311) [HOAKS] Video Jokowi Bagikan Bantuan Rp 10 Juta melalui WhatsApp
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video Presiden Joko Widodo menyatakan akan memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta melalui nomor WhatsApp.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video Jokowi menyatakan akan memberikan bantuan Rp 10 juta dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video Jokowi mengatakan, untuk mendapat Rp 10 juta, pengguna media sosial cukup membagikan video tersebut dan menghubungi nomor WhatasApp pada tautan.
Video diberi keterangan demikian:
BANTUAN 10JT RESMIAcara ini 100% Resmi
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim Jokowi membagikan Rp 10 juta
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video Jokowi menyatakan akan memberikan bantuan Rp 10 juta dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video Jokowi mengatakan, untuk mendapat Rp 10 juta, pengguna media sosial cukup membagikan video tersebut dan menghubungi nomor WhatasApp pada tautan.
Video diberi keterangan demikian:
BANTUAN 10JT RESMIAcara ini 100% Resmi
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim Jokowi membagikan Rp 10 juta
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.
Berdasarkan penelusuran, video itu identik dengan unggahan di akun X Jokowi, pada 26 Agustus 2023.
Dalam video aslinya, Jokowi tidak menjanjikan bantuan Rp 10 juta. Video itu menampilkan momen Jokowi membuka secara simbolis turnamen FIBA Basketball World Cup 2023.
Menurut Jokowi, ada 8 negara yang mengikuti babak penyisihan FIBA Basketball World Cup 2023 di Jakarta, yakni Kanada, Perancis, Spanyol, Brasil, Latvia, Pantai Gading, Lebanon dan Iran.
Sementara, setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Jokowi menjanjikan bantuan Rp 10 juta terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Probabilitasnya mencapai 98,3 persen.
Berdasarkan penelusuran, video itu identik dengan unggahan di akun X Jokowi, pada 26 Agustus 2023.
Dalam video aslinya, Jokowi tidak menjanjikan bantuan Rp 10 juta. Video itu menampilkan momen Jokowi membuka secara simbolis turnamen FIBA Basketball World Cup 2023.
Menurut Jokowi, ada 8 negara yang mengikuti babak penyisihan FIBA Basketball World Cup 2023 di Jakarta, yakni Kanada, Perancis, Spanyol, Brasil, Latvia, Pantai Gading, Lebanon dan Iran.
Sementara, setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Jokowi menjanjikan bantuan Rp 10 juta terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Probabilitasnya mencapai 98,3 persen.
Kesimpulan
Video Jokowi menyatakan akan membagikan bantuan Rp 10 juta melalui WhatsApp merupakan konten manipulatif.
Video aslinya menampilkan momen Jokowi membuka turnamen FIBA Basketball World Cup 2023 di Indonesia.
Selain itu, suara Jokowi menjanjikan bantuan Rp 10 juta terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 98,3 persen.
Video aslinya menampilkan momen Jokowi membuka turnamen FIBA Basketball World Cup 2023 di Indonesia.
Selain itu, suara Jokowi menjanjikan bantuan Rp 10 juta terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 98,3 persen.
Rujukan
(GFD-2024-22253) [SALAH] MASSA SERET JOKOWI DAN BAKAR ISTANA PRESIDEN
Sumber: youtube.comTanggal publish: 29/08/2024
Berita
JANGAN B0D0HI R4KYAT!! R4KYAT G3RUDUK IST4NA SEREET JKW KELUAR K4NDAN9NYA ? – BREAKING NEWS
BREAKING NEWS
MASSA BAKAR ISTANA PRESIDEN?
INGATKAN PENGUASA JANGAN COBA BODOHI RAKYAT
BREAKING NEWS
MASSA BAKAR ISTANA PRESIDEN?
INGATKAN PENGUASA JANGAN COBA BODOHI RAKYAT
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari channel youtube bernama Infotama News yang menampilkan gambar thumbnail istana presiden dengan kobaran api bernarasikan massa seret Presiden Jokowi dan bakar istana presiden. Video tersebut diunggah pada 26 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi. Gambar kobaran api tersebut bersumber dari artikel jpnn.com berjudul “Dirjen Dikti: Tidak Ada Larangan Mahasiswaa Berdemo, Merdeka Bukan Anarki”. Gambar itu merupakan momen ketika sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi di Kawasan Silang Monas, Kamis, 8 Oktober 2020.
Dalam video terdapat narasi yang membahas tentang sejumlah guru besar, akademisi, ahli hukum tata negara, mahasiswa, hingga aktivis 1998 menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis, 22 Agustus 2024. Mereka mengutuk DPR RI yang berupaya menggagalkan putusan MK. Narasi itu bersumber dari artikel era.id berjudul “Forum Guru Besar dan Akademisi Dukung Putusan MK, Ingatkan Penguasa Jangan Coba Bodohi Rakyat”.
Selain itu narator dalam video juga membacakan artikel dari rmol.id dengan judul “Putusan MK 60 Dobrak Keangkuhan Kartel Politik”. Artikel ini membahas tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang dianggap sebagai angin segar oleh sejumlah partai politik (parpol).
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi yang disebarluaskan oleh channel youtube Infotama News adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi. Gambar kobaran api tersebut bersumber dari artikel jpnn.com berjudul “Dirjen Dikti: Tidak Ada Larangan Mahasiswaa Berdemo, Merdeka Bukan Anarki”. Gambar itu merupakan momen ketika sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi di Kawasan Silang Monas, Kamis, 8 Oktober 2020.
Dalam video terdapat narasi yang membahas tentang sejumlah guru besar, akademisi, ahli hukum tata negara, mahasiswa, hingga aktivis 1998 menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis, 22 Agustus 2024. Mereka mengutuk DPR RI yang berupaya menggagalkan putusan MK. Narasi itu bersumber dari artikel era.id berjudul “Forum Guru Besar dan Akademisi Dukung Putusan MK, Ingatkan Penguasa Jangan Coba Bodohi Rakyat”.
Selain itu narator dalam video juga membacakan artikel dari rmol.id dengan judul “Putusan MK 60 Dobrak Keangkuhan Kartel Politik”. Artikel ini membahas tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang dianggap sebagai angin segar oleh sejumlah partai politik (parpol).
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi yang disebarluaskan oleh channel youtube Infotama News adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Informasi menyesatkan. Tidak ditemukan pemberitaan terkait massa seret Presiden Jokowi dan bakar istana presiden. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Informasi menyesatkan. Tidak ditemukan pemberitaan terkait massa seret Presiden Jokowi dan bakar istana presiden. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Rujukan
- https://m.jpnn.com/news/dirjen-dikti-tidak-ada-larangan-mahasiswaa-berdemo-merdeka-bukan-anarki
- https://era.id/nasional/163940/forum-guru-besar-dan-akademisi-dukung-putusan-mk-ingatkan-penguasa-jangan-coba-bodohi-rakyat
- https://rmol.id/politik/read/2024/08/20/633466/putusan-mk-60-dobrak-keangkuhan-kartel-politik
(GFD-2024-22258) Hoaks Daftar 19 Minuman Berbahaya Mengandung Aspartam dari IDI
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2024
Berita
tirto.id - Beredar unggahan di media sosial yang mengklaim adanya daftar produk minuman dalam kemasan yang dicap berbahaya, karena mengandung aspartam dan menyebabkan penyakit serius. Unggahan ini mencatut nama organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai pihak yang mengeluarkan daftar minuman ini. Dalam klaim, disebut ada 19 minuman di daftar ini.
"Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang)," begitu bunyi unggahan akun "Ujista Ujista" (arsip) pada 17 Agustus 2024 lalu.
Dalam unggahan ini, kemudian disebutkan beberapa produk minuman dalam kemasan ataupun minuman seduh yang kerap ditemukan sehari-hari, termasuk Extra Joss, Granita, dan Marimas.
"Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang," lanjut isi pesan tersebut.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari unggahan akun "Arsen Erland Hamadi" (arsip).
Ada juga unggahan yang berisi pesan yang sama, namun dengan narasi tambahan di awal. Isinya, ada himbauan untuk menghindari produk makanan kaleng buatan Thailand. Narasi dari unggahan menyebut ada pengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang bekerja di pabrik kaleng dan mencampurkan darah mereka ke produk yang mereka kemas.
Informasi tersebut dikatakan berasal dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
"Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)," begitu bunyi konten unggahan akun "Novri Adi" (arsip) dan "Khofifah Sari" (arsip) di sekitar bulan Agustus 2024.
Narasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pesan menghindari 19 minuman mengandung aspartam, persis unggahan yang dibahas sebelumnya.
Unggahan-unggahan tersebut memang tidak mendapat banyak impresi (likes dan emoticons) ataupun komentar, namun melihat persebaran konten tersebut di sejumlah grup, dampaknya patut diwaspadai.
Lalu, bagaimana faktanya? Benarkah ada rekomendasi dari IDI soal menghindari 19 jenis minuman dalam kemasan? Kemudian, apakah memang ada himbauan untuk menghindari makanan kaleng dari Thailand yang terindikasi membawa penyakit AIDS?
"Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang)," begitu bunyi unggahan akun "Ujista Ujista" (arsip) pada 17 Agustus 2024 lalu.
Dalam unggahan ini, kemudian disebutkan beberapa produk minuman dalam kemasan ataupun minuman seduh yang kerap ditemukan sehari-hari, termasuk Extra Joss, Granita, dan Marimas.
"Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang," lanjut isi pesan tersebut.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari unggahan akun "Arsen Erland Hamadi" (arsip).
Ada juga unggahan yang berisi pesan yang sama, namun dengan narasi tambahan di awal. Isinya, ada himbauan untuk menghindari produk makanan kaleng buatan Thailand. Narasi dari unggahan menyebut ada pengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang bekerja di pabrik kaleng dan mencampurkan darah mereka ke produk yang mereka kemas.
Informasi tersebut dikatakan berasal dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
"Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)," begitu bunyi konten unggahan akun "Novri Adi" (arsip) dan "Khofifah Sari" (arsip) di sekitar bulan Agustus 2024.
Narasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pesan menghindari 19 minuman mengandung aspartam, persis unggahan yang dibahas sebelumnya.
Unggahan-unggahan tersebut memang tidak mendapat banyak impresi (likes dan emoticons) ataupun komentar, namun melihat persebaran konten tersebut di sejumlah grup, dampaknya patut diwaspadai.
Lalu, bagaimana faktanya? Benarkah ada rekomendasi dari IDI soal menghindari 19 jenis minuman dalam kemasan? Kemudian, apakah memang ada himbauan untuk menghindari makanan kaleng dari Thailand yang terindikasi membawa penyakit AIDS?
Hasil Cek Fakta
Mula-mula Tirto mencoba melakukan penelusuran di mesin pencarian terkait isu IDI mengeluarkan daftar 19 minuman yang mengandung aspartam dan dapat menyebabkan diabetes kanker otak.
Hasil pencarian mengarahkan ke artikel dari Kominfo yang melabeli klaim tersebut sebagai hoaks. Kominfo menjelaskan bahwa ini adalah klaim lama yang kembali beredar.
Lebih lanjut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sempat membantah klaim ini. Berdasarkan sebuah rilis bertanggal 12 Februari 2010, pihak IDI juga menyatakan tidak pernah mengeluarkan daftar minuman yang mengandung aspartam tersebut.
BPOM juga menjelaskan, aspartam sudah dikategorikan aman berdasar Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Dalam pengaturan Codex, disebutkan bahwa aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.
BPOM juga menegaskan, penggunaan aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat digunakan dalam batas maksimum tertentu.
Kami juga sempat menghubungi Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI Prof. DR. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. Ia mengonfirmasi kalau informasi yang tersebar di media sosial tersebut adalah hoaks. Ini merupakan isu lama yang sudah pernah dibantah kebenarannya dan muncul kembali.
Berdasar pemantauan kami, narasi ini pernah tersebar pada tahun 2010, kemudian beredar lagi pada tahun 2019, serta juga tahun 2024.
Sementara terkait klaim soal makanan kaleng dari Thailand yang dapat menyebarkan AIDS, polanya mirip. Pesan ini adalah isu lama yang disebarkan ulang pada tahun 2024.
Artikel dari situs resmi Kepolisian Indonesia menyebut informasi ini sebagai hoaks. Simpulan ini juga berdasar informasi dari BPOM.
Dalam sebuah artikel klarifikasi, BPOM membantah adanya produk makanan kaleng impor dari Thailand yang tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung darah dan virus HIV. Edaran tersebut mereka keluarkan pada tahun 2014, diduga saat pertama kali narasi serupa tersebar di jagat maya.
"Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah HOAX yang menyesatkan," begitu tegas keterangan BPOM.
BPOM juga menegaskan selalu melakukan dua tahapan sebelum adanya peredaran makanan, yakni evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation), serta secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di Tanah Air (post-market control).
Hasil pencarian mengarahkan ke artikel dari Kominfo yang melabeli klaim tersebut sebagai hoaks. Kominfo menjelaskan bahwa ini adalah klaim lama yang kembali beredar.
Lebih lanjut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sempat membantah klaim ini. Berdasarkan sebuah rilis bertanggal 12 Februari 2010, pihak IDI juga menyatakan tidak pernah mengeluarkan daftar minuman yang mengandung aspartam tersebut.
BPOM juga menjelaskan, aspartam sudah dikategorikan aman berdasar Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Dalam pengaturan Codex, disebutkan bahwa aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.
BPOM juga menegaskan, penggunaan aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat digunakan dalam batas maksimum tertentu.
Kami juga sempat menghubungi Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI Prof. DR. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. Ia mengonfirmasi kalau informasi yang tersebar di media sosial tersebut adalah hoaks. Ini merupakan isu lama yang sudah pernah dibantah kebenarannya dan muncul kembali.
Berdasar pemantauan kami, narasi ini pernah tersebar pada tahun 2010, kemudian beredar lagi pada tahun 2019, serta juga tahun 2024.
Sementara terkait klaim soal makanan kaleng dari Thailand yang dapat menyebarkan AIDS, polanya mirip. Pesan ini adalah isu lama yang disebarkan ulang pada tahun 2024.
Artikel dari situs resmi Kepolisian Indonesia menyebut informasi ini sebagai hoaks. Simpulan ini juga berdasar informasi dari BPOM.
Dalam sebuah artikel klarifikasi, BPOM membantah adanya produk makanan kaleng impor dari Thailand yang tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung darah dan virus HIV. Edaran tersebut mereka keluarkan pada tahun 2014, diduga saat pertama kali narasi serupa tersebar di jagat maya.
"Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah HOAX yang menyesatkan," begitu tegas keterangan BPOM.
BPOM juga menegaskan selalu melakukan dua tahapan sebelum adanya peredaran makanan, yakni evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation), serta secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di Tanah Air (post-market control).
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan daftar 19 minuman mengandung aspartam yang berbahaya dari IDI adalah informasi yang salah dan menyesatkan (false & misleading). Sama halnya dengan narasi soal makanan kaleng dari Thailand yang membawa penyakit AIDS, narasi tersebut juga salah dan menyesatkan.
Kedua narasi tersebut adalah isu lama yang sudah pernah menyebar di media sosial sebelumnya dan dibantah keabsahanya oleh IDI dan BPOM.
Kedua narasi tersebut adalah isu lama yang sudah pernah menyebar di media sosial sebelumnya dan dibantah keabsahanya oleh IDI dan BPOM.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1112616912732140/?multi_permalinks=1463750654285429&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://archive.ph/wip/BZJ8w
- https://www.facebook.com/groups/2973959862931744/posts/3748684272125962/?_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/sWhzJ
- https://www.facebook.com/groups/435992657354007/posts/1522716252014970/?_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/cobcg
- https://www.facebook.com/groups/455856811236827/posts/2990799867742496/?_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/XbsTQ
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/57965/hoaks-peringatan-idi-terkait-adanya-wabah-pengerasan-otak-dan-sumsum-tulang-belakang-serta-diabetes/0/laporan_isu_hoaks
- https://www.pom.go.id/siaran-pers/press-release-badan-pengawas-obat-dan-makanan-republik-indonesia-tentang-bantahan-atas-berita-terkait-dengan-keamanan-aspartam
- https://tribratanews.polri.go.id/blog/none-22/hoaks-makanan-impor-thailand-karena-mengandung-darah-78033#:~:text=Namun%20faktanya%2C%20melansir%20dari%20situs,virus%20HIV%20adalah%20tidak%20benar.
- https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/klarifikasi-produk-pangan-yang-tidak-aman-dikonsumsi-karena-mengandung-darah-dan-virus-hiv
Halaman: 2950/7926


