• (GFD-2024-24055) Marak Hoaks Pilkada dan Penipuan Online, Mafindo Surabaya Gelar Kampanye Sambil Bermain Seru

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/09/2024

    Berita

    Surabaya – Kemajuan zaman saat ini tidak hanya memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, terutama melalui bantuan teknologi dan beragam informasi yang dapat diakses pada gawai yang dimiliki. Namun, kemudahan ini justru seringkali membuat masyarakat menjadi korban penipuan dan atau hoaks.

    Selama 2023 terdapat 2.330 hoaks yang dicatat oleh Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), dengan 1.200 lebih merupakan hoaks terkait Pemilu 2024. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pada 2019 sebanyak 644 hoaks pemilu. Banjir informasi yang menerpa masyarakat tidak diimbangi kemampuan menyaring informasi yang cukup, serta kecakapan dalam menggunakan perangkat teknologi yang dimiliki. Bahkan tidak sedikit warga yang menjadi korban penipuan online, memanfaatkan kondisi masyarakat yang kurang cakap digital.

    Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengajak masyarakat lebih mengenal apa itu hoaks, serta belajar bersama mengenali dan mengantisipasi penyebaran hoaks di masyarakat. Melalui permainan Ular Tangga antihoaks, games hoaks vs fakta, serta berbagai kegiatan menarik lainnya, Mafindo Wilayah Surabaya Raya menggelar Kampanye Prebunking atau penginderaan hoaks kepada warga Surabaya, di area Car Free Day di Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo Surabaya, Minggu 8 September 2024, mulai pukul 06.00-10.00 WIB.

    Kampanye Prebunking ini selain bertujuan mengedukasi masyarakat, juga meningkatkan kesadaran dan keterampikan kritis dalam menghadapi informasi yang menyesatkan atau hoaks, termasuk menjelang gelaran Pilkada 2024. Pengunjung yang hadir juga diajak membuat konten edukasi terkait kampanye antihoaks, dan ada banyak souvenir menarik bagi pengunjung yang terlibat aktif pada kampanye ini.

    Kampanye prebunking ini merupakan hasil kolaborasi antara Mafindo, AJI, AMSI, yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta, dan didukung oleh Google News Initiatives, yang bertujuan memperkuat literasi media dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi.

    “Kampanye ini diharapkan semakin membuka kesadaran masyarakat mengenai bahaya hoaks, serta mengajak semua elemen masyarakat memerangi hoaks,” kata Yohanes Adven Sarbani, Koordinator Wilayah Mafindo Surabaya.

    Selain hoaks, penipuan online juga sedang marak di Surabaya, yang menyasar kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang rendah kemampuan literasinya. Kabar bohong yang bertujuan menipu seringkali memperdaya masyarakat sehingga menimbulkan kerugian material, serta berdampak pada psikologisnya. Edukasi ini

    “Tidak hanya hoaks menjelang pemilukada 2024, juga penipuan online yang sedang marak. Edukasi ini penting dilakukan agar masyarakat mampu memanfaatkan kanal serta alat yang dapat digunakan untuk memverifikasi informasi yang diterimanya,” tandas Adven.

    Tentang Cek Fakta

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia). Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Cek Fakta, silakan kunjungi kami di https://cekfakta.com/about

    Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)

    Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. MAFINDO memiliki 20 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan mencakup berbagai bidang, termasuk namun tidak terbatas pada pencegahan hoax, hoax busting, edukasi publik, seminar, lokakarya, advokasi, pengembangan teknologi anti-hoax, penelitian, dan keterlibatan sosial di tingkat akar rumput.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Mafindo, silakan kunjungi kami di https://mafindo.or.id/tentang-mafindo/

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

  • (GFD-2024-22678) [SALAH] Viral Polwan Brigadir Putri Cikita Resmi Di Pecat/Dikeluarkan Secara Tidak Hormat

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 07/09/2024

    Berita

    Viral Polwan Brigadir Putri Cikita resmi di pecat/dikeluarkan secara tidak hormat
    Arsip: https://archive.md/cxH1j

    Hasil Cek Fakta

    Akun Tiktok dengan nama @terbitlahterang1990 mengunggah sebuah konten tangkapan layar berita JPNN dengan judul “Viral Polwan Brigadir Putri Cikita resmi di pecat/dikeluarkan secara tidak hormat.”
    Penelusuran fakta dilakukan dengan mengetikkan secara manual judul berita yang beredar ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satupun informasi yang valid mengenai berita tersebut di situs JPNN.

    Demikian pula ketika ditelusuri secara manual pada indeks berita di web JPNN tanggal 25 Agustus 2024, tidak ditemukan informasi valid mengenai berita Brigadir Putri Cikita resmi di pecat/dikeluarkan secara tidak hormat dari Polri.

    Konten ini merupakan hasil suntingan menggunakan inspect element, yakni dengan mengedit judul berita pada sebuah web tanpa mengubah tampilan aslinya. Sehingga ketika discreenshot, judul berita pada sebuah web tampak nyata.

    Diketahui video Brigadir Putri Cikita dalam program The Police yang dirilis pada tanggal 22 Agustus 2024 viral lantaran dirinya menegur seorang pria yang sedang makan di sebuah warung. Warganet menganggap tindakan Brigadir Cikita tidak sopan.

    Melalui akun twitter resminya, Divisi Humas Polri sebagaimana dikutip dari berita Tempo.co memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar merupakan cuplikan dari acara TV “The Police”

    “Di cuplikan video tersebut, dalam upaya memelihara Kamtibmas, kami memberikan teguran kepada lima orang masyarakat yang sedang mengonsumsi minuman keras di lokasi tersebut. Namun, terdapat satu orang yang tidak mengindahkan teguran tersebut dan malah menaikkan kakinya ke kursi serta membuang puntung rokok ke arah petugas. Atas tindakan tersebut, kami memberikan teguran lisan kepada orang tersebut” tulis keterangan Polri.

    Mengenai kejadian tersebut, Brigadir Cikita memberikan pernyataan permohonan maaf melalui unggahan di akun TikTok @putrisirtycikita_sabunge.

    “Manusia tidak ada yang sempurna dan tentunya manusia tempatnya salah dan dosa. Tolong stop hujat kami. Kami juga manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja. Yang kami lakukan adalah sebagai edukasi supaya saling menghargai saat berbicara, karena kami datang untuk tugas patroli malam mengamankan wilayah dari hal-hal yang mengganggu ketertiban atau mencurigakan perbuatan kejahatan, Semua nya sudah selesai dan jelas yaa, mohon untuk tidak berlanjut dalam kasus kesalahpahaman ini. Dan kembali kami sampaikan bahwa tidak ada manusia yang luput dari sebuah kesalahan atau bisa menghindari sebuah kesalahpahaman seperti yang terjadi disini. Terimakasih.” Tulisnya.

    Hingga artikel periksa fakta ini diterbitkan, tidak ditemukan informasi mengenai Brigadir Putri Cikita diberhentikan secara tidak hormat dari Polri.

    Kesimpulan


    Faktanya tangkapan layar yang diunggah merupakan hasil suntingan menggunakan inspect element. Tidak ditemukan judul berita mengenai Polwan Brigadir Putri Cikita resmi di pecat/dikeluarkan secara tidak hormat.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22498) Pemerintah siapkan vaksin percobaan cacar monyet untuk masyarakat Indonesia, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/09/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk waspada, karena pemerintah sudah menyiapkan vaksin untuk cacar monyet atau monkey pox (Mpox).

    Ketiga ilustrasi vaksin yakni Imvamune, LC16 M8, dan ACAM 2000 yang dinarasikan merupakan vaksin eksperimental.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.

    Satu kata: TOLAK!!!”

    Namun, benarkah pemerintah akan berikan vaksin eksperimental cacar monyet untuk masyarakat Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    WHO menetapkan Mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern pada tanggal 14 Agustus 2024. Saat ini telah dilaporkan sebanyak 88 kasus konfirmasi dari tahun 2022-2024 di Indonesia. Kasus terakhir dilaporkan pada 4 Juni 2024. Hingga 22 Agustus 2024, seluruh kasus konfirmasi (88 kasus) sudah dinyatakan sembuh.

    Dilansir dari laman Kemenkes, vaksin Mpox yang sebelumnya merupakan vaksin untuk penyakit smallpox, namun telah dilakukan pengembangan dan penilitian sehingga dapat digunakan untuk pencegahan Mpox, namun ketersediaan global masih terbatas.

    Beberapa negara merekomendasikan vaksinasi untuk orang yang berisiko mmisalnya seseorang yang pernah kontak dekat dengan penderita Mpox, yang harus dipertimbangkan untuk divaksinasi. Vaksinasi massal tidak dianjurkan saat ini.

    Dilansir dari WHO, ketiga vaksin yang terdapat dalam infografis yaitu Imvamune, LCI16M8 dan ACAM2000 awalnya dikembangkan untuk mencegah cacar, sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus variola.

    Berdasarkan data tersebut, vaksin-vaksin ini juga masih efektif dalam melawan virus-virus lain yang masuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae, seperti mpox.

    Saat ini, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine mengatakan jenis vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah golongan Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), yakni vaksin turunan smallpox generasi ke-3 yang bersifat non-replicating. Vaksin ini sudah mendapat rekomendasi WHO untuk digunakan saat wabah Mpox, dilansir dari ANTARA.

    Jadi, infografis yang disebarkan benar, PT Bio Farma (Persero) pada 2022 mempersiapkan sejumlah skema pengadaan tiga kandidat vaksin Monkeypox untuk didatangkan ke Indonesia sebagai upaya penanggulangan dini penyakit cacar monyet sesuai yang di infografis.

    Namun, pernyataan vaksin tersebut merupakan eksperimen merupakan sebuah kekeliruan.

    Klaim: Pemerintah siapkan vaksin percobaan cacar monyet untuk masyarakat Indonesia

    Rating: Misinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-22499) [PENIPUAN] Akun WhatsApp Kepala Kejari Pesisir Selatan

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 07/09/2024

    Berita

    +62 852-829-9952
    ~Kejari

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari akun Instagram Kejari Pesisir Selatan.

    Beredar nomor WhtasApp 0852 8299 952 memasang foto profil logo kejaksaan negeri. Akun tersebut mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan.

    Saat ditelusuri pada akun Instagram @.kejari_pesisirselatan ditemukan postingan mengenai nomor WhatsApp tersebut. Pihak Kejari meminta masyarakat tidak menanggapi dan melaporkan jika menerima pesan yang mengatasnmakan pimpinan dan pegawai Kejari Pesisir Selatan.

    Dapat disimpulkan akun WhatsApp bernomor 0852 8299 952 mengaku sebagai Kepala Kejari Pesisir Selatan adalah akun tiruan sehingga dikategorikan sebagai konten tiruan

    Kesimpulan

    Kejari Pesisir Selatan memberikan klarifikasi bahwa nomor yang beredar bukan milik Kepala Kejari Pesisir Selatan.

    Rujukan