• (GFD-2024-23178) [HOAKS] Ustaz Abdul Somad Masuk Rumah Sakit akibat Penyakit Sifilis

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berupa tangkapan layar judul artikel mengatasnamakan Suara.com yang menyebut Ustaz Abdul Somad masuk rumah sakit akibat penyakit sifilis.

    Berdasarkan penelusuran Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi dan informasinya hoaks.

    Tangkapan layar judul artikel yang menyebut Ustaz Abdul Somad masuk rumah sakit karena penyakit sifilis muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut mengunggah tangkapan layar artikel berjudul:

    Ustadz Abdul Somad:Masuk Rumah Sakit (RS) Karena Kena Penyakit Sipilis

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Ustaz Abdul Somad terkena sifilis

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, tidak ditemukan artikel di laman Suara.com yang menyebut Ustaz Abdul Somad terkena sifilis.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menggunakan teknik reverse image searh untuk menelusuri gambar dalam tangkapan layar artikel tersebut.

    Hasilnya, artikel tersebut identik dengan unggahan di laman Suara.com pada 17 Mei 2022. Namun, artikel aslinya berjudul "Kronologi UAS yang Diduga Dideportasi dari Singapura".

    Artikel tersebut membahas saat Ustaz Abdul Somad dideportasi dari Singapura pada 16 Mei 2022. Saat itu Ustaz Abdul Somad dideportasi ketika sudah tiba Pelabuhan Feri Tanah Merah, Singapura.

    Menurut salah satu sahabatnya, Ustaz Abdul Somad dideportase tanpa alasan yang jelas.

    Sehingga, unggahan berupa tangkapan layar itu dipastikan konten hoaks yang merupakan hasil manipulasi.

    Kesimpulan

    Judul artikel yang menyebut Ustaz Abdul Somad masuk rumah sakit karena penyakit sifilis merupakan hasil manipulasi atau hoaks.

    Artikel aslinya berjudul "Kronologi UAS yang Diduga Dideportasi dari Singapura" yang tayang di Suara.com pada 17 Mei 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23184) [HOAKS] Netanyahu Jelaskan Cara Bunuh Umat Islam, Salah Satunya dengan Vaksin

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bicara mengenai cara membunuh umat Islam, yakni dengan peluru, rudal, dan vaksin.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar.

    Video Netanyahu menjelaskan cara membunuh umat Islam disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (25/9/2024):

    Alwaysssss baanned herannnn deh

    Video berdurasi 49 detik tersebut menampilkan Netanyahu bicara sambil menunjuk alat suntik dalam kotak kaca.

    Berikut teks yang ditampilkan bergantian pada video:

    benjamin netanyahu perdana menteri israelcara membunuh orang islam adalah

    Pertama : dengan PELURUKedua : Dengan Rudal

    Cara Yang Terakhir...Ua.. Kita Bunuh Mereka Dengan VAKSIN

    Penelusuran Kompas.com

    Video Netanyahu yang beredar di Facebook bersumber dari video yang diunggah akun Instagram @b.netanyahu (terverifikasi) pada 18 Januari 2021.

    The Independent mengulas ucapan Netanyahu dalam video. Saat itu, Netanyahu menunjukkan replika mata panah Romawi dari pertarungan di Yodfat.

    Yodfat merupakan benteng Galilea pertama yang jatuh ke tangan Romawi, lalu Gamla, kemudian Yerusalem.

    Pada etalase kaca yang sama, terdapat model rudal anti-balistik Arrow milik Israel.

    Netanyahu lantas beralih ke etalase lain berisi alat suntik. Adapun alat suntik itu dulunya dipakai untuk memberikan vaksin Covid-19 padanya saat pandemi.

    Israel mulai memberikan suntikan vaksin Pfizer-BioNTech pada 19 Desember 2020, dalam salah satu peluncuran vaksinasi Covid-19 pertama di dunia.

    Sebagai kampanye vaksinasi nasional di Israel, Netanyahu menjadi salah satu orang yang divaksin pada gelombang awal.

    "Ini adalah jarum suntik yang memberi saya vaksin pertama dari jutaan vaksin yang kami bawa ke Israel. Kami akan menjadi negara pertama di dunia yang keluar dari krisis virus corona. Dengan keyakinan, segalanya mungkin terjadi," kata dia, dilansir Haaretz.

    Tidak ada perkataan Netanyahu mengenai cara membunuh umat Islam.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video Netanyahu memamerkan replika mata panah Romawi, model rudal anti-balistik Arrow, dan alat suntik bekas vaksin Covid-19 disebarkan dengan narasi keliru.

    Dalam video, dia sama sekali tidak menyebutkan mengenai cara membunuh umat Islam.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23185) [HOAKS] Pengobatan Ida Dayak di Kabupaten Purworejo pada 2-3 Oktober 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com- Beredar unggahan media sosial berupa poster yang menginformasikan pengobatan alternatif Ida Dayak di Purworejo, Jawa Tengah.

    Menurut unggahan, pengobatan akan dilakukan di Gedung Kesenian WR Soepratman, Kabupaten Purworejo pada 2 sampai 3 Oktober 2024.

    Namun, setelah ditelusuri poster tersebut tidak benar atau hoaks.

    Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan praktik pengobatan di Gedung Kesenian WR Soepratman, Kabupaten Purworejo pada 2 sampai 3 Oktober dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.

    Dalam poster tercantum nomor WhatsApp untuk mendaftar berobat.

    Hasil Cek Fakta

    Diberitakan Kompas.com, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo, Theresia Woro memastikan informasi tersebut adalah hoaks.

    Menurut dia, tidak ada peminjaman Gedung Kesenian WR Soepratman untuk pengobatan Ida Dayak.

    "Sampai saat ini belum ada yang meminjam gedung kesenian untuk kegiatan ibu Ida Dayak. Pengumuman itu hoaks," kata Woro Senin (30/9/2024).

    Selain itu Woro menjelaskan, saat ini Gedung Kesenian WR Soepratman belum bisa digunakan untuk kegiatan. Sebab, sejak 23 September 2024 sudah dilakukan pemasangan sket ruangan untuk penyimpanan sementara alat kesenian.

    Gedung tersebut baru bisa digunakan untuk kegiatan setelah 9 Desember 2024. 

    "Sampai sekarang yang booking gedung kesenian baru ada satu dari Grabag untuk pemakaian tahun 2025," kata Woro.

    Sementara itu, Ade Nugroho (25) salah satu warga di Purworejo nyaris menjadi korban penipuan pengobatan Ida Dayak di Gedung Kesenian WR Soepratman.

    Ia sempat akan mengirim uang  Rp 200.000 setelah menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam poster. Uang tersebut diklaim sebagai syarat mendaftar pengobatan Ida Dayak. 

    Beruntung, salah satu teman Ade memberitahunya untuk mengecek informasi tersebut. Setelah dicek, tidak ada informasi resmi soal pengobatan Ida Dayak di Kabupaten Purworejo. 

    Kesimpulan

    Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan praktik pengobatan di Gedung Kesenian WR Soepratman, Kabupaten Purworejo pada 2 sampai 3 Oktober adalah hoaks.

    Disdikbud Kabupaten Purworejo sebagai pengelola Gedung Kesenian WR Soepratman menyebut tidak ada peminjaman tempat untuk pengobatan Ida Dayak. 

    Selain itu Gedung WR Soepratman belum bisa digunakan untuk kegiatan sampai dengan 9 Desember 2024. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-23186) [KLARIFIKASI] Manipulasi Video Gedung Terbakar akibat Serangan Iran ke Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Video sebuah gedung pencakar langit terbakar diklaim terjadi akibat serangan Iran ke Israel.

    Iran melancarkan sekitar 200 rudal balistik ke Tel Aviv, Israel pada Selasa (1/10/2024) malam.

    Serangan itu merupakan respons atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Abbas Nilforoushan pekan lalu, serta pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada awal tahun ini.

    Namun Tim Cek Fakta Kompas.com menilai, narasi dalam video perlu diluruskan.

    Video gedung terbakar akibat serangan Iran ke Israel disebarkan oleh akun Facebook ini pada Rabu (2/10/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Berikut narasinya:

    Allah huakbar... tel aviv terbakar... Seorang warga Israel mengatakan: Garda Revolusi Iran menghancurkan Tel AviviDimana kamu, Netanyahu?

    Video yang beredar di media-media Israel: Jika kita tidak membalas Iran malam ini, tidak akan ada tempat yang aman di Tel Aviv.

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat sejumlah kejanggalan dari video gedung yang beredar.

    Misalnya, dalam durasi kurang dari 10 detik, warna langit berubah drastis dari awalnya menampilkan langit sore hari, menjadi gelap gulita seperti malam hari.

    Begitu pula pemandangan kota di belakang gedung yang awalnya tidak ada lampu yang menyala, tiba-tiba berubah menjadi pemandangan kota malam hari dengan banyak lampu.

    Video juga tampak tidak dipercepat, karena asap dan kobaran api membubung dengan normal.

    Hasil pencarian dengan metode reverse image di Google Lens dan Yandex, tidak mengarahkan ke sebaran video serupa dari kejadian nyata.

    Sementara, tools pendeteksi konten AI atau artificial intelligence, Hive Moderation mengidentifikasi video tersebut sebagai deepfake.

    Video gedung terbakar akibat serangan Iran ke Israel teridentifikasi memiliki probabilitas 91,4 persen dibuat dengan kecerdasan buatan atau deepfake.

    Hive Moderation Tangkapan layar Hive Moderation menunjukkan, video gedung terbakar akibat serangan Iran ke Israel teridentifikasi memiliki probabilitas 91,4 persen dibuat dengan kecerdasan buatan atau deepfake.

    Dilansir Al Jazeera, IRGC memusatkan serangan ke tiga pangkalan militer di wilayah Tel Aviv.

    IRGC mengatakan bahwa 90 persen proyektil yang ditembakkan mencapai sasarannya. Namun Israel mengaku telah mencegah sebagian besar rudal balistik tersebut.

    Video serangan Iran dapat dilihat di sini. Sementara, situasi Tel Aviv usai serangan tersebut dapat dilihat di sini.

    Sejauh ini, belum ada berita atau laporan kredibel mengenai gedung pencakar langit di Tel Aviv yang terbakar hebat akibat serangan Iran.

    Kesimpulan

    Video gedung terbakar akibat serangan Iran ke Israel awal Oktober 2024, merupakan konten manipulatif.

    Hive Moderation mengidentifikasinya sebagai konten deepfake.

    Belum ada pemberitaan yang membuktikan gedung pencakar langit di Tel Aviv yang terbakar hebat akibat serangan Iran.

    Rujukan