• (GFD-2024-22440) Cek Fakta: Hoaks Artikel Karier Nadiem Makarim Dalam Bahaya karena Dituntut Bank Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel yang mengklaim Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam bahaya setelah dituntut Bank Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Agustus 2024.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel Detik News berjudul "Karier Nadeem Makarim dalam Bahaya"
    Postingan itu disertai narasi "Bank Indonesia telah mengajukan tuntutan terhadap Nadiem Makarim"
    Akun itu menambahkan narasi "Ini Screenshoot yg ngomong ya bukan gue..."
    Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam bahaya setelah dituntut Bank Indonesia?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka fitur pencarian di laman Detik.com. Hasilnya tidak ada artikel seperti dalam postingan.
    Artikel terakhir Detik.com terkait Nadiem Makarim tayang pada 5 Juli 2024 dengan judul "Puan Lirik Nadiem Makarim untuk Pilgub Jakarta: Mungkin Kalau Tertarik"
    Pencarian dilanjutkan dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya foto dalam postingan identik dengan foto dari Antaranews.com.
    Namun tidak ada artikel dari Antara News yang identik dengan postingan. Foto itu digunakan Antara News untuk beberapa artikel sejak 2019.

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang mengklaim Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam bahaya setelah dituntut Bank Indonesia adalah hoaks.
  • (GFD-2024-22441) Cek Fakta: Tidak Benar Video Penampakan Kepiting Raksasa di Kupang NTT

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim penampakan kepiting raksasa naik ke permukaan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 Agustus 2024.
    Video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan dua ekor kepiting muncul ke permukaan. Dua kepiting berukuran besar itu disebut-sebut muncul di wilayah Kupang, NTT.
    "Harus banyak hati2 kalau ada tanda Alam kepiting Raksasa naik ke permukaan (Kupang NTT)," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 128 kali direspons dan mendapat 116 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam video tersebut merupakan penampakan kepiting raksasa yang muncul di Kupang, NTT? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penampakan kepiting raksasa muncul di Kupang, NTT. Penelusuran dilakukan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
    Hasilnya ditemukan video identik ditemukan di situs msn.com. Video itu berjudul "Massive crabs lifted by cranes in Chipiona, Spain" yang diunggah pada 4 Juli 2024 lalu.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Dalam video itu tertulis narasi bahwa dua kepiting yang seolah-olah muncul ke permukaan tersebut merupakan patung. Video tersebut diambil di dekat pantai di Chipiona, Spanyol.
    "On June 23, 2024, near the shore in Chipiona, Spain, a surprising scene unfolded as two massive crabs awaited their turn to be lifted by cranes. In a video shared by @felixcebrian0, these giant crustaceans stood prominently, capturing the attention of onlookers with their impressive size," demikian narasi dalam video tersebut.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim penampakan kepiting raksasa muncul di Kupang, NTT ternyata tidak benar. Faktanya, kepiting dalam video tersebut merupakan patung di dekat pantai di Chipiona, Spanyol.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22443) Salah, Pertamina Keluarkan Daftar Motor Dilarang Pakai Pertalite

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/09/2024

    Berita

    tirto.id - Narasi tentang pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite masih terus bergaung di jagat maya. Pada awal September ini, sempat mencuat klaim bahwa Pertalite tak akan dijual lagi di stasiun pengisian bahan bakar atau SPBU Pertamina.

    Sementara dua bulan sebelumnya, beredar informasi tentang daftar mobil yang dilarang pakai BBM subsidi. Narasi-narasi itu muncul buntut rencana pemerintah untuk memberlakukan pembatasan subsidi pada 1 September 2024, namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini menyatakan pembatasan ini bakal diimplementasikan pada 1 Oktober mendatang.

    Menyusul kabar teranyar ini, narasi miring kembali berseliweran di jagat maya. Salah satu akun Facebook bernama “Satut Sate Tutut Tegalsawah" (arsip) mengunggah konten berisi sederet jenis motor, juga mobil, yang diklaim dilarang untuk menggunakan Pertalite per 2 September 2024.

    Beberapa di antaranya termasuk Honda ADV 150, Honda CB150 Verza, Honda PCX, Honda Vario 150, Suzuki Burgman, Vespa Sprint, Yamaha Aerox, dan Yamaha Lexi.

    “Berikut daftar mobil dan motor yang dilarang isi BBM jenis Pertalite di SPBU mulai hari ini 2 September 2024.

    Hingga Rabu (4/9/2024), unggahan ini sudah meraup 6 tanda suka dan 9 komentar. Unggahan ini juga telah dibagikan ulang 7 kali.

    Narasi yang memuat deretan jenis motor ini juga diunggah di akun lain seperti di sini.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memastikan kebenaran klaim yang berseliweran, Tim Riset Tirto mencoba menghubungi Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso. Ia mengatakan kepada Tirto, bahwa sampai saat ini masih belum ada daftar motor seperti yang disebutkan.

    “Sampai saat ini belum ada, masih menunggu regulasi pemerintah,” kata Fadjar lewat pesan teks, Selasa (3/9/2024).

    Seperti dilaporkan Tirto sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil, mengungkapkan implementasi pembatasan BBM subsidi ini menunggu aturan sebagai dasar kebijakan, yakni Peraturan Menteri (Permen) ESDM terlebih dulu. Selain itu, Kementerian ESDM juga perlu melakukan sosialisasi pembatasan BBM subsidi kepada masyarakat.

    “Ada rencana begitu (pembatasan BBM subsidi diberlakukan 1 Oktober 2024). Begitu aturan keluar, Permen [ESDM] keluar, ada waktu sosialisasi,” kata Bahlil saat ditemui awak media usai Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

    Menurut Bahlil, kini pihaknya masih melakukan pembahasan terkait waktu sosialisasi kebijakan pembatasan BBM subsidi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sembari terus mengkaji aturan dasar pembatasan BBM subsidi.

    Adapun wacana pembatasan Pertalite disebut berlaku untuk mobil di atas 1.400 cc dan motor di atas 150 cc, tetapi per Rabu (4/9/2024), aturan soal ini belum terbit. Hingga artikel ini naik, Tirto juga belum mendapati adanya daftar resmi Pertamina soal jenis-jenis motor yang dilarang menggunakan Pertalite.

    Pertamina bersama pemerintah belum berencana menghentikan distribusi Pertalite dan terus mendukung upaya-upaya pemerintah agar subsidi tepat sasaran. Hal itu dilakukan dengan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code di laman subsiditepat.mypertamina.id. Pendataan tersebut dikhususkan bagi kendaraan roda 4.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa unggahan soal daftar jenis-jenis motor yang dilarang menggunakan Pertalite bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan sampai saat ini masih belum ada daftar motor seperti yang disebutkan dan pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah.

    Meski ada wacana pembatasan Pertalite disebut berlaku untuk mobil di atas 1.400 cc dan motor di atas 150 cc, tetapi per Rabu (4/9/2024), aturan soal ini belum terbit. Hingga artikel ini naik, Tirto juga belum menemukan daftar resmi Pertamina soal jenis-jenis motor yang dilarang menggunakan Pertalite.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22444) Tidak Benar Video Penemuan Kasus Mpox di Provinsi Bali

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/09/2024

    Berita

    tirto.id - Pada Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) kembali menetapkan keadaan darurat terhadap wabah Mpox. Setelah ditetapkan WHO sebagai “penyakit darurat kesehatan global” pada 2022, setahun setelahnya peringatan itu dicabut.

    Namun, selama Agustus 2024, status tersebut kembali disematkan karena ada peningkatan kasus dan kematian akibat Mpox di negara-negara Afrika. Peningkatan kasus dan kematian ini disebabkan oleh virus Mpox klad 1b. WHO melaporkan, peningkatan kasus akibat klad 1b terjadi di Kongo dan negara Afrika lainnya.

    Seiring kabar ini, turut berseliweran pula beragam informasi seputar Mpox yang perlu dicek kebenarannya. Sebuah akun Facebook bernama “Edfandi Sihura” (arsip) misalnya, menyebarkan video seorang anak menangis dan di bagian tubuhnya tampak ruam, seperti bintik-bintik merah, dan lepuh berisi cairan.

    Klip berdurasi tak sampai dua menit itu dibagikan ke grup “Pemuda Nias Bersatu” dan diberi keterangan bahwa kasus Mpox sudah masuk ke Provinsi Bali. Pemerintah Australia juga disebut telah mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya, untuk tidak berlibur ke Bali.

    “Harus hati-hati tetap waspada (perhatian penuh), jaga kesehatan dan jangan beli makanan yang dijual di Swalayan (supermarket) karena penyakit ini lewat makanan,” bunyi takarir akun pengunggah, Selasa (3/9/2024).

    Sampai Rabu (4/9/2024), unggahan ini telah dibagikan ke tiga orang, dan memperoleh 11 likes serta 1 komentar. Video serupa juga diunggah akun Facebook lain, salah satunya akun “Christo Qun”.

    Namun, bagaimana kebenaran video yang beredar?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk diketahui, Monkeypox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia. Meski begitu, penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.

    Monkeypox menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam monkeypox, termasuk melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut atau mulut ke kulit, termasuk kontak seksual.

    Adapun gejala Monkeypox umumnya berupa demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

    Mengenai perkembangan kasus Monkeypox di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada Selasa (3/9/2024) mengungkap bahwa pemerintah menerima laporan suspek penyakit Mpox di beberapa titik, termasuk di Bali dan Jakarta.

    Nemun begitu, seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengungkap kalau sampai saat ini masih ada tujuh sampel yang dalam pemeriksaan, sementara yang lain dinyatakan negatif.

    Siti Nadia menyatakan, bahwa hingga Selasa (3/9/2024), total jumlah kasus Mpox di Indonesia masih serupa dengan laporan terakhir yang dibeberkan oleh Kemenkes RI, yakni 88 pasien. Ia menegaskan, penambahan kasus Mpox di Tanah Air masih belum ditemukan.

    Kemenkes memang sebelumnya telah melaporkan, selama 18 – 24 Agustus 2024, Indonesia telah menemukan 88 kasus konfirmasi yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    “Tidak terdapat penambahan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia pada minggu ini. Kasus Mpox terakhir dilaporkan pada minggu ke-23 tahun 2024,” tulis Kemenkes dalam laporan terakhir perkembangan situasi penyakit infeksi emerging, periode 18-24 Agustus 2024.

    Tim Riset Tirto mencoba menelusuri video yang beredar dengan memanfaatkan penelusuran Google dan Google Image. Namun demikian, kami tidak menemukan sumber kredibel yang mengonfirmasi bahwa video yang beredar menunjukkan kasus Mpox di Bali. Pencarian tersebut hanya mengarah pada beberapa unggahan media sosial yang tak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dan tak dikonfirmasi oleh sumber kredibel.

    Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes, Ahmad Farchanny T. A, MKM, pun mengatakan kepada Tirto, Rabu (4/9/2024), bahwa video ini tidak benar benar alias hoaks.

    Adapun terkait peringatan perjalanan oleh Pemerintah Australia seperti disebut dalam klaim, Tirto tak menemukan informasi resmi dari pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyatakan hal tersebut.

    Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia maupun Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia pun sama sekali tak menyinggung perihal peringatan itu di lamannya.

    Jelang penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) pada 1-3 September 2024, pemerintah memang telah menetapkan beberapa skrining kesehatan untuk Mpox.

    Dikutip dari laman Kemenkes, alur skrining Mpox dilakukan mulai dari jalur kedatangan internasional. Semua penumpang akan melewati thermal scanner terlebih dahulu. Jika terdeteksi suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius maka akan dilakukan pemeriksaan ulang menggunakan thermal gun.

    Apabila suhu tubuh tetap tinggi, penumpang akan diarahkan ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan pengambilan sampel usap (swab). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif Mpox, maka penumpang bisa segera dirujuk ke rumah sakit.

    Dalam rangka IAF ini, seperti dilaporkan Sky News, Jumat (30/8/2024), pemerintah Indonesia telah memberlakukan langkah-langkah skrining baru di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan mewajibkan semua pengunjung untuk mengunduh aplikasi SatuSehat.

    Kemenkes RI memperkenalkan aplikasi SatuSehat untuk memberlakukan formulir "deklarasi mandiri elektronik" dan melacak penyebaran virus Mpox. Berdasarkan aturan baru, setiap penumpang dan awak pesawat harus melengkapi formulir SatuSehat Health Pass melalui aplikasi sebelum melewati imigrasi. Hal ini tak hanya berlaku bagi pengunjung Australia, melainkan juga pengunjung dari negara-negara lain.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, video yang menunjukkan seorang anak menangis dan di bagian tubuhnya tampak ruam, dengan keterangan bahwa video ini merupakan kasus Mpox di Bali bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Dengan memanfaatkan penelusuran Google dan Google Image, Tim Riset Tirto juga tidak menemukan sumber kredibel yang mengonfirmasi bahwa video yang beredar menunjukkan kasus Mpox di Bali.

    Meski pemerintah menerima laporan kasus suspek penyakit Mpox di beberapa titik, termasuk di Bali, kasus tersebut belum terkonfirmasi dan masih ada tujuh sampel yang masih dalam tahap pemeriksaan.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, selama 18 – 24 Agustus 2024, Indonesia telah menemukan 88 kasus konfirmasi yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Belum ada konfirmasi kasus baru per Rabu (4/9/2024).

    Rujukan