Baru-baru ini beredar sebuah video dan narasi yang menyebut polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan cara dicampurkan ke dalam tepung gorengan, di Kawasan Bogor, Jawa Barat.
Dalam video berdurasi 1.28 menit yang tersebar di Group Whatsapp dan beberapa media sosial itu, dinarasikan bahwa polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan dicampurkan pada tepung gorengan. Pencampuran narkoba dalam tepung ini disebut bisa membuat gorengan lebih crispy dan lebih enak, sehingga bisa membuat orang kecanduan.
Berikut narasi yang disebar dengan video tersebut:
"Ini jauuuuh lebih berbahaya dari penguna Narkoba. Hrs dicari pemodal & kartelnya, tembak mati seluruh TV jaringannya. Sdh subversif.
Ngeriii PRODUKSI
& PENYEBARAN-Nya ADA dI BOGOR,,
- Gunung Putri
- Cibinong
- Cisarua lalu di Cigombong,,
Skrg di Sentul.
Utk Ibu2 & Bpk2
Waspada serta Hati-Hati utk yg Suka Beli Ayam Geprek / Gorengan,,
Mau-Pun Tepung Buat Goreng Makanan,,
Sekarang Ada MODUS BARU,,
Gorengan-Nya Di Campur Bubuk Narkoba Biar Lebih Crispy & Enak,,
Hingga Nanti-Nya Ketagihan
Setelah Ketagihan disitulah akan
ada Gejala Seperti Demam & Menggigil Yang Sangat Dahsyat,,
Jika Tidak Di Belikan Gorengan Yang Biasa Dikonsumsi,,
Maka Lebih Menderita Seperti Orang Pesakitan,,
Epilepsi/Ayan & bahkan lebih FATAL !!!
Pelaku-Nya sdh di Tangkap di Daerah Sentul-Bogor.
Hati2..!, Tolong Bantu
VIRALKAN !!
Video dan narasi ini membuat kekhawatiran bahwa gorengan atau tepung yang selama ini mereka konsumsi telah dicampuri oleh narkoba seperti penjelasan video dan narasi yang tersebar. Benarkah informasi tersebut?
(GFD-2024-22740) CEK FAKTA: Hoaks! Modus Baru Penyalahgunaan Narkoba dengan Cara Dicampurkan ke Dalam Tepung Gorengan
Sumber:Tanggal publish: 19/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Penelusuran Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, video tentang polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan cara dicampurkan pada tepung gorengan agar lebih crispy dan enak dan membuat orang kecanduan tidaklah benar atau hoaks.
Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia menggunakan Google lens, ditemukan bahwa video yang tersebar di berbagai platform media sosial itu adalah video olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam pengungkapan kasus laboratorium narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di perumahan mewah Mountain View Residence di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2024).
Kabar hoax ini juga telah diluruskan dan diklarifikasi langsung oleh Polda Metro Jaya melalui akun resmi @Subdit3.narkoba.pmj. (cek di sini: https://www.instagram.com/reel/C7THG7JPltt/)
Dalam postingan tersebut, polisi menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah misinformasi yang disebar oleh tangan tangan tidak bertanggung jawab.
Faktanya video yang diambil untuk membuat narasi "GORENGAN TEPUNG NARKOBA" itu merupakan video olah TKP milik Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang sedang melakukan olah TKP bersama Puslabfor Mabes Polri dalam kasus Laboratorium Narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid.
"Adapun bahan yang terlihat seperti gorengan dalam video tersebut merupakan olahan dari berbagai Prekursor Kimia yang disebut PINACA atau CANNABINOID, bukan makanan Gorengan seperti yang dinarasikan," tulisnya.
Untuk itu mereka mengimbau agar masyarakat berhati hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Beberapa media juga sempat memberitakan kejadian ini. Seperti beritasatu.com (https://www.beritasatu.com/megapolitan/2813639/polisi-gerebek-industri-rumahan-bahan-baku-tembakau-sintesis-di-sentul).
Mengutip dari Detik.com, (https://news.detik.com/berita/d-7314897/polda-metro-gerebek-home-industry-narkoba-sinte-di-perumahan-mewah-sentul), polisi melakukan penggerebekan pada rumah produksi narkoba di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (28/4/2024).
Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Hengki mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah kepolisian mendapatkan informasi adanya pengiriman paket narkoba melalui ojek online di kawasan Tangerang Selatan. Saat itu pihak kepolisian berhasil mengamankan pria berinisial B.
"Kita mengamankan baik ojek online-nya bersama satu orang inisial B. Dan dilakukan pengecekan barang bukti yang kita amankan ada di Direktorat narkoba Polda Metro Jaya berupa ADB-PINACA atau cannaboid atau narkotika golongan I," kata Hengki kepada wartawan, Minggu (28/4/2024).
Dari kasus tersebut, polisi terus melakukan pengembangan hingga akhrinya berhasil menemukan rumah produksinya di sebuah rumah di perumahan mewah kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kita selain mengamankan berbagai macam sarana yang digunakan untuk mencetak atau membuat racikan yang nantinya menjadi tembakau sintetis dengan bahan-bahan yang ada, kita mengamankan 2 tersangka atau 2 pelaku inisial S dan H," kata dia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, video tentang polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan cara dicampurkan pada tepung gorengan agar lebih crispy dan enak dan membuat orang kecanduan tidaklah benar atau hoaks.
Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia menggunakan Google lens, ditemukan bahwa video yang tersebar di berbagai platform media sosial itu adalah video olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam pengungkapan kasus laboratorium narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di perumahan mewah Mountain View Residence di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2024).
Kabar hoax ini juga telah diluruskan dan diklarifikasi langsung oleh Polda Metro Jaya melalui akun resmi @Subdit3.narkoba.pmj. (cek di sini: https://www.instagram.com/reel/C7THG7JPltt/)
Dalam postingan tersebut, polisi menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah misinformasi yang disebar oleh tangan tangan tidak bertanggung jawab.
Faktanya video yang diambil untuk membuat narasi "GORENGAN TEPUNG NARKOBA" itu merupakan video olah TKP milik Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang sedang melakukan olah TKP bersama Puslabfor Mabes Polri dalam kasus Laboratorium Narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid.
"Adapun bahan yang terlihat seperti gorengan dalam video tersebut merupakan olahan dari berbagai Prekursor Kimia yang disebut PINACA atau CANNABINOID, bukan makanan Gorengan seperti yang dinarasikan," tulisnya.
Untuk itu mereka mengimbau agar masyarakat berhati hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Beberapa media juga sempat memberitakan kejadian ini. Seperti beritasatu.com (https://www.beritasatu.com/megapolitan/2813639/polisi-gerebek-industri-rumahan-bahan-baku-tembakau-sintesis-di-sentul).
Mengutip dari Detik.com, (https://news.detik.com/berita/d-7314897/polda-metro-gerebek-home-industry-narkoba-sinte-di-perumahan-mewah-sentul), polisi melakukan penggerebekan pada rumah produksi narkoba di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (28/4/2024).
Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Hengki mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah kepolisian mendapatkan informasi adanya pengiriman paket narkoba melalui ojek online di kawasan Tangerang Selatan. Saat itu pihak kepolisian berhasil mengamankan pria berinisial B.
"Kita mengamankan baik ojek online-nya bersama satu orang inisial B. Dan dilakukan pengecekan barang bukti yang kita amankan ada di Direktorat narkoba Polda Metro Jaya berupa ADB-PINACA atau cannaboid atau narkotika golongan I," kata Hengki kepada wartawan, Minggu (28/4/2024).
Dari kasus tersebut, polisi terus melakukan pengembangan hingga akhrinya berhasil menemukan rumah produksinya di sebuah rumah di perumahan mewah kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kita selain mengamankan berbagai macam sarana yang digunakan untuk mencetak atau membuat racikan yang nantinya menjadi tembakau sintetis dengan bahan-bahan yang ada, kita mengamankan 2 tersangka atau 2 pelaku inisial S dan H," kata dia.
Kesimpulan
Kesimpulan
Video tentang video dan narasi yang menyebut polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan cara dicampurkan ke dalam tepung gorengan, di Kawasan Bogor Jawa Barat merupakan konten yang menyesatkan atau misleading content.
Faktanya, di Kawasan Bogor Jawa Barat, Polisi menemukan sebuah rumah produksi dan laboratorium narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid. Adapun bahan yang terlihat seperti gorengan dalam video tersebut merupakan olahan dari berbagai Prekursor Kimia yang disebut Pinaca atau Cannabinoid, bukan makanan Gorengan seperti yang dinarasikan.
Video tentang video dan narasi yang menyebut polisi menemukan modus baru penyalahgunaan narkoba dengan cara dicampurkan ke dalam tepung gorengan, di Kawasan Bogor Jawa Barat merupakan konten yang menyesatkan atau misleading content.
Faktanya, di Kawasan Bogor Jawa Barat, Polisi menemukan sebuah rumah produksi dan laboratorium narkoba jenis Pinaca atau Cannabinoid. Adapun bahan yang terlihat seperti gorengan dalam video tersebut merupakan olahan dari berbagai Prekursor Kimia yang disebut Pinaca atau Cannabinoid, bukan makanan Gorengan seperti yang dinarasikan.
Rujukan
(GFD-2024-22747) [SALAH] Anies Maling Tongkat Diponegoro
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 19/09/2024
Berita
“woiiii maling ente ternyata !!!?
balikin tongkat pangeran Diponegoro itu aset negara.
ngoceh segala macam’ yg pasti itu tongkat sampe skrng msh di rmh elo, anies baswedan bukan cuma modal dengkul skrng dah jd maling aset negara.
saran baik gue, pemujanya ingetin sesembahannya nohhhhh, dah terang benderang, itu tongkat pangeran Diponegoro adlh aset negara, apa urusannya si anues yg menguasai sampe skrng.
akan berbahaya makhluk model beginian saat dirinya jd pemimpin bs’ aset negara dia aku’ jd miliknya. alhamdulillah kalah telak.
pejabat bukan presiden apalg.. bener’ makhluk kaga punya malu ..
BAHLUL !!!!”
balikin tongkat pangeran Diponegoro itu aset negara.
ngoceh segala macam’ yg pasti itu tongkat sampe skrng msh di rmh elo, anies baswedan bukan cuma modal dengkul skrng dah jd maling aset negara.
saran baik gue, pemujanya ingetin sesembahannya nohhhhh, dah terang benderang, itu tongkat pangeran Diponegoro adlh aset negara, apa urusannya si anues yg menguasai sampe skrng.
akan berbahaya makhluk model beginian saat dirinya jd pemimpin bs’ aset negara dia aku’ jd miliknya. alhamdulillah kalah telak.
pejabat bukan presiden apalg.. bener’ makhluk kaga punya malu ..
BAHLUL !!!!”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Anna Nath memposting sebuah video berdurasi 1 menit 36 detik yang menampilkan video Anies yang sedang diwawancarai di Metro TV dan 2 gambar yang terletak di atas dan di bawah video Anies yang sedang diwawancarai. Gambar yang di bawah memperlihatkan Anies Baswedan sedang bersama Jokowi. Gambar yang di atas merupakan gambar Anies yang mengenakan baju navy dan di belakang Anies terlihat sebuah lukisan Diponegoro serta tongkat yang diklaim sebagai tongkat Pangeran Diponegoro.
Setelah ditelusuri dengan menggunakan kata kunci “Tongkat Diponegoro di belakang anies Baswedan” ditemukan artikel pada turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Gambar Anies Baswedan Dengan Tongkat Diponegoro Di Belakangnya”. Terdapat informasi bahwa tongkat yang berada dibelakang Anies bukan tongkat Diponegoro melainkan replika tombak Cakra Kotagede. Replika tersebut didapatkan Anies saat berziarah ke makam raja-raja Mataram Islam di dusun Sayangana, Bantul, DIY pada 13 Agustus 2023. Hoaks tersebut juga mucul di Tiktok.
Dengan demikian postingan Facebook yang mengklaim Anies maling tongkat Diponegoro merupakan informasi yang tidak benar. Tongkat yang ada di belakang Anies Baswedan bukan merupakan tongkat Diponegoro melainkan replika tombak Cakra Kotagede. Informasi hoaks serupa juga muncul di Tik Tok sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri dengan menggunakan kata kunci “Tongkat Diponegoro di belakang anies Baswedan” ditemukan artikel pada turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Gambar Anies Baswedan Dengan Tongkat Diponegoro Di Belakangnya”. Terdapat informasi bahwa tongkat yang berada dibelakang Anies bukan tongkat Diponegoro melainkan replika tombak Cakra Kotagede. Replika tersebut didapatkan Anies saat berziarah ke makam raja-raja Mataram Islam di dusun Sayangana, Bantul, DIY pada 13 Agustus 2023. Hoaks tersebut juga mucul di Tiktok.
Dengan demikian postingan Facebook yang mengklaim Anies maling tongkat Diponegoro merupakan informasi yang tidak benar. Tongkat yang ada di belakang Anies Baswedan bukan merupakan tongkat Diponegoro melainkan replika tombak Cakra Kotagede. Informasi hoaks serupa juga muncul di Tik Tok sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Postingan Facebook yang mengklaim Anies maling tongkat Diponegoro merupakan informasi yang tidak benar. Faktanya tongkat yang ada di belakang Anies Baswedan bukan merupakan tongkat Diponegoro melainkan replika tombak Cakra Kotagede.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/09/10/salah-gambar-anies-baswedan-dengan-tongkat-diponegoro-di-belakangnya/
- https://www.suara.com/news/2024/09/03/132705/cek-fakta-anies-baswedan-membuat-video-dengan-latar-belakang-tongkat-pangeran-diponegoro
- https://news.detik.com/berita/d-2825853/menteri-anies-dan-tongkat-diponegoro-yang-dikembalikan-belanda
(GFD-2024-22749) [SALAH] Gambar Imam Masjid Istiqlal Mencium Kening Jokowi
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 19/09/2024
Berita
“Salah Kecup, Imam Masjid Istiqlal Langsung Sariawan”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Oman Syah memposting sebuah gambar tangkapan layar artikel dengan judul “Salah Kecup, Imam Masjid Istiqlal Langsung Sariawan”. Dalam artikel tersebut terdapat gambar Imam Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mencium kening Jokowi. Kedua orang tersebut sama-sama menggunakan pakaian berwarna putih.
Jika diperhatikan perawakan Jokowi tidak sebesar pada gambar tersebut. Menggunakan Google Image ditemukan gambar yang asli pada artikel CNN Indonesia. Gambar seseorang yang dicium keningnya oleh Imam Masjid Istiqlal bukan Jokowi, melainkan Paus Fransiskus. Gambar tersebut diambil saat Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencium kening Paus Fransiskus saat sang Imam mengantarkan Bapa Suci meninggalkan Masjid Istiqlal.
Mengenai artikel dengan judul “Salah Kecup, Imam Masjid Istiqlal Langsung Sariawan” saat ditelusuri menggunakan google tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut.
Dengan demikian gambar yang menampilkan Imam Masjid Istiqlal mencium Jokowi tidak benar. Gambar tersebut telah diedit pada bagian wajah orang yang dicium Nasaruddin Umar. Gambar yang asli adalah Nasaruddin Umar sedang mencium kening Paus Fransiskus. Artikel pada postingan juga tidak diterbitkan dimanapun, sehingga masuk dalam kategori parodi.
Jika diperhatikan perawakan Jokowi tidak sebesar pada gambar tersebut. Menggunakan Google Image ditemukan gambar yang asli pada artikel CNN Indonesia. Gambar seseorang yang dicium keningnya oleh Imam Masjid Istiqlal bukan Jokowi, melainkan Paus Fransiskus. Gambar tersebut diambil saat Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencium kening Paus Fransiskus saat sang Imam mengantarkan Bapa Suci meninggalkan Masjid Istiqlal.
Mengenai artikel dengan judul “Salah Kecup, Imam Masjid Istiqlal Langsung Sariawan” saat ditelusuri menggunakan google tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut.
Dengan demikian gambar yang menampilkan Imam Masjid Istiqlal mencium Jokowi tidak benar. Gambar tersebut telah diedit pada bagian wajah orang yang dicium Nasaruddin Umar. Gambar yang asli adalah Nasaruddin Umar sedang mencium kening Paus Fransiskus. Artikel pada postingan juga tidak diterbitkan dimanapun, sehingga masuk dalam kategori parodi.
Kesimpulan
Gambar yang menampilkan Imam Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mencium Jokowi tidak benar. Faktanya, gambar tersebut telah diedit pada bagian wajah orang yang dicium keningnya oleh Nasaruddin Umar. Gambar yang asli adalah Nasaruddin Umar sedang mencium kening Paus Fransiskus saat mengantarkan Bapa Suci meninggalkan Masjid Istiqlal. Artikel pada postingan juga tidak diterbitkan dimanapun.
Rujukan
(GFD-2024-22750) [SALAH] Paus Fransiskus Datang ke Indonesia untuk Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 19/09/2024
Berita
“Inilah misi paus datang ke Indonesia
Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo)
Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus.”
Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo)
Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus.”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Zie Zian memposting sebuah gambar infografik Sindonews yang terdapat narasi ” Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Berganti Pasangan Sesama Jenis Walau Pernikahan Tak Diakui”. Postingan yang diunggah pada 5 September 2024 pukul 07.31 tersebut juga disertai caption sebagai berikut :
“Inilah misi paus datang ke Indonesia
Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo)
Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus.”
Setelah ditelusuri, melansir dari manado.tribunnews.com dalam artikel berjudul “Cek Fakta Paus Fransiskus Datang ke Indonesia Mengesahkan Pernikahan Sesama Jenis” Senin, 9 September 2024 pukul 13.18 WITA. Dalam artikel tersebut ditemukan informasi bahwa setelah tim cek fakta Kompas menelusuri judul artikel yang mirip dengan postingan tersebut diunggah pada Oktober 2023 dengan judul “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Bisa Berkati Pasangan Sesama Jenis” yang diunggah oleh Sindonews. Setelah dibaca secara keseluruhan artikel tersebut tidak berkaitan dengan kunjungan paus ke Indonesia pada 3 sampai 6 September 2024.
Selama kunjungan di Indonesia Paus Fransiskus tidak mengeluarkan pernyataan terkait pernikahan sesama jenis. Kunjungan Paus ke Indonesia merupakan kunjungan apostolik. Kunjungan tersebut didasari oleh hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Vatikan, hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara panitia kunjungan Paus Fransiskus, Romo Thomas Ulun Ismoyo.
Dengan demikian klaim bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk melegalkan pernikahan sesama jenis merupakan informasi yang tidak benar. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan kunjungan apostolik. Dalam artikel yang identik dengan infografik Sindonews pada postingan diunggah pada tahun 2023 sedangkan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia terjadi di tahun 2024 dan tidak ada kaitanya dengan kunjungan nya ke Indonesia, sehingga hal tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
“Inilah misi paus datang ke Indonesia
Melegalkan pernikahan sesama jenis(homo)
Dan para munafikun beramai ramai cium tangan paus.”
Setelah ditelusuri, melansir dari manado.tribunnews.com dalam artikel berjudul “Cek Fakta Paus Fransiskus Datang ke Indonesia Mengesahkan Pernikahan Sesama Jenis” Senin, 9 September 2024 pukul 13.18 WITA. Dalam artikel tersebut ditemukan informasi bahwa setelah tim cek fakta Kompas menelusuri judul artikel yang mirip dengan postingan tersebut diunggah pada Oktober 2023 dengan judul “Paus Fransiskus Sarankan Gereja Katolik Bisa Berkati Pasangan Sesama Jenis” yang diunggah oleh Sindonews. Setelah dibaca secara keseluruhan artikel tersebut tidak berkaitan dengan kunjungan paus ke Indonesia pada 3 sampai 6 September 2024.
Selama kunjungan di Indonesia Paus Fransiskus tidak mengeluarkan pernyataan terkait pernikahan sesama jenis. Kunjungan Paus ke Indonesia merupakan kunjungan apostolik. Kunjungan tersebut didasari oleh hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Vatikan, hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara panitia kunjungan Paus Fransiskus, Romo Thomas Ulun Ismoyo.
Dengan demikian klaim bahwa Paus Fransiskus datang ke Indonesia untuk melegalkan pernikahan sesama jenis merupakan informasi yang tidak benar. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan kunjungan apostolik. Dalam artikel yang identik dengan infografik Sindonews pada postingan diunggah pada tahun 2023 sedangkan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia terjadi di tahun 2024 dan tidak ada kaitanya dengan kunjungan nya ke Indonesia, sehingga hal tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Informasi tersebut yang tidak benar. Faktanya, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan kunjungan apostolik. Dalam artikel yang identik dengan infografik Sindonews pada postingan diunggah pada tahun 2023 sedangkan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia terjadi di tahun 2024 dan tidak ada kaitanya dengan kunjungan nya ke Indonesia.
Rujukan
Halaman: 2815/7915






