(GFD-2024-22583) Keliru, Demo Peringatan Darurat adalah Agenda Kudeta dari CIA Terhadap Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2024
Berita
Sejumlah akun di X (sebelumnya Twitter) mengunggah konten yang mengklaim unjuk rasa Peringatan Darurat untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi pada 22 Agustus 2024 lalu adalah kudeta terhadap Jokowi yang disponsori Badan Intelijen Amerika (CIA).
Konten pertama [ arsip ] dibagikan pada 23 Agustus, menyebut kudeta tersebut karena Jokowi pro terhadap Palestina dan Cina. Konten itu juga membagikan artikel dari situs Mint Press News tentang National Endowment for Democracy (NED) sebagai agen CIA yang berada di balik operasi tersebut dengan menyalurkan pendanaan kepada NGO.
Kemudian pada 1 September, sebuah akun membagikan konten kedua [ arsip ] berisi klaim tentang kemiripan bendera CIA dengan logo garuda biru yang menjadi simbol gerakan Peringatan Darurat.
Benarkah demo Peringatan Darurat adalah agenda kudeta dari CIA terhadap Jokowi? Berikut pemeriksaan faktanya.
Hasil Cek Fakta
Klaim 1: Aksi ‘Peringatan Darurat’ agenda CIA untuk mengkudeta Jokowi yang pro Palestina dan Cina
Fakta:Aksi Peringatan Darurat yang dimulai dari pemasangan logo garuda biru di media sosial pada 21-22 Agustus 2024, bukanlah aksi yang disponsori Badan Intelijen Amerika melalui National Endowment for Democracy (NED) untuk mengkudeta Jokowi karena pro Palestina dan Cina.
Aksi tersebut untuk memprotes langkah DPR RI yang akan menganulir keputusan Mahkamah Konstitusi melalui pengesahan RUU Pilkada yang awalnya dijadwalkan pada 22 Agustus, sebagaimana telah banyak diulas di berbagai media massa. Padahal sesuai amanat UUD 1945 hasil amandemen pada Pasal 24C, disebutkan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final.
Dikutip dari Antara, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan manuver Baleg DPR RI tersebut kental kepentingan memuluskan langkah anak bungsu Presiden Jokowi yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah, karena usianya belum genap 30 tahun saat masa pendaftaran dan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur yang dijadwalkan 22 September 2024.
Sejumlah kalangan dari berbagai elemen seperti mahasiswa, organisasi sipil, serikat buruh, selebritis, komika, dan media menyalakan sinyal peringatan darurat melalui media sosial pada 21 Agustus 2024, dan memobilisasi diri untuk turun ke jalan seiring kabar DPR menganulir Putusan MK itu pada 22 Agustus.
Visiting Senior Fellow di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Max Lane, dalam artikelnya berjudul “ Dynastic Politics Provokes Nationwide Demonstrations ” menganalisis tidak ada kekuatan politik besar yang menyerukan demonstrasi tersebut. Secara khusus, PDI-P juga tidak menyerukan aksi protes itu. Seruan untuk berdemonstrasi beredar melalui media sosial dengan slogan “Indonesia Darurat”. Mobilisasi mahasiswa dari berbagai kampus terlihat dalam rekaman dan foto di media sosial, tetapi tidak ada kelompok, kampus, aliansi masyarakat sipil, atau serikat tertentu yang mendominasi.
Menurut Max yang pernah menjadi akademisi di University of Sydney, Victoria University (Melbourne), Murdoch University dan National University of Singapore, momentum demonstrasi besar-besaran tersebut karena faktor manuver Joko Widodo yang dimulai sejak anak sulungnya Gibran menjadi wakil presiden, telah mengasingkan masyarakat sipil dan sebagian besar masyarakat. Dengan dukungan Jokowi, Prabowo juga memenangkan 58 persen suara. Ini berarti bahwa 42 persen pemilih menentang Prabowo dan Widodo.
Pernyataan protes oleh akademisi berkembang biak seperti halnya pernyataan dari LSM dan kelompok-kelompok lain. Film dokumenter Dirty Vote, yang mengungkap manuver Jokowi, mengumpulkan jutaan penayangan di YouTube. Sejak kemenangan Prabowo, manuver-manuver selanjutnya yang dilakukan Jokowi telah memperkuat persepsi bahwa ia tengah membangun dinasti politik. Persepsi ini semakin menguat ketika Jokowi berupaya mengganti Ketua Umum Partai Golkar saat ini, partai terbesar kedua dalam koalisi Prabowo, dengan sekutu yang pro-Jokowi.
Klaim 2: National Endowment for Democracy (NED) sebagai agen CIA yang berada di balik operasi mengkudeta Jokowi dengan menyalurkan pendanaan kepada NGO
Fakta:Berdasarkan penelusuran Tempo, klaim tersebut tidak disertai dengan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai keterlibatan NED dan lembaga-lembaga di Indonesia melakukan operasi mengkudeta Jokowi melalui aksi ‘Peringatan Darurat’.
Laporan yang dipublikasikan situs Mint Press News tersebut hanya merujuk opini David Ignatius yang dipublikasikan di Washington Post pada 21 September 1991. David menulis tentang pengakuan Allen Weinstein, seorang aktivis pro-demokrasi di Washington yang mengaku bahwa ia bersama CIA terlibat dalam kudeta 1991 di Uni Soviet.
Mengutip Media Bias Fact Check, Mint Press bukanlah sumber kredibel (questionable source). Artikel yang diterbitkan media ini kerap memiliki bias yang ekstrim, mempromosikan propaganda dan konspirasi secara konsisten, menggunakan sumber yang buruk atau tidak ada sumber informasi yang kredibel, tidak ada transparansi, dan menyebarkan berita palsu.
Dikutip dari laman National Endowment for Democracy (NED), organisasi tersebut sejak tahun 1983 mendapat mandat berdasarkan Undang-Undang Kongres Amerika Serikat sebagai organisasi pemberi hibah nirlaba independen yang didedikasikan untuk memperkuat institusi dan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia.
NED memiliki empat lembaga inti yaitu Center for International Private Enterprise, International Republican Institute, National Democratic Institute, dan Solidarity Center yang memiliki fokus pada gerakan demokrasi di seluruh Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin, kawasan Asia Pasifik, dan Afrika. Organisasi tersebut secara terbuka mempublikasikan siapa saja organisasi yang menerima pendanaan dengan program-program yang terkait penguatan demokrasi, termasuk Indonesia.
Menurut Ian Wilson, dosen senior Politik Internasional dan Studi Keamanan di Universitas Murdoch, Australia Barat, artikel di Mint Press News tersebut ditulis oleh Kit Klarenberg, yang bekerja untuk Grayzone, outlet pro-Rusia, Cina, dan pemerintah Suriah yang diidentifikasi sebagai upaya rezim-rezim di tiga negara tersebut untuk menyebarkan narasi kepada khalayak kiri progresif secara global.
Artikel tersebut, kata dia, menggunakan kerangka ideologi yang sederhana yaitu adanya perang global antara imperialisme AS dan kontra-imperialis yang mencoba mengaitkan bahwa hampir setiap upaya transformasi politik yang tidak mereka setujui sebagai ‘didukung oleh CIA’.
Penulisnya juga menunjukkan tidak memahami tentang politik atau masyarakat Indonesia, dan hanya menerapkan formula tersebut untuk menginterupsi berbagai peristiwa dengan cara-cara yang mendukung posisi ideologis mereka. Bisa disebut bahwa isi artikel tersebut hanya untuk mendelegitimasi gerakan-gerakan sosial yang menyerukan akuntabilitas atau reformasi.
“Saya berpikir bahwa analisis tersebut sangat merendahkan, jika bukan rasis, karena menggambarkan orang Indonesia sebagai boneka yang tidak punya pikiran, tanpa memiliki kemampuan politik atau wawasan,” kata dia kepada Tempo melalui email, 10 September 2024.
Menurut Ian yang juga Ketua Akademik Program Keamanan Global, dan Wakil Direktur Pusat Penelitian Indo-Pasifik, delegitimasi seperti itu adalah taktik klasik para diktator dan kaki tangannya di seluruh dunia untuk membuat gerakan dan protes yang tulus karena ada campur tangan pihak luar.
Ia juga menemukan persamaan narasi tersebut dengan pernyataan Prabowo baru-baru ini yang berusaha menyimpulkan bahwa peristiwa 1998 disebabkan oleh campur tangan asing, untuk mendiskreditkan dan mendelegitimasi transformasi sosial dan politik yang tulus yang digerakkan oleh rakyat Indonesia. “Sementara juga menunjukkan preferensi politiknya sendiri terhadap otoritarianisme.”
Pernyataan Prabowo tersebut dapat dibaca di artikel Kompas ini.
Klaim 3: Logo garuda biru mirip logo CIA
Fakta:Logo garuda biru sejatinya diambil dari penggalan video yang diunggah oleh EAS Indonesia Concept tentang esistem peringatan dini pada 24 Oktober 2022. Dilansir BBC, berdasarkan analisis jaringan sosial
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim demo Peringatan Darurat merupakan agenda kudeta dari CIA terhadap Jokowi adalahkeliru.
Aksi tersebut merupakan respon cepat yang dilakukan warganet, akademisi, seniman, jurnalis, buruh dan organisasi masyarakat sipil. Tidak ada bukti yang menunjukkan gerakan tersebut didorong atau diorkestrasi oleh kekuatan asing maupun kekuatan partai politik di dalam negeri.
Rujukan
- https://x.com/davidkersten/status/1826809723448164753
- https://web.archive.org/web/20240910032931/
- https://twitter.com/x/migrate?tok=7b2265223a222f64617669646b65727374656e2f7374617475732f31383236383039373233343438313634373533222c2274223a313732353933383937317d84a9369cc690af9cdbcc838383eeecff
- https://x.com/FDonghun/status/1830108170599170419?t=sAVi9go7_bCCYnfPOD8dXA&s=08
- https://web.archive.org/web/20240911041810/
- https://x.com/x/migrate
- https://nasional.tempo.co/read/1907781/6-hal-tentang-aksi-masif-kawal-putusan-mk
- https://sultra.antaranews.com/berita/467155/pengamat-politik-nilai-pembahasan-di-dpr-kental-kepentingan-guna-muluskan-kaesang
- https://fulcrum.sg/dynastic-politics-provokes-nationwide-demonstrations/
- https://www.washingtonpost.com/archive/opinions/1991/09/22/innocence-abroad-the-new-world-of-spyless-coups/92bb989a-de6e-4bb8-99b9-462c76b59a16/
- https://mediabiasfactcheck.com/mint-press-news/
- https://www.ned.org/about/
- https://nasional.kompas.com/read/2024/08/25/08304201/prabowo-singgung-kekuataan-asing-saat-krisis-1998-semua-masalah-itu-dihasut
- https://www.youtube.com/watch?v=JTcOy3bJ4p4
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/cpdlj0x9yyjo
- https://x.com/BudiBukanIntel/status/1826064802386686042/photo/1
- https://fulcrum.sg/indonesias-emergency-warning-movement-against-jokowis-political-dynasty/
- https://narasi.tv/read/narasi-daily/apa-maksud-unggahan-peringatan-darurat-dan-hubungannya-dengan-putusan-mk
(GFD-2024-22586) [KLARIFIKASI] Hasil Rontgen Penderita Sistiserkosis Dinarasikan Keliru
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar foto rontgen atau X-ray tubuh perempuan yang dinarasikan makan daging babi mentah selama 10 tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang beredar keliru.
Narasi mengenai gambar hasil pemeriksaan X-ray tubuh perempuan yang makan daging babi mentah selama 10 tahun disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah akun pada 23 Agustus 2024:
Tubuh seorang gadis di Tiongkok penuh dengan parasit setelah makan daging babi mentah selama 10 tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang beredar keliru.
Narasi mengenai gambar hasil pemeriksaan X-ray tubuh perempuan yang makan daging babi mentah selama 10 tahun disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah akun pada 23 Agustus 2024:
Tubuh seorang gadis di Tiongkok penuh dengan parasit setelah makan daging babi mentah selama 10 tahun.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri jejak digital foto yang beredar.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke situs web news.120ask.com, pada 21 Januari 2016.
Foto serupa ditemukan di situs China National Radio, 19 Januari 2016.
Berikut keterangan pada foto yang dipasang pada situs tersebut:
Bintik putih di kaki disebabkan oleh parasit. Foto milik First Provincial Hospital.
Berdasarkan informasi di dua situs tersebut, foto rontgen yang beredar milik seorang perempuan asal Desa Yubeng, Deqin, China.
Perempuan yang diberi nama samaran Tingting itu berusia 23 tahun ketika diperiksa di Departemen Neurolog, First Provincial Hospital. Ia mengeluhkan sakit kepala dan nyeri paha.
Ternyata rasa sakit itu disebabkan oleh parasit. Tingting makan daging babi mentah saat usia 10 tahun.
Tidak dijelaskan seberapa sering dan konsisten perempuan tersebut makan daging mentah.
Saat masih kecil, tidak ada yang memberitahu Tingting bahwa daging mentah berbahaya karena dapat menginfeksikan parasit.
Dari berbagai data pemeriksaan X-ray, parasit tidak hanya menyebar di kaki, tetapi juga otak, bola mata belakang, dinding perut, otot punggung, lidah, dan otot wajah Tinting.
Setelah menjalani tes darah, dokter memastikan Tinting didiagnosis mengalami infeksi sistiserkosis.
Dilansir situs Kementerian Kesehatan, sistiserkosis merupakan infeksi jaringan infeksi jaringan parasit yang disebabkan oleh kista larva cacing pita Taenia solium yang biasa hidup dalam tubuh babi.
Sistiserkosis dapat menular pada manusia jika telur cacing pita tertelan.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke situs web news.120ask.com, pada 21 Januari 2016.
Foto serupa ditemukan di situs China National Radio, 19 Januari 2016.
Berikut keterangan pada foto yang dipasang pada situs tersebut:
Bintik putih di kaki disebabkan oleh parasit. Foto milik First Provincial Hospital.
Berdasarkan informasi di dua situs tersebut, foto rontgen yang beredar milik seorang perempuan asal Desa Yubeng, Deqin, China.
Perempuan yang diberi nama samaran Tingting itu berusia 23 tahun ketika diperiksa di Departemen Neurolog, First Provincial Hospital. Ia mengeluhkan sakit kepala dan nyeri paha.
Ternyata rasa sakit itu disebabkan oleh parasit. Tingting makan daging babi mentah saat usia 10 tahun.
Tidak dijelaskan seberapa sering dan konsisten perempuan tersebut makan daging mentah.
Saat masih kecil, tidak ada yang memberitahu Tingting bahwa daging mentah berbahaya karena dapat menginfeksikan parasit.
Dari berbagai data pemeriksaan X-ray, parasit tidak hanya menyebar di kaki, tetapi juga otak, bola mata belakang, dinding perut, otot punggung, lidah, dan otot wajah Tinting.
Setelah menjalani tes darah, dokter memastikan Tinting didiagnosis mengalami infeksi sistiserkosis.
Dilansir situs Kementerian Kesehatan, sistiserkosis merupakan infeksi jaringan infeksi jaringan parasit yang disebabkan oleh kista larva cacing pita Taenia solium yang biasa hidup dalam tubuh babi.
Sistiserkosis dapat menular pada manusia jika telur cacing pita tertelan.
Kesimpulan
Foto X-ray perempuan penderita sistiserkosis disebarkan dengan narasi keliru.
Perempuan berusia 23 tahun asal Desa Yubeng, Deqin, China tersebut makan daging babi mentah saat usia 10 tahun.
Namun tidak diketahui seberapa sering dan konsisten perempuan tersebut makan daging mentah.
Perempuan berusia 23 tahun asal Desa Yubeng, Deqin, China tersebut makan daging babi mentah saat usia 10 tahun.
Namun tidak diketahui seberapa sering dan konsisten perempuan tersebut makan daging mentah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=921067726703430&set=a.235887951888081
- https://www.facebook.com/photo?fbid=475303755495952&set=pcb.3863446443944968
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1048244316696574&set=a.141474330706915
- https://tineye.com/search/06da0f0bcb38af697a67fea15a9a499fbc975bf7?sort=crawl_date&order=asc&page=2
- https://news.120ask.com/post/11666.html
- https://news.cnr.cn/native/gd/20160119/t20160119_521170778.shtml
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2290/sistiserkosis
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22587) Cek fakta, Maarten Paes lakukan wawancara dengan gunakan bahasa Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube short menampilkan kiper Timnas Indonesia Maarten Paes melakukan wawancara usai pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi pada Jumat (6/9/2024) lalu.
Pemain yang dipuji Presiden Jokowi setelah menahan imbang Australia dengan skor 0-0 pada Selasa (10/09), tersebut terlihat menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Martin paes Paseh bener bahasa Indonesianya #timnasindonesia #marteenpaes”
Namun, benarkah video Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia yang lancar pada saat wawancara tersebut?
Pemain yang dipuji Presiden Jokowi setelah menahan imbang Australia dengan skor 0-0 pada Selasa (10/09), tersebut terlihat menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Martin paes Paseh bener bahasa Indonesianya #timnasindonesia #marteenpaes”
Namun, benarkah video Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia yang lancar pada saat wawancara tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, unggahan video wawancara tersebut serupa dengan unggahan TikTok ini. Dalam video tersebut, wartawan menanyakan menggunakan Bahasa Inggris, bagaimana penampilan Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Saudi Arabia.
Menurut Paes, seluruh Tim (Timnas Indonesia) sudah melakukan yang terbaik. Kedua tim (baik Timnas Saudi dan Indonesia) bermain dengan sangat baik.
Penjaga gawang klub FC Dallas di Major League Soccer (MLS) itu menjelaskan, dirinya rutin belajar bahasa Indonesia untuk memperlancar komunikasi dan adaptasi dengan tim nasional.
Paes pun menargetkan dirinya sudah lancar berbahasa Indonesia pada bulan Oktober 2024.
"Mungkin bulan depan saya bisa diwawancarai dengan bahasa Indonesia," kata pesepak bola berusia 26 tahun tersebut, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Menurut Paes, seluruh Tim (Timnas Indonesia) sudah melakukan yang terbaik. Kedua tim (baik Timnas Saudi dan Indonesia) bermain dengan sangat baik.
Penjaga gawang klub FC Dallas di Major League Soccer (MLS) itu menjelaskan, dirinya rutin belajar bahasa Indonesia untuk memperlancar komunikasi dan adaptasi dengan tim nasional.
Paes pun menargetkan dirinya sudah lancar berbahasa Indonesia pada bulan Oktober 2024.
"Mungkin bulan depan saya bisa diwawancarai dengan bahasa Indonesia," kata pesepak bola berusia 26 tahun tersebut, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-22588) Hoaks Paus Minta Gereja Indonesia Legalkan Pasangan Sesama Jenis
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2024
Berita
tirto.id - Kedatangan Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus, dalam perjalanan Apostolik ke Indonesia, ramai mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk di media sosial. Meski tak jarang, narasi yang beredar tak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Sebelumnya, Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terkait informasi dalam bentuk poster yang menyebut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia. Hasilnya, klaim tersebut adalah hoaks.
Baru-baru ini, kembali beredar klaim yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik di Indonesia untuk memberkati dan melegalkan pernikahan pasangan sesama jenis.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Threads bernama “aminalfatih465” pada Kamis (5/9/2024) lewat unggahan gambar yang menampilkan Paus Fransiskus disertai judul artikel berita bertuliskan “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Berkati Pasangan Sesama Jenis Walau Pernikahan Tak Diakui”.
Sementara, berikut keterangan takarir yang ditulis akun tersebut:
“Jadi ini maksud tujuannya datang ke Indonesia??? Apakabar kaum Mayo di negara tersabar ini menghadapi permintaan kaum Mino yang kesannya kok makin kurang asem ya”
Tirto juga menemukan narasi serupa di platform Facebook yang diunggah oleh akun “Resep Mama Fandel”, “Rahmi Ahmad”, dan “Zie Zian” pada Kamis (5/9/2024).
“Inilah misi paus datang ke Indonesia. Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo) Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus," tulis salah satu akun Facebook tersebut.
Sepanjang Kamis (5/9/2024) hingga Rabu (11/9/2024), atau selama enam hari tersebar di Threads, unggahan itu telah memperoleh 553 tanda suka, 852 komentar, 44 kali diunggah ulang, dan 190 kali dibagikan.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik memberkati pasangan sesama jenis?
Sebelumnya, Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terkait informasi dalam bentuk poster yang menyebut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia. Hasilnya, klaim tersebut adalah hoaks.
Baru-baru ini, kembali beredar klaim yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik di Indonesia untuk memberkati dan melegalkan pernikahan pasangan sesama jenis.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Threads bernama “aminalfatih465” pada Kamis (5/9/2024) lewat unggahan gambar yang menampilkan Paus Fransiskus disertai judul artikel berita bertuliskan “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Berkati Pasangan Sesama Jenis Walau Pernikahan Tak Diakui”.
Sementara, berikut keterangan takarir yang ditulis akun tersebut:
“Jadi ini maksud tujuannya datang ke Indonesia??? Apakabar kaum Mayo di negara tersabar ini menghadapi permintaan kaum Mino yang kesannya kok makin kurang asem ya”
Tirto juga menemukan narasi serupa di platform Facebook yang diunggah oleh akun “Resep Mama Fandel”, “Rahmi Ahmad”, dan “Zie Zian” pada Kamis (5/9/2024).
“Inilah misi paus datang ke Indonesia. Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo) Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus," tulis salah satu akun Facebook tersebut.
Sepanjang Kamis (5/9/2024) hingga Rabu (11/9/2024), atau selama enam hari tersebar di Threads, unggahan itu telah memperoleh 553 tanda suka, 852 komentar, 44 kali diunggah ulang, dan 190 kali dibagikan.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik memberkati pasangan sesama jenis?
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan menelusuri judul artikel berita yang disertakan dalam unggahan tersebut.
Kami memasukan kata kunci dari judul yang tertera dalam unggahan “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Berkati Pasangan Sesama Jenis Walau Pernikahan Tak Diakui” ke mesin pencarian Google.
Hasilnya, kami menemukan bahwa judul artikel berita tersebut merupakan judul dari artikel yang diunggah di laman Sindonews.com pada Sabtu (7/10/2023). Artikel tersebut sendiri memang memuat pernyataan Paus Fransiskus yang menyarankan Gereja Katolik agar bisa memberkati pasangan sesama jenis.
“Kita tidak bisa menjadi hakim yang hanya mengingkari, menolak dan mengecualikan,” ujar Paus, seperti dikutip Sindonews yang melansir dari BBC, Jumat (6/10/2023).
Meski begitu, Paus Fransiskus menekankan bahwa Gereja masih menganggap hubungan sesama jenis “secara objektif berdosa” dan tidak akan mengakui pernikahan sesama jenis. Saran Paus Fransiskus itu merupakan salah satu dari sejumlah permintaan yang dikirimkan kepadanya menjelang pertemuan global Gereja Katolik di Vatikan pada Oktober 2023 lalu.
Dilihat dari keterangan waktu unggahan, artikel tersebut merupakan artikel lama yang diunggah pada Oktober 2023 lalu jauh sebelum kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2023 ini. Jadi, secara konteks, pernyataan Paus Fransiskus tersebut tidak terkait dengan kunjungannya ke Indonesia baru-baru ini.
Sebagai informasi, Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia dalam perjalanan Apostolik pada 3-6 September 2024.
Mengutip laporan Tirto, Paus Fransiskus memulai kegiatannya pada Rabu (4/9/2024) dengan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, hingga bertemu dengan uskup, imam, diakon, para biarawati, seminaris, hingga katekis di Gereja Maria Diangkat ke Surga di Gereja Katedral Jakarta.
Keesokan harinya pada Kamis (5/9/2024), Paus diketahui menghadiri pertemuan lintas agama di Masjid istiqlal Jakarta. Setelah itu, ia bertemu dengan penerima manfaat organisasi amal di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Acara selanjutnya adalah memimpin misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Pada hari terakhir kunjungannya ke Indonesia, yakni Jumat (6/9/2024), Paus Fransiskus bertolak dari Jakarta menuju Port Moresby, Papua Nugini, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekitar pukul 9.45 WIB.
Berdasarkan pengamatan Tirto saat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024 itu, tidak ada satupun pernyataan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia tersebut soal pernikahan sesama jenis. Termasuk soal saran agar Gereja Katolik di Indonesia memberkati dan melegalkan pernikahan sesama jenis.
Mengutip laporan Kompas, Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci (Vatikan), Michael Trias Kuncahyono, menyampaikan bahwa tujuan Paus Fransiskus datang ke Indonesia adalah untuk mengapresiasi kebebasan dalam beragama, terutama Katolik.
“Kemudian juga (Paus Fransiskus) ingin kembali belajar tentang bagaimana negeri yang sangat beragam ini bisa rukun antar-agama,” kata Michael Trias di Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Kami memasukan kata kunci dari judul yang tertera dalam unggahan “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Berkati Pasangan Sesama Jenis Walau Pernikahan Tak Diakui” ke mesin pencarian Google.
Hasilnya, kami menemukan bahwa judul artikel berita tersebut merupakan judul dari artikel yang diunggah di laman Sindonews.com pada Sabtu (7/10/2023). Artikel tersebut sendiri memang memuat pernyataan Paus Fransiskus yang menyarankan Gereja Katolik agar bisa memberkati pasangan sesama jenis.
“Kita tidak bisa menjadi hakim yang hanya mengingkari, menolak dan mengecualikan,” ujar Paus, seperti dikutip Sindonews yang melansir dari BBC, Jumat (6/10/2023).
Meski begitu, Paus Fransiskus menekankan bahwa Gereja masih menganggap hubungan sesama jenis “secara objektif berdosa” dan tidak akan mengakui pernikahan sesama jenis. Saran Paus Fransiskus itu merupakan salah satu dari sejumlah permintaan yang dikirimkan kepadanya menjelang pertemuan global Gereja Katolik di Vatikan pada Oktober 2023 lalu.
Dilihat dari keterangan waktu unggahan, artikel tersebut merupakan artikel lama yang diunggah pada Oktober 2023 lalu jauh sebelum kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2023 ini. Jadi, secara konteks, pernyataan Paus Fransiskus tersebut tidak terkait dengan kunjungannya ke Indonesia baru-baru ini.
Sebagai informasi, Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia dalam perjalanan Apostolik pada 3-6 September 2024.
Mengutip laporan Tirto, Paus Fransiskus memulai kegiatannya pada Rabu (4/9/2024) dengan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, hingga bertemu dengan uskup, imam, diakon, para biarawati, seminaris, hingga katekis di Gereja Maria Diangkat ke Surga di Gereja Katedral Jakarta.
Keesokan harinya pada Kamis (5/9/2024), Paus diketahui menghadiri pertemuan lintas agama di Masjid istiqlal Jakarta. Setelah itu, ia bertemu dengan penerima manfaat organisasi amal di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Acara selanjutnya adalah memimpin misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Pada hari terakhir kunjungannya ke Indonesia, yakni Jumat (6/9/2024), Paus Fransiskus bertolak dari Jakarta menuju Port Moresby, Papua Nugini, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekitar pukul 9.45 WIB.
Berdasarkan pengamatan Tirto saat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024 itu, tidak ada satupun pernyataan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia tersebut soal pernikahan sesama jenis. Termasuk soal saran agar Gereja Katolik di Indonesia memberkati dan melegalkan pernikahan sesama jenis.
Mengutip laporan Kompas, Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci (Vatikan), Michael Trias Kuncahyono, menyampaikan bahwa tujuan Paus Fransiskus datang ke Indonesia adalah untuk mengapresiasi kebebasan dalam beragama, terutama Katolik.
“Kemudian juga (Paus Fransiskus) ingin kembali belajar tentang bagaimana negeri yang sangat beragam ini bisa rukun antar-agama,” kata Michael Trias di Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan bukti yang membenarkan klaim bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik memberkati pasangan sesama jenis.
Judul artikel berita yang disertakan dalam unggahan adalah artikel lama yang secara konteks tidak berkaitan dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Selain itu, selama kunjungan ke Indonesia pada 3-6 September 2024, Paus tidak memberikan pernyataan apapun terkait pernikahan sesama jenis.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik memberkati pasangan sesama jenis bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Judul artikel berita yang disertakan dalam unggahan adalah artikel lama yang secara konteks tidak berkaitan dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Selain itu, selama kunjungan ke Indonesia pada 3-6 September 2024, Paus tidak memberikan pernyataan apapun terkait pernikahan sesama jenis.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk menyarankan Gereja Katolik memberkati pasangan sesama jenis bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://tirto.id/hoaks-poster-hmi-tolak-kedatangan-paus-fransiskus-di-indonesia-g3yi
- https://www.threads.net/@aminalfatih465/post/C_guZh-xx4W?fbclid=IwY2xjawFHUM5leHRuA2FlbQIxMAABHfKoD0z2Xk_bJHqP5mAbVFkk7f4YM59ZUNzcruA4HxUXNJFEnztH1vTcrQ_aem_0Mk2-aihaS7ySJvT2GJ6wQ
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=122177556812211537&id=61556346124847&_rdc=2&_rdr
- https://www.facebook.com/100020238649989/posts/1548389012512372/?mibextid=oFDknk&rdid=KHFG2XVLsURizgyy
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1241956923500533&id=100030587121902&mibextid=oFDknk&rdid=rhiQKBOXPY4ySpfj
- https://international.sindonews.com/read/1219527/41/paus-fransiskus-sarankan-gereja-katolik-bisa-berkati-pasangan-sesama-jenis-1696619440
- https://tirto.id/rangkaian-agenda-paus-fransiskus-di-indonesia-3-6-september-2024-g3g3
- https://nasional.kompas.com/read/2024/08/30/06344271/dubes-indonesia-untuk-vatikan-kedatangan-paus-fransiskus-untuk-apresiasi
Halaman: 2862/7919




