(GFD-2024-23172) Belum Ada Bukti, Air Rendaman Sawo Mengkal Menjadi Obat Vertigo
Sumber:Tanggal publish: 02/10/2024
Berita
Sebuah video beredar di WhatsApp dan akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, yang berisi narasi pengobatan sakit vertigo menggunakan buah sawo mengkal alias sawo setengah matang.
Sebagian video memperlihatkan seseorang yang menerangkan metode pengobatan tersebut. Video versi lainnya memperlihatkan buah sawo yang masih berada di pohonnya. Sawo mengkal diklaim bisa dijadikan obat vertigo dengan cara dikupas, diiris-iris, dimasukkan ke air mendidih, kemudian didinginkan. Air itu dianjurkan diminum setiap hari, selama beberapa hari.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah sawo mengkal bisa dijadikan obat vertigo?
Hasil Cek Fakta
Peneliti bioteknologi di Poznan University of Medical Science, Polandia, Anastasia Hermosaningtyas, menjelaskan memang tanaman sawo mulai buah, daun dan kayunya mengandung banyak nutrisi.
Kandungan nutrisi di antaranya gula, protein, asam amino, mineral, senyawa metabolit sekunder, dan senyawa bioaktif lainnya. Sejumlah penelitian telah mengungkap manfaat kandungan sawo salah satunya yang telah dipublikasikan di Trends in Food Science & Technology edisi September 2022.
Namun, menurut Anastasia, penggunaan sawo untuk pengobatan vertigo belum teruji secara ilmiah. Belum ditemukan penelitian yang mengkonfirmasi manfaat konsumsi air rebusan sawo mengkal pada penderita vertigo.
“Saya tidak menemukan satupun publikasi ilmiah yang mendukung maupun menyebutkan khasiat sawo mengkal untuk vertigo,” kata Anastasia pada Tempo melalui email, Selasa, 2 Oktober 2024.
Demikian juga penjelasan dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa dari Universitas La Tansa Mashiro, Banten, yang dimuat website Halosehat.com. Dia mengatakan sawo bukan obat utama sakit vertigo.
Vertigo adalah sakit yang ditandai rasa pusing dan seakan-akan benda-benda yang ada di sekitar bergerak, melayang, dan seolah-olah berputar sehingga membuat pasien akan mengalami hilangnya keseimbangan.
Hal itu membuat penderitanya kesulitan berdiri dan berjalan. Gejala lain yang juga mungkin muncul adalah kepala terasa sakit, pusing, dan bahkan disertai dengan rasa mual dan ingin muntah.
Penyebab vertigo di antaranya gangguan keseimbangan tepi (sumber di telinga dalam) atau keseimbangan pusat (gangguan dari otak). Sementara pengobatan pada pasien yang mengalami vertigo disesuaikan dengan penyebab kemunculan penyakit tersebut.
“Sawo adalah buah dengan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, namun tidak menjadi obat utama vertigo. Jika mengalami keluhan pusing berputar, mual, muntah, sebaiknya segera periksakan dahulu ke dokter spesialis saraf terdekat,” kata Nurul.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan air rebusan sawo mengkal dapat dijadikan obat vertigo adalah klaim yangbelum ada buktisecara ilmiah.
Sawo memang memiliki beragam nutrisi, baik di buah, pohon, dan daunnya. Namun belum ada penelitian yang mengkonfirmasi manfaatnya pada penderita vertigo.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/375834545279714
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0MGRLZYNE2SPke7U6rTHyPgi8cFKmtSg7mLnWq13vQ1xp2TPuGJQMs5VzEaJCYxT2l&id=100080804027582
- https://www.facebook.com/reel/354908283669725
- https://www.facebook.com/watch/?v=1014137213650088
- https://www.facebook.com/pamungkasriyadi2024/videos/1220153079155988
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0924224422001844?via%3Dihub
- https://hellosehat.com/community/nutrisi/air-rebusan-sawo/
(GFD-2024-23173) Keliru, Video yang Diklaim Azan Menyerupai Islam di Gereja Kalimantan Barat
Sumber:Tanggal publish: 02/10/2024
Berita
Sebuah video beredar di WhatsApp dan YouTube yang diklaim sebuah gereja di Kalimantan Barat mengumandangkan azan menyerupai umat Islam. Video itu beredar dengan judul “Cuma di NKRI, gereja di Kalimantan Barat menyerupai azan umat Islam”.
Video itu memperlihatkan sejumlah orang memasuki gereja yang memiliki pilar-pilar tinggi dengan tanda papan bertuliskan Gereja Katedral Santo Yoseph. Terdengar suara panggilan ibadah dalam bahasa Arab. Video itu memuat narasi: “Marilah kita shalat setiap hari minggu di gereja ini”.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan orang-orang yang salat setiap hari Minggu di Gereja di Kalimantan Barat?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa Gereja Katedral Santo Yoseph tidak mengumandangkan panggilan ibadah yang mirip dengan azan umat Muslim. Video tersebut hasil rekayasa yang menggabungkan video suasana Gereja Katedral Santo Yoseph dengan video panggilan ibadah di sebuah gereja.
Video tersebut bermula disebarkan oleh akun TikTok @andra688. Namun, akun tersebut sudah dihapus di platform TikTok.
Pastor Rekan di Paroki Keluarga Kudus Pontianak Keuskupan Agung Pontianak, Gregorius Kukuh Nugroho CM, menyatakan bahwa Gereja Katedral Santo Yoseph tidak mengumandangkan panggilan ibadah dalam bahasa Arab tersebut. “Narasi video itu keliru,” kata dia dihubungi Tempo, 26 September 2024.
Pihak gereja juga tidak pernah menggelar shalat untuk umat Muslim setiap hari Minggu di gereja. Dia meminta semua pihak tidak mempercayai video tersebut dan menjaga persatuan bangsa. “Mari kita jaga persatuan bangsa,” kata pria yang kerap disapa Romo Greg tersebut.
Mengenai suara mirip azan dalam video yang beredar tersebut, Romo Gereja Theresia Jakarta, Johannes Hariyanto, SJ mengatakan tidak ada komunitas Katolik di Indonesia yang berbahasa Arab untuk panggilan ibadahnya.
Dia mengatakan, video tersebut kemungkinan hanya menggunakan tampilan Gereja Katedral Santo Yoseph sebagai ilustrasi. Namun Gereja tersebut juga tidak mengumandangkan panggilan ibadah dalam bahasa Arab.
“Gaya suaranya seperti azan, tetapi saya nggak tau versi siapa. Sejauh yang saya tahu, tidak ada komunitas Katolik berbahasa Arab (dalam beribadah, di Indonesia),” kata Romo Hariyanto pada Tempo melalui pesan, Rabu, 2 Oktober 2024.
Meski begitu, pihak gereja Katolik selalu terbuka pada tamu Muslim dan akan menyiapkan tempat shalat jika dibutuhkan.
Tempo kemudian menelusuri video mirip azan yang dilakukan di gereja di Youtube dengan sejumlah kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasilnya, Tempo menemukan video mirip azan itu pertama kali dipublikasikan oleh kanal AMENTV pada 29 Maret 2017, berjudul Prayer Calling to come to Christ for Salvation. copyright@jafer young atau jika diterjemahkan menjadi: “Doa Panggilan untuk datang kepada Kristus demi Keselamatan. Hak cipta @jafer young”.
AMENTV dalam keterangannya menulis bahwa mereka adalah organisasi Kristen nirlaba yang didirikan oleh seorang mualaf. Pria yang melantunkan panggilan ibadah dalam bahasa Arab itu adalah pendeta Rev Jacob, seperti yang terlihat dalam video-video lain dalam kanal tersebut.
Video tersebut kemudian banyak dibagikan akun-akun lain di Youtube dengan klaim yang juga keliru sebagai panggilan ibadah Kristen Ortodoks di Timur Tengah.
Sejarah Gereja Katedral Santo Yoseph
Gereja Katedral Santo Yoseph atau Santo Yosef didirikan tahun 1908 yang berlokasi di Jalan Patimura No. 195, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak, sebagaimana diberitakan JPNN.com.
Pemberkatan gereja sekaligus pendirian Paroki Katedral Pontianak, dilakukan tanggal 9 Desember 1909. Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr. Pacificus Bos, OFMCap adalah tokoh utama dalam pembangunan gereja tersebut.
Gedung gereja yang baru telah dibangun ulang pada tahun 2011 sampai selesai dan diresmikan tahun 2014. Tahun 2013, gereja tercatat memiliki 1.700 umat.
Arsitektur bangunan memperlihatkan perpaduan antara karakteristik desain Romawi dan Timur Tengah. Bagian eksteriornya didominasi ornamen khas Dayak. Sementera interiornya diisi lebih banyak ornamen Tionghoa dan gaya klasik Eropa.
Selain menarik karena keindahan arsitekturnya, Gubernur Kalimantan Barat (2008-2018) Drs. Cornelis, MH, yang meresmikan bangunan baru itu, menyatakan bahwa gereja tersebut merupakan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan narasi yang mengatakan video Gereja Katedral Santo Yoseph mengumandangkan panggilan ibadah yang mirip azan umat Muslim adalahkeliru.
Video tersebut hasil rekayasa yang menggabungkan video suasana Gereja Katedral Santo Yoseph dengan video panggilan ibadah di sebuah gereja di kanal YouTube.
Rujukan
(GFD-2024-26501) CEK FAKTA: Video Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden Terpilih
Sumber:Tanggal publish: 02/10/2024
Berita
Murianews, Kudus – Beredar video yang menarasikan Gibran Rakabuming Raka mengajukan pengunduran diri dari Wakil Presiden Terpilih. Narasi itu beredar di sejumlah platform media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak Gibran tengah membaca teks pengunduran dirinya.
’’Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024. Yang bertanda tangan di bawah ini nama Gibran Rakabuming Raka bersama ini mengajukan pengunduran diri. Demikian untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih,’’ kata Gibran dalam video berdurasi 30 detik itu.
tangkap layar video yang menarasikan Gibran mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Presiden terpilih. (Istimewa/x)
Link video yang menarasikan Gibran Rakabuming Raka mengajukan pengunduran diri dari Wakil Presiden Terpilih dapat diklik di sini.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com menelusuri kebenaran dari video tersebut. Bila diperhatikan, video tersebut tampak terpotong-potong.
Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan postingan. Video itu diunggah akun Tribun Network di Youtube Shorts pada 17 Juli 2024.
Video itu berjudul ’’RESMI ! Gibran Mundur Dari Wali Kota Solo’’
Dalam video asli terdapat narasi yang dihilangkan, yakni kalimat ’’Pengunduran diri sebagai Walikota Surakarta masa jabatan 2021-2026 sehubungan telah ditetapkannya sebagai calon Wakil Presiden terpilih dalam Pemilu tahun 2024’’.
Tangkap layar video yang identik dengan video yang menarasikan Gibran mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Presiden terpilih. (Istimewa/YouTube)
Link video yang identik dengan video yang menarasikan Gibran Rakabuming Raka mengajukan pengunduran diri dari Wakil Presiden Terpilih dapat diklik di sini.
Setelah ditelusuri kembali, video aslinya berasal dari unggahan di Kanal YouTube DPRD Kota Surakarta berjudul ’’Rapat Paripurna DPRD Kota Surakarta, 17 Juli 2024’’.
Momen saat Gibran membacakan pengunduran dirinya sebagai Walikota Surakarta berada di waktu durasi 1.34’.06’’ sampai 1.35’.10’’.
Adapun kalimat utuh yang dibacakan sebagai berikut:
’’Menindaklanjuti keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 504 tahun 2024 tentang penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam Pemilihan Umum tahun 2024. Yang bertanda tangan di bawah ini nama Gibran Rakabuming Raka jabatan Walikota Surakarta. Bersama ini mengajukan pengunduran diri sebagai Walikota Surakarta masa jabatan 2021-2026. Sehubungan dengan telah ditetapkannya sebagai calon Wakil Presiden terpilih dalam Pemilihan Umum tahun 2024. Demikian untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja samamanya, diucapkan Terima kasih. Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka’’
Tangkap layar video asli momen Gibran mengajukan pengunduran diri sebagai Walikota Surakarta. (Istimewa/YouTube)
Untuk link utuhnya dalam diklik di sini.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran tim Cek Fakta Murianews.com tersebut, video yang dinarasikan Gibran mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden terpilih merupakan konten disinformasi dengan kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Konten ini biasanya bernuansa pelintiran untuk menyudutkan suatu pihak. Pembuatnya sengaja menciptakan konten ini dengan harapan menggiring opini sesuai dengan kehendaknya.
Biasanya, pembuat konten ini memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, tapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
Dalam video yang beredar, pelaku sengaja mengambil video dari momen Gibran mengundurkan diri sebagai Walikota Surakarta. Kemudian, diedit sedemikian rupa sehingga berubah seakan-akan Gibran mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden terpilih.
(GFD-2024-23176) Puan bakal gantikan Gibran jadi Wapres Prabowo, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 02/10/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video beredar di platform YouTube menarasikan dan mempertanyakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepakat menjadikan Ketua DPR Puan Maharani akan menggantikan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029 Gibran Rakabuming Raka.
Video yang beredar pada Rabu tersebut, menarasikan Puan akan menggantikan Gibran sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut :
“MPR SEPAKAT. PUAN JADI WAPRES?”
Namun, benarkah MPR sepakati Puan jadi Wapres gantikan Gibran?
Video yang beredar pada Rabu tersebut, menarasikan Puan akan menggantikan Gibran sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut :
“MPR SEPAKAT. PUAN JADI WAPRES?”
Namun, benarkah MPR sepakati Puan jadi Wapres gantikan Gibran?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, video yang ada dalam unggahan youtube tersebut hanyalah potongan video dari channel YouTube Rocky Gerung Official yang berjudul “PDIP MERAPAT KE PEMERINTAHAN PRABOWO. JOKOWI & GIBRAN TERSINGKIR?!”.
Dalam video tersebut Rocky Gerung membahas tentang kemungkinan akurasi politik yang ideal pada saat ini, yaitu PDI-P masuk ke pemerintahan Prabowo.
Beberapa hari lalu, Puan Maharani menanggapi pertanyaan terkait isu dirinya menggantikan Gibran menjadi Wapres. Dalam unggahan YouTube iNews berjudul "Sambil Tersenyum, Puan Maharani Buka Suara soal Isu Gantikan Gibran Sebagai Wapres". Dalam narasi tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bereaksi dengan tersenyum lalu menjawab sekenanya pertanyaan awak media soal potensi dirinya menggantikan Gibran dengan bertanya balik.
"Apa ya? Ya, sudah itu saja?" jawab cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno, lalu tersenyum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai pernyataan tersebut.
Klaim: MPR memutuskan Puan Maharani gantikan Gibran sebagai Wakil Presiden Terpilih.
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam video tersebut Rocky Gerung membahas tentang kemungkinan akurasi politik yang ideal pada saat ini, yaitu PDI-P masuk ke pemerintahan Prabowo.
Beberapa hari lalu, Puan Maharani menanggapi pertanyaan terkait isu dirinya menggantikan Gibran menjadi Wapres. Dalam unggahan YouTube iNews berjudul "Sambil Tersenyum, Puan Maharani Buka Suara soal Isu Gantikan Gibran Sebagai Wapres". Dalam narasi tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bereaksi dengan tersenyum lalu menjawab sekenanya pertanyaan awak media soal potensi dirinya menggantikan Gibran dengan bertanya balik.
"Apa ya? Ya, sudah itu saja?" jawab cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno, lalu tersenyum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai pernyataan tersebut.
Klaim: MPR memutuskan Puan Maharani gantikan Gibran sebagai Wakil Presiden Terpilih.
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 2709/7906



