• (GFD-2024-22576) [SALAH] KAESANG RESMI JADI DPO

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 11/09/2024

    Berita

    KAESANG RESMI DPO ?, DILAPORKAN HILANG KE BARESKRIM .‪@garispolitik1320‬

    MENGEJUTKAN..!
    KAESANG RESMI DPO??
    HILANG & DILAPORKAN KE BARESKRIM

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video bernarasikan hilang dan dilaporkan ke Bareskrim, Kaesang Pangarep resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) beredar dari channel youtube bernama Garis Politik pada 4 September 2024.

    Setelah dilakukan penelusuran, gambar thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi dari gabungan beberapa gambar berbeda. Beberapa cuplikan video yang ditampilkan juga tidak mendukung klaim narasi.

    Gambar seorang polisi sedang memegang ponsel dalam thumbnail itu mirip dengan gambar yang dimuat dalam artikel tribratanews.com yang berjudul “Bagi Pelamar Kerja, Waspada Modus Penipuan Giveaway Berujung Pinjol”.

    Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari cnnindonesia.com berjudul “Aktivis 98 Adukan Kaesang Hilang ke Polisi”. Artikel ini membahas tetang sejumlah eksponen aktivis 98 membuat aduan soal hilangnya Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep ke Polda Metro Jaya, Rabu, 4 September 2024.

    Daftar Pencarian Orang (DPO) sendiri merupakan sebuah istilah di bidang hukum atau kriminalitas yang merujuk kepada daftar orang-orang yang dicari atau yang menjadi target oleh pihak aparat kepolisian.

    Berdasarkan penjelasan di atas, narasi dengan klaim Kaesang resmi jadi DPO adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya tidak ditemukan informasi kredibel terkait Kaesang resmi jadi DPO. Selain thumbnail merupakan hasil manipulasi, video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22577) [SALAH] PRABOWO PERINTAHKAN OKNUM POLISI SERET GIBRAN KE PENJARA

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 11/09/2024

    Berita

    MEM4LUKAN!! GIBR4N TERBUKTI HIN42 PR4BOWO HINGGA KATAI ANAKNYA, WAPRES KOK GINI ~ BREAKING NEWS

    BREAKING NEWS
    SELURUH DUNIA MENYAKSIKAN
    PRABOWO PERINTAHKAN OKNUM POLISI, SERET GIBRAN KE PENJARA?

    Hasil Cek Fakta

    Channel youtube bernama Infotama News membagikan sebuah video bernarasikan Prabowo Subianto perintahkan oknum polisi untuk seret Gibran Rakabuming Raka ke penjara karena terbukti hina Prabowo dan anaknya. Video tersebut diunggah pada 5 September 2024.

    Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan informasi terkait klaim narasi yang berdar. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.

    Pada awal video terdapat narasi yang membahas tetang netizen yang menemukan lebih banyak bukti bahwa Gibran adalah pemilik akun Kaskus dengan nama pengguna fufufafa yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) X. Narasi itu bersumber dari salah satu artikel gelora.com berjudul “Fufufafa Trending di X, Netizen Buktikan Akun Kaskus yang Ejek Prabowo Milik Gibran Rakabuming”.

    Selain itu, narator juga membacakan artikel lainnya dari gelora.co dengan judul “Soal Anies Dijegal, Rocky Gerung: Dia akan jadi Pesaing Gibran ke Depan, Itulah yang Dikhawatirkan Mulyono”. Dalam artikel ini membahas tentang pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi ucapan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono soal ‘Mulyono and The Gank’ menjegal Anies Baswedan di Pilkada 2024.

    Dengan demikian, narasi dengan klaim Prabowo perintahkan oknum polisi untuk seret Gibran ke penjara yang disebarkan oleh channel youtube Infotama News adalah keliru dan termaasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Tidak ditemukan pemberitaan terkait klaim narasi Prabowo perintahkan oknum polisi untuk seret Gibran ke penjara. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22581) Cek fakta, artikel Rocky Gerung tantang mahasiswa demo UU hukuman mati koruptor

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/09/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar berita dari media CNN Indonesia dengan judul pengamat politik Indonesia Rocky Gerung geram dengan mahasiswa yang ikut demo revisi UU Pilkada.

    Dalam unggahan tersebut, Rocky Gerung juga menantang mahasiswa yang ikut demo revisi UU Pilkada kemarin untuk mendemo UU hukuman mati bagi koruptor.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Rocky Gerung “GERAM” Sebut Mahasiswa Yang Demo Kemarin, Mahasiswa Dungu Itu, dan Tolol, Hanya dibayar 100K/Kepala, Coba Kalian Demo di DPR, UU Hukum “MATI” Bagi Koruptor, Berani Ngk!! Saya Yakin Ngk”

    Namun, benarkah artikel Rocky Gerung tantang mahasiswa demo UU hukuman mati koruptor?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, ANTARA tidak menemukan judul berita di CNN seperti ditangkapan layar unggahan tersebut. Unggahan CNN 23 Agustus 2024 pukul 10.20.

    ANTARA juga tidak menemukan foto serupa di CNN yang sesuai dengan tangkapan layar tersebut. Namun, foto tersebut serupa dengan unggahan Suara.com pada 2018 yang berjudul “Pengakuan Rocky Gerung Saat Heboh Foto Lebam Ratna Sarumpaet Beredar”. Saat itu Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Selasa (4/12/2018) untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus berita bohong atau hoaks atas tersangka Ratna Sarumpaet.

    Sehingga, judul dalam tangkapan layar tersebut merupakan editan.

    Klaim: Artikel Rocky Gerung tantang mahasiswa demo UU hukuman mati koruptor

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-22582) Keliru, 74 Persen Orang Meninggal Akibat Vaksin Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/09/2024

    Berita



    Sebuah akun Facebook [ arsip ] mengunggah sebuah video yang menyebutkan terdapat 74 persen orang yang meninggal mendadak akibat vaksin Covid-19.

    Video ini berisi pengakuan seseorang bahwa ia mendengar cerita bahwa ada kliennya yang sering sakit setelah menerima vaksin Covid-19. Disebutkan juga, vaksin merusak 2 hal, yaitu membuat darah jadi beku dan merusak DNA.



    Diunggah pada 6 agustus 2024, video ini mendapatkan 29 ribu suka, 5,2 ribu komentar, dan ditayangkan 1,8 juta kali oleh pengguna Facebook. Benarkah 74 persen kematian mendadak akibat vaksin Covid-19? Berikut pemeriksaan faktanya.

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memeriksa klaim tersebut di atas dengan menggunakan sumber terbuka dan pernyataan resmi otoritas kesehatan.

    Klaim 1: 74 Persen kematian mendadak disebabkan vaksin Covid-19

    Fakta: Tempo menemukan narasi tentang kematian mendadak (sudden cardiac death) telah beredar di media sosial sejak Februari 2021.Narasi ini juga disebarkan melalui tulisan berjudul “The Vaccine Death Report” yang dipublikasikan pada laman Stop World Control.

    Narasi ini kembali beredar pada 2024 setelah salinan hasil pemeriksaan dokter terhadap atlet pelajar di New Jersey beredar di media sosial. Hasil tes medis itu menuliskan “vaksinasi Covid mempengaruhi risiko Anda” terhadap “kematian jantung mendadak di lapangan”.

    Dalam laporan berjudul “Analisis kematian setelah vaksinasi COVID-19 dan kematian berlebih selama pandemi pada kaum muda” yang dirilis Office for National Statistic disebutkan berdasarkan hasil analisis data dari tahun 2021-2022 tidak ada perubahan risiko kematian mendadak (sudden cardiac death) setelah vaksinasi pada remaja 12 hingga usia 29 tahun.



    Laporan CDC pada 11 April 2024 berjudul ?? ”Penilaian Risiko Kematian Jantung Mendadak di Kalangan Remaja dan Dewasa Muda Setelah Menerima Vaksin COVID-19 - Oregon, Juni 2021-Desember 2022” juga tidak menemukan bukti bahwa kematian mendadak pada anak muda disebabkan karena mereka menerima vaksinasi Covid-19. “Para peneliti menentukan bahwa kematian pada ketiga kasus tersebut disebabkan oleh penyebab alami,” tulis laporan tersebut.

    Dilansir Reuters, terkait klaim kematian mendadak yang beredar di media sosial, FDA mengatakan “hasil tinjauan terhadap informasi klinis yang tersedia, termasuk sertifikat kematian, otopsi, dan rekam medis, tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan vaksin Covid-19.”

    CDC juga menuliskan bahwa semua vaksin Covid-19 telah melewati uji klinis yang ketat. Uji klinis untuk vaksin dilakukan dengan membandingkan hasil berapa banyak orang yang jatuh sakit, antara orang yang divaksinasi dan orang yang tidak divaksinasi. Hasil dari uji coba menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman dan efektif, terutama terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian.

    Klaim 2: Vaksin Covid-19 menyebabkan pembekuan darah

    Fakta: Dilansir Health University of Utah, pembekuan darah (blood clotting) merupakan komplikasi infeksi SARS-CoV-2 dan efek samping vaksin tertentu yang sangat langka. Penderita Covid-19 yang mendapatkan vaksin memiliki resiko pembekuan darah lebih rendah dibandingkan penderita orang yang belum menerima vaksinasi.

    Dalam laporan European Medicines Agency (EMA) dan CDC memang ditemukan pembekuan darah sebagai efek samping dari vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Johnson&Johnson. Namun efek ini sangat langka karena hanya ditemukan empat kasus  dalam satu juta dosis Johnson & Johnson yang diberikan.

    Dilansir Yale Medicine, pasien Covid-19 yang berisiko mengalami pembekuan darah adalah mereka yang memiliki riwayat medis pembekuan darah sebelumnya atau kelainan pembekuan darah turunan. Juga pada pasien Covid-19 yang parah yang mengalami gagal nafas atau membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, imobilitas yang berkepanjangan dan memiliki riwayat hipertensi, diabetes, obesitas, atau kanker.

    Penelitian yang diterbitkan Jurnal MedRxiv menemukan bahwa pasien dengan infeksi Covid-19 menghadapi risiko pembekuan darah yang jauh lebih tinggi daripada orang yang menerima vaksin mRNA.

    Klaim 3: Vaksin Covid-19 merusak DNA

    Fakta: Dilansir Johns Hopkins Medicine, vaksin COVID-19 dirancang untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus corona.Asam ribonukleat (RNA)  yang terdapat dalam vaksin Covid-19 memang masuk ke dalam sel, tetapi bukan ke dalam inti sel tempat DNA (asam deoksiribonukleat, atau molekul dibutuhkan organisme, termasuk manusia untuk hidup, dan berkembang biak) berada. MRNA (messenger RNA) berfungsi untuk menghasilkan protein yang merangsang sistem kekebalan tubuh, dan kemudian dengan cepat rusak tanpa mempengaruhi DNA.

    NIH juga menegaskan bahwa vaksin mRNA aman dan tidak dapat mengubah DNA. Vaksin yang diberikan bekerja materi genetik yang dirancang untuk dipecah dan dihilangkan, sehingga tidak berintegrasi dengan DNA manusia.



    Laman National Human Genome Research Institute menuliskan bahwa tidak ada risiko vaksin mRNA mengubah DNA karena mRNA tidak memiliki kemampuan untuk mengubah DNA. Sel-sel secara konstan membuat mRNA sendiri. MRNA sintesis dalam vaksin berfungsi seperti mRNA lain yang dibuat oleh sel tubuh. 

    Kesimpulan



    Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan klaim yang menyebutkan vaksin Covid-19 menyebabkan 74 persen kematian mendadak, pembekuan darah, dan merusak DNA adalahkeliru.

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan otoritas kesehatan dunia dan  akademisi, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan kematian mendadak yang terjadi disebabkan oleh vaksin Covid-19. Dari data yang diajukan, kematian tersebut terjadi secara alamiah dan disebabkan penyakit lain yang menyertai. Otoritas kesehatan sampai saat ini meyakini vaksin Covid-19 yang didistribusikan aman dan efektif mencegah virus Corona.

    Rujukan