(GFD-2024-15052) [SALAH] Dua Ibu Kota Terbelah Akibat Gempa Bermagnitudo 10.4
Sumber: YouTube.comTanggal publish: 08/01/2024
Berita
BARU SAJA GEMPA MAGNITUDE 10,4 SR BELAH 2 IBU KOTA,RIBUAN WARGA LARI KOCAR KACIR KELUAR RUMAH | BARU SAJA GEMPA MAGNITUDE 10.4 SR BERGUNCANG RATUSAN GEDUNG RETAK
Hasil Cek Fakta
Kanal YouTube CCTV BENCANA (@bencanaalam294) mengunggah video yang mengklaim bahwa telah terjadi bencana gempa bumi bermagnitudo 10.4 SR. Gempa yang terjadi pada 3 Januari 2024 tersebut menyebabkan terbelahnya dua ibu kota dan retaknya ratusan gedung.
Setelah menonton keseluruhan video, faktanya narator hanya membaca ulang dua artikel yang berbeda.
Pertama, artikel milik Detik News berjudul “Gempa M 5,2 Guncang Melonguane Kepulauan Talaud”. Dalam artikel diberitakan mengenai gempa bermagnitudo (M) 5.2 yang terjadi pada 28 Desember 2023 pukul 22.47 WIB di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kedua, artikel milik Detik Jabar berjudul “Pangandaran Diguncang Gempa M 5,5 Pagi Ini”. Dalam artikel tersebut diberitakan mengenai gempa yang mengguncang Pangandaran pada 28 Desember 2023 pukul 05.43 WIB. Diketahui gempa bermagnitudo (M) 5.5 itu tidak berpotensi tsunami.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube CCTV BENCANA merupakan informasi yang salah.
Setelah menonton keseluruhan video, faktanya narator hanya membaca ulang dua artikel yang berbeda.
Pertama, artikel milik Detik News berjudul “Gempa M 5,2 Guncang Melonguane Kepulauan Talaud”. Dalam artikel diberitakan mengenai gempa bermagnitudo (M) 5.2 yang terjadi pada 28 Desember 2023 pukul 22.47 WIB di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kedua, artikel milik Detik Jabar berjudul “Pangandaran Diguncang Gempa M 5,5 Pagi Ini”. Dalam artikel tersebut diberitakan mengenai gempa yang mengguncang Pangandaran pada 28 Desember 2023 pukul 05.43 WIB. Diketahui gempa bermagnitudo (M) 5.5 itu tidak berpotensi tsunami.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube CCTV BENCANA merupakan informasi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta ‘Ainayya Al Fatikhah.
Unggahan video yang mengklaim bahwa bencana gempa bumi bermagnitudo 10.4 telah membelah dua ibu kota merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, narator hanya membaca ulang dua artikel yang berbeda.
Unggahan video yang mengklaim bahwa bencana gempa bumi bermagnitudo 10.4 telah membelah dua ibu kota merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, narator hanya membaca ulang dua artikel yang berbeda.
Rujukan
(GFD-2024-15051) Cek Fakta: Tidak Benar Gambar Sampul Majalah TIME Berjudul Killer of The Year
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 08/01/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah gambar yang diklaim sampul Majalah TIME berjudul "Killer of The Year" beredar di media sosial. Gambar tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 31 Desember 2023.
Dalam gambar tersebut terdapat sosok Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pada gambar tersebut, Netanyahu berada di tengah-tengah kumpulan tengkorak manusia.
Netanyahu yang mengenakan setelan jas berwana hitam itu terlihat menyentuh salah satu tengkorak. Terdapat juga beberapa narasi dalam gambar tersebut.
"KILLER of the YEAR
Responsible for War Crimes
Crime of Apartheid
Crime of Genocide
Year 2023," demikian narasi dalam gambar tersebut.
"Killer of the year... #2023," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali dibagikan dan mendapat beberapa komentar dari warganet.
Benarkah dalam gambar tersebut merupakan sampul Majalah TIME berjudul "Killer of The Year"? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri gambar yang diklaim sampul Majalah TIME berjudul "Killer of The Year". Penelusuran dilakukan mengunjungi situs Majalah TIME yakni time.com.
Dalam situs time.com, tidak ada gambar sampul Benjamin Netanyahu berjudul "Killer of The Year". Majalah TIME, melalui laman resminya menyatakan bahwa untuk 2023, figur penting yang paling berpengaruh pada 2023 versi majalah TIME yaitu Taylor Swift, Lionel Messi, dan Sam Altman.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Gambar yang diklaim sampul Majalah TIME berjudul "Killer of The Year" ternyata tidak benar. Faktanya, gambar tersebut diduga merupakan hasil manipulasi digital.
Rujukan
(GFD-2024-15050) CEK FAKTA: Benarkah Klaim Ganjar Soal Minimal Essential Force (MEF) 2024 Tidak Tercapai?
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2024
Berita
Bisnis.com, JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan bahwa target Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) 2024 tidak tercapai.
Hal itu disampaikan oleh Ganjar pada Debat Capres ketiga di Istora Senayan GBK, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Selain itu, lanjut Ganjar, anggaran pertahanan di Indonesia juga dinilainya belum ideal atau 1-2% dari PDB. "Minimum Essential Force di 2024 tidak tercapai karena sekarang hanya 65,49% dari target program," katanya.
Hal itu disampaikan oleh Ganjar pada Debat Capres ketiga di Istora Senayan GBK, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Selain itu, lanjut Ganjar, anggaran pertahanan di Indonesia juga dinilainya belum ideal atau 1-2% dari PDB. "Minimum Essential Force di 2024 tidak tercapai karena sekarang hanya 65,49% dari target program," katanya.
Hasil Cek Fakta
Adapun dilansir dari situs Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), MEF ditargetkan mencapai 100% pada 2024. Hal itu tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) No.18/2020 tentang RPJMN 2020-2024
Namun demikian, Dosen Asisten Ahli Hubungan Internasional dan Hubungan Ekonomi Politik Internasional Universitas Tidar Bonifasius Endo Gauh Perdana menyebut belum ada bukti terkait dengan capaian MEF Indonesia karena data terbaru yakni 2020.
"Pada tahun 2019 capaian MEF hanya 63,19%, sedangkan targetnya 68,90%. Pada 2020 capaiannya 62,31%, sedangkan targetnya 72%. Oleh karena itu, capaian untuk tahun 2024 belum bisa dibuktikan," ujarnya.
Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina Prasetia Nugraha juga meragukan bahwa MEF pada 2024 bisa mencapai 100% sebagaimana target RPJMN 2020-2024.
"Benar, Capaian MEF memang berada pada kisaran 65%. Dengan demikian memang terdapat kondisi yang meragukan bahwa Indonesia dapat mencapai target 100% MEF pada 2024. Namun hal ini tidak lepas dari perkembangan geopolitik dan pandemi global," tuturnya.
Namun demikian, Dosen Asisten Ahli Hubungan Internasional dan Hubungan Ekonomi Politik Internasional Universitas Tidar Bonifasius Endo Gauh Perdana menyebut belum ada bukti terkait dengan capaian MEF Indonesia karena data terbaru yakni 2020.
"Pada tahun 2019 capaian MEF hanya 63,19%, sedangkan targetnya 68,90%. Pada 2020 capaiannya 62,31%, sedangkan targetnya 72%. Oleh karena itu, capaian untuk tahun 2024 belum bisa dibuktikan," ujarnya.
Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina Prasetia Nugraha juga meragukan bahwa MEF pada 2024 bisa mencapai 100% sebagaimana target RPJMN 2020-2024.
"Benar, Capaian MEF memang berada pada kisaran 65%. Dengan demikian memang terdapat kondisi yang meragukan bahwa Indonesia dapat mencapai target 100% MEF pada 2024. Namun hal ini tidak lepas dari perkembangan geopolitik dan pandemi global," tuturnya.
Rujukan
(GFD-2024-15049) CEK FAKTA: Uji Klaim Prabowo Soal Usia Pakai Alat Perang Sekitar 25-30 Tahun
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2024
Berita
Bisnis.com, JAKARTA -- Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa usia pakai alat perang kurang lebih 25-30 tahun. Hal itu disampaikan oleh Prabowo pada Debat Capres ketiga di Istora Senayan GBK, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
"Jadi alat perang itu usianya kurang lebih 25-30 tahun, pesawat terbang, kapal perang, dan lain sebagainya. Jadi, bukan soal bekas dan tidak bekas. Tetapi usia pakai. Kemudahan," ujarnya.
Prabowo mencontohkan bahwa pesawat Mirage 2005 dari Qatar yang ingin diakusisi masih berusia pakai 15 tahun. Namun, teknologinya mengarah ke yang lebih canggih dan terbaru.
"Tapi kalau kita beli baru, datangnya Pak, baru 3 tahun dan operasionalnya baru 7 tahun," terangnya.
"Jadi alat perang itu usianya kurang lebih 25-30 tahun, pesawat terbang, kapal perang, dan lain sebagainya. Jadi, bukan soal bekas dan tidak bekas. Tetapi usia pakai. Kemudahan," ujarnya.
Prabowo mencontohkan bahwa pesawat Mirage 2005 dari Qatar yang ingin diakusisi masih berusia pakai 15 tahun. Namun, teknologinya mengarah ke yang lebih canggih dan terbaru.
"Tapi kalau kita beli baru, datangnya Pak, baru 3 tahun dan operasionalnya baru 7 tahun," terangnya.
Hasil Cek Fakta
Sebagai perbandingan, Dosen Asisten Ahli Hubungan Internasional dan Hubungan Ekonomi Politik Internasional Universitas Tidar Bonifasius Endo Gauh Perdana menjelaskan bahwa negara dengan produksi produk pertahanan terbesar, yakni Amerika Serikat (AS), memiliki alutsista dengan usia pakai rata-rata 30 tahun.
"Benar. Di Amerika Serikat, usia pakai alutsista adalah rata-rata 30 tahun," ujarnya. Secara terpisah, dia juga menyebut bahwa di AS setidaknya membutuhkan waktu 29 bulan untuk memproduksi kebutuhan domestik alusista mereka.
Hal tersebut lantaran perlunya persetujuan dari Kongres atau DPR AS. "Seringkali, hanya alusista bekas yang diizinkan untuk dijual ke negara lain kecuali ada pertimbangan lain. Oleh karena itu, seringkali negara-negara pengimpor alutsista hanya bisa mendapatkan alutsista bekas yang masih layak pakai," kata Bonifasius.
"Benar. Di Amerika Serikat, usia pakai alutsista adalah rata-rata 30 tahun," ujarnya. Secara terpisah, dia juga menyebut bahwa di AS setidaknya membutuhkan waktu 29 bulan untuk memproduksi kebutuhan domestik alusista mereka.
Hal tersebut lantaran perlunya persetujuan dari Kongres atau DPR AS. "Seringkali, hanya alusista bekas yang diizinkan untuk dijual ke negara lain kecuali ada pertimbangan lain. Oleh karena itu, seringkali negara-negara pengimpor alutsista hanya bisa mendapatkan alutsista bekas yang masih layak pakai," kata Bonifasius.
Rujukan
Halaman: 2811/5962