• (GFD-2024-22824) Cek Fakta: Hoaks Artikel Antara Klaim Warga Arab Saudi Sebut Umat Islam Indonesia Mudah Dibodohi

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel dari Antara yang mengklaim warga Arab Saudi sebut umat Islam di Indonesia mudah dibodohi. Postingan tersebut beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 September 2024.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar dari Antara artikel berjudul "Warga Arab Saudi Sebut: Islam Indonesia mudah di Bodohi Oleh Habib-Habib Yang Tidak Jelas Asal Usul nya"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Yang dikatakan warga Arab Saudi benar, bahwa Islam Indonesia mudah dibodoh-bodohi oleh habib-habib yang tidak jelas asal-usunya. Akan tetapi, yang paling utama membodohi umat Islam di seluruh dunia adalah Arab Saudi itu sendiri dengan kotak hitam yang disebut naik haji."
    Lalu benarkah postingan artikel dari Antara yang mengklaim warga Arab Saudi sebut umat Islam di Indonesia mudah dibodohi?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Antaranews.com. Bantahan itu diunggah dalam artikel berjudul "Hoaks! Artikel ANTARA terkait warga Arab Saudi sebut umat Islam di Indonesia mudah dibodohi" yang tayang pada 21 September 2024.
    "Nama Antara dicatut untuk menyebarkan hoaks sudah terjadi beberapa kali. Postingan tersebut merupakan hasil suntingan," kata Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Irfan Junaidi.
    "Kami minta masyarakat untuk bisa berhati-hati setiap menerima informasi, terutama yang aneh-aneh, karena Antara tidak dalam jalur itu. Insya Allah Antara akan selalu memberikan informasi-informasi yang valid, yang memang apa adanya, yang sesuai dengan kenyataan," kata Irfan menambahkan.
    Ia juga meminta masyarakat mengonfirmasi pada Antara jika menemukan informasi yang meragukan.
    "Mohon hati-hati dan cek setiap informasi yang diterima, kebenaran, sumbernya dari mana, validitas dan seterusnya. Apalagi jika mengatasnamakan Antara, itu kan ada website-nya, tinggal dicari saja di laman Antara apakah benar atau tidak informasi itu," ujar Irfan.

    Kesimpulan


    Postingan artikel dari Antara yang mengklaim Warga Arab Saudi sebut umat Islam di Indonesia mudah dibodohi adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22827) Salah, Foto Toilet Meledak Diklaim Berkaitan dengan Hizbullah

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2024

    Berita

    tirto.id - Selama hampir setahun sejak Israel menyerang Gaza, para pejuang Hizbullah di Lebanon telah saling serang lintas perbatasan dengan tentara Israel. Baku tembak tersebut sebenarnya telah mengalami eskalasi sejak akhir Agustus lalu, dan semakin memanas setelah peristiwa ledakan penyeranta (pager) milik Hizbullah di wilayah Lebanon dan sebagian wilayah Suriah.

    Ledakan perangkat komunikasi yang terjadi pada Selasa (17/9/2024) itu, seperti dilaporkan Al-Jazeera, telah menelan 9 korban jiwa, termasuk seorang anak perempuan. Selain itu, sebanyak 2.750 orang diketahui terluka, dengan 200 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

    Hizbullah Lebanon menyalahkan Israel atas serangkaian ledakan penyeranta yang terjadi dan mengatakan bahwa Israel akan mendapatkan "hukuman yang setimpal".

    Menyusul kejadian ini, di jagat maya beredar gambar ledakan di toilet, yang diklaim berkaitan dengan Hizbullah. Salah satu akun Facebook bernama “Elly JT Rach” misalnya, menyebarkan foto itu dengan keterangan berbahasa Inggris berbunyi “some Hezbollah operative blew up while taking a dump”.

    Artinya, ledakan di toilet itu dikatakan merupakan ledakan penyeranta anggota Hizbullah saat melakukan buang air besar. Akun pengunggah juga membubuhkan takarir yang menyinggung soal bahaya membawa alat komunikasi ke kamar mandi.

    Sejak disebarkan sehari setelah peristiwa ledakan pager, yakni pada Rabu (18/9/2024), sampai Senin (23/9/2024), unggahan ini sudah mendapat 10 reaksi emoji dan 4 komentar. Narasi yang sama pun dibagikan akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    Namun, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengecek konteks asli foto toilet yang beredar, Tim Riset Tirto mencoba memasukkan gambarnya ke mesin telusur Google Image. Hasil pencarian itu membawa kami ke artikel South China Morning Post (SCMP) bertanggal 28 Januari 2020.

    Artikel itu memuat foto toilet meledak versi utuh yang tidak di-crop. Alih-alih menyinggung kelompok Hizbullah, isi artikelnya justru membahas soal temuan alat peledak rakitan di tempat sampah Shenzhen Bay Control Point, Hong Kong, 12 jam setelah toilet umum di Hong Kong terbakar oleh bom.

    Artikel SCMP juga bisa dibaca di sini. Foto asli toilet meledak ini diberi keterangan “sebuah alat peledak rakitan diduga telah menghancurkan toilet umum di King George V Memorial Park di Jordan Road, Kowloon Barat, pada 27 Januari”.

    SCMP melaporkan, alat seukuran telapak tangan tersebut berisi bahan peledak berbasis nitrat dan ditemukan oleh seorang penjaga keamanan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan atas kejadian itu.

    Sebelumnya pada Senin (27/1/2020) pukul 02.30, sebuah bom rakitan juga meledak di bilik toilet pria di Caritas Medical Centre di Cheung Sha Wan, Hong Kong. Meskipun tidak ada yang terluka, sekira 20 pasien dievakuasi dan layanan di rumah sakit dibatasi hingga dini hari.

    Polisi telah menyelidiki apakah ledakan rumah sakit itu terkait dengan kekerasan protes antipemerintah. Alat itu diduga diledakkan untuk menekan pemerintah agar menutup perbatasan kota dengan daratan utama sebagai respons terhadap epidemi virus COVID-19.

    Sebuah pesan di Telegram, aplikasi yang banyak digunakan oleh para pengunjuk rasa, mengatakan serangan Cheung Sha Wan "hanya peringatan" dan "akan ada lebih banyak bom sungguhan yang akan datang", karena menutup perbatasan Hong Kong adalah satu-satunya cara untuk mencegah wabah virus COVID-19 memburuk di kota itu.

    Adapun narasi yang beredar juga telah dinyatakan salah oleh lembaga pemeriksa fakta Newschecker.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, foto ledakan toilet yang dikaitkan dengan kelompok Hizbullah bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Foto aslinya dimuat di artikel South China Morning Post (SCMP) bertanggal 28 Januari 2020. Alih-alih menyinggung kelompok Hizbullah, isi artikelnya justru membahas soal temuan alat peledak rakitan di tempat sampah Shenzhen Bay Control Point, Hong Kong, 12 jam setelah toilet umum di Hong Kong terbakar oleh bom.

    Gambar toilet ini merupakan toilet umum di King George V Memorial Park di Jordan Road, Kowloon Barat, Hong Kong, yang meledak pada Selasa (28/1/2020).

    Rujukan

  • (GFD-2024-22828) Tidak Benar Merendam Tabung Gas di Air Bisa Atasi Kebocoran

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2024

    Berita

    tirto.id - Kasus kebocoran tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang tidak tertangani dengan benar selama ini telah mengakibatkan korban luka-luka hingga meninggal. Untuk mengatasi kebocoran tabung gas, beredar di jagat maya informasi soal langkah-langkah yang bisa dilakukan.

    Namun, seperti informasi-informasi lain yang berlalu-lalang di media sosial, beberapa perlu diperiksa kebenarannya. Sebuah video yang diunggah akun Facebook “Sinta Renata” (arsip) misalnya, memuat informasi soal cara mengatasi tabung gas yang bocor dengan merendamnya dalam air.

    Klip berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan sebuah tabung elpiji 3 kilogram (kg) yang direndam dalam bak berisi air.

    “Hal pertama saat keadaan darurat jangan panik. Tips jika tabung gas tiba-tiba bocor. Angkat tabung masukkan ke ember yang berisi air supaya bau gasnya tidak menyebar dan jangan keburu hidupkan api bila bau gasnya belum hilang. Ini berlaku buat yang tinggal di perumahan padat penduduk kalau di desa mah lempar aja di kebon beres deh,” begitu bunyi takarir yang menyertai unggahan.

    Video yang diunggah pada Kamis (8/8/2024) ini sudah dibagikan ke 1.100 orang dan meraup 7.800 tanda suka serta 885 komentar.

    Cuplikan yang sama pun diunggah oleh akun Tiktok bernama “king8fishing”.

    Lantas, benarkah merendam tabung gas di air bisa mengatasi kebocoran?

    Hasil Cek Fakta

    Usai menyimak video dari awal sampai akhir, Tim Riset Tirto menghubungi Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, untuk memverifikasi klaim yang beredar. Ia menyatakan kalau merendam tabung gas elpiji yang bocor dengan air tak ada pengaruhnya.

    “Teknik perendaman hanya untuk mengetahui ada bocor atau tidak. Jika sudah terjadi kebocoran tabung, yang perlu dilakukan adalah meletakkan di ruang terbuka yang tidak dekat dengan sumber api sampai tidak ada bunyi mendesis atau tidak berbau lagi. Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara,” katanya saat dihubungi Tirto, Senin (23/9/2024).

    Saat menelusuri klaim ini lewat penelusuran Google, kami menemukan narasi semacam ini sudah beredar sejak 2022. Kantor berita Antara telah memeriksa dan menyatakan klaim langkah mengatasi kebocoran tabung gas dengan merendam air ini tidak benar.

    Mengutip situs resmi brightgas.co.id, tabung LPG yang mengalami kebocoran akan mengeluarkan bau khas LPG dan atau terdengar suara mendesis.

    Sebelum membawa tabung LPG ke luar ruangan/tempat terbuka seperti halaman rumah, hal yang perlu dilakukan adalah memastikan kompor gas dalam keadaan mati. Kemudian lepaskan regulator dari tabung LPG.

    Pengguna juga bisa menghubungi Call Center 135 untuk mendapatkan bantuan penanganan atau penyampaian keluhan terkait produk.

    Adapun cara memasang gas LPG dengan benar dan aman antara lain membuka segel plastik, memasang karet atau rubber seal untuk melekatkan tabung gas pada regulator ketika dipasang agar tidak terjadi kebocoran, memasang regulator dengan benar, dan mengunci regulator.

    Untuk memastikan pemasangan gas sudah benar, cium apakah ada aroma gas menyengat di dalam ruangan atau tidak, atau bisa juga dengan memeriksa apakah ada bunyi desis pada tabung gas.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau cara merendam tabung gas dengan air hanya berfungsi untuk mendeteksi adanya kebocoran dan tidak berpengaruh dalam mengatasi kebocoran.

    Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyatakan, jika sudah terjadi kebocoran tabung, yang perlu dilakukan adalah meletakkan di ruang terbuka yang tidak dekat dengan sumber api sampai tidak ada bunyi mendesis atau tidak berbau lagi.

    Dengan demikian, unggahan media sosial yang berisi informasi cara mengatasi tabung gas dengan merendamnya dalam air bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-22829) [SALAH] Tangkapan Layar Artikel Detik “Putra Mahkota Arab Saudi: sebut indonesia terlalu sibuk dengan urusan negara lain”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/09/2024

    Berita

    “Putra Mahkota Arab Saudi: sebut indonesia terlalu sibuk dengan urusan negara lain”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Bintang West Papua Kejora memposting sebuah gambar tangkapan layar detiknews berjudul “Putra Mahkota Arab Saudi: sebut indonesia terlalu sibuk dengan urusan negara lain” yang terbit pada Sabtu, 07 Juli 2024 pukul 10.08 WIB. Postingan tersebut diunggah pada 27 Agustus 2024 pukul 11.08.

    Setelah ditelusuri dengan kata kunci judul artikel tersebut ditemukan hasilnya tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut. Sebaliknya terdapat beberapa artikel periksa fakta yang membahas mengenai gambar tangkapan layar Detik. Melansir dari turnbackhoax.id, terdapat artikel yang identik pada website news.detik.com berjudul “Iran Kecam Kebijakan Arab Saudi, Tuduh Putra Mahkota Bayar AS.” yang diunggah Sabtu, 07 April 2028 pukul 13.52 WIB. Jika dibandingkan terdapat kesamaan antara artikel yang dimuat Detik dan gambar postingan Facebook pada gambar dalam artikel dan keterangan nama yaitu Rita Uli Hutapea.

    Gambar tangkapan layar artikel Detik tersebut juga muncul di media sosial X dan Tiktok, hal tersebut berdasarkan artikel pada website turnbackhoax.id. Hal tersebut menandakan bahwa hoaks yang mencatut Detik News sudah tersebar di beberapa media sosial.

    Dengan demikian postingan Facebook tersebut merupakan informasi yang tidak benar. Adapun artikel yang menggunakan gambar dan nama pembuat sama berjudul “Iran Kecam Kebijakan Arab Saudi, Tuduh Putra Mahkota Bayar AS.”. Hoaks tersebut juga sudah tersebar di media sosial X dan Tiktok, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Postingan Facebook tersebut merupakan informasi yang tidak benar. Adapun artikel yang menggunakan gambar dan nama pembuat sama berjudul “Iran Kecam Kebijakan Arab Saudi, Tuduh Putra Mahkota Bayar AS.”. Hoaks tersebut juga sudah tersebar di media sosial X dan Tiktok.

    Rujukan