GEMP4RR!! GIBRAN G4G4L DIL4NTIK SETELAH KETHU4N HINA PR4BOWO DAN ANAKNYA ~ BREAKING NEWS
BREAKING NEWS
TERBONGKAR! JEJAK DIGITAL GIBRAN
PRABOWO SUBIANTO PUNYA ANAK H*MO DAN PECATAN TNI
(GFD-2024-22445) [SALAH] GIBRAN GAGAL DILANTIK SETELAH KETAHUAN HINA PRABOWO DAN ANAKNYA
Sumber: youtube.comTanggal publish: 04/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari channel youtube bernama Infotama News bernarasikan Gibran Rakabuming Raka gagal dilantik sebagai wakil presiden setelah ketahuan hina Prabowo Subianto dan anaknya. Video tersebut diunggah pada 3 September 2024.
Setelah dilakukan penelusuran, dalam video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa video berbeda yang digabung menjadi satu dan tidak mendukung klaim narasi yang beredar.
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari jawapos.com berjudul “Kronologi Trending Topik Fufufafa yang Diduga Ditulis oleh Gibran Rakabuming Raka: Sebut Prabowo Subianto Punya Anak H*mo dan Pecatan TNI”.
Dalam artikel ini membahas tentang akun Kaskus bernama “Fufufafa” jadi trending di media sosial Twitter (X) yang menjelekkan Prabowo Subianto. Akun Kaskus tersebut diduga milik Gibran Rakabuming Raka.
Dengan demikian, narasi dengan klaim Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah dilakukan penelusuran, dalam video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa video berbeda yang digabung menjadi satu dan tidak mendukung klaim narasi yang beredar.
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari jawapos.com berjudul “Kronologi Trending Topik Fufufafa yang Diduga Ditulis oleh Gibran Rakabuming Raka: Sebut Prabowo Subianto Punya Anak H*mo dan Pecatan TNI”.
Dalam artikel ini membahas tentang akun Kaskus bernama “Fufufafa” jadi trending di media sosial Twitter (X) yang menjelekkan Prabowo Subianto. Akun Kaskus tersebut diduga milik Gibran Rakabuming Raka.
Dengan demikian, narasi dengan klaim Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Tidak ditemukan informasi valid terkait Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Tidak ditemukan informasi valid terkait Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-22446) [SALAH] LAUTAN WARGA JAKARTA HADIRI PEMBENTUKAN PARTAI ANIES
Sumber: youtube.comTanggal publish: 04/09/2024
Berita
DI SAMBUT LAUTAN MANUSIA, RAKYAT JAKARTA HADIRI PEMBENTUKAN PARTAI ANIES
BREAKING NEWS
LAUTAN WARGA DKI
HADIRI PEMBENTUKAN PARTAI ANIES
BREAKING NEWS
LAUTAN WARGA DKI
HADIRI PEMBENTUKAN PARTAI ANIES
Hasil Cek Fakta
Sebuah video bernarasikan lautan warga Jakarta hadiri pembentukan partai Anies Baswedan beredar dari channel youtube bernama POLITIK 2024 pada 31 Agustus 2024. Klaim tersebut diperkuat dengan gambar thumbnail yang menampilkan panggung dan kerumunan massa.
Setelah ditelusuri, isi dalam video tersebut hanya menayangkan ulang video dari channel youtube pribadi Rocky Gerung Official yang berjudul “ROCKY GERUNG DORONG ANIES DEKLARASIKAN PARTAINYA 20 OKTOBER, BERSAMAAN DG LENGSERNYA JOKOWI”.
Sedangkan thumbnail yang menampilkan panggung dan kerumunan massa tersebut merupakan suasana kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 10 Februari 2024.
Foto aslinya dimuat dalam situs cnbcindonesia.com dengan judul “Potret Lautan Massa Pendukung Anies-Cak Imin Padati Stadion JIS”.
Dengan demikian, narasi mengenai lautan warga Jakarta hadiri pembentukan partai Anies adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri, isi dalam video tersebut hanya menayangkan ulang video dari channel youtube pribadi Rocky Gerung Official yang berjudul “ROCKY GERUNG DORONG ANIES DEKLARASIKAN PARTAINYA 20 OKTOBER, BERSAMAAN DG LENGSERNYA JOKOWI”.
Sedangkan thumbnail yang menampilkan panggung dan kerumunan massa tersebut merupakan suasana kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 10 Februari 2024.
Foto aslinya dimuat dalam situs cnbcindonesia.com dengan judul “Potret Lautan Massa Pendukung Anies-Cak Imin Padati Stadion JIS”.
Dengan demikian, narasi mengenai lautan warga Jakarta hadiri pembentukan partai Anies adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Faktanya video tersebut hanya menayangkan ulang salah satu video dari channel youtube pribadi Rocky Gerung yang ditambahi dengan thumbnail dan narasi yang menyesatkan.
Faktanya video tersebut hanya menayangkan ulang salah satu video dari channel youtube pribadi Rocky Gerung yang ditambahi dengan thumbnail dan narasi yang menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-22447) [SALAH] Pemerintah Menggunakan Vaksin Eksperimental untuk Mencegah Mpox
Sumber: TwitterTanggal publish: 04/09/2024
Berita
“Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.
Satu kata: TOLAK!!!.
Satu kata: TOLAK!!!.
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari AFP.
Akun Twitter bercentang biru @TedInvestigasi mengunggah gambar yang diambil dari Sindonews.com mengenai tiga calon vaksin cacar monyet RI yaitu Imvamune, LC16M8, dan ACAM 2000. @TedInvestigasi menyatakan bahwa ketiga vaksin tersebut merupakan vaksin eksperimental yang direncanakan pemerintah, sama seperti vaksin COVID-19 ketika pertama kali diluncurkan. Pengguna Twitter tersebut juga menghimbau masyarakat untuk menolak ketiga vaksin ini. Cuitan dan gambar yang diunggah pada 15 Agustus ini telah disukai 248 orang, dibagikan dan dikutip ulang hampir 250 kali, serta telah dilihat 14,000 kali.
Setelah dilakukan penelusuran oleh tim AFP, informasi tersebut menyesatkan. WHO pernah membahas mengenai kandungan ketiga vaksin tersebut (Imvamune, LC16M8, dan ACAM 2000) dan mempublikasikan dokumen resminya pada 23 Agustus 2024. Pada dokumen tersebut dijelaskan bahwa ketiga vaksin tersebut memang dikembangkan untuk mencegah cacar, sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus variola.
Penyakit menular Monkeypox sendiri, menurut dokumen resmi yang diterbitkan Pemerintah Kanada, disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), yang berhubungan dengan virus vaccinia, cacar sapi, dan virus variola. Penjelasan tersebut dipublikasikan oleh pemerintah Kanada dalam rangka memberikan panduan sementara penggunaan vaksin Invamune dalam konteks imunisasi rutin.
Sementara itu, vaksin LC16M8 juga telah dibahas oleh WHO di dokumennya yang berjudul “LC16m8 Attenuated Smallpox Vaccine”. Vaksin ini pada awalnya diteliti oleh Smallpox Vaccines Research Group (SVRG) di Jepang untuk mengidentifikasi vaksin cacar yang lebih aman digunakan dalam imunisasi rutin warga Jepang. Vakisn ini kemudian dinyatakan aman dan telah banyak digunakan di Jepang.
Lebih lanjut, vaksin ACAM 2000 juga telah dinyatakan aman oleh WHO sejak Desember 2015. Pada dokumen WHO yang berjudul “Safety of smallpox vaccines” dijelaskan bahwa ACAM 2000 merupakan vaksin cacar virus vaccinia hidup, serta direkomendasikan bagi orang-orang yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit cacar.
Selain itu, ketiga vaksin tersebut telah digunakan beberapa tahun terakhir di negara-negara seperti Denmark, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Twitter @TedInvestigasi merupakan konten yang menyesatkan.
Akun Twitter bercentang biru @TedInvestigasi mengunggah gambar yang diambil dari Sindonews.com mengenai tiga calon vaksin cacar monyet RI yaitu Imvamune, LC16M8, dan ACAM 2000. @TedInvestigasi menyatakan bahwa ketiga vaksin tersebut merupakan vaksin eksperimental yang direncanakan pemerintah, sama seperti vaksin COVID-19 ketika pertama kali diluncurkan. Pengguna Twitter tersebut juga menghimbau masyarakat untuk menolak ketiga vaksin ini. Cuitan dan gambar yang diunggah pada 15 Agustus ini telah disukai 248 orang, dibagikan dan dikutip ulang hampir 250 kali, serta telah dilihat 14,000 kali.
Setelah dilakukan penelusuran oleh tim AFP, informasi tersebut menyesatkan. WHO pernah membahas mengenai kandungan ketiga vaksin tersebut (Imvamune, LC16M8, dan ACAM 2000) dan mempublikasikan dokumen resminya pada 23 Agustus 2024. Pada dokumen tersebut dijelaskan bahwa ketiga vaksin tersebut memang dikembangkan untuk mencegah cacar, sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus variola.
Penyakit menular Monkeypox sendiri, menurut dokumen resmi yang diterbitkan Pemerintah Kanada, disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), yang berhubungan dengan virus vaccinia, cacar sapi, dan virus variola. Penjelasan tersebut dipublikasikan oleh pemerintah Kanada dalam rangka memberikan panduan sementara penggunaan vaksin Invamune dalam konteks imunisasi rutin.
Sementara itu, vaksin LC16M8 juga telah dibahas oleh WHO di dokumennya yang berjudul “LC16m8 Attenuated Smallpox Vaccine”. Vaksin ini pada awalnya diteliti oleh Smallpox Vaccines Research Group (SVRG) di Jepang untuk mengidentifikasi vaksin cacar yang lebih aman digunakan dalam imunisasi rutin warga Jepang. Vakisn ini kemudian dinyatakan aman dan telah banyak digunakan di Jepang.
Lebih lanjut, vaksin ACAM 2000 juga telah dinyatakan aman oleh WHO sejak Desember 2015. Pada dokumen WHO yang berjudul “Safety of smallpox vaccines” dijelaskan bahwa ACAM 2000 merupakan vaksin cacar virus vaccinia hidup, serta direkomendasikan bagi orang-orang yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit cacar.
Selain itu, ketiga vaksin tersebut telah digunakan beberapa tahun terakhir di negara-negara seperti Denmark, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Twitter @TedInvestigasi merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konten yang menyesatkan. Tiga calon vaksin seperti di gambar yang dipersiapkan pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran monkeypox merupakan vaksin yang sudah digunakan bertahun-tahun, bukan vaksin eksperimental.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/09/04/salah-pemerintah-menggunakan-vaksin-eksperimental-untuk-mencegah-mpox/
- https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.36EX7MC
- https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/378522/WER9934-eng-fre.pdf?sequence=1
- https://www.canada.ca/en/public-health/services/publications/vaccines-immunization/national-advisory-committee-immunization-interim-guidance-imvamune-routine-immunization-program.html#a1
- https://www.who.int/docs/default-source/documents/health-topics/smallpox/abstract-2005-lc16m8-attenuated-smallpox-vaccine.pdf?sfvrsn=e388d477_1
- https://www.who.int/groups/global-advisory-committee-on-vaccine-safety/topics/smallpox-vaccines
(GFD-2024-22448) [SALAH] Pertalite Dihapus per 1 September 2024
Sumber: TwitterTanggal publish: 04/09/2024
Berita
“Pertalite dihapus 1 September
Prestasi Bahlil jadi menteri ESDM, Ya Ampun”.
Prestasi Bahlil jadi menteri ESDM, Ya Ampun”.
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @AchNawari menulis cuitan yang menyatakan pertalite dihapus pada 1 September. Cuitan tersebut ditulis pada 31 Agustus 2024.
Setelah mencari klaim penghapusan pertalite pada 1 September, pihak Pertamina sudah membantah klaim ini ke beberapa media, salah satunya Kompas dan Liputan6. Berita ini telah dibahas oleh Kompas di artikelnya yang berjudul “[KLARIFIKASI] Pertamina Bantah Pertalite Dihapus Mulai 1 September 2024”.
Selain itu, CNN Indonesia membahas informasi ini dari sisi pemerintah. Melansir dari artikel berita CNN, pemerintah Indonesia bukannya akan menghapus Pertalite di SPBU Pertamina per 1 September, tapi akan membatasi penggunaannya lewat aplikasi MyPertamina. Lewat aplikasi tersebut, nantinya konsumen pengguna pertalite dan solar akan mendapatkan alokasi subsidi sesuai dengan kendaraan yang digunakan dan didaftarkan di aplikasi MyPertamina.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @AchNawari merupakan konten palsu.
Setelah mencari klaim penghapusan pertalite pada 1 September, pihak Pertamina sudah membantah klaim ini ke beberapa media, salah satunya Kompas dan Liputan6. Berita ini telah dibahas oleh Kompas di artikelnya yang berjudul “[KLARIFIKASI] Pertamina Bantah Pertalite Dihapus Mulai 1 September 2024”.
Selain itu, CNN Indonesia membahas informasi ini dari sisi pemerintah. Melansir dari artikel berita CNN, pemerintah Indonesia bukannya akan menghapus Pertalite di SPBU Pertamina per 1 September, tapi akan membatasi penggunaannya lewat aplikasi MyPertamina. Lewat aplikasi tersebut, nantinya konsumen pengguna pertalite dan solar akan mendapatkan alokasi subsidi sesuai dengan kendaraan yang digunakan dan didaftarkan di aplikasi MyPertamina.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @AchNawari merupakan konten palsu.
Kesimpulan
Konten palsu. Pertamina dan pemerintah Indonesia sudah mengklarifikasi bahwa Pertalite tidak akan dihapus per 1 September, tetapi hanya dibatasi penggunaannya melalui aplikasi MyPertamina.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/09/04/salah-pertalite-dihapus-per-1-september-2024/
- https://video.kompas.com/watch/1674092/klarifikasi-pertamina-bantah-pertalite-dihapus-mulai-1-september-2024
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240901104531-85-1139852/pemerintah-jamin-pertalite-tak-dihapus-cuma-jatah-beli-diatur
Halaman: 2909/7923



